Tuhan

IDENTITAS SURGAWI

Posted on Updated on

image

IDENTITAS SURGAWI. Pernahkah bertanya pada diri sendiri, “Siapakah aku ini?”. Sudahkah identitas sebagai murid Kristus, anak Tuhan, menancap kuat pada diriku?”.

Masyarakat cenderung menilai kekristenan kita melalui perbuatan sehari-hari, dan yang dicari-cari adalah kelemahan dan kesalahan yang kita buat. Jika ditemukan sesuatu, maka kesalahan itu serta merta menjadi bintang utama yang disorot lampu terang benderang supaya semua orang dapat melihat. Sudah cukup sering kita mendengar kalimat, “percuma ke gereja, percuma Kristen, percuna pelayanan dsb” sebagai reaksi dari tindakan yang dianggap tidak boleh dilakukan seorang Kristen. Bukan hanya dari orang yang belum percaya, tetapi sedihnya… Termasuk dari mereka adalah orang percaya. Kabar gembiranya adalah, reaksi tersebut secara tak langsung telah mengklaim bahwa Kekristenan dianggap sebagai ajaran yang benar dan suci.

Mari kita mulai belajar jujur pada diri sendiri dengan mempertanyakan pada diri sendiri, apakah yang telah kulakukan selama ini. Saya merangkum beberapa ciri orang Kristen Sejati antara lain sbb:

1. Masa lalu yang buruk akan menjadi kesaksian yang membawa kebaikan.
2. Kamu akan sadar untuk hidup dalam kebenaran.
3. Kamu akan bangkit diatas setiap keadaan/ masalah.
4. Menyadari bahwa kekuatanmu adalah dari Tuhan.
5. Menghasilkan 9 Buah Roh dalam hidupmu. Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, kesetiaan, Kelemahlemhutan, dan Penguasaan Diri.

Yukkk introspeksi sejenak.

Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Iklan

JANGAN SALAH MEMFOKUSKAN PERHATIAN

Posted on Updated on

image

Bagi yang senang nonton film action yang tembak-tembakan, pasti tau stragegi mengalihkan perhatian. Ternyata banyak hal loh di dunia ini, yang berusaha mengalihkan perhatian kita supaya tidak terfokus pada Tuhan.

Pengalih perhatian biasanya berupa uang, hobi atau orang lain (lawan jenis). Bagi orang-orang berduit, mungkin hobi baru dengan membeli barang-barang mewah menjadi kepuasan tersendiri yang sangat membanggakan. Sedangkan bagi para jomblo, seseorang yang menarik sangat mungkin menjadi pusat perhatiannya sehingga ia tidak lagi fokus pada apa yang menjadi tanggung jawabnya. Banyak orang yang sudah terjebak disana-sini, mungkin termasuk aku sesekali. Jadi, berhati-hatilah…Pengalih perhatian memang selalu bersifat menarik dan menjanjikan.

Ada 4 hal yang harus kita aware ketika bertemu dengan hal-hal baru yang menarik perhatian:

  • Janganlah terlalu mudah tergoda dan terhanyut sehingga menaruh kepercayaan yang besar.
  • Janganlah memandangnya sebagai sumber kebahagiaan
  • Janganlah menjadikannya sebagai harapan masa depan
  • Janganlah menginginkannya melebihi Tuhan.

Cukup banyak contoh orang hebat di Alkitab  yang jatuh akibat perhatiannya teralih dari Tuhan. Daud oleh Batsyeba. SIMSON oleh Delila. Yudas demi uang perak.

Kita tidak bisa hidup dengan mengutamakan 2 hal dengan porsi yang sama. Tidak ada yang boleh melebihi perhatian kita kepada Tuhan, Dialah seharusnya menjadi pusat perhatian.

Amin.

DIMANAKAH POSISI TUHAN DIHIDUPMU?

Posted on Updated on

image

Ketika kita merasa bahwa hidup kita selalu kekurangan, kurang bahagia, kurang kaya, kurang cakep, kurang kurang dan kurang, pasti ada sesuatu yang salah, terutama bagi yang orang sudah mengalami perjumpaan dengan Kristus. Jika demikian yang terjadi, mungkin kita harus memeriksa kembali  dimana kita meletakkan posisi Kristus didalam hidup kita. Persoalan ini terjawab melalui kotbah salah satu saudara rohani yang diurapi Tuhan, melalui kotbah beliau di GMS Unity pada tanggal 15 Maret 2015.

Bapak Adrian Sarwono mendapatkan impresi dari ayat Yohanes 4:4-25, ketika sedang melayani di China. Mungkin saat itu beliau kelelahan (mungkin ya, karena beliau tidak mengatakan begitu), sehingga Tuhan kembali bertanya kepadanya, “sampai disini sajakah langkahmu? sudah capekkah?). Dari pendalaman ayat-ayat tersebut, beliau menyimpulkan bahwa ada 4 Posisi untuk Kristus di hati manusia, antara lain:

  1. Sebagai ORANG ASING, sosok yang tidak dikenal bahkan enggan untuk menyapa. Seperti sikap perempuan Samaria yang menjawab,”masakan engkau orang Yahudi, minta minum kepadaku, orang Samaria?”. Ini menggambarkan kehidupan jemaat yang tidak bergaul dengan Tuhan, yang malas berdoa dan bersaat teduh. (ayat
  2. Sebagai TUAN,  berbicara tentang sosok yang memberkati dan memenuhi kebutuhannya.  Menggambarkan kehidupan jemaat yang isi doanya minta berkat melulu.
  3. Sebagai NABI,  sosok yang mempunyai jawaban atas setiap permasalahan. Menggambarkan kehidupan jemaat yang mencari Tuhan bila terjadi masalah dalam hidupnya.
  4. Sebagai KRISTUS, Sang Mesias yang mengubahkan hidup menjadi sempurna. Menggambarkan kehidupan jemaat yang hidupnya menjadi Saksi dan memberkati banyak jiwa.

Perempuan Samaria  itu bukanlah manusia yang sempurna, ia hidup dalam kenistaan dan direndahkan. Tidak mempunyai percaya diri ataupun harga diri sehingga ia memilih untuk mengambil air ditengah hari, dimana sumur sedang sepi. Tetapi ketika tetapi ketika ia mengerti siapa Kristus dan menerima kebenaran itu, ia memperoleh air hidup, ia mulai mengabarkan kabar keselamatan tanpa rasa malu.  Tuhan memakai hidupnya untuk menyelamatkan banyak orang.

Rahasia mendapatkan Air Kehidupan adalah memposisikan Tuhan sebagai Tuhan. Bahwa ketika kita melakukan sesuatu bagi Dia. Bukan karena Dia butuh, tetapi karena  Dia menginginkan kita semua beroleh Air Kehidupan itu sehingga kita tidak lagi menjadi kering, tetapi hidup kita menjadi penuh didalam Dia.
BACAAN: Yohanes 4:4-25

BERSAKSILAH

Posted on Updated on

.
image

BERSAKSILAH. Karena itu perintah. Ia menyelamatkan jiwa yang kehilangan harapan. Dan kesaksianmu hari ini, bisa menyelamatkan seseorang.
.
Kisah Para Rasul 10:42 (TB)
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Jika kita percaya pada Tuhan Yesus dan mengasihiNya, bersaksi adalah bukti pertama yang bisa kita nyatakan kepada siapapun yang berada di sekitar kehidupan kita.

Bersaksilah tentang bagaimana Tuhan mengampuni dan menerima kita yang berdosa apa adany. Bagaimana kita menerima karunia Roh Kudus dan belajar memisahkan diri dari hal-hal yang jahat. Serta perjalanan kita dalam iman, pengharapan dan kasih, yang kita alami bersamaNya setiap hari.

Melalui kesaksian, secara tidak langsung kita telah menabur iman untuk mengikuti Yesus. Dan itulah perintahNya yang terutama. Dan taukah kamu, bahwa kesaksianmu akan menyelamatkan jiwa seseorang di luar sana?

BERSAKSI bukan hanya merupakan tugas bagi pendeta saja, tapi merupakan tugas kita semua sebagai anak-anak Allah. AMIN.

#Jesus #Christ #Bible #blessed #Christian #truth #Church #Scripture #BibleVerses #hope #Pray #God #Love #JesusChrist #GoodNews #Christians #Relationships #christianquote #encouragement #spiritualquote #faithwhisperer #inspirations #instagram #faithfulness #testify #saveonesoul

Orang Jahat dan Orang Baik, TAKDIRKAH?

Posted on Updated on

Suatu hari, salah seorang temanku menulis begini: “For a chaos to end & order begin, one need a villain & a hero, as Chimera to Bellerophon, as Kraken to Perseus, as evil to good, as Devil to God”. Tidak salah memang. Dunia, apapun area-nya selalu terdiri dari 2 sisi. Begitupun dengan manusia ada yang baik dan ada yang jahat. Sebenarnya siapakah orang baik dan orang jahat itu?

Umumnya orang-orang mengatakan bahwa  suratan takdirlah yang menentukan seseorang itu menjadi baik atau jahat. Tetapi aku pikir lebih dari itu, bahwa menjadi baik atau jahat sepenuhnya tergantung keputusan pribadi. Setiap orang bebas memilih dimana tempatnya  berpijak. Tidak bisa dibilang takdir karena setiap manusia dilahirkan dalam kondisi yang sama, yaitu bayi dengan segala ketidakberdayaan. Kondisi yang sangat bergantung kepada lingkungan supaya bisa hidup. Dan ketergantungannya tersebut akan secara perlahan membentuk karakternya. Itulah yang disebut takdir.  Mengapa?  Karena seseorang tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana, sebagai anak dari keluarga siapa.

Orang yang tumbuh menjadi jahat, sering tidak melihat pilihan lain selain menjahati orang lain. Ada satu kebutuhan untuk memuaskan jiwanya yang didapatkannya dari sana.  Mungkin dia tidak suka melihat orang lain senang. Karena dia tidak pernah merasakannya,  dia akan berusaha untuk  merusaknya melalui cara-cara yang diketahuinya.  Mungkin dia tidak mampu menerima kebaikan orang lain karena pernah disakiti orang lain dengan topeng kebaikan. Jika hati nuraninya belum mati, ia akan sanggup bertobat. Namun ada pula orang yang secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka bukan orang baik dan tidak menjalani hidup di jalan yang baik, tetapi tidak mau berusaha memperbaiki diri.

Menjadi orang baik juga merupakan pilihan. Sebuah anugerah besar bila seseorang hidup dalam kelimpahan kasih sayang dari lingkungan disekitarnya Latar belakang keluarga dan lingkungan yang baik, cenderung membentuk seseorang menjadi orang baik. Namun, orang baik dengan latar belakang penuh kebaikan, biasanya sering tidak waspada dengan kejahatan yang mengintainya. Dan bila suatu hari dia ditimpa masalah buruk yang tidak pernah dialami sebelumnya, ada kemungkinan dia tidak akan tahan dan jatuh. Jika ia tidak bisa mensyukuri kehidupannya yang sebelumnya, kemungkinan dia akan kecewa terhadap hidupnya, dan  berbalik menjadi jahat. Tidak ada kepastian bahwa seseorang yang berasal dari lingkungan yang baik akan tetap menjadi orang baik.

Kesimpulanku, orang baik adalah orang jahat yang bertobat menjadi orang baik. Karena mereka telah mengalami begitu banyak peristiwa, dan sudah sampai pada kesimpulan dimanakah dia akan berpijak. Mentalnya sudah cukup kuat, sehingga tidak akan gampang jatuh ketika mendapati dirinya dijahati. Dan karena… dia telah dewasa, tahu dan mengerti mana yang baik dan benar, mana yang jahat dan salah dan ia membuat pilihannya. Bagaimana denganmu?

Semoga diberkati 😀

TUHAN PUNYA RANCANGAN YANG INDAH

Posted on Updated on

Secara hukum, namaku adalah Juely, berasal dari bahasa Prancis kuno, yang artinya -batu berharga- jewel.  Sedangkan  nama  mandarinku adalah Yeuw li, artinya – ada rezeki-.

Bukan kebetulan bila kedua nama tersebut memiliki arti yang hampir sama, berharga dan rezeki sama-sama adalah berkat, batu berharga adalah rezeki. Dan aku yakin, kehidupan yang berharga  adalah rancangan Allah untuk kujalani.

Berbicara tentang batu berharga, pikiran kita pasti langsung melayang ke perhiasan berlian yang berkilauan dibalik etalase toko perhiasan.  Benar itu adalah batu berharga, tetapi batu berharga tersebut  sudah mengalami banyak proses supaya menghasilkan kilau indah dan sempurna. Aslinya, batu berharga berbentuk tak beraturan sewaktu dikeluarkan dari tambang (lihat gambar), seorang perancanglah yang membuat desain dan menetapkan proses yang akan dijalani si batu untuk menjadi berkilau mahal.

Kita semua dilahirkan tanpa tahu apa-apa. Tetapi meskipun begitu, aku yakin kita semua dilahirkan sebagai batu berharga. Dari tidak tau apa-apa, kita perlu menjalani kegiatan-kegiatan seperti makan-tidur-belajar-bekerja-dll supaya kelak mengerti tentang kehidupan, dan disitulah kita  mengalami yang dinamakan proses.

Proses,  ada yang cepat, ada yang lambat, ada yang enak,  ada yang tidak enak, ada yang berhasil dan ada yang gagal. Untuk kita, hasil akhir dari proses kehidupan kita akan diketahui pada saat kita meninggal. Apakah kita telah menjadi batu berharga yang berkilau, ataukah batu berharga yang cacat yang ukurannya kecil dan menjadi turun nilainya, ataukah batu yang tetap sama yang tidak mengalami proses.

Aku suka terkesima mengingat kejadian-kejadian masa lalu dimana aku mengalami kecelakaan-kecelakaan. Salah satu kejadian yang aku ingat jelas terjadi di kota Medan dimana pada saat itu aku bersama 2 orang temanku hendak pergi ke tempat  les bahasa Inggris dengan menumpang becak mesin. Becak mesin di Medan dimodifikasi dari motor yang ditambahkan satu fasilitas untuk menampung 2-3 penumpang disampingnya. Saat itu, ditengah perjalanan, ga tau kenapa tiba-tiba ban depan dari motor tersebut tiba-tiba mengarah ke atas dan kemudian menghantam muka sang abang becak, dan kemudian becak kami terbalik dan kami bertiga terkurung didalam box tempat duduk. Setelah ditolong beberapa orang, akhirnya kami berhasil keluar dari becak tersebut. Si abang becak mukanya berdarah, sepertinya bibirnya sobek, sedangkan kedua temanku lumayan parah luka-lukanya. Diriku? tidak ada luka sedikitpun, bahkan memarpun tidak ada! Luar biasa! Kejadian itu hanyalah salah satunya, yang pasti  Tuhan selalu luputkan bahkan di saat aku belum mengenal, belum percaya, apalagi menerima Dia.  Bukan sebuah kebetulan bila aku dilindungi secara penuh pada saat itu.

Sementara diluputkan dari kecelakaan, gesekan-gesekan dan benturan-benturan pun tidak mau ketinggalan, mereka menghampiri silih berganti, dan terkadang  aku bahkan tidak mengerti maksudnya apa. Didalam gesekan dan benturan tersebut terdapat sakit hati,  pemberontakan dan air mata.  Sakit sampai aku ingin menghilangkan semua rasa yang kupunya. Pertanyaan apakah maksud Tuhan dengan kejadian-kejadian tersebut? Apakah ini takdirku? Apakah Tuhan yang merancangkan hal demikian terhadap ciptaanNya? Mungkinkah seorang kreator merancangkan keburukan terhadap kreasinya? Tidak mungkin…

Jawabannya kutemukan setelah mengenal dan menerimaNya sebagai Juru Selamat, bahwa Tuhan tidak merencanakan rancangan kecelakaan namun justru rancangan damai sejahtera, tujuannya adalah  untuk memberikan hari depan yang penuh harapan (Yeremia 29:11).

Artinya, apapun yang kita alami dalam hidup kita, semua sudah ada dalam rancangan Tuhan, walaupun terkadang kelihatan sebagai rancangan kecelakaan, namun sebenarnya adalah rancangan damai sejahtera. Berada dibawah tekanan peristiwa yang tidak diinginkan  adalah akibat kita tidak berjaga-jaga, baik secara fisik, pikiran  maupun secara rohani.  Pada saat itulah Tuhan mau kita segera sadar akan keteledoran tersebut dan kemudian segera mendatangiNya , sang sumber pengharapan. Disanalah Damai Sejahtera berada.

Apakah yang akan terjadi bila kita berpengharapan padaNya? Masa-masa buruk akan berlalu dengan kemenangan di pihak kita, supaya kita bisa bersaksi kepada sesama dan membawa kemuliaan bagi namaNya.

Jadi sebenarnya,  kita semua dirancangkan untuk dipakai dalam kerajaan Allah, kita dipilih untuk menjadi saksi kemenangan dalam latar belakang dan peristiwa yang pernah kita alami. Melalui pengalaman itulah kita memberkati sesama, itulah pelayanan yang hidup.

Hidup sesuai rancanganNya kita lalui  dengan cara percaya kepadaNya sehingga muzizat dinyatakan dalam hidup kita. Maka, izinkan Dia untuk ikut campur dalam hidup kita, undang Dia  dalam keseharian untuk mengajari kita supaya hidup kita menjadi penuh (artinya hidup damai sejahtera).

Allah tidak menciptakan kita tanpa tujuan.  Dalam rencana-Nya itu, Ia “menghendaki supaya jangan ada yang binasa, melainkan supaya semua orang berbalik dan bertobat” ( 2 Petrus 3:9) ; jadi Allah bermaksud agar kita menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat serta memenuhi kehendak-Nya untuk melayaniNya. Orang yang mengenal Tuhan akan segera mengenal rancangan untuk dirinya, sehingga pada saat dia jatuh, dia akan segera bangkit karena dia melihat Tuhan ada disana dan rancangan yang indah ada bersamaNya.

Mazmur 139:13-16

Sebab Engkaulah yang membentuk buah pinggangku, menenun  aku dalam kandungan   ibuku Aku bersyukur kepada-Muoleh karena kejadianku dahsyat dan ajaib ; ajaib apa yang Kaubuat, dan jiwaku benar-benar menyadarinya. Tulang-tulangku tidak terlindung bagi-Mu, ketika aku dijadikan  di tempat yang tersembunyi, dan aku direkam di bagian-bagian bumi  yang paling bawah; mata-Mu melihat selagi aku bakal anak, dan dalam kitab-Mu semuanya tertulis   hari-hari yang akan dibentuk,  sebelum ada satupun dari padanya.

GELAP TERANG – HITAM PUTIH

Posted on Updated on

“Huaaaaaa…gelaaap..mamiii.. nina ga mau kesana mamiii..”, si anak memprotes dan menolak permintaan maminya untuk masuk ke sebuah ruangan yang gelap. Sang mami kemudian berusaha menenangkan anaknya, “tidak apa-apa, nak, tidak terlalu gelap kok,  ga apa-apa, sini mami gendong”.  Menurut sang mami, tempat itu belum terlalu gelap, masih bisa ditoleransi penglihatannya.

Setiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda tentang sebuah keadaan, tentang sebuah nilai. Semua tergantung dari sisi manakah dia melihatnya. Dalam kehidupan, kita selalu diperhadapkan pada 2 pilihan, seperti dua sisi mata uang yang berlawanan. Hitam-Putih, Terang Gelap, Benar-Salah, Baik-Buruk, apapun itu… selalu ada kontradiksi terhadap sebuah penilaian. Bila ada orang-orang  yang menilai satu hal sebagai hal yang buruk, ada juga orang-orang yang menilainya sebagai hal yang baik.

Perbedaan pendapat yang terlalu mencolok diantara dua orang atau lebih biasanya menimbulkan konflik. Semakin lebar perbedaannya dan semakin kukuh masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya, maka semakin besar kemungkinan akan ada  perpecahan. Contohnya Ira, seorang gadis yang dididik dengan nilai spiritual serta etika sosial yang  baik. Suatu hari dia berkenalan dengan Ani yang wataknya rame dan periang. Awalnya, Ira merasa sangat senang dan suka menghabiskan waktu bersama Ani karena dia merasa ada sesuatu yang berbeda. Dia merasa bergairah karena Ani sangat enerjik dan terlihat selalu gembira. Tetapi lama kelamaan, Ira mulai melihat hal-hal dalam diri Ani  yang tidak sejalan dengan nilai yang ditanamkan dalam dirinya. Dia menemukan bahwa Ani suka berbicara kasar dan kotor, suka dugem mabuk-mabukan dan bahkan minum obat-obatan terlarang, dan beberapa hal-hal lain  yang dia diajarkan untuk tidak melakukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menjauh sebelum dia terkontaminasi, karena jelas dari cara berbicara, Ira sadar ada perubahan meskipun sedikit, dia mulai tidak sungkan untuk  melontarkan kata-kata kasar dan kotor meskipun tidak dengan nada dan enerji seperti yang dimiliki Ani. Ketika nuraninya menegurnya, dia tersadar dan membuatnya berpikir ulang, apakah bergaul dengan Ani bisa membuat nilai yang ada pada dirinya luntur, atau apakah dia sanggup mempergaruhi Ani sehingga menganut nilai yang sama dengannya…

2 orang yang mempunyai kebiasaan berlawanan memang sulit untuk bersama. Kepribadian yang terlalu berbeda kerap memicu konflik yang lama kelamaan akan melelahkan kedua belah pihak. Kita melihat kasus perceraian yang semakin meroket dari tahun ke tahun, sepertinya jurang perpisahan antara nilai-nilai yang ada dalam kehidupan semakin menjauh. Terlalu banyak toleransi yang dilakukan untuk menyeimbangkan diri dengan perkembangan zaman, diantaranya hubungan seks bebas. Bila orang-orang mengumpamakan perbedaan sebagai saling melengkapi, saya pikir itu terlalu berlebihan. Minimal harus ada kemiripan  atau perbedaannya tidak terlalu jauh, dan mempunyai tujuan yang sama. Dasar pemikiranku adalah Tuhan telah memisahkan antara siang dan malam, jelas terang dan gelap tidak dapat bersatu.  Hal yang sama sekali berbeda, tidak dapat bersatu. Kalaupun bisa terlihat bersama-sama, pasti salah satu pihak berkorban lebih banyak atau setidaknya sudah melalui begitu banyak proses yang menyakitkan sehingga membuat perbedaan-perbedaan itu menipis. Salah satu pihak harus rela berkorban lebih banyak.

Kamu mungkin suka nongkrong di cafe-cafe, berbincang-bincang sambil minum secangkir kopi apapun nama dan jenis campurannya. Sebut saja, Caffe Latte, atau kita kenal dengan Kopi Susu, atau yang lagi booming sekarang Kopi Tarik.

Perhatikanlah antara kopi dan susu, warnanya sangat bertolak belakang, satu hitam, satu puith… rasanya pun bertolak belakang, kopi lebih kuat dari segi bau dan rasa, agak asam dan pahit… susu, rasanya lembut dan tawar…  Mencampur kedua unsur tersebut supaya tercipta rasa yang “mamamiaaaaa” … banyak peralatan yang diperlukan mulai dari penggiling kopi, pengaduk susu dsb, tehnik pengolahan pun cukup rumit. Kalaupun yang sederhana, kita bisa melihat bagaimana pembuat kopi tarik memakai teknik tuang sana tuang sini yang tidak gampang dilakukan, perlu lengan dan tangan yang kuat *perhatikanlah pembuat kopi tarik di killiney kopitiam, aku rasa mereka tidak perlu angkat beban untuk membentuk biceps dan triceps …hahahaha… Nah, dengan perbandingan yang pas, jadilah kopi susu dengan warna yang bagus,  unsur  kopi dan  susu, masih bisa terbaca, tidak ada yang mendominasi, tetapi saling mempengaruhi untuk mencapai rasa yang pas dan sempurna.

Namun bila kopi dan susu tersebut dicampurkan dengan perbandingan yang terlalu jauh, misalnya 10% susu dalam Kopi, susu tidak akan kelihatan karena tenggelam dalam kekelaman warna kopi, dan tidak berasa karena tertutup oleh rasa kopi yang kuat. Dan sebaliknya, 10% Kopi yang  dalam 90% susu akan menghasilkan yang hiekkkss *ga enak…kecuali bila ditambahkan bahan-bahan lain daan diolah lagi dengan berbagai teknik sehingga tercipta minuman jenis baru. *yang harus diingat yaitu: penambahan unsur pendukung, berusaha lebih keras, bersedia berkorban lebih banyak.

Perbedaan yang ekstrim mungkin bisa menghasilkan hubungan yang sukses, seperti Kopi susu yang pas. Tetapi didalam suatu hubungan, ada baiknya kita memilih dan mempertimbangkan baik-baik, terutama hubungan yang serius dan intensif dengan seseorang, sebelum kita kehilangan identitas diri terutama sebagai anak Allah. Bukan berarti kita tidak boleh fun, lucu, enerjik, modis dan bersemangat. Menjadi anak Allah tidak berarti kita harus pendiam, dan kelihatan alim dan kelihatan bodoh, dan kuno.  Tidak! Kita harus menjadi diri kita sendiri, dengan karakter kita sendiri, dengan warna kulit kita sendiri, dengan jenis rambut kita sendiri, dengan “kenakalan-kenakalan” kecil kita sendiri, tetapi, harap catat ini: tetap hidup dan berbuat sesuai rencana Allah, yaitu tunduk dan taat kepadaNya supaya kita dipakaiNya untuk memberikan dampak bagi kehidupan dan orang-orang yang berada disekeliling kita.


Ajaran Alkitab tentang pergaulan:

Amsal 12:30 …  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 

1 Korintus 5:11 … Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala,  pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan  bersama-sama.

1 Korintus 15:33b …  Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan  yang baik.

Ajaran Alkitab tentang memilih pasangan hidup:

Kejadian 2:8 … TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,yang sepadan dengan dia  .”

2 Korintus 6:14Janganlah kamu merupakan pasangan  yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.  Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Semoga diberkati 🙂