TINGGALLAH DI DALAM PERAHU

Posted on Updated on

image

Sebuah pesan yang kuat dari kotbah Ps Moses yang berasal  “entah dari mana” di ibadah #MSwoman di GMS beberapa hari yang lalu.

Ceritanya Ps Moses ini suka melayani di daerah pedalaman dan pulau-pulau terpencil yang sering merupakan pulau-pulau kecil di bagian terluar di batas kelautan NKRI. Kali itu, Beliau dan tim menyewa 3 buah perahu, masing-masing bermuatan 4 orang. Mereka hendak menyeberang ke pulau yang jaraknya 11 jam dari tempat mereka berangkat. Pulau  itu terletak disebelah jauh di sebelah utara Pulau Sangir, di Sualwesi utara, dan laut yang akan diseberangi adalah lautan luas (lautan Pacific).

Bapak pendeta ini, mendapatkan perahu yang paling lambat, dan pengemudi perahunya sudah tua. Ketika merasa tertinggal oleh 2 perahu yang lain, dalam hatinya mulai bersungut-sungut, dan ia berusaha untuk menikmati perjalanan.  Beberapa lama kemudian, mulailah mereka memasuki daerah yang bergelombang tinggi, minimal 2 meter tingginya, dan mulailah mereka terayun-ayun, dan rasa gentar mulai melanda, sedangkan 2 perahu yang lain tidak kelihatan sama sekali. Doa mulai dipanjatkan, bahasa roh menengking ombak-pun diluncurkan, namun ombak tak juga berhenti dan mulai kelihatan sirip-sirip berkeliaran disekitar perahu. Bertambah paniklah si bapak pendeta ini. Dalam kepanikan, si bapak pendeta melihat tukang perahu tetap tenang dan santai. . Lalu ia-pun berseru,”ombaknya besar ya, pak”. Si tukang perahu menjawab,”ahh..biasa aja..”, sambil terkekeh. Ia berseru lagi,”ikannya banyak ya, ikan apa namanya (padahal ia tahu bahwa itu ikan Hiu), pak?”. si tukang perahu menjawab lagi, “hehe..biasa aja…didepan sana malah lebih banyak lagi”. Tetapi anehnya si tukang perahu tetap tenang saja. ‘Melihat reaksinya, si bapak pendeta inipun berpikir, “ngapain juga panik, toh si bapak perahu tenang aja, mendingan tidur deh”.

Setelah tertidur beberapa lama, ia terbangun karena merasa perahu berhenti. Mengira sudah sampai di tujuan, ia membuka mata, ternyata mereka masih ditengah lautan, dan anehnya ..kali ini si tukang perahu mengerutkan dahi seolah sedang berpikir keras sambil memandang ke kejauhan. Bapak pendeta bertanya, “ada apa, pak?”

Tukang perahu menjawab, “gawat”. Si pendeta melihat ke kejauhan, dan kelihatan ombak tinggi tinggi seperti air mancur. Dia bertanya apa itu? Lalu dijelaskan sama tukang perahu, bahwa itu adalah pertemuan arus, dan sangat tidak mungkin untuk dilewati. jadi harus mencari “gerbangnya” dulu. Singkat cerita, ternyata dua perahu yang sebelumnya juga masih berputar-putar di sekitar sana. Panik dan takut tidak menolong, lompat dari perahu juga sama, selain ombaknya besar,, ikannya juga besar-besar. Tetapi singkat cerita, tukang perahu tua ini akhirnya berhasil menemukan jalan, dan menuntun dua perahu yang lain, tiba di pulau tujuan dengan selamat.

Memang benar dikala hidup kita berada dalam badai besar, kita secara spontan merasa gentar dengan apa yang akan kita hadapi di depan. Kita jelas tahu bahwa Tuhan ada disana dan selalu meyertai, tapi kita seolah-olah melupakan apa yang dapat dilakukanNya, bersandar pada pemikiran sendiri dan memilih lompat dari perahu sebagai jalan keluar.

Matius 8:23-26  Lalu Yesus naik ke dalam perahu dan murid-murid-Nya pun mengikuti-Nya.
Sekonyong-konyong mengamuklah angin ribut di danau itu, sehingga perahu itu ditimbus gelombang, tetapi Yesus tidur.
Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: “Tuhan, tolonglah, kita binasa.” Ia berkata kepada mereka: “Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?” Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s