FAITH, HOPE, LOVE

KAMUPUN DULU ADALAH SEORANG PENDOSA

Posted on Updated on

image

 

Kadang-kadang ada waktu ketika kita merasa tidak tahan untuk merasa geram tidak bisa menahan diri untuk merasa geram melihat ketidakadilan yang terjadi disekitar kita.  Perasaan sedih dan dari mulut berontak ingin mengeluarkan kata-kata kutukan. Aku yakin semua orang pernah mengalaminya.

Merasa sedih, marah dan benci adalah reaksi yang wajar. Masih termasuk kategori manusiawi asal jangan berlebihan dan Tuhan tidak ingin kita melakukannya. Yang Dia inginkan adalah agar kita semua memberikan pengampunan. Dia ingin kita belajar menerima sakit dengan lapang dada, kemudian Dia akan memampukan kita untuk mengampuni. Jika berhasil, maka ada satu pembaharuan dalam diri kita sudah terjadi.+

Kolose 3:5-8

Karenaitumatikanlahdalamdirimusegalasesuatu yang duniawi, yaitupercabulan, kenajisan, hawanafsu, nafsujahat dan jugakeserakahan, yang sama denganpenyembahanberhala,
semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka].
Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya.
Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu.

 

Damai Sejahtera bagimu…

Iklan

TERTANAM [PLANTED]

Posted on Updated on

image

Semua jenis tanaman akan tumbuh subur dan berbuah lebat apabila ia tertanam di tanah dan iklim yang pas dan cocok untuknya. Bila tidak, tumbuhan itu akan berjuang setengah mati untuk hidup, dan akhirnya tidak akan menghasilkan apa-apa, kemudian mati. Misalnya tanaman bunga Mawar, bila ditanam dipinggir pantai, atau tanaman kaktus ditanam dipuncak gunung bersalju, tentunya akan sulit untuk hidup apalagi berbunga.

Kondisi kehidupan rohani seseorang bisa dijabarkan seperti itu. Ia harus tertanam di gereja yang cocok untuknya, menghisap unsur-unsur didalamnya, sehingga ia tumbuh besar dan kuat. Mungkin selama ini kita telah melihat banyak orang, atau mungkin kita sendiri, datang dan pergi, atau berpindah-pindah dari satu gereja ke gereja lain selama bertahun-tahun dan tidak pernah menemukan gereja yang cocok. Secara pribadi, aku mengalami hal itu yaitu berkeliling dari gereja ke gereja sebelum menemukan gereja tempatku berbakti, itu hanya dalam beberapa bulan pertama setelah dibaptis. Setelah itu, aku senantiasa beribadah, menerima dan menyerap makanan rohani yang disediakan, mendukung visi gereja dan melayani sampai sekarang.

Aku menuliskan ini bukan karena mengganggap kerohanianku sudah bagus dan sempurna, Tetapi aku sedih mendapati beberapa dari teman-teman yang tidak mampu untuk duduk bersama dan sharing seputar kerohanian untuk memberkati satu sama lain, padahal rata-rata sudah jauh lebih lama bergereja. Mereka akan menjadi kelompok yang sepertinya tersingkir, padahal tidak. Kerohanian yang bertumbuh adalah hasil dari keputusan dan perbuatan. Tuhan memberikan kita keselamatan dan kesempatan untuk bertumbuh melalui hamba-hamba dan gereja yang dipilihNya.Jadi jika ingin bertumbuh dan berbuah, marilah kita lihat, sudah sejauh mana kita tertanam di gereja tempat kita beribadah saat ini. Bila setelah bertahun-tahun hidup masih sama seperti sebelum bertobat, apa artinya? Jika kita masih belum mengalami perubahan karakter, apalagi perubahan hidup,  Maka kita harus bertanya pada diri sendiri, buat apa sih ke gereja? Orang yang sulit tertanam akan sangat rugi, ia sulit bertumbuh secara rohani karena sulit mencerna ajaran Firman Tuhan yang disalurkan  melalui gerejaNya.

Untuk menumbuhkan sisi kerohanian dalam hidup seseorang, ia harus terlibat dalam beberapa hal. Contohnya :

  • Rajin dan setia beribadah
  • Dilayani, digembalakan dan dimuridkan.
  • Mendukung visi dan misi gereja
  • Melayani sesama dalam Komunitas.
  • Mengambil bagian dalam pelayanan
  • Tunduk dan taat pada otoritas kepemimpinan
  • Terlibat aktif dalam program-program yang relevan [dengan talenta/karunia/pelayanannya].

Tapi meskipun seserorang terlibat dengan hal-hal diatas, rohaninya tetap akan mengalami kebolongan, bila dalam kehidupan sehari-hari ia tidak memelihara satu unsur terpenting, yaitu Tuhan. Gereja hanyalah berupa fasilitas yang membantu kita bertumbuh, tapi kita sendirilah yang menentukan pertumbuhan kita. Ibarat semua tanaman yang tumbuh ke atas ke arah datangnya sinar matahari, tidak peduli di tanah dan iklim ditempatnya tertanam, demikian juga kondisi jemaat di akan tumbuh bila berfokus kepada Tuhan, tidak peduli dari gereja mana ia tertanam.

Jadi selain kita mendapatkan unsur-unsur makanan dari gereja, kita secara pribadi juga harus:

  • Hidup fokus pada Tuhan
  • Memelihara hubungan pribadi yang semakin erat dengan Tuhan dari hari ke hari
  • Menghormati Tuhan dengan melakukan perintahNya
  • Mengasihi Tuhan dengan menjauhi laranganNya.

Tanpa hal-hal tersebut diatas. Rohaninya akan kurus kering, kurang gizi, dan akhirnya mati. Ia akan ketinggalan dari teman-temannya yang melesat maju dengan satu Roh. Mari kita berinstropeksi dan  bertumbuh bersama-sama sehingga hidup kita menjadi berkat. Jika hidup kita bisa membuat orang lain diselamatkan, maka nama Tuhan akan ditinggikan. Amin.

Mazmur 92:13-14  (92-14) mereka yang ditanam di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita.
(92-15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar,

Jiwaku MerindukanMu

Posted on Updated on

image

Sebuah Puisi yang ditulis disaat sedih dan khawatir, terjemahannya:

 

Jiwaku merindukan Engkau

Rindu bersamaMu…hanya denganMu…

Disaat hatiku senang atau gelisah…

Engkaulah satu-satunya hal yang kuketahui…

Membawa kesegaran dengan kehadiranMu …

Dan memperbaharui jiwaku dengan Kebaikan…

Kupuji NamaMu ditempat Maha Tinggi…

Amin…

Ketika kita tidak menemukan jawaban, tidak usah bingung. Satu pintu keluar yang pasti adalah mencari dan tinggal didalam hadiratNya. Maka kekhawatiran akan pergi digantikan dengan Damai Sejahtera.

Jagalah agar Hatimu tetap baik, karena kita punya Tuhan yang baik.

 

Mazmur 107:9

Sebab dipuaskanNya jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkanNya dengan kebaikan.

 

Salam Sejahtera,

 

 

SEGALANYA SUDAH TERBAYAR LUNAS

Posted on Updated on

image

Apa yang sudah ditebus dari Kayu Salib adalah agar kita bisa kembali kepada Allah dan hidup dalam rencanaNya serta sebuah pengharapan untuk hidup kekal sebagai warga surgawi bersama dengan Allah.

Apa harga yang dibayar dan harus kita sadari utk hidup sebagai murid Yesus yang sejati?

1. Mempunyai paradigma surgawi terhadap segala sesuatu. Matikan pikiran yang manusiawi yang cepat salah paham dan salah persepsi terhadap jalan Tuhan.

2. Mempunyai sikap yang benar terhadap masalah, supaya muzizat pemulihan dan kesembuhan terjadi.

3. Mempunyai karunia dan talenta untuk memperoleh Kekayaan dan kehormatan dengan kedua tangan kita.

Apapun yang terjadi, ingatlah harga ini. Jangan biarkan pikiran, sikap hati, karunia dan talenta yang sudah dibeli ini menjadi sia-sia dan tidak terpakai. Stay in Faith!

1 Korintus 7:23  Kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar. Karena itu janganlah kamu menjadi hamba manusia.

SATU VISI

Posted on Updated on

 

image

 

.
Hubungan manusia, baik itu antara 2 orang atau lebih, biasanya disatukan oleh 1 kesamaan visi, misalnya melalui pekerjaan, hobi, pelayanan dll. Dalam sebuah hubungan, konflik adalah hal yang lazim terjadi dan mudah diselesaikan dengan saling pengertian. Tetapi bila yang konflik mulai dipicu oleh perbedaan visi, maka perpecahan tidak dapat dihindari. Satu mau ke kanan, lainnya mau kekiri.

Seperti sebuah mesin digerakkan oleh roda-roda gigi yang ada didalamnya, masing-masing mempunyai perannya dengan berbagai ukuran yang berbeda. Kerjasama yang baik membuat keseluruhan rangkaian berputar dengan lancar karena mempunyai satu tujuan, yaitu   supaya mesin itu jalan.

Kita sebagai umat Tuhan, tetap harus bersatu dalam VISI, yaitu menjadi tubuh Kristus dengan peran kita masing-masing, dan setia sampai waktuNya tiba.

1 Korintus 1:10  Tetapi aku menasihatkan kamu, saudara-saudara, demi nama Tuhan kita Yesus Kristus, supaya kamu seia sekata dan jangan ada perpecahan di antara kamu, tetapi sebaliknya supaya kamu erat bersatu dan sehati sepikir.

 

SIAPAKAH PEMILIK HIDUPKU?

Posted on Updated on

 

image

 

 

Yesus memerintahkan kita untuk menjadi TERANG dunia. Menjadi terang artinya membawa cahaya bagi hidup orang lain yang sedang dalam kegelapan. Mungkin karena hidupnya sedang susah.  Perintah tersebut menyadarkan kita bahwa hidup kita bukanlah milik kita, karena Tuhan bisa mencabutnya kapanpun juga tanpa kita ketahui. Kita harus  memberi pertolongan kepada mereka yang membutuhkan. Bila bukan berupa barang, bersikap baik pun cukuplah. Senyummu mungkin bisa menyelamatkan hidup orang lain, atau setidaknya mencerahkan harinya yang suram.  Janganlah hidup tanpa tujuan, apalagi untuk membuat orang lain susah.

Yesaya 58:10  apabila engkau menyerahkan kepada orang lapar apa yang kauinginkan sendiri dan memuaskan hati orang yang tertindas maka terangmu akan terbit dalam gelap dan kegelapanmu akan seperti rembang tengah hari.

 

TO HAVE HAPPY ENDING STORY

Posted on Updated on

image

Tidak ada gunanya berkeluh kesah terhadap situasi buruk yang sedang dihadapi dalam kehidupan. Apapun yang sudah terjadi, tidak akan berubah kembali seperti semula, disesalipun tiada guna. Berjuanglah untuk keluar dari situasi dengan berdoa dan berusaha. Bersikap rendah hati dengan mempercayai Tuhan sehingga hal-hal yang lebih baik akan datang pada akhirnya.

Ulangan 8:16  dan yang di padang gurun memberi engkau makan manna, yang tidak dikenal oleh nenek moyangmu, supaya direndahkan-Nya hatimu dan dicobai-Nya engkau, hanya untuk berbuat baik kepadamu akhirnya.

Rendah hati bukan berarti merendahkan diri untuk diinjak-injak orang lain, tetapi berbicara tentang kesadaran kita terhadap  hubungan dengan Tuhan. Bila tidak ada Tuhan maka eksistensi kita hanyalah bagaikan debu yang tak bernilai. Inilah sebabnya  mengapa kita harus hidup rendah hati :
1. Karena perintah Tuhan (1 Petrus 5:5)
2. Karena kemampuan dan prestasi yang kita capai berasal dari Allah (2 Korintus 3:5)
3. Semua hal yang kita miliki berasal dari Allah (1 Korintus 4:7)
4. Karena Tuhan hanya mengajarkan jalan-jalanNya kepada orang yang rendah hati (Matius 25:9)

========