GOD IS BETTER THAN SEX!

Posted on Updated on

Kalimat berbunyi “GOD IS BETTER THAN SEX” tercetak dengan huruf besar-besar pada kaus yang dikenakannya. Vannes Wu, siapa yang menyangka bila dia adalah seorang Kristen sejati yang menjaga kekudusan dalam hidupnya.  Bermodal wajah tampan, perawakan atletis, kaya  dan berkarir sebagai aktor, tidak sulit bagi VanNess untuk mendapatkan cewek-cewek cantik. Menurut pengakuannya ketika diwawancarai pada satu kegiatan KKR, “Salah satu masalah terbesar saya adalah seks  (catatan: VanNess memiliki beberapa hubungan yang tidak sehat dengan beberapa wanita sebelum ia bertobat). Ketika  saya bertemu Ps.Jaeson Ma (Pembimbing rohani-nya yang merupakan seorang Pastor dari USA), dia menasehati supaya saya jangan berhubungan dengan cewek dulu. Saya bilang, itu mustahil!  Tapi Ps.Jaeson menyuruh saya merenungkan kembali dan sampai suatu hari saya menemukan sebuah kartu bertuliskan  ‘aku janji sama Tuhan tidak akan seks sebelum nikah.’ BUM! Saya seperti ditampar saat itu juga. Sejak itulah saya memutuskan untuk menjaga kekudusan sampai saat menikah“.

Hidup baru dengan pertobatannya dijalani dengan serius sehingga membawa perubahan dalam gaya hidupnya. Uniknya lagi,  ia membuat cincin khusus yang terdiri dari dua ring yang dilekatkan menjadi satu dan dipakai di jari manis dan jari kelingking sebagai pengingat perjanjiannya dengan Tuhan, dan baru akan dilepasnya kelak ketika menikah.  Dia menjalani hidup bersih dengan lebih banyak berdoa, dan hal itu membuat hidupnya jauh lebih indah.

Mengapa kekudusan seksual menjadi hal yang penting bagi VanNess dan juga bagi kita sebagai anak Tuhan?

Rasul Paulus memperingatkan kita untuk menjauhkan diri dari percabulan, sebab setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri. (I Korintus 6:18). Bagaimana bisa seorang anak Tuhan mencemari dirinya sendiri dengan tubuhnya yang merupakan Bait Allah dan membiarkan Roh menjadi ikut tercemar? Kita wajib menghargai dan menjaga keselamatan yang telah dianugerahkan cuma-cuma kepada kita dengan cara menjaga kekudusan. Tidak mudah, tetapi harus diperjuangkan seumur hidup kita dengan menjaga hubungan pribadi kepada Tuhan setiap saat. Tanpa disadari, betapa sering kita jatuh ke dalam dosa ketika lengah dan jauh dari Tuhan.

Catatan sejarah membuktikan bahwa seks bebas telah menjadi gaya hidup sejak ribuan tahun yang lalu setelah dipopulerkan oleh kaum bangsawan dan pemerintahan Yunani saat mereka sangat berkuasa. Melakukan hubungan seksual yang tidak lazim dengan banyak pasangan dan bahkan di altar kuil Dewa Dewi mereka.  Dan sejarah selalu mewariskan benih untuk masa depan. Walaupun kita hidup di tengah tradisi dan adat ketimuran yang kuat dalam segi norma moral dan etika, tetapi hal tersebut tidak otomatis mampu menghalangi budaya yang kita anggap tabu untuk masuk ke negeri kita. Pemahaman mendalam terhadap norma dan ajaran agama, serta pengetahuan yang cukup baik mengenai sistem anatomi tubuh terutama untuk para remaja, perlu ditingkatkan dalam upaya membekali diri untuk menghindar dari godaan seksual. Harus dicatat bahwa sebuah perbuatan dosa sering menggandeng dosa berikutnya, Dalam kasus hubungan seksual diluar pernikahan, besar kemungkinan dosa pembunuhan akan ikut nimbrung ketika pelaku menjadi hamil. Akibat sex bebas, berapa jumlah remaja kita yang melakukan aborsi untuk menutupi aibnya? Berapa jumlah keluarga yang hancur akibat salah satu pasangan melakukan hubungan dengan orang lain diluar pernikahannya?

Bagaimana caranya menghindarkan diri dari godaan dosa seksual?

Kata mister Martin Luther King,”Kita tidak bisa menghalangi burung terbang di atas kepala kita, tetapi kita bisa mencegah atau mengusir burung itu agar tidak bersarang di kepala kita”.  Godaan memang selalu hilir mudik di hadapan kita berusaha menarik perhatian kita, sampai pada suatu saat kita lengah dan jatuh ke dalam jeratnya.

Satu contoh menghindar yang bisa ditiru adalah reaksi Yusuf ketika digoda tante Potifar. Sebagai seorang pemuda yang bersikap baik,  sehat, tampan dan rupawan, Yusuf bisa saja menerima tawaran dari istri majikannya itu. Tetapi mengapa ia tegas menampiknya  dan bahkan melarikan diri, karena ia yakin betul bahwa hal tersebut bisa membuat Allah murka.  Selain itu Om Potifar sangat baik kepadanya, sehingga ia tidak akan mengkhianatinya. Yusuf adalah orang yang setia dan memegang teguh dan taat perintah Allah.

Beberapa tips dari pengalaman Yusuf, antara lain:.

  • Jangan mencobai diri sendiri. Jangan dekat-dekat dengan godaan. 
    • Hindari gaya hidup yang tidak sehat contohnya jadi pengunjung tetap klub malam dan mabuk-mabukan. . Bagi pasangan yang sudah menikah, penting sekali untuk menetapkan garis batas terhadap hubungan pertemanan dengan lawan jenis. Semakin dekat hubungan seseorang dengan lawan jenis yang sudah menikah, atau sama-sama menikah, maka semakin terbuka kemungkinan untuk terpeleset dalam dosa. Hal yang sama berlaku bagi remaja yang belum siap menikah. Tidak usah pacaran dulu, bangunlah hidup sampai mapan baru mencari pasangan hidup. Dekat-dekat terus sama pacar tanpa tujuan cenderung mempunyai godaaan yang lebih besar. Firman Tuhan berkata : ”Jauhilah perempuan jalang” (Ams. 5:8);  dan ”Jauhkanlah dirimu dari percabulan!” (1Kor 6:18a).
  • Lari dari godaan.
    • Yusuf menolak untuk tidur bersama tante Potifar atau bahkan bersama dengan dia. Sebuah tindakan yang penting untuk mengalahkan godaan seksual khususnya.  Dan ia memilih melarikan diri daripada terus menerus digoda.

 

Mengapa masih ada orang Kristen yang hidup dalam dosa?

Karena  gagal memahami tanggung jawab terhadap Tuhan untuk hidup kudus. Berbuat dosa adalah pilihan, bukan terletak pada ketidakmampuan menolak godaan. Kita tidak taat pada perintah Allah, bukan dikalahkan dosa, karena dosa sudah dikalahkan oleh Yesus Kristus di kayu salib. Penting bagi kita sebagai orang percaya kita untuk  memiliki tanggung jawab untuk hidup di dalam kekudusan. “Sekalipun kita menjadi Kristen secara instan di dalam iman kepada Kristus, tetapi mengenal Allah dan bertumbuh dalam iman adalah proses bertahap. Tidak ada jalan pintas untuk kematangan.” (Erwin W Lutzer). Kematangan rohani termasuk kekudusan hidup merupakan proses yang berlangsung terus-menerus di dalam hidup orang Kristen.

Hidup dalam kekudusan selalu berkaitan erat dengan kualitas hubungan pribadi kita dengan Tuhan. Karena tanpa Dia, akan sulit sekali bagi kita untuk mempertahankan kelakuan yang benar dan bersih seturut kehendakNya. Sekalipun harga yang dibayar sangat mahal, seperti Yusuf yang karirnya hancur, masuk penjara pula. Tetapi hal itu memegang peranan penting di masa depannya, dimana ia menjadi seorang yang sangat penting di kerajaan Mesir sebagai tangan kanan Firaun.

 

Apa yang harus dilakukan orang Kristen yang telanjur hidup dalam dosa?

Ingatkah akan cerita wanita penzina di Kitab Yohanes 8?  Suatu hari di Bait Allah, para ahli taurat danorang Farisi membawa seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah ke hadapan Yesus.  Mereka memberitahuNya bahwa wanita itu telah tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. Menurut Hukum Taurat, wanita itu harus dihukum rajam. Mereka menuntut jawaban Yesus atas masalah itu. Dan Yesus menjawab, “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. Setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya. Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau,   Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi  mulai dari sekarang.” 

Satu hal yang sering menjebak pemikiran orang Kristen sehingga berkompromi dengan dosa berhubungan erat dengan salah satu Kepribadian Allah yang Maha Pengasih dan Maha Mengampuni, Ingatlah baik-baik perintah Yesus untuk orang yang menyadari kesalahannya untuk tidak melakukannya lagi. Tuhan bukan pemilik binatu yang setiap saat kita kirimkan dosa kita untuk dibersihkan. Mari kita semua belajar untuk taat dan hidup dalam kekudusan.

 

Surabaya, 22 Agustus 2014.

 

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s