MONEY GAME, HALAL-KAH???

Posted on Updated on

Patah tumbuh Hilang Berganti, sepertinya pepatah itu cocok untuk menggambarkan bisnis Money Game yang tak ada matinya. Meskipun sejak tahun 1990-an Money Game di Indonesia telah  meninggalkan banyak korbannya, masyarakat seakan tak pernah jera untuk terjerat dalam umpannya yang menggoda (kelipatan keuntungan besar). Entah karena tidak mengerti atau apa. Kebetulan ketika sedang mencari sumber-sumber data tentang Bisnis Money Game, kutemukan sebuah artikel yang ditulis oleh bravo 9682 weblog yang berjudul Beberapa Jenis Kasus Bisnis Money Game, didalamnya cukup lengkap mengulas  bisnis serupa dimasa lalu yang berakhir mengecewakan. 

Setelah beberapa tahun tidak terdengar gaungnya, tiba-tiba dalam 2 tahun (2013-2014) ini, bisnis money game kembali booming lagi. Kurangnya informasi yang tepat, baik secara fundamental maupun secara spiritual telah membuat banyak anak-anak Tuhan ikut terjebak didalamnya. Untuk membekali kebutuhan jemaat secara khusus, salah seorang gembala gereja kami, Ps Lianggono TB berinisiatif mengadakan Talkshow tentang Investasi, dengan mengundang seorang Strategic Consultant (Strategic Consultant adalah  orang yang memberikan arahan atau mempertajam strategis perusahaan, seperti Visi, Misi, KPI, SOP, dsb.  Arahan tersebut dibuat berdasarkan data-data yang ada, kemudian di-analisa, dan mengambil langkah strategis dari hasil analisa tersebut, kemudian membuat sistem kontrolnya), Bapak Ario Bayu, dan  Kepala Edukasi Sinode GMS, Pdt Samuel Handoko Mulyanto. Oleh beliau berdua, dasar-dasar yang fundamental dijelaskan secara gamblang dan  sangat masuk akal.  Dan aku mengambil kesempatan untuk menuliskannya dengan harapan pembaca menjadi mengerti, sehingga peluang rayuan money game tidak akan mempan lagi, terutama bagi orang-orang beriman.

Bonus Besar merupakan image atau front page dari bisnis money game, sehingga unsur resiko menjadi tidak terperhatikan. Kalaupun iya, para pemain lebih bersikap seperti pecandu rokok, dimana mereka mengerti resikonya tetapi tetap tidak berhenti melakukannya. Pelipatgandaan uang yang cepat inilah yang sangat menarik perhatian para investor. Seringkali tanpa mengetahui seluk-beluknya, mereka langsung saja ikut dengan jumlah uang yang besar.

Investor adalah orang yang menanamkan uangnya pada bisnis atau investasi tertentu misalnya : emas, valas, properti, ekuitas/ saham. Investasi TIDAK SAMA dengan tabungan yang sifatnya setor tarik-setor tarik. Investasi adalah investasi, beli untuk disimpan, tidak diutak-atik, kecuali kalau kepepet (misalnya ketika harta yang lainnya ludes dan terpaksa menjual). Jadi, hal pertama yang harus dilakukan untuk menjadi seorang INVESTOR tulen, adalah dengan menginvestasi pengetahuan dan manajemen resiko yang berkaitan dengan investasi yang diminati. Dalam Investasi juga diperlukan yang namanya disiplin, contohnya disiplin menyisihkan sebagian dari penghasilan untuk ditabung, dan setelah terkumpul bisa digunakan untuk berinvestasi.

ContentImage-PonziSchemeWordCloud.gif-550x0

image source: http://www.lexisnexis.com/legalnewsroom

MONEY GAME:

Istilah sebenarnya dari Money Game adalah Fraud atau Ponzi Scheme. Jadi sebenarnya dalam money game, tidak ada produk ataupun jasa yang ditawarkan, atau produk/jasanya tdk memiliki nilai riil di pasar. Dengan begitu, money game hanya memutar-mutar uang dan keuntungan yang diperoleh orang sebelumnya didapatkan dari dana yang disetorkan oleh orang setelahnya (mengambil hak dari orang yang menyetor setelahnya).

SKEMA PIRAMIDA: 

Banyak orang salah mengartikan Skema Piramida dan MLM sebagai money game, padahal tidak semuanya begitu. Yang benar adalah, semua bisnis menggunakan sistem piramida. Contohnya: A memiliki sebuah restoran, dengan keuntungan 100juta pertahun. Kemudian A membuka 2 cabang yang dikepalai oleh 2 orang manager yaitu B dan C. Untuk B dan C, mereka mendapatkan 50% keuntungan dari penghasilan restoran mereka, sehingga praktis A hanya mendapatkan sisa 50% keuntungannya. Kemudian B dan C masing-masing membuka 2 konter makanan yang dimanajeri oleh E,F,G dan H yang juga mendapatkan penghasilan dari persentase penjualan mereka. Jadi, apakah itu Money Game? BUKAN. Karena, sumber uang/penghasilannya berasal dari para konsumen yang datang makan dan menikmati sajian yang ada di restoran mereka.

Sekarang, mari kita lihat beberapa check list di bawah sebagai bahan pertimbangan sebelum memutuskan ikut dalam bisnis Money Game: 

LEGAL

– Memiliki izin usaha. Harus dicatat bahwa setiap perusahaan yang mempunyai izin usaha belum tentu memilki usaha yang legal (mungkin

– Terdaftar di  OJK (Otoritas Jasa Keuangan), dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:

  1. terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel;
  2. mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil; dan
  3. mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

LOGICAL

Pergunakan akal sehat untuk mempertimbangkan ketika ditawari bonus besar.  Money Game umumnya menawarkan bonus yang sangat besar (lebih besar dari 10%), bandingkanlah dengan bunga bank dan inflasi negara (7%).

Contohnya :

Exxon Mobil sebagai salah satu perusahaan yang menghasilkan laba terbesar di dunia pada tahun 2013 mencatat  nett profit sebesar USD 32Billion, dengan asset USD 350Billion dan equity sebesar USD174Billion. BIla dengan menanamkan modalnya di perusahaan money game saja, mereka akan menghasilkan keuntungan sama besar atau bahkan lebih besar, mengapa tidak dilakukan daripada menjalankan operasional perusahaan yang super njelimet?

Pertanyakan kenapa bisnis money game tersebut dengan kemampuannya memberikan bonus demikian besar, tidak terdaftar  jadi top 10 di dunia? Kenapa tdk langsung masuk stock market? Kenapa Bank-Bank masih buka?

Contoh lain:

Hutang Pemerintah Indonesia berjumlah sebesar USD 118Miliar dari total Hutang USD 270Miliar. Devisa USD 100Miliar. Bukankah negara Indonesia akan bebas dari hutang dalam tempo 2-5 tahun bila uangnya semua dimasukkan dalam Bisnis Money Game. Kenapa tidak dilakukan?

ETHICAL

Ada orang-orang yang berteriak  Puji Tuhan atau Alhamdudilah, ketika menemukan sebuah dompet tergeletak di tengah jalan. Akankah kamu bertanya-tanya siapakah pemilik dompet tersebut? Apakah dengan menemukannya berarti secara otomatis pindah hak kepemilikannya? Atau, bila suatu hari, kamu ditawari sebuah mobil Alphard dengan harga 100juta, akankah kamu membelinya? Tidakkah kamu akan bertanya, mobil siapa? alasan apa dijual murah? apakah mobil curian? apakah mobilnya rusak? dsb.dsb, Hal-hal semacam ini termasuk dalam kategori etika moral, dimana tidak akan kita lakukan meskipun tidak tertera secara jelas bahwa perbuatan tersebut merupakan dosa.

TRUST

Sebagai anak Tuhan yang kehidupannya menjadi sorotan, pantaskah kita memberi contoh dengan terlibat dalam bisnis money game? Bila kita ikut-ikutan, berapa banyak orang yang bisa dipengaruhi untuk ikut terjerumus didalamnya? . Saat seseorang terjebak money game, orang lain melihat bahwa ikut money game itu gpp. Efek domino pun terjadi.

Jika Money Game itu haram dan merugikan masyarakat, kenapa Pemerintah membiarkannya?

Syarat untuk bisa menghentikan/menutup bisnis Money Game oleh Pemerintah adalah dengan menyertakan MATH PROVE dan LEGAL PROVE.

MATH PROVE adalah hasil hitung-hitungan dengan rumusan secara matematis tentang arus dana kelaur masuk dan bunga/penghasilannya. Bonus besar, apalagi 2-5 kali lipat inflasi, sangatlah tidak mungkin dihasilkan.

LEGAL PROVE adalah bukti bahwa bisnis tersebut merugikan, dan tidak akan pernah didapat selagi bisnis itu masih berputar dan membayar bonus para membernya.

ARTINYA, bila tidak ada investor baru, maka bisnis itu akan berhenti, dan saat itulah pemerintah bisa bertindak (berdasarkan laporan orang-orang yang rugi karena tidak dibayar), dimana sama aja dengan bohong…karena sudah timbul korban.

Salah satu contoh kasus yang menarik disimak adalah kasus Bernard Madoff yang mendirikan  Bernard L. Madoff Investment Securities LLC pada tahun 1960.  Dia ditangkap pada tahun 2008 atas laporan anaknya dan dinyatakan bersalah pada tahun 2009 karena terbukti melanggar 11 pasal pelanggaran federal dan merupakan ponzi scheme terbesar dalam sejarah, dengan bunga 18-20% per tahun.  Seorang analis keuangan, Harry Markopolos mulai curiga dengan bisnis Madoff sejak tahun 1999, yang kemudian membentuk tim dan memberikan bukti-bukti perhitungan sistematis dsb. Bukti-bukti itu (yang merupakan MATH PROVE) dijadikan bahan laporan, tetapi tidak ada tindakan (karena tidak ada LEGAL PROVE). Sampai akhirnya dia menulis buku

“No one would listen” yang berisi upayanya selama 10 tahun untuk melaporkan ke pemerintah, lembaga keuangan, sampai ke media.

Namun ada perusahaan yang sudah berjalan lama, apa itu bisa jadi jaminan?

Tidak. Ada money game yang berjalan hingga 10 tahun di Indonesia sebelum akhirnya runtuh.

Bagaimana jika sudah ikut dan sudah mendapatkan profit?

Profit yang didapatkan berasal dari loss orang lain. Berarti hak orang lain telah diambil. Ini yang membuat rumit,

mau dikembalikan ke siapa uangnya? Nah, disini Pdt Samuel Handoko merujuk ke kisah Zakeus, dimana Zakeus menggunakan uang dan harta yang dihasilkannya selama ini untuk membantu orang-orang miskin dan mengembalikan 4x lipat kepada orang2 yang pernah diperasnya (Lukas 19:8).

Bagi Investor yang terjebak dalam money game namun sudah mendapatkan keuntungan, apakah bisa dituntut ?

BISA. Ada hukum  yang namanya clawback. Tapi ingat: ini secara teori, prakteknya belum tentu bisa direalisasi. Tapi masalah dasarnya bukan soal dituntut atau tidak, tapi bagaimana dengan etika moral sebagai orang beriman yang merugikan orang lain dgn mengambil apa yg bukan haknya? Itu sama saja dengan mencuri dan sama saja dengan DOSA.

Bagaimana kalau ikut karena masalah ekonomi? Ada yang ikut karena mau membahagiakan keluarga, ada juga karena ingin membantu orang lain.  

Ingatlah bahwa bisnis semacam ini, meskipun terlihat baik, tetapi tidak sepenuhnya baik, tidak sepenuhnya benar. Ini adalah area abu-abu. Mengapa abu-abu?  Ibarat air putih yang tercampur air selokan yang hitam, Hidup orang beriman yang seharusnya bersih dan kudus, telah dicemari oleh dosa yang samar-samar.  Berbuat baik dengan motivasi dan cara yang salah adalah salah.

Bila kita menemui ada teman atau keluarga kita yang terindikasi terjebak dalam money game, apa yang harus kita lakukan?

Cobalah sadarkan dengan memberikan penjelasan secara gamblang, tidak perlu sampai berdebat. Jika orang tersebut dewasa secara logika, secara etika, dan secara kerohanian, pasti akan sadar dan mengerti. Jika tidak bisa sadar juga, maka sebaliknya apapun yang kita coba katakan, atau sekalipun  Warren Buffet sendiri yang menemui dan menjelaskan ke orang ini, hasilnya akan percuma saja. Karena hatinya sudah gelap dan dibutakan oleh uang.

Sama seperti kasus perokok, meskipun secara jelas diberikan tanda peringatan berbahaya bagi kesehatan pada bungkus rokoknya, apakah perokok memperdulikan hal logi stersebut?

Orang seperti ini akan mencari sejuta alasan untuk membenarkan dirinya, mencari celah disana-sini, logikanya tidak berlaku. Jadi khusus untuk orang-orang ini harus ditangani dengan cara spiritual, yaitu DOA.

Semua orang ingin cepat kaya, itu adalah keinginan yang wajar. Namun mengapa kita tidak merampok Bank saja? Tidak lain karena kita tahu bahwa hal itu tidak benar dan merupakan dosa. Ingatlah area abu-abu. Ada hal dalam hidup kehidupan yang sebenarnya berkompromi dengan dosa, berhati-hatilah. Bagi orang-orang beriman, dosa tidak memandang ukurannya besar atau kecil, terlihat atau tidak, dosa tetaplah dosa. Sekian.

Semoga tulisan ini membawa pencerahan. Tuhan memberkati.

Iklan

2 thoughts on “MONEY GAME, HALAL-KAH???

    Money Game Halal Atau Haram | BERITA TEKNOLOGI TERBARU said:
    Desember 12, 2016 pukul 6:41 am

    […] MONEY GAME, HALAL-KAH??? Whyislam.org forums: haram money video, Topic: haram money video games? author: message: msyaz freshman religion ‘ halal, haram. , ,. […]

    Suka

    kissindo said:
    Juli 27, 2014 pukul 3:05 am

    Thank you for sharing your personal article. What you wrote about Money Game may bring enlighten to somebody who need it. Gaya bahasa yang lugas dan sederhana hingga sangat mudah di mengerti seharus nya. Tapi kembali lagi ke individu nya, apakah masih bersikeras atau malah terbuka mata hati dan pikiran nya. Semoga dengan artikel ini makin banyak orang yang “terselamatkan”.. Good job Sis..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s