terang

SIAPAKAH PEMILIK HIDUPKU?

Posted on Updated on

 

image

 

 

Yesus memerintahkan kita untuk menjadi TERANG dunia. Menjadi terang artinya membawa cahaya bagi hidup orang lain yang sedang dalam kegelapan. Mungkin karena hidupnya sedang susah.  Perintah tersebut menyadarkan kita bahwa hidup kita bukanlah milik kita, karena Tuhan bisa mencabutnya kapanpun juga tanpa kita ketahui. Kita harus  memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Bila bukan berupa barang, bersikap baik pun cukuplah. Senyummu mungkin bisa menyelamatkan hidup orang lain, atau setidaknya mencerahkan harinya yang suram.  Janganlah hidup tanpa tujuan, apalagi untuk membuat orang lain susah.

Yesaya 58:10  apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

 

Iklan

TIPE ORANG-ORANG YANG HARUS DIHINDARI | GTHP1

Posted on Updated on

Senang sekali mendapat banyak respon dari para pembaca Gelap Terang Hitam Putih yang masuk melalui private message, luar biasa!! sungguh diluar ekspektasi dan  terima kasih yaaa…semuanya.

Banyak masukan, pertanyaan, dan sanggahan mengenai point2 tertentu. Dan dalam artikel hari ini, aku ingin membahas lebih jelas tentang point2 yang dipertanyakan, dan aku kategorikan menjadi 3 pertanyaan, antara lain:

  1. Mengapa orang baik tidak boleh bergaul dengan orang jahat.
  2. Mengapa orang Kristen tidak diperbolehkan menikah dengan orang non Kristen
  3. Orang Kristen itu fanatik?

Baiklah, aku akan berusaha mengulas pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi 3 blog terpisah (sebab ada pembaca yang memberi masukan supaya blog jangan dibuat terlalu panjang).

Markitmul (maksudnya mari kita mulai… 🙂 pertanyaan pertama…

1.    Mengapa orang baik tidak boleh bergaul dengan orang jahat.

Sebenarnya dalam artikel tersebut bukan mengelompokkan orang baik dan orang jahat. Tetapi lebih memfokuskan pada perbedaan-perbedaan extreme  dalam kelakuan dan kebiasaan rutin yang membuat hubungan tidak lancar atau tidak bisa dilakukan karena berbeda tujuan, kecuali salah satu pihak mau berkorban lebih supaya hubungan tersebut  tetap berlanjut, itulah sebabnya aku beri judul Gelap Terang Hitam Putih untuk mendramatisir  perbedaan tersebut.  So, bukan boleh atau tidak boleh, tapi harus dipertimbangkan lebih jauh tujuannya kemana.

Dalam ajaran Alkitab (1 Korintus 5:11) yang aku singgung di blog yang lalu, ada 6 jenis orang yang harus dihindari yaitu, orang cabul, kikir, penyembah berhala,  pemfitnah, pemabuk atau penipu

Tetapi berpendapat bahwa menghindari jangan bergaul bukan berarti mengkarantina diri kita terhadap golongan tersebut, tetapi  boleh berkomunikasi dan mengenal mereka, tanpa melibatkan mereka kedalam kehidupan pribadi. Jangan dijadikan teman karib yang dimana-mana kita selalu kelihatan bersama mereka.

Kamu pernah mendengar pepatah “berada di tempat dan waktu yang salah”? aku kasih illustrasi lagi yaa…salah satu pengalaman Ira dan Ani 🙂

Ira yang sudah semakin dekat hubungannya dengan Ani, semakin sering menghabiskan waktu bersamanya.  Ira menikmati tertawa bersama Ani, menikmati cablak-nya, banyolannya, walaupun seringkali kasar dan jorok. Mereka sering makan, nonton, shopping bersama .. dan sangat menikmatinya. Suatu hari, setelah hubungan mereka cukup dekat, Ani mulai  mengajak Ira ke Club, dengan alasan dengerin live musik. Semula Ira ragu-ragu, antara ya dan tidak karena dia menikmati waktu bersama Ani, sedangkan nuraninya menolak.  Tetapi seperti air menetesi batu, lama-kelamaan batupun bolong, akhirnya ajakan Ani berhasil.

Berangkatlah mereka berdua menuju klub langganan si Ani.  Disana, Ani memesan minuman beralkohol tinggi, istilahnya: buka botol dan  menawarkan ke Ira. Ira yang masih “hijau” tentu saja menolak dan memesan softdrink. Mereka duduk di sofa  dan menikmati hingar bingar dan dentuman musik yang menghentak. Ira sesekali merasa gelisah, ada sesuatu yang mengganjal dihatinya. Diperhatikannya Ani  minum-minum dan menertawainya. Hebat,  sampai isi botol habis,  dia masih belum pingsan namun bicaranya semakin melantur. Satu jam …. dua jam …tiga jam-pun berlalu… Ani sudah membuka botol ke 2, dan mulai berteriak memanggil2 rang-orang yang dikenalnya di Club itu… beberapa pria datang  menghampiri, memberinya cipika cipiki dan duduk disampingnya, memeluknya, dan memberinya sesuatu…. pil terlarang.

Ira kaget, dan berusaha mengatakan sesuatu untuk menghentikannya, tetapi dia tidak berani bertindak lebih jauh, Ani mulai lupa diri..dan Ira ketakutan…. dan tiba-tiba saja….. PRIIIIIITTTTTTT….. Sekelompok Polisi menerobos masuk dan melakukan razia dadakan.. dan kemudian sampai ke meja mereka… apa yang ditemukan? obat terlarang berserakan di sofa dan ada yang tanpa sengaja berada pangkuan Ira. Apa yang terjadi lagi? Ira akhirnya ikut diciduk bersama Ani dan para lelaki itu??? kabur… Apa yang terjadi lagi? Ani dan Ira meringkuk di tahanan…

Itulah yang kusebut sebagai berada ditempat yang salah pada waktu yang salah. Mungkin kamu akan menganggap aku berlebihan dan menertawakan apa yang kuilustrasikan diatas,  tetapi please…jangan anggap remeh masalah-masalah yang mengundang bahaya.

Aku ambil pemabuk sebagai perwakilan dari 6 karakter diatas, adalah karena mereka secara sadar merusak diri mereka sendiri, baik secara fisik maupun mental.  baca Alcohol: A Dangerous Enemy. (buat kamu yang kesulitan mengerti dalam bahasa Inggris, aku coba menerjemahkan dalam bahasa Indonesia di artikel berikutnya).

Sekian penjelasan singkat ini.  Aku akan bahas pertanyaan kedua di artikel berikutnya.

Semoga diberkati 🙂

GELAP TERANG – HITAM PUTIH

Posted on Updated on

“Huaaaaaa…gelaaap..mamiii.. nina ga mau kesana mamiii..”, si anak memprotes dan menolak permintaan maminya untuk masuk ke sebuah ruangan yang gelap. Sang mami kemudian berusaha menenangkan anaknya, “tidak apa-apa, nak, tidak terlalu gelap kok,  ga apa-apa, sini mami gendong”.  Menurut sang mami, tempat itu belum terlalu gelap, masih bisa ditoleransi penglihatannya.

Setiap orang mempunyai cara pandang yang berbeda tentang sebuah keadaan, tentang sebuah nilai. Semua tergantung dari sisi manakah dia melihatnya. Dalam kehidupan, kita selalu diperhadapkan pada 2 pilihan, seperti dua sisi mata uang yang berlawanan. Hitam-Putih, Terang Gelap, Benar-Salah, Baik-Buruk, apapun itu… selalu ada kontradiksi terhadap sebuah penilaian. Bila ada orang-orang  yang menilai satu hal sebagai hal yang buruk, ada juga orang-orang yang menilainya sebagai hal yang baik.

Perbedaan pendapat yang terlalu mencolok diantara dua orang atau lebih biasanya menimbulkan konflik. Semakin lebar perbedaannya dan semakin kukuh masing-masing pihak mempertahankan pendapatnya, maka semakin besar kemungkinan akan ada  perpecahan. Contohnya Ira, seorang gadis yang dididik dengan nilai spiritual serta etika sosial yang  baik. Suatu hari dia berkenalan dengan Ani yang wataknya rame dan periang. Awalnya, Ira merasa sangat senang dan suka menghabiskan waktu bersama Ani karena dia merasa ada sesuatu yang berbeda. Dia merasa bergairah karena Ani sangat enerjik dan terlihat selalu gembira. Tetapi lama kelamaan, Ira mulai melihat hal-hal dalam diri Ani  yang tidak sejalan dengan nilai yang ditanamkan dalam dirinya. Dia menemukan bahwa Ani suka berbicara kasar dan kotor, suka dugem mabuk-mabukan dan bahkan minum obat-obatan terlarang, dan beberapa hal-hal lain  yang dia diajarkan untuk tidak melakukannya. Akhirnya dia memutuskan untuk menjauh sebelum dia terkontaminasi, karena jelas dari cara berbicara, Ira sadar ada perubahan meskipun sedikit, dia mulai tidak sungkan untuk  melontarkan kata-kata kasar dan kotor meskipun tidak dengan nada dan enerji seperti yang dimiliki Ani. Ketika nuraninya menegurnya, dia tersadar dan membuatnya berpikir ulang, apakah bergaul dengan Ani bisa membuat nilai yang ada pada dirinya luntur, atau apakah dia sanggup mempergaruhi Ani sehingga menganut nilai yang sama dengannya…

2 orang yang mempunyai kebiasaan berlawanan memang sulit untuk bersama. Kepribadian yang terlalu berbeda kerap memicu konflik yang lama kelamaan akan melelahkan kedua belah pihak. Kita melihat kasus perceraian yang semakin meroket dari tahun ke tahun, sepertinya jurang perpisahan antara nilai-nilai yang ada dalam kehidupan semakin menjauh. Terlalu banyak toleransi yang dilakukan untuk menyeimbangkan diri dengan perkembangan zaman, diantaranya hubungan seks bebas. Bila orang-orang mengumpamakan perbedaan sebagai saling melengkapi, saya pikir itu terlalu berlebihan. Minimal harus ada kemiripan  atau perbedaannya tidak terlalu jauh, dan mempunyai tujuan yang sama. Dasar pemikiranku adalah Tuhan telah memisahkan antara siang dan malam, jelas terang dan gelap tidak dapat bersatu.  Hal yang sama sekali berbeda, tidak dapat bersatu. Kalaupun bisa terlihat bersama-sama, pasti salah satu pihak berkorban lebih banyak atau setidaknya sudah melalui begitu banyak proses yang menyakitkan sehingga membuat perbedaan-perbedaan itu menipis. Salah satu pihak harus rela berkorban lebih banyak.

Kamu mungkin suka nongkrong di cafe-cafe, berbincang-bincang sambil minum secangkir kopi apapun nama dan jenis campurannya. Sebut saja, Caffe Latte, atau kita kenal dengan Kopi Susu, atau yang lagi booming sekarang Kopi Tarik.

Perhatikanlah antara kopi dan susu, warnanya sangat bertolak belakang, satu hitam, satu puith… rasanya pun bertolak belakang, kopi lebih kuat dari segi bau dan rasa, agak asam dan pahit… susu, rasanya lembut dan tawar…  Mencampur kedua unsur tersebut supaya tercipta rasa yang “mamamiaaaaa” … banyak peralatan yang diperlukan mulai dari penggiling kopi, pengaduk susu dsb, tehnik pengolahan pun cukup rumit. Kalaupun yang sederhana, kita bisa melihat bagaimana pembuat kopi tarik memakai teknik tuang sana tuang sini yang tidak gampang dilakukan, perlu lengan dan tangan yang kuat *perhatikanlah pembuat kopi tarik di killiney kopitiam, aku rasa mereka tidak perlu angkat beban untuk membentuk biceps dan triceps …hahahaha… Nah, dengan perbandingan yang pas, jadilah kopi susu dengan warna yang bagus,  unsur  kopi dan  susu, masih bisa terbaca, tidak ada yang mendominasi, tetapi saling mempengaruhi untuk mencapai rasa yang pas dan sempurna.

Namun bila kopi dan susu tersebut dicampurkan dengan perbandingan yang terlalu jauh, misalnya 10% susu dalam Kopi, susu tidak akan kelihatan karena tenggelam dalam kekelaman warna kopi, dan tidak berasa karena tertutup oleh rasa kopi yang kuat. Dan sebaliknya, 10% Kopi yang  dalam 90% susu akan menghasilkan yang hiekkkss *ga enak…kecuali bila ditambahkan bahan-bahan lain daan diolah lagi dengan berbagai teknik sehingga tercipta minuman jenis baru. *yang harus diingat yaitu: penambahan unsur pendukung, berusaha lebih keras, bersedia berkorban lebih banyak.

Perbedaan yang ekstrim mungkin bisa menghasilkan hubungan yang sukses, seperti Kopi susu yang pas. Tetapi didalam suatu hubungan, ada baiknya kita memilih dan mempertimbangkan baik-baik, terutama hubungan yang serius dan intensif dengan seseorang, sebelum kita kehilangan identitas diri terutama sebagai anak Allah. Bukan berarti kita tidak boleh fun, lucu, enerjik, modis dan bersemangat. Menjadi anak Allah tidak berarti kita harus pendiam, dan kelihatan alim dan kelihatan bodoh, dan kuno.  Tidak! Kita harus menjadi diri kita sendiri, dengan karakter kita sendiri, dengan warna kulit kita sendiri, dengan jenis rambut kita sendiri, dengan “kenakalan-kenakalan” kecil kita sendiri, tetapi, harap catat ini: tetap hidup dan berbuat sesuai rencana Allah, yaitu tunduk dan taat kepadaNya supaya kita dipakaiNya untuk memberikan dampak bagi kehidupan dan orang-orang yang berada disekeliling kita.


Ajaran Alkitab tentang pergaulan:

Amsal 12:30 …  Siapa bergaul dengan orang bijak menjadi bijak, tetapi siapa berteman dengan orang bebal menjadi malang. 

1 Korintus 5:11 … Tetapi yang kutuliskan kepada kamu ialah, supaya kamu jangan bergaul dengan orang, yang sekalipun menyebut dirinya saudara, adalah orang cabul, kikir, penyembah berhala,  pemfitnah, pemabuk atau penipu; dengan orang yang demikian janganlah kamu sekali-kali makan  bersama-sama.

1 Korintus 15:33b …  Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan  yang baik.

Ajaran Alkitab tentang memilih pasangan hidup:

Kejadian 2:8 … TUHAN Allah berfirman: “Tidak baik, kalau manusia itu seorang diri saja. Aku akan menjadikan penolong baginya,yang sepadan dengan dia  .”

2 Korintus 6:14Janganlah kamu merupakan pasangan  yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya.  Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?

Semoga diberkati 🙂