JANGAN SALAH MEMFOKUSKAN PERHATIAN

Posted on Updated on

image

Bagi yang senang nonton film action yang tembak-tembakan, pasti tau stragegi mengalihkan perhatian. Ternyata banyak hal loh di dunia ini, yang berusaha mengalihkan perhatian kita supaya tidak terfokus pada Tuhan.

Pengalih perhatian biasanya berupa uang, hobi atau orang lain (lawan jenis). Bagi orang-orang berduit, mungkin hobi baru dengan membeli barang-barang mewah menjadi kepuasan tersendiri yang sangat membanggakan. Sedangkan bagi para jomblo, seseorang yang menarik sangat mungkin menjadi pusat perhatiannya sehingga ia tidak lagi fokus pada apa yang menjadi tanggung jawabnya. Banyak orang yang sudah terjebak disana-sini, mungkin termasuk aku sesekali. Jadi, berhati-hatilah…Pengalih perhatian memang selalu bersifat menarik dan menjanjikan.

Ada 4 hal yang harus kita aware ketika bertemu dengan hal-hal baru yang menarik perhatian:

  • Janganlah terlalu mudah tergoda dan terhanyut sehingga menaruh kepercayaan yang besar.
  • Janganlah memandangnya sebagai sumber kebahagiaan
  • Janganlah menjadikannya sebagai harapan masa depan
  • Janganlah menginginkannya melebihi Tuhan.

Cukup banyak contoh orang hebat di Alkitab  yang jatuh akibat perhatiannya teralih dari Tuhan. Daud oleh Batsyeba. SIMSON oleh Delila. Yudas demi uang perak.

Kita tidak bisa hidup dengan mengutamakan 2 hal dengan porsi yang sama. Tidak ada yang boleh melebihi perhatian kita kepada Tuhan, Dialah seharusnya menjadi pusat perhatian.

Amin.

Iklan

TERTANAM [PLANTED]

Posted on Updated on

image

Semua jenis tanaman akan tumbuh subur dan berbuah lebat apabila ia tertanam di tanah dan iklim yang pas dan cocok untuknya. Bila tidak, tumbuhan itu akan berjuang setengah mati untuk hidup, dan akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa, kemudian mati. Misalnya tanaman bunga Mawar, bila ditanam dipinggir pantai, atau tanaman kaktus ditanam dipuncak gunung bersalju, tentunya akan sulit untuk hidup apalagi berbunga.

Kondisi kehidupan rohani seseorang bisa dijabarkan seperti itu. Ia harus tertanam di gereja yang cocok untuknya, menghisap unsur-unsur didalamnya, sehingga ia tumbuh besar dan kuat. Mungkin selama ini kita telah melihat banyak orang, atau mungkin kita sendiri, datang dan pergi, atau berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja lain selama bertahun-tahun dan tidak pernah menemukan gereja yang cocok. Secara pribadi, aku mengalami hal itu yaitu berkeliling dari gereja ke gereja sebelum menemukan gereja tempatku berbakti, itu hanya dalam beberapa bulan pertama setelah dibaptis. Setelah itu, aku senantiasa beribadah, menerima dan menyerap makanan rohani yang disediakan, mendukung visi gereja dan melayani sampai sekarang.

Aku menuliskan ini bukan karena mengganggap kerohanianku sudah bagus dan sempurna, Tetapi aku sedih mendapati beberapa dari teman-teman yang tidak mampu untuk duduk bersama dan sharing seputar kerohanian untuk memberkati satu sama lain, padahal rata-rata sudah jauh lebih lama bergereja. Mereka akan menjadi kelompok yang sepertinya tersingkir, padahal tidak. Kerohanian yang bertumbuh adalah hasil dari keputusan dan perbuatan. Tuhan memberikan kita keselamatan dan kesempatan untuk bertumbuh melalui hamba-hamba dan gereja yang dipilihNya.Jadi jika ingin bertumbuh dan berbuah, marilah kita lihat, sudah sejauh mana kita tertanam di gereja tempat kita beribadah saat ini. Bila setelah bertahun-tahun hidup masih sama seperti sebelum bertobat, apa artinya? Jika kita masih belum mengalami perubahan karakter, apalagi perubahan hidup,  Maka kita harus bertanya pada diri sendiri, buat apa sih ke gereja? Orang yang sulit tertanam akan sangat rugi, ia sulit bertumbuh secara rohani karena sulit mencerna ajaran Firman Tuhan yang disalurkan  melalui gerejaNya.

Untuk menumbuhkan sisi kerohanian dalam hidup seseorang, ia harus terlibat dalam beberapa hal. Contohnya :

  • Rajin dan setia beribadah
  • Dilayani, digembalakan dan dimuridkan.
  • Mendukung visi dan misi gereja
  • Melayani sesama dalam Komunitas.
  • Mengambil bagian dalam pelayanan
  • Tunduk dan taat pada otoritas kepemimpinan
  • Terlibat aktif dalam program-program yang relevan [dengan talenta/karunia/pelayanannya].

Tapi meskipun seserorang terlibat dengan hal-hal diatas, rohaninya tetap akan mengalami kebolongan, bila dalam kehidupan sehari-hari ia tidak memelihara satu unsur terpenting, yaitu Tuhan. Gereja hanyalah berupa fasilitas yang membantu kita bertumbuh, tapi kita sendirilah yang menentukan pertumbuhan kita. Ibarat semua tanaman yang tumbuh ke atas ke arah datangnya sinar matahari, tidak peduli di tanah dan iklim ditempatnya tertanam, demikian juga kondisi jemaat di akan tumbuh bila berfokus kepada Tuhan, tidak peduli dari gereja mana ia tertanam.

Jadi selain kita mendapatkan unsur-unsur makanan dari gereja, kita secara pribadi juga harus:

  • Hidup fokus pada Tuhan
  • Memelihara hubungan pribadi yang semakin erat dengan Tuhan dari hari ke hari
  • Menghormati Tuhan dengan melakukan perintahNya
  • Mengasihi Tuhan dengan menjauhi laranganNya.

Tanpa hal-hal tersebut diatas. Rohaninya akan kurus kering, kurang gizi, dan akhirnya mati. Ia akan ketinggalan dari teman-temannya yang melesat maju dengan satu Roh. Mari kita berinstropeksi dan  bertumbuh bersama-sama sehingga hidup kita menjadi berkat. Jika hidup kita bisa membuat orang lain diselamatkan, maka nama Tuhan akan ditinggikan. Amin.

Mazmur 92:13-14  (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
(92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

DIANTARA KETAKUTAN DAN KEMENANGAN

Posted on Updated on

image

 

 

 

Jiwaku MerindukanMu

Posted on Updated on

image

Sebuah Puisi yang ditulis disaat sedih dan khawatir, terjemahannya:

 

Jiwaku merindukan Engkau

Rindu bersamaMu…hanya denganMu…

Disaat hatiku senang atau gelisah…

Engkaulah satu-satunya hal yang kuketahui…

Membawa kesegaran dengan kehadiranMu …

Dan memperbaharui jiwaku dengan Kebaikan…

Kupuji NamaMu ditempat Maha Tinggi…

Amin…

Ketika kita tidak menemukan jawaban, tidak usah bingung. Satu pintu keluar yang pasti adalah mencari dan tinggal didalam hadiratNya. Maka kekhawatiran akan pergi digantikan dengan Damai Sejahtera.

Jagalah agar Hatimu tetap baik, karena kita punya Tuhan yang baik.

 

Mazmur 107:9

Sebab dipuaskanNya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan.

 

Salam Sejahtera,

 

 

SEGALANYA SUDAH TERBAYAR LUNAS

Posted on Updated on

image

Apa yang sudah ditebus dari Kayu Salib adalah agar kita bisa kembali kepada Allah dan hidup dalam rencanaNya serta sebuah pengharapan untuk hidup kekal sebagai warga surgawi bersama dengan Allah.

Apa harga yang dibayar dan harus kita sadari utk hidup sebagai murid Yesus yang sejati?

1. Mempunyai paradigma surgawi terhadap segala sesuatu. Matikan pikiran yang manusiawi yang cepat salah paham dan salah persepsi terhadap jalan Tuhan.

2. Mempunyai sikap yang benar terhadap masalah, supaya muzizat pemulihan dan kesembuhan terjadi.

3. Mempunyai karunia dan talenta untuk memperoleh Kekayaan dan kehormatan dengan kedua tangan kita.

Apapun yang terjadi, ingatlah harga ini. Jangan biarkan pikiran, sikap hati, karunia dan talenta yang sudah dibeli ini menjadi sia-sia dan tidak terpakai. Stay in Faith!

1 Korintus 7:23  Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

Mengapa Aku Memuji Tuhan

Posted on Updated on

image

Dia mati

Supaya kita hidup

dan menang di dalam kegelapan dunia

Dia mati

Supaya kehadiranNya dikejar

walaupun dalam ketiadaanNya

Dia mati

Supaya kita hidup

Bahkan di dalam dunia kematian

 

Untuk itu aku berteriak PUJI TUHAN…!!!

Bahkan ketika dunia mengecewakan…

Bahkan ketika harapan tak terlihat…

Bahkan ketika aku lemah, dan suaraku serak dan sumbang…

Aku akan bangkit dan berteriak dari kejauhan…

Dengan seluruh kekuatan yang ada…

Puji Tuhan..!!!

KepadaMu, AllahKu, pemilik hidupKu…!

 

 

 

TINGGALLAH DI DALAM PERAHU

Posted on Updated on

image

Sebuah pesan yang kuat dari kotbah Ps Moses yang berasal  “entah dari mana” di ibadah #MSwoman di GMS beberapa hari yang lalu.

Ceritanya Ps Moses ini suka melayani di daerah pedalaman dan pulau-pulau terpencil yang sering merupakan pulau-pulau kecil di bagian terluar di batas kelautan NKRI. Kali itu, Beliau dan tim menyewa 3 buah perahu, masing-masing bermuatan 4 orang. Mereka hendak menyeberang ke pulau yang jaraknya 11 jam dari tempat mereka berangkat. Pulau  itu terletak disebelah jauh di sebelah utara Pulau Sangir, di Sualwesi utara, dan laut yang akan diseberangi adalah lautan luas (lautan Pacific).

Bapak pendeta ini, mendapatkan perahu yang paling lambat, dan pengemudi perahunya sudah tua. Ketika merasa tertinggal oleh 2 perahu yang lain, dalam hatinya mulai bersungut-sungut, dan ia berusaha untuk menikmati perjalanan.  Beberapa lama kemudian, mulailah mereka memasuki daerah yang bergelombang tinggi, minimal 2 meter tingginya, dan mulailah mereka terayun-ayun, dan rasa gentar mulai melanda, sedangkan 2 perahu yang lain tidak kelihatan sama sekali. Doa mulai dipanjatkan, bahasa roh menengking ombak-pun diluncurkan, namun ombak tak juga berhenti dan mulai kelihatan sirip-sirip berkeliaran disekitar perahu. Bertambah paniklah si bapak pendeta ini. Dalam kepanikan, si bapak pendeta melihat tukang perahu tetap tenang dan santai. . Lalu ia-pun berseru,”ombaknya besar ya, pak”. Si tukang perahu menjawab,”ahh..biasa aja..”, sambil terkekeh. Ia berseru lagi,”ikannya banyak ya, ikan apa namanya (padahal ia tahu bahwa itu ikan Hiu), pak?”. si tukang perahu menjawab lagi, “hehe..biasa aja…didepan sana malah lebih banyak lagi”. Tetapi anehnya si tukang perahu tetap tenang saja. ‘Melihat reaksinya, si bapak pendeta inipun berpikir, “ngapain juga panik, toh si bapak perahu tenang aja, mendingan tidur deh”.

Setelah tertidur beberapa lama, ia terbangun karena merasa perahu berhenti. Mengira sudah sampai di tujuan, ia membuka mata, ternyata mereka masih ditengah lautan, dan anehnya ..kali ini si tukang perahu mengerutkan dahi seolah sedang berpikir keras sambil memandang ke kejauhan. Bapak pendeta bertanya, “ada apa, pak?”

Tukang perahu menjawab, “gawat”. Si pendeta melihat ke kejauhan, dan kelihatan ombak tinggi tinggi seperti air mancur. Dia bertanya apa itu? Lalu dijelaskan sama tukang perahu, bahwa itu adalah pertemuan arus, dan sangat tidak mungkin untuk dilewati. jadi harus mencari “gerbangnya” dulu. Singkat cerita, ternyata dua perahu yang sebelumnya juga masih berputar-putar di sekitar sana. Panik dan takut tidak menolong, lompat dari perahu juga sama, selain ombaknya besar,, ikannya juga besar-besar. Tetapi singkat cerita, tukang perahu tua ini akhirnya berhasil menemukan jalan, dan menuntun dua perahu yang lain, tiba di pulau tujuan dengan selamat.

Memang benar dikala hidup kita berada dalam badai besar, kita secara spontan merasa gentar dengan apa yang akan kita hadapi di depan. Kita jelas tahu bahwa Tuhan ada disana dan selalu meyertai, tapi kita seolah-olah melupakan apa yang dapat dilakukanNya, bersandar pada pemikiran sendiri dan memilih lompat dari perahu sebagai jalan keluar.

Matius 8:23-26  Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.