uang

JANGAN SALAH MEMFOKUSKAN PERHATIAN

Posted on Updated on

image

Bagi yang senang nonton film action yang tembak-tembakan, pasti tau stragegi mengalihkan perhatian. Ternyata banyak hal loh di dunia ini, yang berusaha mengalihkan perhatian kita supaya tidak terfokus pada Tuhan.

Pengalih perhatian biasanya berupa uang, hobi atau orang lain (lawan jenis). Bagi orang-orang berduit, mungkin hobi baru dengan membeli barang-barang mewah menjadi kepuasan tersendiri yang sangat membanggakan. Sedangkan bagi para jomblo, seseorang yang menarik sangat mungkin menjadi pusat perhatiannya sehingga ia tidak lagi fokus pada apa yang menjadi tanggung jawabnya. Banyak orang yang sudah terjebak disana-sini, mungkin termasuk aku sesekali. Jadi, berhati-hatilah…Pengalih perhatian memang selalu bersifat menarik dan menjanjikan.

Ada 4 hal yang harus kita aware ketika bertemu dengan hal-hal baru yang menarik perhatian:

  • Janganlah terlalu mudah tergoda dan terhanyut sehingga menaruh kepercayaan yang besar.
  • Janganlah memandangnya sebagai sumber kebahagiaan
  • Janganlah menjadikannya sebagai harapan masa depan
  • Janganlah menginginkannya melebihi Tuhan.

Cukup banyak contoh orang hebat di Alkitab  yang jatuh akibat perhatiannya teralih dari Tuhan. Daud oleh Batsyeba. SIMSON oleh Delila. Yudas demi uang perak.

Kita tidak bisa hidup dengan mengutamakan 2 hal dengan porsi yang sama. Tidak ada yang boleh melebihi perhatian kita kepada Tuhan, Dialah seharusnya menjadi pusat perhatian.

Amin.

Iklan

MONEY GAME, HALAL-KAH???

Posted on Updated on

Patah tumbuh Hilang Berganti, sepertinya pepatah itu cocok untuk menggambarkan bisnis Money Game yang tak ada matinya. Meskipun sejak tahun 1990-an Money Game di Indonesia telah  meninggalkan banyak korbannya, masyarakat seakan tak pernah jera untuk terjerat dalam umpannya yang menggoda (kelipatan keuntungan besar). Entah karena tidak mengerti atau apa. Kebetulan ketika sedang mencari sumber-sumber data tentang Bisnis Money Game, kutemukan sebuah artikel yang ditulis oleh bravo 9682 weblog yang berjudul Beberapa Jenis Kasus Bisnis Money Game, didalamnya cukup lengkap mengulas  bisnis serupa dimasa lalu yang berakhir mengecewakan. 

Setelah beberapa tahun tidak terdengar gaungnya, tiba-tiba dalam 2 tahun (2013-2014) ini, bisnis money game kembali booming lagi. Kurangnya informasi yang tepat, baik secara fundamental maupun secara spiritual telah membuat banyak anak-anak Tuhan ikut terjebak didalamnya. Untuk membekali kebutuhan jemaat secara khusus, salah seorang gembala gereja kami, Ps Lianggono TB berinisiatif mengadakan Talkshow tentang Investasi, dengan mengundang seorang Strategic Consultant (Strategic Consultant adalah  orang yang memberikan arahan atau mempertajam strategis perusahaan, seperti Visi, Misi, KPI, SOP, dsb.  Arahan tersebut dibuat berdasarkan data-data yang ada, kemudian di-analisa, dan mengambil langkah strategis dari hasil analisa tersebut, kemudian membuat sistem kontrolnya), Bapak Ario Bayu, dan  Kepala Edukasi Sinode GMS, Pdt Samuel Handoko Mulyanto. Oleh beliau berdua, dasar-dasar yang fundamental dijelaskan secara gamblang dan  sangat masuk akal.  Dan aku mengambil kesempatan untuk menuliskannya dengan harapan pembaca menjadi mengerti, sehingga peluang rayuan money game tidak akan mempan lagi, terutama bagi orang-orang beriman.

Bonus Besar merupakan image atau front page dari bisnis money game, sehingga unsur resiko menjadi tidak terperhatikan. Kalaupun iya, para pemain lebih bersikap seperti pecandu rokok, dimana mereka mengerti resikonya tetapi tetap tidak berhenti melakukannya. Pelipatgandaan uang yang cepat inilah yang sangat menarik perhatian para investor. Seringkali tanpa mengetahui seluk-beluknya, mereka langsung saja ikut dengan jumlah uang yang besar.

Investor adalah orang yang menanamkan uangnya pada bisnis atau investasi tertentu misalnya : emas, valas, properti, ekuitas/ saham. Investasi TIDAK SAMA dengan tabungan yang sifatnya setor tarik-setor tarik. Investasi adalah investasi, beli untuk disimpan, tidak diutak-atik, kecuali kalau kepepet (misalnya ketika harta yang lainnya ludes dan terpaksa menjual). Jadi, hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi seorang INVESTOR tulen, adalah dengan menginvestasi pengetahuan dan manajemen resiko yang berkaitan dengan investasi yang diminati. Dalam Investasi juga diperlukan yang namanya disiplin, contohnya disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung, dan setelah terkumpul bisa digunakan untuk berinvestasi.

ContentImage-PonziSchemeWordCloud.gif-550x0

image source: http://www.lexisnexis.com/legalnewsroom

MONEY GAME:

Istilah sebenarnya dari Money Game adalah Fraud atau Ponzi Scheme. Jadi sebenarnya dalam money game, tidak ada produk ataupun jasa yang ditawarkan, atau produk/jasanya tdk memiliki nilai riil di pasar. Dengan begitu, money game hanya memutar-mutar uang dan keuntungan yang diperoleh orang sebelumnya didapatkan dari dana yang disetorkan oleh orang setelahnya (mengambil hak dari orang yang menyetor setelahnya).

SKEMA PIRAMIDA: 

Banyak orang salah mengartikan Skema Piramida dan MLM sebagai money game, padahal tidak semuanya begitu. Yang benar adalah, semua bisnis menggunakan sistem piramida. Contohnya: A memiliki sebuah restoran, dengan keuntungan 100juta pertahun. Kemudian A membuka 2 cabang yang dikepalai oleh 2 orang manager yaitu B dan C. Untuk B dan C, mereka mendapatkan 50% keuntungan dari penghasilan restoran mereka, sehingga praktis A hanya mendapatkan sisa 50% keuntungannya. Kemudian B dan C masing-masing membuka 2 konter makanan yang dimanajeri oleh E,F,G dan H yang juga mendapatkan penghasilan dari persentase penjualan mereka. Jadi, apakah itu Money Game? BUKAN. Karena, sumber uang/penghasilannya berasal dari para konsumen yang datang makan dan menikmati sajian yang ada di restoran mereka.

Sekarang, mari kita lihat beberapa check list di bawah sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan ikut dalam bisnis Money Game: 

LEGAL

– Memiliki izin usaha. Harus dicatat bahwa setiap perusahaan yang mempunyai izin usaha belum tentu memilki usaha yang legal (mungkin

– Terdaftar di  OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:

  1. terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
  2. mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan
  3. mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

LOGICAL

Pergunakan akal sehat untuk mempertimbangkan ketika ditawari bonus besar.  Money Game umumnya menawarkan bonus yang sangat besar (lebih besar dari 10%), bandingkanlah dengan bunga bank dan inflasi negara (7%).

Contohnya :

Exxon Mobil sebagai salah satu perusahaan yang menghasilkan laba terbesar di dunia pada tahun 2013 mencatat  nett profit sebesar USD 32Billion, dengan asset USD 350Billion dan equity sebesar USD174Billion. BIla dengan menanamkan modalnya di perusahaan money game saja, mereka akan menghasilkan keuntungan sama besar atau bahkan lebih besar, mengapa tidak dilakukan daripada menjalankan operasional perusahaan yang super njelimet?

Pertanyakan kenapa bisnis money game tersebut dengan kemampuannya memberikan bonus demikian besar, tidak terdaftar  jadi top 10 di dunia? Kenapa tdk langsung masuk stock market? Kenapa Bank-Bank masih buka?

Contoh lain:

Hutang Pemerintah Indonesia berjumlah sebesar USD 118Miliar dari total Hutang USD 270Miliar. Devisa USD 100Miliar. Bukankah negara Indonesia akan bebas dari hutang dalam tempo 2-5 tahun bila uangnya semua dimasukkan dalam Bisnis Money Game. Kenapa tidak dilakukan?

ETHICAL

Ada orang-orang yang berteriak  Puji Tuhan atau Alhamdudilah, ketika menemukan sebuah dompet tergeletak di tengah jalan. Akankah kamu bertanya-tanya siapakah pemilik dompet tersebut? Apakah dengan menemukannya berarti secara otomatis pindah hak kepemilikannya? Atau, bila suatu hari, kamu ditawari sebuah mobil Alphard dengan harga 100juta, akankah kamu membelinya? Tidakkah kamu akan bertanya, mobil siapa? alasan apa dijual murah? apakah mobil curian? apakah mobilnya rusak? dsb.dsb, Hal-hal semacam ini termasuk dalam kategori etika moral, dimana tidak akan kita lakukan meskipun tidak tertera secara jelas bahwa perbuatan tersebut merupakan dosa.

TRUST

Sebagai anak Tuhan yang kehidupannya menjadi sorotan, pantaskah kita memberi contoh dengan terlibat dalam bisnis money game? Bila kita ikut-ikutan, berapa banyak orang yang bisa dipengaruhi untuk ikut terjerumus didalamnya? . Saat seseorang terjebak money game, orang lain melihat bahwa ikut money game itu gpp. Efek domino pun terjadi.

Jika Money Game itu haram dan merugikan masyarakat, kenapa Pemerintah membiarkannya?

Syarat untuk bisa menghentikan/menutup bisnis Money Game oleh Pemerintah adalah dengan menyertakan MATH PROVE dan LEGAL PROVE.

MATH PROVE adalah hasil hitung-hitungan dengan rumusan secara matematis tentang arus dana kelaur masuk dan bunga/penghasilannya. Bonus besar, apalagi 2-5 kali lipat inflasi, sangatlah tidak mungkin dihasilkan.

LEGAL PROVE adalah bukti bahwa bisnis tersebut merugikan, dan tidak akan pernah didapat selagi bisnis itu masih berputar dan membayar bonus para membernya.

ARTINYA, bila tidak ada investor baru, maka bisnis itu akan berhenti, dan saat itulah pemerintah bisa bertindak (berdasarkan laporan orang-orang yang rugi karena tidak dibayar), dimana sama aja dengan bohong…karena sudah timbul korban.

Salah satu contoh kasus yang menarik disimak adalah kasus Bernard Madoff yang mendirikan  Bernard L. Madoff Investment Securities LLC pada tahun 1960.  Dia ditangkap pada tahun 2008 atas laporan anaknya dan dinyatakan bersalah pada tahun 2009 karena terbukti melanggar 11 pasal pelanggaran federal dan merupakan ponzi scheme terbesar dalam sejarah, dengan bunga 18-20% per tahun.  Seorang analis keuangan, Harry Markopolos mulai curiga dengan bisnis Madoff sejak tahun 1999, yang kemudian membentuk tim dan memberikan bukti-bukti perhitungan sistematis dsb. Bukti-bukti itu (yang merupakan MATH PROVE) dijadikan bahan laporan, tetapi tidak ada tindakan (karena tidak ada LEGAL PROVE). Sampai akhirnya dia menulis buku

“No one would listen” yang berisi upayanya selama 10 tahun untuk melaporkan ke pemerintah, lembaga keuangan, sampai ke media.

Namun ada perusahaan yang sudah berjalan lama, apa itu bisa jadi jaminan?

Tidak. Ada money game yang berjalan hingga 10 tahun di Indonesia sebelum akhirnya runtuh.

Bagaimana jika sudah ikut dan sudah mendapatkan profit?

Profit yang didapatkan berasal dari loss orang lain. Berarti hak orang lain telah diambil. Ini yang membuat rumit,

mau dikembalikan ke siapa uangnya? Nah, disini Pdt Samuel Handoko merujuk ke kisah Zakeus, dimana Zakeus menggunakan uang dan harta yang dihasilkannya selama ini untuk membantu orang-orang miskin dan mengembalikan 4x lipat kepada orang2 yang pernah diperasnya (Lukas 19:8).

Bagi Investor yang terjebak dalam money game namun sudah mendapatkan keuntungan, apakah bisa dituntut ?

BISA. Ada hukum  yang namanya clawback. Tapi ingat: ini secara teori, prakteknya belum tentu bisa direalisasi. Tapi masalah dasarnya bukan soal dituntut atau tidak, tapi bagaimana dengan etika moral sebagai orang beriman yang merugikan orang lain dgn mengambil apa yg bukan haknya? Itu sama saja dengan mencuri dan sama saja dengan DOSA.

Bagaimana kalau ikut karena masalah ekonomi? Ada yang ikut karena mau membahagiakan keluarga, ada juga karena ingin membantu orang lain.  

Ingatlah bahwa bisnis semacam ini, meskipun terlihat baik, tetapi tidak sepenuhnya baik, tidak sepenuhnya benar. Ini adalah area abu-abu. Mengapa abu-abu?  Ibarat air putih yang tercampur air selokan yang hitam, Hidup orang beriman yang seharusnya bersih dan kudus, telah dicemari oleh dosa yang samar-samar.  Berbuat baik dengan motivasi dan cara yang salah adalah salah.

Bila kita menemui ada teman atau keluarga kita yang terindikasi terjebak dalam money game, apa yang harus kita lakukan?

Cobalah sadarkan dengan memberikan penjelasan secara gamblang, tidak perlu sampai berdebat. Jika orang tersebut dewasa secara logika, secara etika, dan secara kerohanian, pasti akan sadar dan mengerti. Jika tidak bisa sadar juga, maka sebaliknya apapun yang kita coba katakan, atau sekalipun  Warren Buffet sendiri yang menemui dan menjelaskan ke orang ini, hasilnya akan percuma saja. Karena hatinya sudah gelap dan dibutakan oleh uang.

Sama seperti kasus perokok, meskipun secara jelas diberikan tanda peringatan berbahaya bagi kesehatan pada bungkus rokoknya, apakah perokok memperdulikan hal logi stersebut?

Orang seperti ini akan mencari sejuta alasan untuk membenarkan dirinya, mencari celah disana-sini, logikanya tidak berlaku. Jadi khusus untuk orang-orang ini harus ditangani dengan cara spiritual, yaitu DOA.

Semua orang ingin cepat kaya, itu adalah keinginan yang wajar. Namun mengapa kita tidak merampok Bank saja? Tidak lain karena kita tahu bahwa hal itu tidak benar dan merupakan dosa. Ingatlah area abu-abu. Ada hal dalam hidup kehidupan yang sebenarnya berkompromi dengan dosa, berhati-hatilah. Bagi orang-orang beriman, dosa tidak memandang ukurannya besar atau kecil, terlihat atau tidak, dosa tetaplah dosa. Sekian.

Semoga tulisan ini membawa pencerahan. Tuhan memberkati.

CARI UANG

Posted on Updated on

Uang. Semua orang suka dengan uang karena ia merupakan salah satu alat penting untuk menjalankan hidup,  dimulai dari memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sampai memenuhi  keinginan-keinginan diluar kebutuhan.  Jadi jelas bahwa setiap orang pasti mempunyai motivasi untuk mencari uang, secukupnya, sebanyak-banyaknya.

Setiap hari kita  berusaha sekuat tenaga, kadang  sampai jungkir balik untuk menghasilkan uang. Bermacam-macam profesi kita jalani – Kuli angkut, tukang becak, tukang bangunan, mereka menguras tenaga dan keringat demi dapur mengebul. Pekerjaan yang tidak menjanjikan kekayaan, namun cukuplah untuk melangsungkan hidup dan halal.  Para dokter, ahli botani, apoteker, mereka bekerja dengan kepandaian dan ilmu yang mereka miliki, tanpa perlu tenaga seperti hercules untuk melakukannya. Pengemis, mucikari atau  PSK yang  mungkin karena keputusasan dan tidak lagi menemukan jalan keluar untuk melangsungkan kehidupan. Para Ekonom,  Para Pebisnis dan lain lainnya. Semua jenis pekerjaan tersebut dijalankan untuk mencari uang dimulai  dengan motivasi yang paling sederhana, yaitu untuk memenuhi “kebutuhan” hidup, sampai pada kerakusan/keserakahan/ketamakan karena ingin uang yang lebih, lebih dan lebih, untuk memenuhi “keinginan” hidupnya.  Tidak ada benar salah dalam hal ini, sebab setiap orang berhak menentukan apa yang diingininya.

Kesempatan mendapatkan uang yang banyak dengan cara mudah sudah sering datang untuk menjebak kita, apalagi bila kesempatan tersebut dibungkus secara eksklusif dan memperlihatkan sisi yang wah, sering membuat kita lupa untuk berpikir panjang Lain cerita bila kita diajak untuk melakukan tindakan kriminal seperti merampok, mungkin kita akan berpikir-panjang berkali-kali sebelum memutuskannya. Nah, sehubungan dengan itu, ada satu perusahaan eksklusif yang belakangan ini sedang booming. Mereka menjual sebuah produk sarana promosi melalui internet.   Sebenarnya produk ini bukan produk baru, karena aku sudah didekati seseorang untuk menjualnya dipenghujung tahun 2011 – awal 2012. Dijelaskan orang itu, bahwa produk tersebut sangat bagus dan terkenal di Amerika. Fungsinya untuk mempromosikan perusahaan kita atau apapun yang kita ingin promosikan, dengan cara yang mudah. Ia menjelaskan bahwa kita hanya memerlukan daftar alamat email-email,  kemudian kita mengupload gambar/video perusahaan kita, dan secara otomatis gambar/video tersebut akan terkirim ke semua alamat email yang ada di dalam daftar kita.  Mudah, tetapi… harganya? MAHAL!  (*Dalam hati aku meresponi, kalau untuk keperluan promosi serupa, bisa kok di-upload melalui YOUTUBE, FaceBook, Twitter bahkan di Status BBM dan kemudian di broadcast. Mudah dan FREE. Dan setahuku juga, kita tidak bisa mengirim email ke banyakkkk alamat email sekaligus, karena bisa dikategorikan sebagai spam dan akan selalu muncul peringatan-peringatan dari provider akun email).

Bagian yang menarik ada disini, yaitu iming-iming kompensasi pendapatannya yang sangat AHA! (baca: besar)  Diakuinya bahwa bulan pertama dia mendapatkan bonus 30 jutaan, bulan kedua 50jutaan …. terlalu menggiurkan!!! Tetapi, karena aku adalah type orang tidak percaya begitu saja dengan motto “UANG GAMPANG”, aku menolak.  Dan jelaslah bahwa produk itu dijual dengan sangat mahal, karena komisinya besar dengan sistem berantai!  Aku lalu menganggapnya sebagai salah satu permainan yang akhirnya akan hilang dan meninggalkan korban-korban yang berjatuhan. Karena produk ini bahkan tidak nyata, tidak bisa dipegang dan dilihat misalnya seperti sebotol shampoo. Kita tidak mempunyai apa-pun  selain account yang didapatkan melalui pembelian.  Bukankah sudah sangat sering  kita melihat/mendengar/membaca bahwa banyak orang yang rugi akibat skema yang serupa. Dan semuanya mengandalkan 1 jurus saja, yaitu menghasilkan uang banyak dalam waktu singkat yang sering membutakan mata dan pikiran sehingga tidak mampu melihat dan berpikir dengan jernih dan logis.

Rasa penasaran mulai  mengusikku ketika belakangan ini  mulai muncul teman-teman se-gereja yang aktif mengundang untuk datang ke acara mereka,  sehingga akupun berusaha mencari tahu.  Dari hasil searching di internet dengan kata-kata  “complaints about XX” …  BAM…!!!  Muncullah 6,6jutaan komplain  dari seluruh dunia dan rata-rata komplain tersebut mengkategorikan produk tersebut sebagai  #scam #defective product  #Rip off.  Dari searching tersebut aku menemukan satu artikel menarik yang membahas cukup lengkap perihal perusahaan dan produk tersebut yang ditulis oleh Jake Bohall, seorang praktisi customer alert.  Salah satu pertanyaan yang dibuatnya untuk ditanyakan kepada diri kita adalah “what would Jesus do?” akhirnya membuatku merenungkan cerita ini.

Disini, bukan tujuanku untuk  membahas tentang produk tersebut.  Tapi untuk membagikan perspektif supaya teman-teman meningkatkan “awareness”, berhati-hati dan selektif ketika ditawarkan untuk menjual produk apapun. Sering aku menemukan banyak penjual zaman sekarang yang  bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang produk yang mereka jual. Pokoknya asal jual saja dan menghasilkan uang. Mereka tidak peduli after sales-nya dan dampak yang akan dialami pembeli. Bisa jadi, penjual mungkin tidak mengetahui pengetahuan produk secara mendetail atau bisa jadi tidak memberitahukannya kepada calon pembeli, (mengingat sifat pembeli di negara kita lebih berbasis kepada kepercayaan kepada orang yang menawarkan tanpa mempelajari detail-detailnya).

Tuhan Yesus mengatakan hal serupa untuk orang-orang yang mempunyai motivasi yang salah di Yohanes 6:26… Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, BUKAN karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan ROTI itu dan kamu kenyang.”. Ayat ini dikisahkan terjadi setelah muzizat 5 roti dan 2 ikan, dimana Yesus melanjutkan perjalanan dan ribuan orang masih mengikutinya. Tetapi Yesus tidak berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka, Ia tidak mempedulikan orang-orang tersebut dan naik ke atas gunung untuk mengobrol bersama murid-muridNya.  Mereka ditinggalkan. WHY? Karena yang mereka kejar bukan pengetahuan mengenai pribadi dan ajaran Yesus, mereka HANYA mau roti (bahasa modern: berkat, harta, uang).

So, tidak ada salahnya bila kita merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini dalam hal mencari uang.  Apakah kita melakukan kecurangan atau penipuan terselubung akibat keserakahan kita? contohnya seperti yang disinyalir di media massa tentang penjual gorengan yang menggoreng dengan menggunakan plastik? penjual bakso dan soto ayam padahal daging yang digunakan bukan ayam? Pembuat makanan dengan memakai pewarna tekstil? Tanyakan juga apakah kita cukup mencintai usaha kita sehingga kita mau memberikan yang terbaik untuk para customer kita.  Jika memang kita melakukan kecurangan-kecurangan seperti penipuan dalam usaha., bukankah kita sama dengan pencuri atau penipu – nedanya hanya dikedoknya saja.

Jadi,  mari kita kembali bertanya ke kedalaman  hati, dan  ingatlah bahwa motivasi yang salah dalam mencari uang  akan membuat segalanya menjadi salah, dimulai dari kehilangan teman-teman atau customer yang merasa tertipu sampai berurusan dengan pihak yang berwajib.

Semoga memberkati.

CHANGE THE MINDSET

Posted on Updated on

 

UBAHLAH CARA PANDANGMU adalah sebuah kalimat yang sering terdengar belakangan ini. Para Pengkotbah dan Motivator kerap memakainya untuk mendorong para pendengar supaya mempunyai pandangan baru untuk meraih sesuatu yang baru.

Belakangan ini terasa  sepertinya saya merubah cara pandangku terhadap uang.  Hidupku terlalu santai, dan tidak ada motivasi untuk mencari uang lebih banyak, aku selalu merasa cukup. Ya merasa cukup dan aku BAHAGIA dengan hidupku.. Namun, sesuatu telah menggugah hati dan pikiranku ketika salah seorang teman yang bekerja di pemerintahan  membawakan presentasi tentang pemberdayaan masyarakat miskin, melihat foto-fotonya, bayi-bayi yang kekurangan gizi, anak-anak cerdas yang putus sekolah dan lain lain, aku seperti terbangun..  untuk menolong mereka, dan untuk itu  perlu UANG yang sangat banyak.

Selama ini aku selalu berpegang pada Firman Tuhan : Mas Perak tak kupunya..apa yang ada padaku kuberikan padamu.  Aku anggap cukup bila pemberianku tidak harus berupa uang. Hal itulah yang kulakukan selama ini, dengan sumber daya yang ada padaku – waktu, keahlian dan pikiran – aku membantu pelayanan di Gereja maupun orang lain.  Presentasi yang aku sebutkan diatas, memancing keluar pengetahuanku akan kebutuhan Gereja dalam hal dana, dana yang sangat besar jumlahnya untuk mengabarkan injil. Walaupun selama ini aku tahu terkadang sangat sulit mengumpulkan dana, tapi aku tidak pernah menghiraukan dengan berpikir ahhh…itu bukan bagianku.  Tetapi sekarang aku akan ubah cara berpikirku  itu,  aku ingin membantu dan ingin memberi, sebanyak mungkin, dan kali ini dalam bentuk UANG, dan dalam  digit yang panjang…

Tetapi, apa yang harus kulakukan?

Apakah dengan mengharapkan muzizat seperti Janda yang ditolong oleh Nabi Eliza, yang memenuhi guci dengan minyak yang tak habis-habisnya? Seperti Musa membelah Laut Merah? Rasanya itu bukan hal tepat, seolah-olah mendapat rezeki nomplok yang jatuh dari langit. Aku rasa lebih tepat seperti muzizat Daud mengalahkan Goliat, atau muzizat Yesus melipat gandakan roti

Jadi… akan ada 5 hal yang harus kulakukan untuk mencapainya, yaitu:

1. Merubah cara berpikir

2. Memberanikan diri

3. Membuat rencana dan menetapkan sasaran

4. Tunggu waktu yang tepat

5. Bidik!

Aku akan bersungguh-sungguh menjalankannya dan lihat bagaimana Allah turut bekerja dalam kelima usaha diatas. Bagaimana dengan anda?

♥ Semoga diberkati ♥

KESETIAAN VS KONSISTENSI

Posted on Updated on

Suatu hari, seorang teman lama memintaku menuliskan tentang kesetiaan. Tentang itu, kenanganku tiba-tiba berhenti pada satu masa, ketika aku masih muda belia. Waktu itu aku bekerja di sebuah perusahaan (PMA) di Jakarta dan merupakan karyawan termuda disana.

Aku senang diterima untuk  bekerja disana.  Semua hal kelihatannya baru karena sebelumnya aku belum pernah bekerja di sebuah perusahaan dengan kantor yang besar dan orang sebanyak itu. Disana banyak departemen yang berbeda-beda dengan total sekitar 60 karyawan. Untungnya, aku cepat belajar. Dengan mempelajari sistem yang telah diterapkan oleh pendahuluku, aku mulai bekerja dengan giat walaupun tugasnya masih sederhana. Alhasil, semua pekerjaan bisa kuselesaikan dengan baik dan cepat, sehingga waktu tersisa cukup banyak.

Di sela-sela waktu yang itu, aku mempergunakannya untuk mengunjungi departemen-departemen lain, menanyakan apakah ada hal-hal yang bisa kubantu. Sekalian mengamati dan sambil belajar cara kerja mereka yang senior-senior. Dari sanalah aku kemudian tahu, ketika diminta untuk mengambilkan alat-alat tulis di ruangan stok, bahwa ruangan itu terbuka dengan bebas, siapapun yang butuh sesuatu, boleh mengambilnya disana, dan tidak ada penjaganya.

Ternyata secara kebetulan, ruangan itu tidak jauh dari tempatku. Dan tidak lama kemudian, aku menyadari satu hal, bahwa ada orang yang secara rutin mengambil barang dari dalam sana. Awalnya saya pikir mereka mengambil karena butuh, misalnya bulpen. Tetapi pas kami berada bersama-sama diluar kantor, aku melihat orang itu memakai bulpen dari kantor, notes blok dari kantor, untuk urusan pribadinya.

Aku mulai tertarik dengan perilaku-perilaku para pekerja, dan aku mencatat beberapa hal dalam benakku.    Ada yang yang keluar makan siang jam 12.00, kembali 14.00, padahal waktu makan siang hanya diberikan 1 jam yaitu sampai pukul 13.00.  Ada yang datang pagi-pagi sekali dan selalu tidak pulang pada saat semua karyawan bubaran kerja, padahal sewaktu jam kerja, kerjaannya lebih banyak ngerumpi, dan saat orang-orang sibuk siap-siap mau pulang, orang itu baru mulai mengerjakan pekerjaannya dan pulang malam, artinya lembur.  Pada waktu itu aku hanya melihat sebatas hal yang tidak baik atas dasar standar norma dan etika yang diajarkan keluargaku. Aku jelas belum mengerti, ternyata hal-hal tersebut termasuk tidak setia.

 

APA ITU KESETIAAN?

Kesetiaan adalah hal dituntut kepada orang yang mengikatkan diri pada satu aturan, individu maupun komunitas. Dan jenisnya pun bermacam-macam. Pada zaman kuno, sebagai negara-negara yang lemah memberikan upeti kepada negara yang kuat sebagai tanda bukti kesetiaannya.  Bahkan kita mengenal cerita  tentang Abraham yang bersedia mempersembahkan anaknya  sebagai bukti kesetiaan kepada Allah. 2 individu yang saling mencintai mengikat janji untuk saling setia sampai selama-lamanya.

Kesetiaan,  bila dibandingkan dengan masa dulu semakin memudar. Ini adalah fenomena dari individualisme yang kental.  Masyarakat masa kini saling berlomba untuk mengungguli satu sama lain, dan buruknya, terkadang dengan menghalalkan segala cara. Mereka berani mengorbankan apapun  demi kepentingannya sendiri, ya, kepentingannya sendiri. Manusia sekarang lebih setia terhadap dirinya sendiri  melebihi apapun juga. Dan kesetiaan bisa diperjualbelikan dengan UANG.  Orang yang meng-klaim dirinya baik pun belum tentu mampu bersikap setia terhadap sesuatu selain kepada dirinya sendiri.

Bila anda suka menonton film sejarah kolosal, akan anda temukan bahwa orang-orang yang setia jumlahnya selalu kalah banyak dengan para pemberontak dan orang jahat .  Komplotan yang ber-konspirasi untuk menjatuhkan sang penguasa, sering kali memakai uang dan harta untuk memuluskan jalan. Mereka membeli orang-orang yang terdekat dengan penguasa. Dan orang-orang itu sedemikian mudah tergoyahkan kesetiaannya, demi uang.

Keserakahan, haus kekuasaan dan iri hati sering membuat kesetiaan itu hilang. Contohnya   Kain membunuh Habil karena iri hati. Yakub menipu Esau karena kekuasaan. Yudas menjual Yesus demi beberapa keping emas. Tetapi dari cerita-cerita itu, kita tahu bahwa  hidup orang-orang yang tidak setia tersebut akan berakhir dengan penyesalan.  Dan Bila kita memberikan kesetiaan kita kepada orang yang pantas mendapatkannya,   kita akan berkesempatan  menerimanya kembali, berlipat-lipat kali ganda. Setidaknya, rasa aman dan damai dalam diri yang membebaskan kita untuk melakukan perkara dengan baik dan benar.

BAGAIMANA SUPAYA TETAP SETIA?

Kesetiaan sangat memerlukan konsistensi.  Konsisten adalah kemampuan untuk melakukan perkara-perkara yang benar setiap hari tanpa tergantung situasi dan suasana hati.

Melakukan hal-hal baik secara konsisten akan membuahkan hasil yang luar biasa, contohnya pelajar biasa  yang konsisten belajar akan menjadi lebih pintar dari pelajar berbakat yang malas. Semakin konsisten kita melakukan suatu hal, semakin kuat hal tersebut akan mengakar dalam diri kita.

3 JENIS KESETIAAN YANG MUTLAK DILAKUKAN:

 1. Setia pada Tuhan, apa yang kita lakukan sebagai bukti kesetiaan kita?

Apa yang menjadi ukuran kesetiaan yang kita berikan kepada Tuhan untuk nyawa kita yang ditebusnya? Apakah dengan rajin beribadah? Apakah dengan  cara hidup kita sehari-hari?  Apakah Dia yang menjadi pengharapan kita dalam segala situasi? Apakah kita bersyukur atas apa yang kita miliki pada saat ini?

Pikirkanlah dan bandingkanlah dengan Kasih setia Tuhan kepada kita, Dia   mengokohkan dan menopang ketika kita goyah, yang menghibur dan menenangkan ketika kita galau, yang memberikan kita hikmat dalam menyelesaikan masalah, yang membalaskan kejahatan orang fasik ketika kita dianiaya, karena kasih setiaNya untuk selama-lamanya,  setinggi langit dari bumi, sejauh timur dari barat.

2. Setia terhadap pasangan (keluarga)   

Dalam hal kesetiaan terhadap pasangan, saya teringat kepada alm.  Ibu Tien Soeharto  sebagai penggagas PP10.  UU Pemerintahan  tersebut isinya  melarang setiap anggota pemerintahan/ pejabat negara  beristri lebih dari satu. Gagasan tersebut didasari oleh pemikiran “bila terhadap istri saja tidak bisa setia. bagaimana bisa setia terhadap negara”.

Suami istri harus konsisten terhadap komitmen yang telah disepakati bersama, saling mengasihi, saling menghormati. Suami atau Istri adalah urutan kedua yang harus diutamakan setelah Tuhan, karena laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, bukan orang lain. Satu pesan moral yang juga teramat penting bagi kehidupan suami isteri adalah tidak boleh berselingkuh. Bila satu pernikahan itu bersih dan sejalan dengan janji pernikahan, maka doa keduanya tidak akan terhalang. Tuhan menjanjikan bonus buat kedua orang itu. Berjaga-jagalah.

      

3. Setia dalam pekerjaan

Bila kamu berdomisili di kota Surabaya, kamu pasti tahu ada satu rumah makan yang sangat terkenal. yaitu Warung Bu Rudi. Aku tau tepat itu sejak lama, sejak bangunannya masih kontrak, dan kecil. Saat ini, Warung Bu rudy tidak pernah sepi pengunjung. Bahkan sudah menjadi salah satu acuan untuk menikmati kuliner di kota ini. Yang menjadi perhatianku adalah, sang pemilik, yaitu Bu Rudi. Bu Rudi tidak banyak berubah. Aku mengenal sosoknya sejak dulu, dan beliau masih tetap ramah dan rajin walaupun saat ini usahanya berkembang pesat. Sesekali aku mampir untuk makan disana, dan melihatnya masih membereskan pekerjaan,berbincang-bincang dengan tamu  atau sekedar mengusir lalat. Sementara ditempat lain kita banyak melihat bahwa,  ketika kesuksesan menghampiri seseorang, orang itu akan cenderung lupa diri dan  merubah gaya hidupnya.

Tuhan bilang, setialah kepada perkara-perkara kecil. Kesetiaan dalam perkara kecil  memancing rezeki datang mendekat.   Hukum  juga berlaku untuk kita. Kerjakanlah segala hal dengan sepenuh hati, mulai dari hal terkecil, dan kita akan dipercayakan untuk mengerjakan hal-hal yang lebih besar. Karena Tuhan melihat, orang-orang yang setia pada perkara kecil, akan setia pada perkara besar.

Contoh  kesetiaan lain yang bisa  kita lakukan sehari-hari antara lain setia kepada sahabat dan mendampingi teman dikala kesusahan. Mentaati peraturan dan hukum negara menunjukkan kesetiaan terhadap negara.

KESETIAAN ITU MAHAL HARGANYA.

MENJALANKAN KONSISTENSI PERLU PENGORBANAN.

 

Ilustrasi tambahan :

Anda tentu tidak asing dengan kisah “Hachiko”, seekor anjing yang setia menunggu tuannya yang tidak kunjung datang. Anjing tersebut akhirnya mati dalam  penantiannya. Bila seekor anjing dikenal dengan kesetiaan, bagaimana dengan kita? Mari kita periksa ke dalam diri mengenai kesetiaan kita kepada Tuhan, kepada pasangan hidup/ keluarga, kepada majikan/pimpinan kita di bidang pekerjaan, kepada lembaga/  organisasi2 tempat kita melibatkan diri, kepada bangsa dan negara kita. Bila mendapati ada hal-hal pemicu yang membuat kita tidak setia, kajilah lebih lanjut dan renungkanlah dengan hikmat dan doa.

 *) foto Hachiko yang asli dan patung peringatan kesetiaannya.
 
 
 
 
 

 ♥God Bless You♥