kasih

IDENTITAS SURGAWI

Posted on Updated on

image

IDENTITAS SURGAWI. Pernahkah bertanya pada diri sendiri, “Siapakah aku ini?”. Sudahkah identitas sebagai murid Kristus, anak Tuhan, menancap kuat pada diriku?”.

Masyarakat cenderung menilai kekristenan kita melalui perbuatan sehari-hari, dan yang dicari-cari adalah kelemahan dan kesalahan yang kita buat. Jika ditemukan sesuatu, maka kesalahan itu serta merta menjadi bintang utama yang disorot lampu terang benderang supaya semua orang dapat melihat. Sudah cukup sering kita mendengar kalimat, “percuma ke gereja, percuma Kristen, percuna pelayanan dsb” sebagai reaksi dari tindakan yang dianggap tidak boleh dilakukan seorang Kristen. Bukan hanya dari orang yang belum percaya, tetapi sedihnya… Termasuk dari mereka adalah orang percaya. Kabar gembiranya adalah, reaksi tersebut secara tak langsung telah mengklaim bahwa Kekristenan dianggap sebagai ajaran yang benar dan suci.

Mari kita mulai belajar jujur pada diri sendiri dengan mempertanyakan pada diri sendiri, apakah yang telah kulakukan selama ini. Saya merangkum beberapa ciri orang Kristen Sejati antara lain sbb:

1. Masa lalu yang buruk akan menjadi kesaksian yang membawa kebaikan.
2. Kamu akan sadar untuk hidup dalam kebenaran.
3. Kamu akan bangkit diatas setiap keadaan/ masalah.
4. Menyadari bahwa kekuatanmu adalah dari Tuhan.
5. Menghasilkan 9 Buah Roh dalam hidupmu. Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, kesetiaan, Kelemahlemhutan, dan Penguasaan Diri.

Yukkk introspeksi sejenak.

Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Iklan

BERSAKSILAH

Posted on Updated on

.
image

BERSAKSILAH. Karena itu perintah. Ia menyelamatkan jiwa yang kehilangan harapan. Dan kesaksianmu hari ini, bisa menyelamatkan seseorang.
.
Kisah Para Rasul 10:42 (TB)
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Jika kita percaya pada Tuhan Yesus dan mengasihiNya, bersaksi adalah bukti pertama yang bisa kita nyatakan kepada siapapun yang berada di sekitar kehidupan kita.

Bersaksilah tentang bagaimana Tuhan mengampuni dan menerima kita yang berdosa apa adany. Bagaimana kita menerima karunia Roh Kudus dan belajar memisahkan diri dari hal-hal yang jahat. Serta perjalanan kita dalam iman, pengharapan dan kasih, yang kita alami bersamaNya setiap hari.

Melalui kesaksian, secara tidak langsung kita telah menabur iman untuk mengikuti Yesus. Dan itulah perintahNya yang terutama. Dan taukah kamu, bahwa kesaksianmu akan menyelamatkan jiwa seseorang di luar sana?

BERSAKSI bukan hanya merupakan tugas bagi pendeta saja, tapi merupakan tugas kita semua sebagai anak-anak Allah. AMIN.

#Jesus #Christ #Bible #blessed #Christian #truth #Church #Scripture #BibleVerses #hope #Pray #God #Love #JesusChrist #GoodNews #Christians #Relationships #christianquote #encouragement #spiritualquote #faithwhisperer #inspirations #instagram #faithfulness #testify #saveonesoul

SEJAHTERA KOTAKU

Posted on Updated on

MISI:

Aksi sosial dilakukan bukan  karena mereka telah berbuat baik kepada kita, tetapi karena Tuhan yang terlebih dahulu mengasihi kita, sehingga kita seharusnya meneladaniNya dengan membuka tangan lebar-lebar bagi kaum tertindas dan miskin di negeri kita ( baca : Titus 3:4-5; Ulangan 15:7-11).

Surabaya, 06 Desember 2014, Lokasi TPA.Benowo Surabaya

kegiatan  pemulung

Kehidupan kaum pemulung yang setiap hari pekerjaannya bergumul dalam tumpukan sampah kota yang bergunung-gunung bukanlah sebuah pilihan bagus. Namun mereka harus melakukannya demi tuntutan hidup. Setiap hari, dengan tenaga mereka mengais, memilah dan membersihkan sampah yang terkumpul dari seluruh kota Surabaya. Kehidupan mereka jarang disorot. Bagaimanakah kehidupan mereka yang sebenarnya? Apakah mereka hidup dengan layak? Adakah yang bisa kita lakukan untuk mereka?

TPA Benowo sebagai tempat dimana kehidupan komunitasnya belum sejahtera dipilih sebagai salah satu lokasi tujuan Aksi Natal 2014.  Dengan tema SEJAHTERA KOTAKU, maka pada tanggal 06 Desember 2014 yang lalu,  YSKB bersama dengan GMS Sat.Barat berbagi kasih dalam bentuk “Pengobatan Gratis dan Pembagian Sembako” kepada  500 pemulung yang berusia anak-anak sampai umur 75 tahun disana.   Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 9 pagi itu mengajak serta sekitar 90 volunteer dari jemaat GMS dari berbagai latar belakang.

Tentang alasan mengapa tim YSKB datang kesana, Pak Jack, salah satu pengurus dari YSKB menerangkan, “para pemulung bekerja ditempat yang tidak banyak orang inginkan. Sudah selayaknya kita memberikan perhatian dan mengasihi  mereka yang telah berjasa untuk kebersihan kota”.  Demikian juga kesan dari Ps Denny Renata, Gembala Sat.barat yang ikut serta dalam aksi ini merasakan langsung suasana di lokasi TPA. Melihat kehidupan mereka yang keras sejak jam 7 pagi sampai jam 5 sore, bahkan ada yang kerja shift malam. Demi tuntutan hidup, makan ditempat yang sangat bau sekalipun tidak dihiraukan. Mereka menikmati hidup dengan rasa syukur dan bekerja dengan penuh sukacita.  “Jadi janganlah melupakan mereka, jadilah terang dalam hidup mereka”, demikian tambahnya,  Ia mengajak semua orang yang hidup dalam zona nyaman, terutama jemaat GMS sebagai anak-anak terang  untuk mulai ikut memperhatikan kaum yang terpinggirkan.

Meski termasuk masyarakat yang terpinggirkan, mereka semua bersikap baik dan sopan. Sejak panitia tiba di lokasi TPA pagi itu, mereka mulai mengantri kupon pengobatan gratis dan kupon penukaran sembako dan dengan terlihat tertib mengikuti petunjuk yang diberikan oleh panitia, sabar mengantri giliran untuk diperiksa oleh tim dokter, begitu juga saat mengantri sembako.

Ketika ditanya perihal penghasilan mereka, rata-rata pemulung yang diwawancarai mengakui penghasilan mereka tidak menentu, tetapi cukup untuk hidup sehari-hari dan mereka sangat bersyukur untuk itu. Yang menjadi beban adalah masalah kesehatan. Kendala dalam perizinan membangun klinik di lokasi TPA merupakan salah satu sebab kesehatan mereka tidak termonitor dengan baik. Keluhan pusing sering terjadi terutama pada yang bekerja shift malam karena siklus hidup yang tidak seimbang. Kualitas udara yang banyak mengandung gas methan dan ammonia juga menyebabkan keluhan pernafasan. Kunjungan YSKB kali ini yang membawa program Pengobatan Gratis telah memberikan semangat baru bagi mereka.  Korkam PTSO, Bapak Asnawi juga mengharapkan kunjungan rutin YSKB untuk membantu memfasilitasi pengobatan bagi kaum pemulung ini. Harapan serupa juga dilontarkan oleh beberapa volunteer yang ikut serta dalam kegiatan ini. Mereka mengaku bahwa dengan ikut kegiatan ini, mereka belajar  untuk rendah hati dan mengasihi, Sebab dengan melihat kehidupan dari sisi lain, mereka bisa ikut merasakan kerasnya kehidupan kaum  yang jauh lebih sederhana. Kotor dan bau tidak menjadi masalah, dan mereka  berharap semoga kegiatan serupa ini tidak hanya dilakukan pada saat natalan, tetapi sudah boleh rutin dijadwalkan. Kasih telah dinyatakan dalam bentuk perbuatan.  Kegiatan ini sukses, semua pihak bersukacita. Puji Tuhan!

Galeri Kegiatan:

sukarelawan antri kupon ANTRIAN DOKTER

pengobatan GratisAPOTIK denny renata SEMBAKO

 

Sumber cerita: Rangkuman dari rekaman wawancara di TKP : Pak Jack, Ps Denny Renata, Korkam PTSO Pak Asnawi, Dr Minarni, para Pemulung dan para Volunteer.

AKU BUKAN GENERASI MONYET

Posted on

Memasuki tahun 2013, banyak orang yang was-was karena beberapa kepercayaan tradisional, ditambah lagi dengan angka 13 selama ini dipercaya sebagai angka sial.

Namun, melalui hamba-hamba yang dipercayaiNya, Tuhan telah meletakkan VISI yang luar biasa di tahun 2013 untuk umatNya. Dengan VISI “Maturity and Multiplication” yang artinya “Kedewasaan dan Pelipatgandaan” untuk gereja kami, akupun banyak mendengar banyak visi yang serupa dari teman-teman dan saudara-saudara dari gereja-gereja lain, semuanya serentak mengumandangkan tentang pelipatgandaan.

Nah, VISI yang demikian harus diperjuangkan supaya terjadi dalam hidup kita, khususnya di tahun ini. Selain bersepakat dengan Tuhan supaya apa yang disediakanNya untuk kita di tahun 2013 dapat diraih, kita harus mulai giat memoles karakter kita menjadi karakter yang Dia inginkan,  yang sesuai dengan rencanaNya atas hidup kita.

25356-1920x1200

Mister  Darwin, sang ilmuwan pencetus teori evolusi manusia pastilah  seorang atheis,  atau mungkin sel-sel kelabu  didalam kepalanya terlalu aktif melebihi komputer generasi i7 zaman ini,  sampai-sampai beliau  berkesimpulan dan   mengkategorikan kaumnya (manusia) sebagai turunan monyet (binatang).

Aku beruntung  masih dalam keadaan cukup sehat, cerdas dan sadar untuk tidak menerima teori tersebut sebagai jati diriku.  Karena diriku sebagai keturunan monyet atau salah satu dari  generasi monyet sungguh bukan gambaran Allah. Aku sepenuhnya sadar diriku diciptakan  Tuhan secara khusus.  Semoga kalian setuju dengan pendapatku (yang bukan seorang ilmuwan) haha..

Apakah kamu sadar bahwa sejak zaman purbakala, manusia telah berjerih payah mencari Tuhan. Coba ingat-ingat pelajaran sejarah  sekolah dasar, disana diajari tentang berbagai aliran kepercayaan yang bertujuan menyembah sesuatu yang dianggap berkuasa,  contohnya  animisme, humanisme, politeisme dan lain lain. Apapun namanya, manusia itu dalam alam bawah sadarnya menyadari ada satu kekuatan  supranatural yang mereka butuhkan untuk mengisi kekosongan dalam hatinya,  sebagai sumber pencarian jati diri dan sumber kekuatan yang memberkati hidupnya. 

Aku pernah membaca tentang kepercayaan Mesir kuno yang mempercayai bahwa Sungai Nil mempunyai roh yang hobi ngambek, yang kalau tidak disembah, maka akan terjadi banjir sehingga panen gagal, dan rakyat akan mengalami kelaparan. Atau Dewa Zeus yang dikatakan sangat besar kekuatannya sehingga apabila ia menggerakkan kepalanya maka bumi akan bergetar (mungkinkah karena Dewa Zeus sedang hobi tertawa terbahal-bahak sehingga banyak terjadi gempa bumi dan tsunami dimana2 pada akhir zaman ini?).   Roh nenek moyang-pun dipercayai bisa mendatangkan berkah bagi keturunannya.  Pohon-pohon, gunung-gunung, binatang-binatang, sebut saja apa yang terlintas dipikiran tentang sesuatu yang kuat, pasti sebagian besar pernah disembah. Manusia sebenarnya sadar akan kebutuhan spiritual yang supranatural didalam hidupnya,  tapi banyak sekali yang tersesat dan salah kaprah.

Pertanyaannya sekarang, mengapa manusia melakukan itu? Setelah semua dewa-dewa, pohon keramat, gunung keramat, binatang-binatang buas tidak dapat mengisi kekosongan dan memenuhi kebutuhannya. Ide kreatifitaspun mengalir, sehingga dibentuklah sesuatu yang dianggap menyerupai Tuhan untuk disembah. Lihatlah, bahan-bahan terbaik, dan hasil pekerjaan tangan terbaik dicari-cari untuk mewujudkan kerinduan manusia akan Tuhan. Itu adalah bukti kedua bahwa manusia sadar bahwa Tuhan itu layak diberikan yang terbaik.

Jawaban yang aku peroleh sebagai seorang Nasrani adalah bahwa Tuhan menciptakan kita dan memberikan anugerah yang dinamakan nurani. Tujuannya adalah agar kita menyadari keberadaanNya, agar kita mengingat bahwa dia ADA.  Karena kesadaran itulah,  berkembang pencarian-pencarian akan ketuhanan.   Jelas hal itu tidak diberikan kepada si monyet, kalaupun monyet dibuat mirip dengan manusia, mungkin itu hanyalah bagian dari warna warni dunia.

Untuk kita, Tuhan seakan-akan sengaja  memasang satu memory chip dalam hati kita, bahwa dalam denah hati kita mempunyai satu ruang kosong, yang didesain khusus sebagai kediamanNya, dan hanya untuk Dia,  sehingga tidak ada hal apapun yang bisa membuat seorang manusia utuh kecuali dengan menyadari Dia ada, mengundang Dia dan hidup bersama Dia. Disinilah manusia sering  salah kaprah. Adanya  ingatan dan dorongan akan sosok yang berkuasa membuat manusia membabi buta dalam pencariannya, apalagi ketika dalam keadaan putus asa. Yang parahnya,  sering salah menandai sehingga mengtuhankan hal-hal yang tidak seharusnya. Jadinya, sekarang ini banyak orang berbakti kepada orang sakti,  dukun pintar, atau makhluk supranatural yang bisa memberikannya jawaban instan.

Dorongan dari nurani yang lebih rendah tingkatannya adalah agar kita selalu berbuat baik, misalnya ketika kita merencanakan sesuatu yang merugikan di dalam kepala kita, hati nurani akan menggedor kesadaran kita untuk tidak melakukannya. Namun, kenyataannya bahwa zaman sekarang banyak didapati orang-orang yang nuraninya telah mati dalam perjalanan mengarungi hidupnya, sehingga orang-orang itu tidak tahu lagi apa yang harus dicarinya dalam hidup. Orang-orang seperti ini akan terhanyut dalam kehidupan yang sering berakhir dalam penyesalan.

Waktu kecil, amah (oma) sering tiba-tiba memanggilku,” li…li….lai…amah lai kong ko su ho lu thia“. Artinya,” li.. li… (panggilan nama kecilku)..kesinilah…amah mau bercerita untukmu”.

Oma suka bercerita tentang dewa-dewi, surga, dan neraka. Misalnya tentang 7 tingkatan neraka yang sangat menyeramkan, tempat hukuman abadi bagi orang-orang yang sudah meninggal, contohnya orang yang suka berbohong lidahnya akan dipotong, yang suka mencuri tangannya dipotong, ada yang dibakar, ada yang digoreng  dll.

Sehingga, sejak kecil aku sangat takut untuk berbohong maupun mencuri, karena takut masuk neraka dan dihukum. Sejajar dengan cerita-cerita oma, disekolah aku menghafal 10 Hukum Taurat, dan efeknya sama, bikin aku takut setengah mati untuk berbuat kesalahan, takut masuk neraka.

Waktu itu aku hanya tahu Tuhan melalui cerita, tapi belum menyadari keberadaanNya dalam hidupku. Aku hanya TAKUT berbuat salah.

20 tahun kemudian, ketika aku hidupku seolah-olah diterjunkan dari air sungai terjun yang paling tinggi, ketika aku gelagapan, tidak  dapat berenang, capai karena tangan mengayuh-ngayuh, kaki menendang-nendang sedangkan tidak ada satu halpun yang dapat kujadikan pegangan, aku lelah dan hampir menyerah, eh..mendadak Tuhan hadir. Ya, Dia ada dan Dia hadir, meskipun awalnya ragu untuk berpegang padaNya, namun Dia disana, menyertai dan menghibur, mengobati dan memulihkan. Melalui penyertaanNya, aku mengenal pribadi yang ke 2 yaitu Yesus Kristus. Dari situlah titik balik kehidupanku dimulai, terutama dalam hal spiritual. Perkembangan itu membawaku mengenal pribadi ke-3 Allah, yaitu Roh Kudus. Dan melalui belajar,  aku tahu bahwa Roh Kudus-lah yang  akan membantu kita  dalam menjalani kehidupan, baik melewati godaan, rintangan, bahkan ketika kita tidak dapat berkata-kata sangking pahitnya kehidupan yang kita alami, Roh itu bahkan membantu kita berdoa kepada Bapa di Sorga.

Selain itu, Roh itu membantu kita untuk mengaktifkan dan mengeksekusi keinginan Tuhan di dalam hidup kita yaitu saling mengasihi, bersukacita, hidup dalam damai sejahtera, penuh kesabaran, murah hati, baik hati , setia, lemah lembut dan mampu menguasai diri. Hal tersebut dinamakan Buah Roh.

buah roh

Aku tiba-tiba ingin menambahkan perihal Roh nenek moyang.  Perlu diketahui bahwa bukan roh mereka yang memberkati keturunannya, tapi memang ada janji Tuhan yang berbunyi: Hidup orang benar, anak cucunya tidak akan meminta-minta, dengan kata lain… ga usah ngemis bokkk.  Jika ada yang merasa bahwa hidupnya bahagia karena roh nenak moyangnya, mungkin itu adalah karena nenek moyangnya pernah hidup sebagai orang benar.

Dan alam memang mempunyai kekuatan yang bisa memberikan kebaikan tapi bisa juga menghancurkan. Bila bencana terjadi, bukan karena roh alam mengamuk, tapi hal itu sebagian besar diakibatkan karena tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak menjaga alam. Bukankah manusia diciptakan Tuhan untuk MENGUASAI Bumi?  Kalau kita dihibahkan satu kuasa atau jabatan, itu sama artinya kita harus bertanggung jawab sepenuhnya atas wewewang itu, bukan sewenang-wenang.

Zaman modern yang berteriak-teriak  perihal kebebasan berekspresi memberikan warna yang lain lagi, dan sayangnya banyak yang tidak berekspresi secara positif malah kebablasan sampai memory manusia tentang jati dirinya terhapus. Banyak kejadian “rem blong”  dimana manusia menjadi semena-mena terhadap yang lain, bahkan kepada yang layak dihormati, kegiatan anarkis dengan topeng memperjuangkan keadilan, hidup tidak bertanggung jawab, saling menyakiti. Manusia tidak lagi berpikir dan mengaktifkan nurani, tapi insting. Bila itu yang terjadi pada diri kita, maka aku rasa si  mister Darwin ini mungkin benar adanya. Kita adalah keturunan monyet yang menggunakan insting, bukan feeling (hati nurani).

Banyak hal sederhana yang kita bisa lihat sehari-hari, salah satu hal yang paling MENGUJI EMOSI adalah ketika melihat ada yang membuang sampah dari jendela kaca mobilnya. Aku membayangkan bagaimana orang itu bertanggung jawab atas kehidupannya, alih-alih kepada masyarakat, lingkungan dan alam sekitarnya. Kewajiban sekecil itupun tidak mampu dia lakukan.

So, dalam keadaan sadar, aktifkanlah dan rasakanlah kehadiran Tuhan dihidupmu, undang Dia untuk bersamamu mengarungi sungai kehidupan.  Maka kamu akan merasa tenang dan aman, dan undang juga pribadi Yesus Kristus beserta Roh Kudus. Asah hati nuranimu, dan biarkan Roh Kudus bekerja dalam hidupmu dengan cara hidup kudus dan cinta akan Tuhan. Jika kita mampu mengaktifkan semua hal itu, kita akan hidup bahagia. Meskipun begitu, jangan pernah teledor karena selalu ada pencuri  yang mengintai.  Musuh-musuh inilah yang suka mencuri melalui  berbagai kejadian dan konflik yang menyebabkan  luka, sakit hati, kekecewaan,  dan lain-lain.  Mereka sungguh terlatih  untuk mencuri dan merampas  sekalipun mereka tidak dapat memilikinya.

Dengan adanya Roh Kudus  kita dimampukan

untuk  menghindari hal-hal yang negatif,

hal-hal yang jahat dan merusak atau apapun yang bisa dinamakan dosa.

Bukan karena kita TAKUT  masuk neraka,

tetapi

karena kita menyadari keberadaanNya dalam diri kita

dan kita MENGASIHINYA.

Monyet tidak mempunyai perasaan, tidak mempunyai nurani tapi hanya insting, ia bisa diajarkan untuk berkelakuan mirip manusia, namun sekali binatang, tetaplah binatang, mereka mengandalkan panca indra dan kelebihannya yang lain untuk bertahan hidup. Mereka bukan mengandalkan kasih karunia Tuhan, dimana dasarnya adalah kasih. Kalau ada kasih maka tidak akan ada hukum rimba yang  tanpa tata krama, hanya kebuasan semata-mata yang berkuasa.

Haleluya. Tuhan beserta kita. Sukses 2013~ Sudah saatnya kita dewasa dan mengalami multiplikasi berkat-berkat dari Tuhan.

Semoga diberkati 🙂

MENJADI DIRI SENDIRI VS IMEJ ? (BE YOURSELF VS SELF-IMAGE)

Posted on Updated on

Mungkin kita pernah merasa tersinggung ketika kita ditatap dengan pandangan mata yang meremehkan dan menghina oleh orang lain yang berada di sekitar kita. Bila itu terjadi, kita jadi bingung, apa sih yang salah pada diri kita sehingga layak diberi tatapan model begitu? Selain “chemistry” yang ga konek, mungkin sikap kitalah yang menyebabkannya.

Contohnya begini, pernahkah kamu merasa terganggu ketika makan di satu meja  yang sama  bersama dengan orang yang terkesan “kurang sopan”? Dia mencelupkan sendok makan yang dipakainya langsung ke lauk yang berada ditengah meja, atau dia makan dengan satu kaki diangkat dan dengan suara berdecap-decap.  Mungkin hal tersebut tidak akan mengganggu bila mereka semua yang berada disatu meja adalah teman karib, tetapi sering kita mendengar satu kalimat seperti ini, ” inilah aku (bila kamu temanku, terimalah aku apa adanya)”, sebagai respon  bila orang tersebut ditegur.  Perilaku atau Imej  secara keliru telah disama-artikan dengan jati diri (menjadi diri sendiri).

Memang benar, bahwa setiap manusia dilahirkan  dengan keunikan masing-masing dan tujuan hidup yang berbeda-beda, itu yang disebut sebagai jati diri, yaitu  rancangan asli “dari sononya”.  Dari sononya biasanya berupa kemampuan-talenta khusus atau disebut juga bakat yang membuat seseorang itu berbeda dengan yang lainnya, dan dengan kemampuannya, dia diharapkan untuk menggenapi rencana Allah atas dunia ini.

Berbeda  dengan perilaku atau imej yang merupakan hasil bentukan lingkungan dan pergaulan. Perilaku/ Imej adalah bagian dari jati diri,  bukan jati diri yang sebenarnya.

Secara garis besar,  jati diri setiap manusia adalah untuk “blessing others”- memberkati hidup orang lain dengan apa yang kita miliki, antara lain cinta, kemampuan, sikap moral, dana dan sebagainya. Kenapa? Karena kita tidak akan mampu memberi/ memberkati orang lain secara tulus dan maksimal bila tidak mengenal jati diri sendiri. Bayangkanlah bagaimana seorang gila bisa membantu dan memberkati orang lain? Orang gila itu menakutkan dan terkadang mengundang rasa kasihan.

Memberkati artinya membuat hidup orang lain menjadi  lebih baik dengan kehadiran kita. Jati diri sesungguhnya tidak bisa dipaksakan kecuali memang dari sononya sudah ada bibitnya.   Contohnya seseorang  memiliki suara yang tidak enak didengar dan fals terhadap tangga nada,  janganlah memaksakan diri untuk menjadi penyanyi.  Aku yakin kamu bisa membayangkan apa yang akan terjadi bila orang tersebut naik panggung dan bernyanyi dengan suara keras. #suara wooooooo dan lemparan botol …

Namun, Perilaku/Imej bisa dipelajari. Akan lebih baik hasilnya buat yang  tahu  jati dirinya/tujuan hidupnya. Bila kita sadar akan keberadaan kita, kita menjadi  mampu untuk mengoreksi apa yang memjadi kekurangan kita. Sebagai anak Tuhan, kita diberikan ROH yang hidup, yang dinamis, roh yang senantiasa berkembang menuju arah yang lebih baik.  Belajar untuk berperilaku adalah sebuah proses untuk menjadi lebih baik. Seperti anak bayi yang diajarkan berbicara dan beraktifitas, demikianlah kita mengembangkan diri dengan apa yang sudah ada dalam diri kita. Itulah yang dinamakan membangun Imej.

Ada suatu masa dimana aku memandang “membangun imej” itu sebagai sesuatu yang tercela. Haram. Sebab pada saat itu, aku mengira bahwa membangun imej adalah pekerjaan yang sia-sia, dan berupa kepuraan-puraan. Namun, pada firman Tuhan Yesaya 11:2a disebutkan bahwa, RohTUHAN  akan ada padanya, roh hikmat dan pengertian, roh nasihat dan keperkasaan….., aku mendapati bahwa kita diharuskan  bertindak dengan hikmat, bukan sesuka-hati sampai-sampai tidak menghiraukan gangguan yang kita sebabkan bagi hidup orang lain. Sejak itu, aku mulai paham pentingnya sebuah imej positif, apalagi sebagai anak Tuhan.

Sebagai ciptaan Tuhan, kita diberikan Roh. Tergantung apakah kita akan mengaktifkan Roh itu di dalam diri kita. Dalam konteks membangun Imej, kita memerlukan Roh hikmat dan pengertian. Bila kita memerlukan imej tertentu untuk suatu pekerjaan misalnya, maka belajarlah. Contoh sebagai seorang sekretaris, layakkah bila dia berpakaian dan berdandan serampangan? Tidak layak karena, dia senantiasa mendampingi atasannya yang mempunyai relasi-relasi dan kolega-kolega bisnis yang memperhatikan imej. Jangan mempermalukan atasanmu, terlebih lagi mempermalukan diri sendiri dengan perilaku yang tidak layak.

Jadi, tidak ada salahnya untuk belajar “berperilaku” dan membangun “imej” yang positif, karena itu adalah sebuah proses mengembangkan diri.  Jangan takut untuk berubah, berubah menjadi lebih baik, jangan takut bahwa hal itu akan menghapus jati dirimu. Bagaimanapun, Perilaku/ Imej hanyalah kulit luar saja. Seperti rumah atau pakaian, hanya bangun luar saja yang  dilihat secara fisik. Didalamnya? didalamnya adalah jati diri kita yang sebenarnya, jati diri yang telah dirancangkan Tuhan sejak kita dibentuk di dalam kandungan bunda. Selanjutnya,  tergantung pilihanmu, apakah kamu akan membiarkan jati dirimu hilang tertutup oleh imej, ataukah jati dirimu yang  memperkuat imej  itu.

Aku akan memberikan satu contoh. Suatu ketika aku mendapat kesempatan untuk menghadiri sesi yang dibawakan oleh Jill Lowe.  Jill adalah seorang wanita yang luar biasa, dia tinggal di Singapura dan mempunyai karir sebagai seorang konsultan imej. Aku tidak bisa menilai bagaimana hasil orang-orang yang dilatihnya karena belum pernah berjumpa dengan mereka, namun, melihat kepada kepribadian Jill, aku mendapatkan dia sebagai seorang wanita yang sangat atraktif – menarik. Secara fisik, dia tidak kelihatan seperti Miss Universe, dia tidak tinggi, dan wajahnyapun biasa-biasa saja, tetapi dia begitu menarik dan kelihatan begitu hidup! Dan dia tidak kelihatan seperti boneka-boneka yang kadang kita lihat pada saat pemilihan Miss Universe,  tetapi lebih daripada itu. Semua yang dilakukannya kelihatannya sangat menarik, dan aku yakin itu adalah peran dari Roh dan jati diri yang ada didalam dirinya. Dia tahu siapa dirinya, dia tahu tujuan hidupnya.

Ingatlah bahwa kita diciptakan  dengan rancangan yang indah, dan Tuhan memandang semua ciptaaanNya sungguh baik (kejadian 1:1-31), dan ingatlah juga bahwa berperilaku ja’im termasuk di dalam “penguasaan diri” (Titus 2:6; Galatia 5:22-23).  So, why not starting now?

Bacaan Alkitab:

Yesaya 11:2a  ; 2 Timotius 1: 7  ; Kejadian 1:1-31 ; Titus 2:6 ; Galatia 5:22-23

Semoga diberkati 🙂

NO TITLE

Posted on Updated on

Tatapanmu mengurai kata…
Timbul tenggelam merangkul jiwa…
Kemudian hampa…
Tak terdengar apa-apa…
 
Berdiri ‎aku ditengah kekosongan…
Mencari separuh jiwaku yang telah kau bawa entah kemana…
Selayang pandang … Kulihat hatiku retak… pecah dan berjatuhan…
Berserakan… menghampar bagai guguran bunga-bunga
di taman hati yang kau ciptakan…
 
Kumembeku menahan lara..
Jatuh merunduk memungut keping hati yang tersisa..
Jejakmu ada dalam kandungan langkahku …
Hatiku meracau.. Kacau …
angin dingin menghempasku…
Rindu…
 
Dalam mimpiku..
Apakah kurasakan tatapanmu membelaiku?
Apakah kurasakan pijar-pijar kerinduanmu menggapaiku?
Tapi kemudian redup…
Tiada terlihat sinar di ujung lorong yang gelap…
Akankah cintaku perlahan luluh seiring waktu?
Menghadang rindu yg menyerbu…
Cintaku terkubur.. terbaring .. tertidur …dalam gelap …
Pilu …
Kudekap bayangmu…
Membasahi dahaga kerinduanku…
Kapankah akan berhenti?
Akankah cinta  membawaku kembali?

JJ/somewhere/someday

HADIAH NATAL

Posted on

 

Damai datang saat Desember menyapa, udara terasa berbeda… sejenak diingatkan seperti adegan tanpa suara…orang-orang mulai merenggangkan rutinitas, dan bersiap-siap memulai aktivitas untuk menyambut Natal dan liburan.

 

Hari kelahiran Kristus telah diidentikkan dengan  hiruk pikuk perayaan, lampu-lampu dan pakaian gemerlapan, tak lupa sang pohon dengan hiasan yang bergelantungan dan dibawahnya, kado-kado yang berserakan.

 

Jujur, bila aku mengumpamakan diriku akan terlahir sebagai Sang Kristus, aku akan menolak, akan kukatakan pada Tuhan, buat apa aku dilahirkan bila akhirnya aku harus dipermalukan, disiksa dan mati demi orang-orang yang bahkan tidak kukenal? Bahkan lahirku saja sudah dibayang-bayangi ancaman kematian. Tetapi..justru disitulah nilainya supaya kita menghargai Natal. Tetapi apakah benar bila Natal hanya dianggap sebagi satu hari besar, satu hari perayaan dan pesta pora, satu hari ke gereja untuk beribadah dalam waktu setahun? Tentu tidak.

 

Bila kita sibuk memikirkan hadiah natal untuk sanak saudara, kolega dan teman-teman, sepatutnya kita juga memikirkan hadiah yang pantas untuk diberikan kepadaNya. Mengapa? Mari kita renungkan mengapa Dia layak mendapatkannya:

1. Dialah Raja segala Raja. Jangan ragukan keberadaanNya sebagai Raja. Cendekiawan di negri Timur Tengah pada zaman dahulu itu, para ahli perbintangan, tidak kenal siapa orangtuaNya, tidak tahu di negeri mana Dia akan dilahirkan, hanya mengandalkan petunjuk sang bintang, rela melintasi gurun dalam perjalanan yang panjang, bahkan membawa persembahan berharga berupa mur, minyak dan kemenyan demi menyambut kedatanganNya.

2. Dialah Allah sang penyembuh. Jangan ragukan keilahianNya, karena Dialah orang kusta disembuhkan, orang buta melihat, orang tuli mendengar, orang lumpuh berjalan dan orang mati dibangkitkan.

3. Dialah Allah yang setia. Jangan ragukan kasihNya, karena Dia telah membuktikannya dengan penderitaannya di kayu salib, demi menyambung kembali jembatan yang hancur oleh Adam dan Hawa, yaitu jembatan yang menghubungkan manusia dan Allah.

• Karena Dia lahir…doa kita didengarkan Bapa di Surga.
• Karena Dia lahir…dosa kita disucikan.
• Karena Dia lahir…penyakit kita disembuhkan.
• Karena Dia lahir…luka kita dipulihkan.
• Karena Dia lahir…kita belajar dan mengerti tentang iman, pengharapan dan kasih.

Oleh sebab itu, hadiah Natal yang patut kita persembahkan bagi Dia adalah tubuh kita yang hidup, yang kudus dan yang berkenan, serta melakukan apa yang menjadi kewajiban kita sebagai anakNya.

 

Roma 12:1-8 dalam bahasa sehari-hari:
(1)Saudara-saudara! Allah sangat baik kepada kita, sebab itu persembahkanlah dirimu sebagai suatu kurban hidup yang khusus untuk Allah dan yang menyenangkan hati-Nya. Ibadatmu kepada Allah seharusnya demikian.(2) Janganlah ikuti norma-norma dunia ini. Biarkan Allah membuat pribadimu menjadi baru, supaya kalian berubah. Dengan demikian kalian sanggup mengetahui kemauan Allah–yaitu apa yang baik dan yang menyenangkan hati-Nya dan yang sempurna.(3) Janganlah merasa diri lebih tinggi dari yang sebenarnya. Hendaknya kalian menilai keadaan dirimu dengan rendah hati; masing-masing menilai dirinya menurut kemampuan yang diberikan Allah kepadanya oleh karena ia percaya kepada Yesus.(4) Tubuh kita mempunyai banyak anggota. Setiap anggota ada tugasnya sendiri-sendiri.(5) Begitu juga dengan kita. Meskipun kita semuanya banyak, namun kita merupakan satu tubuh karena kita bersatu pada Kristus. Dan kita masing-masing berhubungan satu dengan yang lain sebagai anggota-anggota dari satu tubuh.(6) Kita masing-masing mempunyai karunia-karunia pelayanan yang berlainan. Karunia-karunia itu diberikan oleh Allah kepada kita menurut rahmat-Nya. Sebab itu kita harus memakai karunia-karunia itu. Orang yang mempunyai karunia untuk mengabarkan berita dari Allah, harus mengabarkan berita dari Allah itu menurut kemampuan yang ada padanya(7) Orang yang mempunyai karunia untuk menolong orang lain, harus sungguh-sungguh menolong orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk mengajar, harus sungguh-sungguh mengajar.(8) Orang yang mempunyai karunia untuk memberi semangat kepada orang lain, harus sungguh-sungguh memberi semangat kepada orang lain. Orang yang mempunyai karunia untuk memberikan kepada orang lain apa yang dipunyainya, harus melakukan itu dengan murah hati secara wajar. Orang yang mempunyai karunia untuk memimpin, harus sungguh-sungguh memimpin. Orang yang mempunyai karunia untuk menunjukkan belas kasihan kepada orang lain, harus melakukannya dengan senang hati.


Bersosialisasi dalam masyarakat memang gampang-gampang susah. Pepatah  “Gara-gara nila setitik, rusak susu sebelanga”,  demikianlah godaan dunia seperti nila, mempunyai pengaruh untuk menodai, mempengaruhi, merusak kebiasaan-kebiasaan baik kita.  Tidak adanya suatu keharusan akan penerapan peraturan-peraturan baku sebagai patokan dasar pendidikan norma-norma, membuat manusia tidak berpikir panjang. Hidup berhura-hura tanpa makna dan tujuan, jatuh dalam jebakan narkoba, perzinahan, berdusta adalah contoh-contoh kerusakan mental yang terjadi di zaman ini.  Waspadalah, sebab satu orang pembuat masalah sanggup mempengaruhi keseimbangan hidup orang-orang yang berada didekatnya. Seperti Firman Tuhan diatas menjelaskan, selain ketaatan kepadaNya, hendaklah kita hidup dan mempergunakan talenta yang telah diberikan kepada kita secara maksimal untuk memberkati sesama. Hiduplah dengan menjaga citra sebagai anakNya, aku teringat pesan ayahku sewaktu usiaku masih remaja,”lakukanlah apa yang baik menurutmu, asal tidak mempermalukan namaku”, seterusnya aku memegang teguh amanat itu, dan berhati-hati dalam tindakan dan tingkah laku agar tidak mempermalukan citra keluarga. Apalagi sebagai pengikut Kristus, kita seharusnya lebih waspada lagi dalam bertindak, berkali-kali lebih waspada, karena sang iblis senantiasa mengintai untuk menjatuhkan iman kita.

Pilihlah untuk tidak menjadi sang pembuat masalah, tetapi jadilah sang pembawa terangKristus dengan hidup sesuai kehendakNya.

Selamat Hari Natal 2011 dan Tahun Baru 2012