HEART OF WORSHIP

Posted on Updated on

image

Catatan dari PUSH  (Pray Until Something Happen) pada tanggal 13-14 March 2015, di  Bukit Doa Immanuel, Prigen. Kotbah dilayani oleh Ps Welyar Kauntu, seorang penulis lagu Kristiani dan Ps Yenny V (Ketua Departemen Doa GMS).

Sejujurnya, saya tidak merencanakan untuk ikut acara PUSH karena kesibukan, tetapi akhirnya kulakukan karena ingin mendampingi rekan-rekan yang melayani disana. Bukan sebuah kebetulan, karena apa yang disampaikan oleh Ps Welyar sungguh merupakan charger yang kuat, dan salah satu point telah menanamkan sebuah pandangan baru tentang “Apa dan Bagaimana Menjadi Seorang Penyembah Sejati”. Kotbah ini sangat memberkati, karena saya juga termasuk anggota Praise and Worship di GMS.

Selama ini kita mengira bahwa memuji dan menyembah Tuhan hanyalah melalui Puji-Pujian dan lagu-lagu rohani. Bagi orang yang bisa bernyanyi, hal tersebut tidak merupakan masalah. Tetapi bagaimana dengan orang yang memang tidak berbakat menyanyi? yang suaranya sumbang dan selalu fals? Ternyata Tuhan juga sudah menyediakan caranya. Puji Tuhan!

Ada 3 cara menyembah Tuhan:

  1. Melalui bermazmur. Bermazmur adalah mengucapkan kata-kata yang berasal dari isi Alkitab. Pak Welyar tidak menjelaskan dari Kitab mana, tetapi saya pikir Kitab Mazmur paling cocok, makanya disebut dengan BERMAZMUR, bukan BERKEJADIAN, dll.  Bacalah, ingatlah dan hafalkanlah dengan baik ayat-ayat mazmur, karena sewaktu-waktu akan keluar dari mulut kita melalui penyembahan.
  2. Melalui Kidung Puji-Pujian atau kita kenal sebagai  lagu-lagu Rohani. Zaman sekarang sudah tersedia begitu banyak pilihan lagu-lagu rohani. Selain sebagai penyembahan, lagu rohani juga merupakan sarana peneguhan, ucapan syukur dan doa.
  3. Melalui Nyanyian Rohani, yaitu Nyanyian Roh atau manifestasi Roh Kudus yang keluar dari mulut kita untuk memuji nama Tuhan.

Dari ketiga macam penyembahan diatas, yang termudah adalah Nyanyian Roh, karena tidak perlu menghafal nada dan teks lagu. Nyanyian Rohani dapat secara spontan dinyanyikan oleh siapapun yang menjaga api Roh yang ada dalam dirinya, yang merenungkan Firman Tuhan siang dan malam. Tidak perlu takut sumbang, tidak perlu takut salah, karena nyanyian ini adalah ekspresi atau manifestasi langsung dari Roh Kudus.

Semua lagu rohani kita baik di gereja maupun secara pribadi, harus terutama diarahkan kepada Allah sebagai doa ucapan syukur atau permohonan. Sayang sekali bila sekarang ini, musik rohani bukan lagi diutamakan sebagai alat untuk menyembah Tuhan, tetapi berubah menjadi “industri musik rohani” yang ditujukan untuk mencari uang.

Ps Welyar memberi contoh bahwa Beliau tidak pernah mem-paten-kan lagu-lagunya secara hukum dan terlibat tuntut menuntut karena merasa lagunya diambil orang lain, karena beliau sadar bahwa segala hikmat dalam bentuk apapun adalah berasal dari Surga, dan lagu adalah salah satunya yang merupakan nyanyian Malaikat.

 Catatan pribadi untuk Pelayanan di PaW:

  1. Motivasi utama melayani di PAW bukanlah karena bisa bernyanyi bagus sehingga merasa bisa memberikan pertunjukan (show) kepada jemaat, atau karena hobi bernyanyi sehingga merasa senang dan puas karena hobi tersalurkan.
  2. Milikilah motivasi yang menyukai penyembahan dan pemujian kepada Allah. Itulah pelayan PAW yang sejati.

Ohya, melengkapi pernyataan untuk orang yang TIDAK BISA bernyanyi, maka bermazmurlah atau bernyanyilah dalam Roh (berbahasa Roh), Tuhan akan disenangkan. Amin.

Semoga memberkati, khususnya untuk saudara-saudari yang rindu menyembah Tuhan dan yang melayani di Praise and Worship.

Semoga diberkati.

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s