philip mantofa

Philip Mantofa Dan Festival Kuasa Allah (FKA)

Posted on Updated on

DSC_0136

Cover Story, Tabloid Gloria edisi 679, November 2013

Kegigihan, teladan hidup dan imannya telah menggerakkan banyak orang untuk berani menerima panggilan mereka dari Tuhan sehingga membawa gelombang kebangunan rohani anak-anak muda yang belum pernah terjadi di negeri ini.
Ps. Philip Mantofa, seorang hamba Tuhan yang berhasil menembus “Dunia Persilatan Pewarta Pengkhotbah” yang ada di Indonesia, dan telah memberitakan Injil sampai ke berbagai belahan dunia. Dalam usianya yang relatif muda, ia telah membawa ratusan ribu jiwa untuk berjumpa dengan Tuhan melalui Festival Kuasa Allah. Inilah kisahnya…
++++++++++++++

DSC_0137

Karena suatu kecelakaan pada waktu masih bayi, ia mengalami sakit-sakitan. Tubuhnya sering gemetaran dan kakinya tidak mampu menopang tubuhnya sehingga ia memerlukan alat-alat dan sepatu khusus untuk berjalan. Kecelakaan itu bahkan mengakibatkan ia sering lupa dan sulit mengingat hal-hal sederhana bahkan namanya sendiri. Untuk mengobati sakitnya, ia dikirim ke Taiwan. Tetapi dokter di sana pun menyerah tanpa bisa berbuat banyak. Hanya melalui kuasa doa sang ibunda, ia disembuhkan secara tiba-tiba oleh Roh Kudus ketika ia berjalan ke sekolah suatu pagi. Badannya disetrum oleh kuasa Ilahi. Setelah itu, prestasi akademisnya menjadi sangat menonjol. Namun demikian, ia mulai sering terlibat dengan kekerasan dan perkelahian-perkelahian yang nyaris merenggut nyawanya. Tak punya banyak pilihan, orang tuanya pun menariknya kembali ke Indonesia.

Setelah sempat menempuh pendidikan di Singapura, Philip pindah ke Kanada pada tahun 1992. Di tempat yang baru, ia diajak untuk beribadah di sebuah gereja kecil khusus untuk orang Indonesia. Komunitas orang Indonesia dengan makanan khas Indonesia-lah yang membuatnya pertama-tama tertarik untuk ber-gereja di sana. Tetapi, Tuhan Yesus sudah merencanakan segala sesuatu dan rencanaNya selalu indah! Di sana (Kanada.red), ia mulai mengenal kasih Yesus, hingga suatu hari, sesuatu yang ajaib terjadi…

Dalam sebuah kebaktian yang dilayani oleh gembala sidang setempat, ada panggilan altar untuk orang-orang baru yang mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Ia merasakan ‘sesuatu’ di hatinya tetapi memilih untuk menghindar dan bermaksud meninggalkan ruang ibadah. Pada waktu itulah, saat tangannya sudah mencengkeram pegangan pintu, terdengar di telinganya suara pria secara audible yang sulit untuk dijelaskan—begitu lembut nan berwibawa—berkata, “Jika hari ini engkau tidak diselamatkan, engkau akan tersesat selama-lamanya!”
Spontan ia terkejut dan dalam hatinya bertanya-tanya siapa yang sedang berbicara kepadanya. Sementara matanya melihat sekelilingnya, yang nampak hanyalah orang-orang yang berada di dekatnya, sehingga tidak mungkin ada yang berbicara tepat di telinganya. Ia pun sadar bahwa suara Tuhanlah yang berseru kepadanya. Akhirnya, ia langsung berlari ke depan altar dan mengangkat kedua tangannya sambil menengadah ke sorga, serta menangis seperti anak kecil.

Saat itu pula, ia melihat sebuah cahaya mengelilinginya lalu melingkupi ruangan itu dari depan sampai belakang. Sinar itu begitu terang sehingga ia tidak dapat melihat jemaat maupun mendengar suara pujian mereka. Ia hanya dengar suara Tuhan. Ketika itu terjadi, Philip belum tahu tentang kisah pertobatan rasul Paulus yang disertai dengan cahaya terang dari sorga seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Hari itu Philip berjumpa dengan Tuhan Yesus!

Latar Belakang Festival Kuasa Allah

Beberapa hari setelah pertobatannya, Tuhan langsung memberinya beban dan karunia untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Pernah ia mendoakan seorang yang mengalami kerusakan parah pada syaraf-syaraf tulang punggungnya akibat tabrakan mobil. Ketika doa dipanjatkan, terdengar bunyi kertakan tulang hingga terdengar ke seluruh ruangan. Dan secara ajaib tulang pasien itu menjadi lurus semua, dan syaraf-syarafnya kembali ke tempatnya yang semula!

Semua orang pun takjub akan hal itu, terutama dokter-dokter ateis—yang menangani pasien tersebut serta mengkonfirmasi kesembuhannya. Demikianlah Philip dipakai Tuhan untuk mengadakan tanda-tanda ajaib. Selang beberapa minggu setelah hari-hari yang penuh mujizat, Philip mendapat sebuah penglihatan di saat teduhnya. Dalam penglihatan itu, ia melihat seorang figur Bapa sorgawi namun wajahNya disembunyikan oleh cahaya. Bapa tersebut berkata kepadanya, “Tinggalkanlah alat canggihmu dan berdiamlah di dekatKu saja.”
“Aduh, Bapa…saya sedang sibuk dan menikmati karunia kesembuhan yang Kau beri, mengapa Engkau ambil kembali?” tanyanya. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya kisah Abraham, ketika Tuhan meminta anak kesayangannya, Ishak, namun akhirnya tidak jadi. Ia berharap karunianya tidak jadi diambil.

Namun dalam kisah Philip, karunia kesembuhan itu benar-benar diambil! Ia bertanya kepada Bapa, “Lalu siapakah yang akan mengerjakan pekerjaan yang mulia ini jika Engkau mengambilnya dari padaku?” Bapa menjawab, “Aku memiliki hamba-hamba yang lain untuk melanjutkan pekerjaan ini.” Akhirnya ia menyerah dan menjawab, “Iya, Bapa.” Baginya, dekat dengan hadiratNya jauh lebih penting dari pada memiliki karunia-karunia. Sejak hari itu, sekalipun ia berdoa sampai jungkir balik, tak ada lagi orang sakit yang disembuhkan!
Tahun-tahun berikutnya, Philip setia dalam perkara-perkara sederhana dan pelayanan-pelayanan kecil seperti membongkar pasang alat musik di gereja, dan menjadi pendoa syafaat di belakang layar untuk mendukung gembalanya.

Hingga tahun 2000, Tuhan memberi sebuah kejutan kepadanya. Roh Kudus membisikkan, “Kukembalikan karunia kesembuhanmu beserta bunga-bunganya.” Suara inilah yang menjadi cikal bakal Festival Kuasa Allah, atau yang disingkat dengan FKA. Dan pada tahun 2004, digelarlah FKA yang pertama!

Nama Festival Kuasa Allah bukan berarti kuasa Allah diperlombakan. Kata Festival (dari kata FEAST) mempunyai arti perayaan atau pesta besar-besaran. Dalam hal ini, Allah menyediakan hidangan, berupa kuasaNya, bagi umatNya di hadapan lawan-lawan mereka sehingga nama Allah dimasyurkan di seluruh negeri.
Festival Kuasa Allah yang perdana diadakan di SSCC PTC, Surabaya, dan dihadiri sesak oleh ribuan orang. Ia tidak menyangka begitu banyak manusia yang datang, dan mereka semua membutuhkan sebuah mujizat. Saat Philip berkotbah, satu persatu orang sakit disembuhkan tanpa penumpangan tangan. Banyak juga yang sembuh ketika pujian masih dinaikkan. Bahkan, tidak sedikit yang dijamah oleh kuasa Tuhan sebelum mereka mencapai tempat pertemuan—sementara dalam perjalanan!

Setiap mujizat itu terjadi semata-mata karena perjumpaan pribadi orang yang bersangkutan dengan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya, slogan FKA tidak pernah berubah, yakni “Perjumpaan yang Tak Terlupakan!”
Philip akhirnya mengerti bahwa Tuhan tidak pernah mencabut karunia kesembuhannya, melainkan hanya menyimpannya untuk satu masa. Tuhan sedang mempersiapkan hambaNya untuk sesuatu yang lebih besar lewat ketaatan yang mutlak. Andaikata ia menyembuhkan satu pasien setiap hari melalui penumpangan tangannya hingga 2004, jumlahnya tak akan pernah menandingi bilangan mereka yang diubahkan secara ajaib tanpa campur tangan manusia—dalam satu malam FKA saja! Itulah kuasa kematian daging; itulah kuasa hadirat Allah. Dan sekarang adalah giliran anda yang diundangNya…Sampai jumpa di perjamuan Sang raja, sampai jumpa di Festival Kuasa Allah 18 di Jakarta!

Surabaya, 28 Oktober 2013
Catatan: artikel ini dibuat berdasarkan wawancara dari reporter tabloid Gloria, Simon S, dan diterbitkan di tabloid Gloria pada tanggal 09 November 2013.

Iklan

WHAT IS HIGHER?

Posted on

424623_10151617762028988_512067063_n

Sebenarnya, apa dan bagaimana sih caranya berhubungan dengan Tuhan? Begitu banyak orang yang beribadah ke gereja pada setiap hari Minggu, diantaranya  mungkin termasuk kamu dan aku. Dan, pertanyaan mengenai bagaimana cara masuk kehadiratNya, cara memulai doa atau berkomunikasi dengan Tuhan amatlah sering ditanyakan. Apakah kita benar-benar mempunyai hubungan khusus dengan Tuhan? Bagaimanakah kita tahu bahwa kita bukan  hanya sekedar menjalankan rutinitas keagamaan? Apakah dengan ke gereja pada setiap hari Minggu cukup untuk meng-identifikasikan kita sebagai umat Kristiani yang “bermutu”?

Pujian dan Penyembahan, atau  beken-nya dikenal dengan Praise and Worship (disingkat dengan PaW), adalah bagian dari nafas kehidupan kekristenan seseorang maupun gereja.  Boleh dikatakan bahwa, PaW adalah juru kunci yang memegang peranan utama dalam hal menghantarkan seseorang (jemaat) untuk masuk ke hadiratNya secara mendalam.

Pada beberapa cerita di dalam Alkitab, disebutkan bahwa Tuhan memanggil orang-orang-Nya ke tempat yang lebih tinggi, dimana terdapat keintiman dan terobosan-terobosan baru.  Nah, keintiman. Itu adalah sebuah kata yang menerangkan tentang hubungan khusus. Tuhan ingin kita akrab dan intim denganNya sebab Dia ingin memberkati kehidupan kita, Dia ingin kita  mendapatkan terobosan  yang telah dirancangkanNya untuk kita.  Dia ingin memenuhi apapun yang kita butuhkan saat  kita benar-benar menaruh hati padaNya.

Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka Gereja Mawar Sharon menyelenggarakan sebuah acara bernama GMS Live Recording “HIGHER”. Misinya adalah memperlengkapi kita untuk memasuki jenjang pujian dan penyembahan yang lebih tinggi dan lebih dalam, yang akan  menghantarkan kita bertemu denganNya.

GMS Live recording “HIGHER”  akan berisi lagu-lagu baru ciptaan dari team PaW GMS yang diinspirasi dari Firman Tuhan.  Sebagaimana aku menjelaskan diatas, bahwa ada misi yang terkandung dalam acara ini. Jadi, harapa dicatat bahwa  acara ini bukan untuk   ikut-ikutan meramaikan pasar  lagu Kristiani, bukan pula untuk pamer make-up, kostum, maupun tekhnik yang excellent. Tetapi ada sebuah pesan yang kuat, yang mengajak dan mengajarkan kita untuk mempersembahkan sesuatu yang Tuhan inginkan dari kita semua.

Jika kamu penasaran dan ingin tahu lebih jelas atau kamu ingin meningkatkan level kerohanianmu dalam hal menyembah, kamu bisa  menghubungi  Pustaka Rajawali telp. 031-5457255 untuk membeli tiket. Atau jika kamu adalah jemaat GMS, tiket masih bisa diperoleh pada tanggal  01-02 Juni 2013., dengan harga Rp 25.000,- per tiket pada setiap jam ibadah (Pro M, Ibadah1 dan 2, AOG,  ibadah 3 dan 4) .  Bonusnya,  jika kamu membeli tiket dan ikut serta dalam acara Live Recording,  maka kamu akan mendapatkan diskon sebesar Rp 15.000,- untuk pembelian album “HIGHER’ yang akan diluncurkan pada tanggal  20 September 2013 mendatang. Lumayan, kan? Makanya, ayo buruan sebelum kehabisan!!! 🙂  Dijamin kamu pasti tidak akan rugi, sebab Ps Philip Mantofa juga akan hadir dan memberikan pesan khusus kepada kita semua.

GMS Live dipersembahkan oleh Gereja Mawar Sharon, dan didukung oleh ratusan pekerja  dari Praise and Worship Ministry , Creative Ministry, S-Pro Ministry, Multimedia Ministry  dan Pustaka Rajawali.

Yuk, kita ketemu disana, pada tanggal 14 Juni 2013 di  Main Hall – Gereja Mawar Sharon, Jalan Cempaka, Surabaya. Mari kita belajar untuk lebih baik lagi. Tuhan memberkati semua.

Exodus 33:14

And He said,

“My Presence will go with you ,

and I will give you rest.”