MENGEJAR KEABADIAN

Posted on Updated on

RAMUAN KEABADIAN

800px-Xu_Fu_expedition's_for_the_elixir_of_life

Dikisahkan bahwa pada zaman Cina kuno, berbagai kaisar telah berusaha mencari ramuan untuk hidup abadi. Salah satunya adalah kaisar dari Dinasti Qin, Qin Shi Huang. Ia mengirim alkemis aliran Tao,  Xu Fu bersama-sama dengan 500 laki-laki muda dan 500 perempuan muda ke laut timur untuk menemukan ramuan itu, namun dia tidak pernah kembali (Legenda mengatakan bahwa ia menemukan Jepang sebagai gantinya).

Orang Cina kuno mempercayai beberapa bahan berharga seperti batu giok, cinnabar atau hematit, dan emas akan memberikan umur panjang dengan mengkonsumsinya.  Emas dianggap sangat kuat karena merupakan  logam mulia murni; gagasan minum atau minum emas ditemukan di China pada akhir abad ke 3 SM.  Buku Alkimia Cina paling terkenal, Yao Jue DanJing (Rumus Penting Alkimia Classics) menyebutkan bahwa  Sun Simiao (abad 581 –  682 CE) yang adalah seorang  dokter spesialis terkenal dengan sebutan kehormatan sebagai “King of Medicine”, telah membahas secara rinci ramuan untuk keabadian (yang sebagian besar terdiri dari merkuri, belerang,  garam merkuri dan arsenik, dan ironisnya beracun), selain itu juga untuk berguna untuk menyembuhkan penyakit tertentu serta untuk pembuatan batu mulia.

Zat- zat ini jauh dari mengkontribusikan umur panjang, malah berbahaya karena merupakan racun aktif. Kaisar Jiajing dari dari Dinasti Ming meninggal karena menelan mercuri dalam dosis mematikan dari “Ramuan Kehidupan” yang diramu oleh ahli alkemi. Diberitakan bahwa seorang sejarawan dari Inggris,  Joseph Needham menyusun daftar kaisar Cina yang kemungkinan besar kematian akibat keracunan obat mujarab. (belum menemukan referensinya).

USAHA YANG MUBAZIR

Kisah-kisah serupa mengenai ramuan tersebut juga terdengar dari negara-negara lain, antara lain di  India dan Eropa. Aku mengartikannya, keabadian adalah hal yang diimpikan manusia sejak dulu. Meskipun zaman sekarang tidak terdengar lagi usaha untuk hidup abadi (selain dalam cerita vampire), sampai saat manusia tetap berusaha untuk hidup panjang umur dan kelihatan awet muda. Tujuannya supaya mengimpresi orang lain selain untuk jalan kesuksesan.  Karena permintaan pasar, berbagai cara telah ditemukan dan digunakan supaya tampil optimal secara fisik, termasuk yang beresiko tinggi. Media telah menanamkan pandangan bahwa untuk lebih menarik, lebih disukai, lebih sukses, maka seseorang itu harus tampil sempurna, sehingga tanpa sadar kita melupakan apa yang seharusnya dikejar selain memaksimalkan penampilan fisik yang menghabiskan banyak uang.  Padahal, karisma bisa terpancar bahkan tanpa mengeluarkan uang. Tidak percaya? Lihatlah para rohaniawan yang mengejar Tuhan dan yang  hatinya bersih, penampilan mereka otomatis bersinar, karismanya terpancar kuat meskipun tampangnya biasa-biasa saja, ini terbukti karena aku melihat para pendeta dan gembala digerejaku rata-rata semuanya kinclong clong clongModalnya cuma setia berhubungan dengan Tuhan melalui doa, puasa dan menjaga hidup mereka tetap bersih sesuai ajaranNya.

JALAN MENUJU KEABADIAN

CS Lewis menuliskan seperti ini, “Bila kamu ingin merasa hangat, mendekatlah ke api. Jika kamu ingin sukacita, kedamaian dan hidup yang kekal, kamu harus mendekat kepada sumbernya”. Siapakah sumber yang dimaksud? sudah pasti Dia adalah Tuhan, sang pencipta.

Tidak ada yang tahu apakah akan ada kehidupan setelah kematian.  Walaupun belum ada yang bisa membuktikannya, para pengikut Kristus mempercayainya. Bahwa kehidupan setelah kematian itu ada, surga dan neraka itu ada. Karena ketika kita mati, roh kita akan kembali kepada Bapa. Aku pikir memang itulah yang terjadi, setelah kembali ke rumah Bapa, maka terserah Bapa mau taruh kita dimana, apakah disisiNya dalam kemuliaan dan sukacita yang tak terlukiskan?  Ataukah diletakkanNya nun jauh dariNya alias  di neraka yang menakutkan dan tidak bisa dibayangkan ngerinya?

Sebuah kabar baik muncul pada tahun 1 Masehi, bahwa  telah terbuka jalan bagi kita menuju keabadian itu.  Karena kebaikanNya kepada manusia, Ia sendiri datang membebaskan jiwa-jiwa yang terbelunggu.  Kita telah ditunjukkan jalannya dengan kelahiran Yesus Kristus (2 Timotius 6:16 …kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus,  yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut  dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa). Jika sudah diberikan jalan, maka tugas kita hanya memilih jalan itu dan ikuti rambu-rambunya maka kita akan selamat.  (Yohanes 5:24 “Barang siapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan . . . sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup)

Sebagai orang yang sebelumnya tidak percaya kepada Tuhan, aku beritahukan kepadamu bahwa menerima Tuhan Yesus adalah sebuah taruhan yang “nothing to lose”. Meskipun kehidupan sebelum kematian, surga dan neraka belum bisa dibuktikan secara nyata. Tetapi begini… izinkan aku mengutip dari  CS Lewis lagi, begini katanya, “Ajaran Kekristenan menegaskan bahwa setiap individu manusia akan hidup selamanya, dan hal ini harusnya bisa benar atau salah.  Jika aku akan hidup hanya 70 tahun maka tidak ada banyak hal yang perlu dikhawatirkan, tapi  jika aku hidup selamanya, maka aku punya hal-hal serius yang perlu dicemaskan.” Artinya gini, bila kita hanya hidup selama 70 tahun kemudian mati, ya sudah, selesai, tidak ada tanggung jawab apa-apa lagi, tidak ada yang perlu dicemaskan lagi. Tetapi, bagaimana kalau benar-benar hidup abadi? aku tidak berani membayangkan untuk hidup abadi di dalam neraka. Kamu pahamkan maksudku? Terlalu mengerikan untuk membayangkan hal-hal buruk yang  terjadi dalam waktu yang tak terbatas.  Memang dibutuhkan sebuah langkah besar untuk mempercayai Yesus sebagai Juru Selamat, yang menjamin kekekalan kita berlangsung dengan penuh damai dan sukacita.

Jadi jelas sudah, kita boleh memoles penampilan fisik, tetapi tidak merupakan keharusan sehingga melupakan fokus dan menjadi tuli dari panggilan hidup kita.  Kita harus mampu menyeimbangkannya dengan kehidupan Roh kita. Karena suatu saat nanti bumi akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang tampaknya tetap akan lenyap (Ibrani 12:27).  Sebagus atau sesempurna apapun manusia membentuk fisiknya, itu akan lenyap. Oleh sebab itu, selama kita hidup milikilah cara pandang yang benar, ke arah yang benar,  dan menjalaninya dengan benar.  Percuma saja bila kita percaya dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, tetapi tidak meneladaniNya.  Karena apapun pencapaian kita dalam hidup, semua akan sia-sia bila bukan untuk Allah.

“No man is better for knowing that God so loved the world of men that He gave His only begotten Son to die for their redemption. In hell there are millions who know that. Theological truth is useless until it is obeyed.” – Haddon Robinson

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s