iman

IDENTITAS SURGAWI

Posted on Updated on

image

IDENTITAS SURGAWI. Pernahkah bertanya pada diri sendiri, “Siapakah aku ini?”. Sudahkah identitas sebagai murid Kristus, anak Tuhan, menancap kuat pada diriku?”.

Masyarakat cenderung menilai kekristenan kita melalui perbuatan sehari-hari, dan yang dicari-cari adalah kelemahan dan kesalahan yang kita buat. Jika ditemukan sesuatu, maka kesalahan itu serta merta menjadi bintang utama yang disorot lampu terang benderang supaya semua orang dapat melihat. Sudah cukup sering kita mendengar kalimat, “percuma ke gereja, percuma Kristen, percuna pelayanan dsb” sebagai reaksi dari tindakan yang dianggap tidak boleh dilakukan seorang Kristen. Bukan hanya dari orang yang belum percaya, tetapi sedihnya… Termasuk dari mereka adalah orang percaya. Kabar gembiranya adalah, reaksi tersebut secara tak langsung telah mengklaim bahwa Kekristenan dianggap sebagai ajaran yang benar dan suci.

Mari kita mulai belajar jujur pada diri sendiri dengan mempertanyakan pada diri sendiri, apakah yang telah kulakukan selama ini. Saya merangkum beberapa ciri orang Kristen Sejati antara lain sbb:

1. Masa lalu yang buruk akan menjadi kesaksian yang membawa kebaikan.
2. Kamu akan sadar untuk hidup dalam kebenaran.
3. Kamu akan bangkit diatas setiap keadaan/ masalah.
4. Menyadari bahwa kekuatanmu adalah dari Tuhan.
5. Menghasilkan 9 Buah Roh dalam hidupmu. Kasih, Sukacita, Damai Sejahtera, Kesabaran, Kemurahan, Kebaikan, kesetiaan, Kelemahlemhutan, dan Penguasaan Diri.

Yukkk introspeksi sejenak.

Efesus 2:10  Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau, supaya kita hidup di dalamnya.

Iklan

RADICAL

Posted on Updated on

image

RADIKAL artinya tanpa kompromi. Hitam tetap hitam, putih tetap putih. Jangan mencampurnya menjadi abu-abu. Kita hidup sebagai umat Tuhan yang punya tanggung jawab untuk hidup kudus supaya kelak dapat berdiri di hadapan Kristus.

Kita harus radikal dalam menjalani kehidupan kita dengan mata memandang kepada Yesus, jangan menoleh ke belakang apalagi kembali ke jalan hidup yang tiada harapan. Janganlah berkompromi terhadap dosa dan selalu waspada, karena godaannya sering tidak terasa. Mari menjadi tak tergoncangkan, abu-abu selamanya tidak akan menjadi apa-apa.

Kolose 1:23  Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.

 

DIMANAKAH POSISI TUHAN DIHIDUPMU?

Posted on Updated on

image

Ketika kita merasa bahwa hidup kita selalu kekurangan, kurang bahagia, kurang kaya, kurang cakep, kurang kurang dan kurang, pasti ada sesuatu yang salah, terutama bagi yang orang sudah mengalami perjumpaan dengan Kristus. Jika demikian yang terjadi, mungkin kita harus memeriksa kembali  dimana kita meletakkan posisi Kristus didalam hidup kita. Persoalan ini terjawab melalui kotbah salah satu saudara rohani yang diurapi Tuhan, melalui kotbah beliau di GMS Unity pada tanggal 15 Maret 2015.

Bapak Adrian Sarwono mendapatkan impresi dari ayat Yohanes 4:4-25, ketika sedang melayani di China. Mungkin saat itu beliau kelelahan (mungkin ya, karena beliau tidak mengatakan begitu), sehingga Tuhan kembali bertanya kepadanya, “sampai disini sajakah langkahmu? sudah capekkah?). Dari pendalaman ayat-ayat tersebut, beliau menyimpulkan bahwa ada 4 Posisi untuk Kristus di hati manusia, antara lain:

  1. Sebagai ORANG ASING, sosok yang tidak dikenal bahkan enggan untuk menyapa. Seperti sikap perempuan Samaria yang menjawab,”masakan engkau orang Yahudi, minta minum kepadaku, orang Samaria?”. Ini menggambarkan kehidupan jemaat yang tidak bergaul dengan Tuhan, yang malas berdoa dan bersaat teduh. (ayat
  2. Sebagai TUAN,  berbicara tentang sosok yang memberkati dan memenuhi kebutuhannya.  Menggambarkan kehidupan jemaat yang isi doanya minta berkat melulu.
  3. Sebagai NABI,  sosok yang mempunyai jawaban atas setiap permasalahan. Menggambarkan kehidupan jemaat yang mencari Tuhan bila terjadi masalah dalam hidupnya.
  4. Sebagai KRISTUS, Sang Mesias yang mengubahkan hidup menjadi sempurna. Menggambarkan kehidupan jemaat yang hidupnya menjadi Saksi dan memberkati banyak jiwa.

Perempuan Samaria  itu bukanlah manusia yang sempurna, ia hidup dalam kenistaan dan direndahkan. Tidak mempunyai percaya diri ataupun harga diri sehingga ia memilih untuk mengambil air ditengah hari, dimana sumur sedang sepi. Tetapi ketika tetapi ketika ia mengerti siapa Kristus dan menerima kebenaran itu, ia memperoleh air hidup, ia mulai mengabarkan kabar keselamatan tanpa rasa malu.  Tuhan memakai hidupnya untuk menyelamatkan banyak orang.

Rahasia mendapatkan Air Kehidupan adalah memposisikan Tuhan sebagai Tuhan. Bahwa ketika kita melakukan sesuatu bagi Dia. Bukan karena Dia butuh, tetapi karena  Dia menginginkan kita semua beroleh Air Kehidupan itu sehingga kita tidak lagi menjadi kering, tetapi hidup kita menjadi penuh didalam Dia.
BACAAN: Yohanes 4:4-25

BERSAKSILAH

Posted on Updated on

.
image

BERSAKSILAH. Karena itu perintah. Ia menyelamatkan jiwa yang kehilangan harapan. Dan kesaksianmu hari ini, bisa menyelamatkan seseorang.
.
Kisah Para Rasul 10:42 (TB)
Dan Ia telah menugaskan kami memberitakan kepada seluruh bangsa dan bersaksi, bahwa Dialah yang ditentukan Allah menjadi Hakim atas orang-orang hidup dan orang-orang mati.

Jika kita percaya pada Tuhan Yesus dan mengasihiNya, bersaksi adalah bukti pertama yang bisa kita nyatakan kepada siapapun yang berada di sekitar kehidupan kita.

Bersaksilah tentang bagaimana Tuhan mengampuni dan menerima kita yang berdosa apa adany. Bagaimana kita menerima karunia Roh Kudus dan belajar memisahkan diri dari hal-hal yang jahat. Serta perjalanan kita dalam iman, pengharapan dan kasih, yang kita alami bersamaNya setiap hari.

Melalui kesaksian, secara tidak langsung kita telah menabur iman untuk mengikuti Yesus. Dan itulah perintahNya yang terutama. Dan taukah kamu, bahwa kesaksianmu akan menyelamatkan jiwa seseorang di luar sana?

BERSAKSI bukan hanya merupakan tugas bagi pendeta saja, tapi merupakan tugas kita semua sebagai anak-anak Allah. AMIN.

#Jesus #Christ #Bible #blessed #Christian #truth #Church #Scripture #BibleVerses #hope #Pray #God #Love #JesusChrist #GoodNews #Christians #Relationships #christianquote #encouragement #spiritualquote #faithwhisperer #inspirations #instagram #faithfulness #testify #saveonesoul

ANTI SLIP

Posted on Updated on

Jika akhirnya kita mengerti

bahwa kejahatan diizinkan untuk selalu ada di muka bumi,

haruskah kita menghentikan asa

untuk bertahan hidup dalam jalan kebenaran?

MEMIKUL SALIB ITU TIDAK MUDAH

Pada musim hujan seperti sekarang ini, banyak jalanan menjadi rusak, berlubang-lubang dan genangan air tiba-tiba bermunculan menghiasi jalan yang biasanya kita lewati. Kondisi seperti ini mengharuskan kita lebih berhati-hati ketika berjalan di jalanan licin dan rame kubangan, supaya tidak terpeleset dan jatuh.

Jika diperhatikan, kondisi hidup yang semakin hari semakin sulit banyak membuktikan kualitas kita sebagai orang Kristen. Sedihnya, masih banyak yang kurang berhati-hati dan menganggap remeh kubangan-kubangan kecil  dalam kehidupan yang terlihat tidak berbahaya. Penyebabnya mungkin karena salah persepsi tentang makna menerima Kristus sebagai Juru Selamat, atau bisa juga karena pertobatan yang tidak sungguh-sungguh, contohnya banyak orang yang bertobat karena mendapat “iming-iming” untuk hidup sejahtera dan bebas masalah jika mengikuti Kristus.

Hal pertama yang harus kita pahami adalah, bahwa menerima Yesus Kristus  sebagai Juru Selamat adalah dikarenakan kita-lah, Dia rela lahir sebagai manusia untuk menebus dosa kita, bukan untuk menebus hutang kita. MenerimaNya adalah untuk mendapatkan hidup yang kekal, bukan bebas masalah kekal. Meskipun pemulihan, kesembuhan, berkat, dan lain lain bukan hal yang mustahil dilakukanNya, sangat mudah malah, piece of cake!  Tapi mampukah atau maukah kita menjalani kesusahan dan bertahan sampai menang sebelum menerima anugrahNya itu?

Pertobatan yang asal-asalan akhirnya akan berujung pada  kekecewaan, dan sering memancing godaan untuk mencari jalan pintas diluar jalur Tuhan. Misalnya ketika penyakit tidak segera sembuh, maka menerima tawaran dari pengobatan alternatif dari dukun-dukun. Jodoh tak kunjung datang maka ke tukang ramal untuk memperbaiki nasib. Ingin segera kaya maka melakukan kecurangan dalam bisnis atau menjalankan bisnis kotor (haram). Berbohong atau bersaksi palsu untuk membela diri,  dan banyak lagi contoh-contoh lain yang seharusnya tidak kita lakukan. Aku pikir kita harus menarik kesimpulan bahwa hanya keselamatan saja yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita, lainnya adalah bonus. Dinamakan bonus karena kita perlu bekerja keras untuk mendapatkannya. Ingatlah bahwa mengikuti Kristus sama artinya dengan memikul salib. Jadi, tidak akan pernah mudah!

Jika begitu, bagaimana cara yang tepat untuk bertahan?

 

1.     Hiduplah sesuai standart  Allah

Seorang tokoh masyarakat yang terkenal dengan bicaranya yang tegas dan lugas, Ahok, Wagub Jawa Barat banyak memberikan kesaksian tentang hidupnya. Tentang bagaimana ia selama ini bekerja keras dengan jujur untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki keadaan yang sudah telanjur rusak. Tentang bagaimana ia akhirnya menolak ajakan KKN meskipun demi mendapatkan jabatan yang diincarnya. Demi kebenaran, ia sangat berani bertindak dan melawan meskipun resikonya nyawa melayang. Meskipun begitu, ia tetap menjalankan apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang pejabat pemerintah, tegar berjalan diatas kebenaran dan tidak gentar. Tidak seperti orang Kristen asal-asalan yang gaya hidupnya sering menjadi batu sandungan bagi orang lain, Ahok bertahan dalam bayang-bayang incaran musuh yang menunggu ia lengah. Tapi ia menantang kembali karena tidak ada noda dan cela di masa lalu yang diperbuatnya yang bisa dijadikan senjata untuk mengancamnya (2 Petrus 2:2  Banyak orang akan mengikuti cara hidup  mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat). Ia adalah pengikut Kristus yang sejati (Mazmur 15:2 …  Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran  dengan segenap hatinya). Sebuah teladan yang harus  ditiru oleh semua orang.

2.     MIlikilah moral dan  karakter yang baik 

Moral (bahasa latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Sedangkan manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral, artinya tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga, moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.

Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral mempunyai peranan yang penting dalam menentukan sikap terutama ketika sedang berada dalam kesulitan hidup.  Kalau kita mau sedikit lebih teliti, kita akan mendapati bahwa standart moral dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia setidaknya dilandaskan sekitar 80% dari Hukum Taurat (Alkitab), tidak bisa 100% karena masih ada negara2 komunis/ateis.

3.     Bertambah teguh dalam iman

Kolose 2:6-7 Kamu telah menerima Kristus … karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman

Menjalani dan melakukan hal yang benar dalam hidup kita, terkadang memang sukar sekali. Untuk itu kita perlu untuk senantiasa hidup didalam Dia supaya kita tetap teguh dalam iman dan penyertaanNya. Peperangan kita adalah melawan diri kita sendiri, dimana kita berusaha keras mengalahkan kedagingan kita yang rakus supaya tidak tergoda dengan kenikmatan dan nilai kesuksesan hidup yang fana. Tabunglah Doa dan Firman Tuhan  setiap hari.  Sama halnya dengan menabung uang, jumlahnya tidak penting, asal dilakukan secara rutin dan konsisten, maka akan menjadi senjata yang cukup bagi kita untuk bertahan (baca DIET VS STAMINA SEHAT).

 psalm 86_11

KESIMPULAN

Meskipun kejahatan diizinkan ada dunia ini, Tuhan tidak penah menciptakan manusia sebagai makhluk jahat, tapi sebagai makhluk  yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri, dan kuasa untuk memilih. Kita ditantang untuk menentukan arah tujuan hidup kita, dimana telah  Dia sediakan yang terbaik.  Karena didalam diri kita kerap terjadi peperangan antara jahat dan baik, kita sendirilah yang harus menjadi kompas bagi diri sendiri untuk menentukan arah. Jauhkanlah diri dari godaan. Jangan mencobai diri sendiri dan masuk ke medan perang yang tidak siap untuk dimenangkan, toh hanya kita yang tahu kelemahan kita yang sebenarnya.  INGATLAH bahwa manusia pertama jatuh ke dalam dosa pertama adalah gara-gara GODAAN. (Kejadian  2 dan 3)

Jika kita ditimpa perbuatan jahat, tetaplah teguh berdiri untuk tidak membalas dengan kejahatan, karena itulah target si jahat untuk menyesatkan kita. Jika kita telanjur berbuat kejahatan, segeralah datang kepadaNya, bertobat dan minta ampun, jangan terpenjara dan mati dalam penyesalan seperti yang dilakukan Yudas Iskariot. Godaan 30 keping perak telah menjerumuskannya pada pertumpahan darah. Marilah kita bersama-sama saling menguatkan supaya mampu bertahan hidup di jalan yang benar untuk menghargai dan menghormati pengorbanan yang telah dilakukanNya untuk kita. Di sisi lain si Jahat tidak akan pernah tinggal diam menyaksikan kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. (Kisah Para Rasul 13:10 .. “Hai anak Iblis,  engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu..). Tidak ada hal yang lebih membanggakan hatiNya seperti ketika Dia melihat kita menang dari godaan si jahat.

Banyak orang benar jatuh karena godaan dan tipu muslihat..

Suatu saat ketika kita sadar, pemandangan indah itu sudah menghilang, 

meninggalkan kita begitu saja tanpa disisakan apa-apa..
Janganlah hidup kita berakhir dengan tangan hampa dan hati hampa
Hidup bersama Tuhan, cukuplah,
Berdiri kokoh dan bertahanlah…
 
 

Semoga memberkati.

==============================================================================

Renungan    : Minggu ke 2. Januari 2014

Tema           : bertahan dalam godaan karena kesulitan hidup

Ayat Utama : Mazmur 86:11-12

 
 
 

Philip Mantofa Dan Festival Kuasa Allah (FKA)

Posted on Updated on

DSC_0136

Cover Story, Tabloid Gloria edisi 679, November 2013

Kegigihan, teladan hidup dan imannya telah menggerakkan banyak orang untuk berani menerima panggilan mereka dari Tuhan sehingga membawa gelombang kebangunan rohani anak-anak muda yang belum pernah terjadi di negeri ini.
Ps. Philip Mantofa, seorang hamba Tuhan yang berhasil menembus “Dunia Persilatan Pewarta Pengkhotbah” yang ada di Indonesia, dan telah memberitakan Injil sampai ke berbagai belahan dunia. Dalam usianya yang relatif muda, ia telah membawa ratusan ribu jiwa untuk berjumpa dengan Tuhan melalui Festival Kuasa Allah. Inilah kisahnya…
++++++++++++++

DSC_0137

Karena suatu kecelakaan pada waktu masih bayi, ia mengalami sakit-sakitan. Tubuhnya sering gemetaran dan kakinya tidak mampu menopang tubuhnya sehingga ia memerlukan alat-alat dan sepatu khusus untuk berjalan. Kecelakaan itu bahkan mengakibatkan ia sering lupa dan sulit mengingat hal-hal sederhana bahkan namanya sendiri. Untuk mengobati sakitnya, ia dikirim ke Taiwan. Tetapi dokter di sana pun menyerah tanpa bisa berbuat banyak. Hanya melalui kuasa doa sang ibunda, ia disembuhkan secara tiba-tiba oleh Roh Kudus ketika ia berjalan ke sekolah suatu pagi. Badannya disetrum oleh kuasa Ilahi. Setelah itu, prestasi akademisnya menjadi sangat menonjol. Namun demikian, ia mulai sering terlibat dengan kekerasan dan perkelahian-perkelahian yang nyaris merenggut nyawanya. Tak punya banyak pilihan, orang tuanya pun menariknya kembali ke Indonesia.

Setelah sempat menempuh pendidikan di Singapura, Philip pindah ke Kanada pada tahun 1992. Di tempat yang baru, ia diajak untuk beribadah di sebuah gereja kecil khusus untuk orang Indonesia. Komunitas orang Indonesia dengan makanan khas Indonesia-lah yang membuatnya pertama-tama tertarik untuk ber-gereja di sana. Tetapi, Tuhan Yesus sudah merencanakan segala sesuatu dan rencanaNya selalu indah! Di sana (Kanada.red), ia mulai mengenal kasih Yesus, hingga suatu hari, sesuatu yang ajaib terjadi…

Dalam sebuah kebaktian yang dilayani oleh gembala sidang setempat, ada panggilan altar untuk orang-orang baru yang mau menerima Tuhan Yesus sebagai Juruselamat. Ia merasakan ‘sesuatu’ di hatinya tetapi memilih untuk menghindar dan bermaksud meninggalkan ruang ibadah. Pada waktu itulah, saat tangannya sudah mencengkeram pegangan pintu, terdengar di telinganya suara pria secara audible yang sulit untuk dijelaskan—begitu lembut nan berwibawa—berkata, “Jika hari ini engkau tidak diselamatkan, engkau akan tersesat selama-lamanya!”
Spontan ia terkejut dan dalam hatinya bertanya-tanya siapa yang sedang berbicara kepadanya. Sementara matanya melihat sekelilingnya, yang nampak hanyalah orang-orang yang berada di dekatnya, sehingga tidak mungkin ada yang berbicara tepat di telinganya. Ia pun sadar bahwa suara Tuhanlah yang berseru kepadanya. Akhirnya, ia langsung berlari ke depan altar dan mengangkat kedua tangannya sambil menengadah ke sorga, serta menangis seperti anak kecil.

Saat itu pula, ia melihat sebuah cahaya mengelilinginya lalu melingkupi ruangan itu dari depan sampai belakang. Sinar itu begitu terang sehingga ia tidak dapat melihat jemaat maupun mendengar suara pujian mereka. Ia hanya dengar suara Tuhan. Ketika itu terjadi, Philip belum tahu tentang kisah pertobatan rasul Paulus yang disertai dengan cahaya terang dari sorga seperti yang tertulis di dalam Alkitab. Hari itu Philip berjumpa dengan Tuhan Yesus!

Latar Belakang Festival Kuasa Allah

Beberapa hari setelah pertobatannya, Tuhan langsung memberinya beban dan karunia untuk menyembuhkan orang-orang sakit. Pernah ia mendoakan seorang yang mengalami kerusakan parah pada syaraf-syaraf tulang punggungnya akibat tabrakan mobil. Ketika doa dipanjatkan, terdengar bunyi kertakan tulang hingga terdengar ke seluruh ruangan. Dan secara ajaib tulang pasien itu menjadi lurus semua, dan syaraf-syarafnya kembali ke tempatnya yang semula!

Semua orang pun takjub akan hal itu, terutama dokter-dokter ateis—yang menangani pasien tersebut serta mengkonfirmasi kesembuhannya. Demikianlah Philip dipakai Tuhan untuk mengadakan tanda-tanda ajaib. Selang beberapa minggu setelah hari-hari yang penuh mujizat, Philip mendapat sebuah penglihatan di saat teduhnya. Dalam penglihatan itu, ia melihat seorang figur Bapa sorgawi namun wajahNya disembunyikan oleh cahaya. Bapa tersebut berkata kepadanya, “Tinggalkanlah alat canggihmu dan berdiamlah di dekatKu saja.”
“Aduh, Bapa…saya sedang sibuk dan menikmati karunia kesembuhan yang Kau beri, mengapa Engkau ambil kembali?” tanyanya. Tiba-tiba terlintas dalam pikirannya kisah Abraham, ketika Tuhan meminta anak kesayangannya, Ishak, namun akhirnya tidak jadi. Ia berharap karunianya tidak jadi diambil.

Namun dalam kisah Philip, karunia kesembuhan itu benar-benar diambil! Ia bertanya kepada Bapa, “Lalu siapakah yang akan mengerjakan pekerjaan yang mulia ini jika Engkau mengambilnya dari padaku?” Bapa menjawab, “Aku memiliki hamba-hamba yang lain untuk melanjutkan pekerjaan ini.” Akhirnya ia menyerah dan menjawab, “Iya, Bapa.” Baginya, dekat dengan hadiratNya jauh lebih penting dari pada memiliki karunia-karunia. Sejak hari itu, sekalipun ia berdoa sampai jungkir balik, tak ada lagi orang sakit yang disembuhkan!
Tahun-tahun berikutnya, Philip setia dalam perkara-perkara sederhana dan pelayanan-pelayanan kecil seperti membongkar pasang alat musik di gereja, dan menjadi pendoa syafaat di belakang layar untuk mendukung gembalanya.

Hingga tahun 2000, Tuhan memberi sebuah kejutan kepadanya. Roh Kudus membisikkan, “Kukembalikan karunia kesembuhanmu beserta bunga-bunganya.” Suara inilah yang menjadi cikal bakal Festival Kuasa Allah, atau yang disingkat dengan FKA. Dan pada tahun 2004, digelarlah FKA yang pertama!

Nama Festival Kuasa Allah bukan berarti kuasa Allah diperlombakan. Kata Festival (dari kata FEAST) mempunyai arti perayaan atau pesta besar-besaran. Dalam hal ini, Allah menyediakan hidangan, berupa kuasaNya, bagi umatNya di hadapan lawan-lawan mereka sehingga nama Allah dimasyurkan di seluruh negeri.
Festival Kuasa Allah yang perdana diadakan di SSCC PTC, Surabaya, dan dihadiri sesak oleh ribuan orang. Ia tidak menyangka begitu banyak manusia yang datang, dan mereka semua membutuhkan sebuah mujizat. Saat Philip berkotbah, satu persatu orang sakit disembuhkan tanpa penumpangan tangan. Banyak juga yang sembuh ketika pujian masih dinaikkan. Bahkan, tidak sedikit yang dijamah oleh kuasa Tuhan sebelum mereka mencapai tempat pertemuan—sementara dalam perjalanan!

Setiap mujizat itu terjadi semata-mata karena perjumpaan pribadi orang yang bersangkutan dengan Tuhan Yesus. Itulah sebabnya, slogan FKA tidak pernah berubah, yakni “Perjumpaan yang Tak Terlupakan!”
Philip akhirnya mengerti bahwa Tuhan tidak pernah mencabut karunia kesembuhannya, melainkan hanya menyimpannya untuk satu masa. Tuhan sedang mempersiapkan hambaNya untuk sesuatu yang lebih besar lewat ketaatan yang mutlak. Andaikata ia menyembuhkan satu pasien setiap hari melalui penumpangan tangannya hingga 2004, jumlahnya tak akan pernah menandingi bilangan mereka yang diubahkan secara ajaib tanpa campur tangan manusia—dalam satu malam FKA saja! Itulah kuasa kematian daging; itulah kuasa hadirat Allah. Dan sekarang adalah giliran anda yang diundangNya…Sampai jumpa di perjamuan Sang raja, sampai jumpa di Festival Kuasa Allah 18 di Jakarta!

Surabaya, 28 Oktober 2013
Catatan: artikel ini dibuat berdasarkan wawancara dari reporter tabloid Gloria, Simon S, dan diterbitkan di tabloid Gloria pada tanggal 09 November 2013.

KAWIN CAMPUR : GTHP2

Posted on Updated on

Artikel ini adalah lanjutan dari :

GELAP TERANG HITAM PUTIH (GTHP) 

TYPE ORANG_ORANG YANG HARUS DIHINDARI |GTHP1

Kategori pertanyaan kedua:

Mengapa orang Kristen tidak diperbolehkan menikah dengan orang non Kristen.

Jawabannya sederhana, karena melanggar Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, yang  secara eksplisit menyatakan bahwa sebuah perkawinan baru dikatakan sah bila telah dilakukan menurut hukum masing-masing agama/kepercayaan. 🙂 🙂 🙂

Jadi sebelum disahkan oleh negara, Lembaga Perkawinan akan meminta  Surat Pemberkatan dari lembaga agama yang dianut oleh kedua calon suami istri sebagai salah satu syarat untuk membuat Akta Perkawinan. Bila tidak ada pengesahan dari lembaga agama, maka tidak akan ada Akta Perkawinan, artinya perkawinan itu tidak sah, sama saja dengan kawin lari, tidak legal secara hukum.  Kecuali lewat jalan pintas seperti banyak dilakukan masyarakat,  salah satu pihak bersedia mengorbankan keyakinannya dan mengakui sebagai pemeluk agama calon pasangan hanya untuk mendapatkan surat pemberkatan tersebut. Tapi pilihan ini lebih tidak bagus, karena orang tersebut bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak beriman.

Hukum ini  tidak hanya berlaku dalam agama Kristen, tetapi dalam agama apapun yang diakui di Indonesia,  dan tidak diperkenankan Kawin Silang alias Kawin Campur alias Perkawinan Beda Agama.

Aku mau cerita…

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang mendambakan perkawinan yang berbahagia.  Dan pada umumnya setiap orang mempunyai keinginan seperti apa calon pasangannya kelak, misalnya harus cantik atau ganteng, biar dipandangi sajapun sudah puas… atau harus banyak uang, supaya tidak pusing memikirkan kelangsungan dapur ngebul sehari-hari… harus baik… harus pintar .. dan sebagainya,   tetapi  seringkali bila cinta sudah melekat, maka persyaratan-persyaratan itu buyar atau menjadi tertutupi oleh rasa berbunga-bunga, dan yang paling mengkhawatirkan adalah IMAN  yang sering dikorbankan. IMAN menjadi tidak penting bagi dua anak manusia yang dimabuk asmara. 

Aku  sangat setuju dengan adat Jawa dalam memilih jodoh atau pasangan hidup dimana  harus melihat dan mempertimbangkan 3B, Bibit, Bebet, Bobot.

  • Arti bibit adalah rupa (harafiah: asal-usul, keturunana)
  • Arti bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman2nya
  • Arti bobot adalah nilai pribadi/ diri yang bersangkutan. termasuk disini kepribadian, pendidikan dan kepintarannya, pekerjaan juga nilai pribadi seperti gaya hidup dan IMAN. bobot juga berhubungan dengan tingkat pendapatannya.

Sungguh sebuah formula yang bagus, bila yang diutamakan bukanlah cuma kekayaannya saja (sekarang zaman matre!), mengingat bahwa kekayaan sering membutakan mata jasmani. 

Dari segi rohani, Tuhan bilang, bahwa dalam hal mencari pasangan, haruslah mencari pasangan yang sepadan. Dalam hal ini, Tuhan punya ide untuk menciptakan mbak Hawa. Dalam rencanaNya yang besar, Dia membuat Hawa itu sepadan untuk dipasangkan dengan Adam. Tujuannya untuk menolong Adam.

Menurut kamus bahasa Indonesia, kata  sepadan mempunyai arti:

  1. n ekuivalen, proporsional, sama, sebanding, sederajat, seimbang, sejajar, sekelas, selevel (cak), sepasang, setakar, setara, setimbal, setimbang, setingkat, setolok, seukur;
  2. a cocok, selaras, serasi;

Jadi, mengapa harus memilih pasangan yang sepadan?  Karena,  bila  tidak sepadan, Hawa tidak akan mampu menjadi penolong Adam. Jadi, tidak benar bahwa   wanita itu  diciptakan sebagai makhluk lemah, tapi sebaliknya wanita  diciptakan dengan kemampuan-kemampuan  khusus yang ditujukan untuk membantu pria mewujudkan cita-citanya, sebagai yaitu  kepala keluarga yang sukses. Sehingga timbullah pribahasa : Selalu ada wanita handal dibelakang setiap pria yang sukses.

Supaya keduanya bisa bekerjasama untuk mencapai cita-cita sebagai rumah tangga yang harmonis dan bahagia, tidak salah lagi, keduanya harus mempunyai landasan dan tujuan yang sama. Landasannya Iman , tujuannya Keluarga sukses  yang harmonis  dan berbahagia. Dan dalam Iman kekristenan,  telah diatur sedemikian rupa berbagai macam hak dan kewajiban serta  hukum-hukum yang harus dijalankan oleh suami maupun istri di dalam sebuah perkawinan.

Nah, karena landasan seseorang  adalah IMAN yang merupakan DASAR dari SEGALA SESUATU yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat.  Maka iman bisa dibilang sebagai sesuatu yang dipegang teguh dan tidak bisa diganggu gugat. Bilaternyata  gampang  diganggu gugat dan diutak atik, itu namanya bukan iman, tapi plin plan.  Dan dalam perkawinan tidak berlaku kata “plin plan” maupun “abstain” , karena di dalam perkawinan ada begitu banyak keputusan yang harus dibuat, terutama setelah mempunyai keturunan, kerjasama keduanya mutlak diperlukan.

Dan adalah penting bagi iman dan kesatuan Kristen adalah pengakuan bahwa hanya ada “satu Tuhan”. Bahwa hanya ada “satu Tuhan” artinya karya penebusan Kristus itu sempurna dan memadai, dan tidak diperlukan penebus atau pengantara yang lain untuk memberikan keselamatan yang lengkap kepada orang percaya (1Tim 2:5-6; Ibr 9:15).  “Satu Tuhan” juga berarti bahwa mengakui adanya kekuasaan yang setara atau lebih tinggi selain Allah, yang dinyatakan dalam Kristus.  Tidak mungkin ada ketuhanan Kristus atau “kesatuan Roh” (ayat Ef 4:3) terlepas dari pengakuan bahwa Tuhan Yesus adalah kekuasaan tertinggi bagi setiap orang percaya dan bahwa kekuasaan Kristus itu disampaikan melalui Firman yang tertulis.

Aku ingat sewaktu berumur belasan, aku sering bilang sama nenekku, “amah… (nenek dalam bahasa hokkian)… amah tiap hari sembahyang sana-sini, dewanya banyak sekali, mana bisa dikabulkan doanya? nanti dewanya tidak kerja samua, karena Dewa A pikir …hmmm.. kayaknya sudah ditangani Dewa C, trus Dewa B mikir Dewa A yang seharusnya menolong dsb dsb… akhirnya…ga ada satu dewapun bekerja, karena saling berpikir itu bukan tugasnya…hahahha…. maka meranalah yang menunggu jawaban doa yang tak kunjung tiba. Biasanya amah marah sambil tertawa dan bilang,” shi shua kong ua (bicara sembarangan)”… hahahaha

Jadi… adalah benar dua orang yang terikat perkawinan harus berada dibawah aturan satu Tuhan.

Demikian penjelasan singkat saja. Semoga diberkati 🙂