APA YANG ADA PADAKU,…

Posted on Updated on

Williams James Sidis, diterima di Universitas Harvard pada usia 11 tahun, memiliki IQ 275 dan tercatat  sebagai salah seorang pemilik IQ tertinggi di dunia.

Lahir pada 1 April 1898 dan meninggal dunia pada 17 Juli 1944. Williams James Sidis seperti mengingatkan betapa bodohnya umat manusia ini. Keajaiban Sidis diawali ketika dia bisa makan sendiri dengan menggunakan sendok pada usia 8 bulan. Pada usia belum genap 2 tahun, Sidis sudah menjadikan New York Times sebagai teman sarapan paginya. Menulis beberapa buku sebelum berusia 8 tahun, diantaranya tentang anatomy dan astronomy. Pada usia 11 tahun Sidis diterima di Universitas Harvard sebagai murid termuda. Sidis mengerti 200 jenis bahasa di dunia dan bisa menerjamahkannya dengan amat cepat dan mudah. Ia bisa mempelajari sebuah bahasa secara keseluruhan dalam sehari. Siapa yang sangka William Sidis kemudian meninggal pada usia yang tergolong muda, 46 tahun, sebuah saat dimana semestinya seorang ilmuwan berada dalam masa produktifnya. Sidis meninggal dalam keadaan menganggur, terasing dan amat miskin. Ironis. Beberapa tahun sebelum ia meninggal, Sidis memang sempat mengatakan kepada pers bahwa ia membenci matematika, sesuatu yang selama ini telah melambungkan namanya. Dalam kehidupan sosial, Sidis hanya memiliki sedikit teman. Bahkan ia juga sering diasingkan oleh rekan sekampus. Tidak juga pernah memiliki seorang pacar ataupun istri. Gelar sarjananya tidak pernah selesai, ditinggal begitu saja. Ia kemudian memutuskan hubungan dengan keluarganya, mengembara dalam kerahasiaan, bekerja dengan gaji seadanya, mengasingkan diri. Ia berlari jauh dari kejayaan masa kecilnya yang sebenarnya adalah proyeksi sang ayah. Ia menyadarinya bahwa hidupnya adalah hasil pemolaan orang lain. Namun, kesadaran memang sering datang terlambat. (sumber: http://bacopas.blogspot.com/2013/03/10-anak-jenius-di-dunia_6223.html ).

Kita bisa melihat betapa hidupnya tersia-siakan. Dengan kemampuannya, seharusnya banyak hal yang bisa dicapainya, masalahnya dia tidak tau apa tujuan hidupnya. Hidup ini memang serba rumit. Sebagian besar orang yang memiliki kemampuan diatas rata-rata lebih sering tidak tahu harus mengerjakan apa dengan talentanya. Lebih parah lagi, ada yang tahu tetapi tidak mau menjalani apa yang harus dijalaninya melainkan ingin menjalani kehidupan orang lain. Kita melihat banyak diantara kita tersesat dengan cita-cita yang seharusnya didasari oleh talenta yang sudah ada, bukan mencari-cari yang tidak ada. Mengapa kita harus membuat hidup kita menjadi rumit hanya karena kita menginginkan model kehidupan orang lain? Tetangga berhasil dengan bisnis restoran, kitapun ikut-ikutan buka restoran padahal tidak bisa memasak. Bukankah sering kita hidup seperti itu? Bersaing dengan kehidupan orang lain dengan kemampuan yang tidak kita miliki. Akhirnya apa?

Ada sebuah cerita tentang seorang majikan yang kaya raya dan 3 anak buah kepercayaannya yang akan menggambarkan beberapa hal penting yang harus kita kerjakan dalam hidup kita. Dikisahkan bahwa 3 orang ini yang bekerja pada satu majikan, masing-masing  memiliki kemampuan yang berbeda. Suatu hari ketika si majikan akan keluar kota untuk jangka waktu yang lama, ia memutuskan untuk membekali 3 orang itu dengan talenta (terj. uang, nominal 6000 dinar/talenta, yang sama dengan upah sehari kerja pada masa itu). . Besarnya disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. Lima talenta diberikan kepada si A, Dua talenta kepada si B, dan satu kepada si C.  Setelah beberapa lama, pulanglah si majikan ini, lalu dipanggilnyalah ketiga orang itu untuk melakukan perhitungan. Hasilnya, A mengolah lima talenta yang dipercayakan kepadanya dan berhasil melipatgandakan menjadi sepuluh talenta. Si majikan sangat gembira mengetahui hal ini. Kemudian B juga melapor bahwa ia berhasil mengembangkan dua talenta yang dipercayakan kepadanya  menjadi empat talenta. Si majikan juga senang dengan hasil itu. Kepada A dan B, ia menjanjikan posisi yang lebih tinggi. Tiba giliran C, ia memberikan utuh satu talenta kepada majikannya yang selama ini dikuburnya dalam tanah. Si Majikan menjadi marah dan menyebutnya pemalas. Dan satu talenta itu diambil kembali dan diberikan kepada si A (ilustrasi dari kitab Matius 25, perumpamaan tentang talenta).

Dari kisah diatas kita bisa menyimpulkan, bahwa :

  • Tuhan memberikan talenta sesuai dengan kepastian bahwa kita pasti sanggup mengerjakan sesuatu dengannya
  • Kita tidak boleh malas mengolah, mengembangkan dan mengkaryakan talenta yang sudah ada
  • Jika kita bertanggungjawab dan berhasil atas satu talenta, maka talenta yang lain akan ditambahkan
  • Orang berbakat yang tidak memberdayakan talentanya,   tidak akan memperoleh apa-apa dalam hidupnya. Bahkan ia akan dikategorikan sebagai orang malas dan orang jahat.

Sejak lahir, kita masing-masing sudah dibekali talenta dari surga.  Minimal ada satu deh.  Tidak ada orang yang tidak bisa apa-apa. Yang harus kita lakukan hanyalah mencari tahu bagaimana menggali dan mengekspresikan apa yang ada pada kita menjadi sebuah  karya.  Karya tidak terbatas dibidang kesenian saja, tetapi dalam setiap profesi dan karir yang ada. Jagalah kepercayaan Tuhan terhadap kita dengan cara mengerjakan apa yang telah dikaruniakan kepada kita dengan sebaik-baiknya untuk dipersembahkanlah kembali kepadaNya. Jika berhasil baik, Tuhan akan menambahkan kepada kita. Bekerjalah dengan giat, untuk keluarga, untuk diri sendiri, dan untuk Kerajaan Allah, untuk Bangsa dan Negara.

your talent

Tuhan menaruh harapan yang besar kepada kita ketika Dia memberikan kita sesuatu. HarapanNya supaya kita menjalani hidup yang memuliakan namaNya. Jadi, apa tindakan kita selanjutnya? Renungkanlah-

Tuhan memberkati, 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s