ANTI SLIP

Posted on Updated on

Jika akhirnya kita mengerti

bahwa kejahatan diizinkan untuk selalu ada di muka bumi,

haruskah kita menghentikan asa

untuk bertahan hidup dalam jalan kebenaran?

MEMIKUL SALIB ITU TIDAK MUDAH

Pada musim hujan seperti sekarang ini, banyak jalanan menjadi rusak, berlubang-lubang dan genangan air tiba-tiba bermunculan menghiasi jalan yang biasanya kita lewati. Kondisi seperti ini mengharuskan kita lebih berhati-hati ketika berjalan di jalanan licin dan rame kubangan, supaya tidak terpeleset dan jatuh.

Jika diperhatikan, kondisi hidup yang semakin hari semakin sulit banyak membuktikan kualitas kita sebagai orang Kristen. Sedihnya, masih banyak yang kurang berhati-hati dan menganggap remeh kubangan-kubangan kecil  dalam kehidupan yang terlihat tidak berbahaya. Penyebabnya mungkin karena salah persepsi tentang makna menerima Kristus sebagai Juru Selamat, atau bisa juga karena pertobatan yang tidak sungguh-sungguh, contohnya banyak orang yang bertobat karena mendapat “iming-iming” untuk hidup sejahtera dan bebas masalah jika mengikuti Kristus.

Hal pertama yang harus kita pahami adalah, bahwa menerima Yesus Kristus  sebagai Juru Selamat adalah dikarenakan kita-lah, Dia rela lahir sebagai manusia untuk menebus dosa kita, bukan untuk menebus hutang kita. MenerimaNya adalah untuk mendapatkan hidup yang kekal, bukan bebas masalah kekal. Meskipun pemulihan, kesembuhan, berkat, dan lain lain bukan hal yang mustahil dilakukanNya, sangat mudah malah, piece of cake!  Tapi mampukah atau maukah kita menjalani kesusahan dan bertahan sampai menang sebelum menerima anugrahNya itu?

Pertobatan yang asal-asalan akhirnya akan berujung pada  kekecewaan, dan sering memancing godaan untuk mencari jalan pintas diluar jalur Tuhan. Misalnya ketika penyakit tidak segera sembuh, maka menerima tawaran dari pengobatan alternatif dari dukun-dukun. Jodoh tak kunjung datang maka ke tukang ramal untuk memperbaiki nasib. Ingin segera kaya maka melakukan kecurangan dalam bisnis atau menjalankan bisnis kotor (haram). Berbohong atau bersaksi palsu untuk membela diri,  dan banyak lagi contoh-contoh lain yang seharusnya tidak kita lakukan. Aku pikir kita harus menarik kesimpulan bahwa hanya keselamatan saja yang diberikan secara cuma-cuma kepada kita, lainnya adalah bonus. Dinamakan bonus karena kita perlu bekerja keras untuk mendapatkannya. Ingatlah bahwa mengikuti Kristus sama artinya dengan memikul salib. Jadi, tidak akan pernah mudah!

Jika begitu, bagaimana cara yang tepat untuk bertahan?

 

1.     Hiduplah sesuai standart  Allah

Seorang tokoh masyarakat yang terkenal dengan bicaranya yang tegas dan lugas, Ahok, Wagub Jawa Barat banyak memberikan kesaksian tentang hidupnya. Tentang bagaimana ia selama ini bekerja keras dengan jujur untuk menegakkan keadilan dan memperbaiki keadaan yang sudah telanjur rusak. Tentang bagaimana ia akhirnya menolak ajakan KKN meskipun demi mendapatkan jabatan yang diincarnya. Demi kebenaran, ia sangat berani bertindak dan melawan meskipun resikonya nyawa melayang. Meskipun begitu, ia tetap menjalankan apa yang seharusnya dilakukan sebagai seorang pejabat pemerintah, tegar berjalan diatas kebenaran dan tidak gentar. Tidak seperti orang Kristen asal-asalan yang gaya hidupnya sering menjadi batu sandungan bagi orang lain, Ahok bertahan dalam bayang-bayang incaran musuh yang menunggu ia lengah. Tapi ia menantang kembali karena tidak ada noda dan cela di masa lalu yang diperbuatnya yang bisa dijadikan senjata untuk mengancamnya (2 Petrus 2:2  Banyak orang akan mengikuti cara hidup  mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat). Ia adalah pengikut Kristus yang sejati (Mazmur 15:2 …  Yaitu dia yang berlaku tidak bercela, yang melakukan apa yang adil dan yang mengatakan kebenaran  dengan segenap hatinya). Sebuah teladan yang harus  ditiru oleh semua orang.

2.     MIlikilah moral dan  karakter yang baik 

Moral (bahasa latin Moralitas) adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang memiliki nilai positif. Sedangkan manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral, artinya tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Sehingga, moral adalah hal mutlak yang harus dimiliki oleh manusia.

Moral merupakan kondisi pikiran, perasaan, ucapan, dan perilaku manusia yang terkait dengan nilai-nilai baik dan buruk. Moral mempunyai peranan yang penting dalam menentukan sikap terutama ketika sedang berada dalam kesulitan hidup.  Kalau kita mau sedikit lebih teliti, kita akan mendapati bahwa standart moral dalam kehidupan masyarakat di seluruh dunia setidaknya dilandaskan sekitar 80% dari Hukum Taurat (Alkitab), tidak bisa 100% karena masih ada negara2 komunis/ateis.

3.     Bertambah teguh dalam iman

Kolose 2:6-7 Kamu telah menerima Kristus … karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman

Menjalani dan melakukan hal yang benar dalam hidup kita, terkadang memang sukar sekali. Untuk itu kita perlu untuk senantiasa hidup didalam Dia supaya kita tetap teguh dalam iman dan penyertaanNya. Peperangan kita adalah melawan diri kita sendiri, dimana kita berusaha keras mengalahkan kedagingan kita yang rakus supaya tidak tergoda dengan kenikmatan dan nilai kesuksesan hidup yang fana. Tabunglah Doa dan Firman Tuhan  setiap hari.  Sama halnya dengan menabung uang, jumlahnya tidak penting, asal dilakukan secara rutin dan konsisten, maka akan menjadi senjata yang cukup bagi kita untuk bertahan (baca DIET VS STAMINA SEHAT).

 psalm 86_11

KESIMPULAN

Meskipun kejahatan diizinkan ada dunia ini, Tuhan tidak penah menciptakan manusia sebagai makhluk jahat, tapi sebagai makhluk  yang berkepribadian dengan roh, pikiran, perasaan, kesadaran diri, dan kuasa untuk memilih. Kita ditantang untuk menentukan arah tujuan hidup kita, dimana telah  Dia sediakan yang terbaik.  Karena didalam diri kita kerap terjadi peperangan antara jahat dan baik, kita sendirilah yang harus menjadi kompas bagi diri sendiri untuk menentukan arah. Jauhkanlah diri dari godaan. Jangan mencobai diri sendiri dan masuk ke medan perang yang tidak siap untuk dimenangkan, toh hanya kita yang tahu kelemahan kita yang sebenarnya.  INGATLAH bahwa manusia pertama jatuh ke dalam dosa pertama adalah gara-gara GODAAN. (Kejadian  2 dan 3)

Jika kita ditimpa perbuatan jahat, tetaplah teguh berdiri untuk tidak membalas dengan kejahatan, karena itulah target si jahat untuk menyesatkan kita. Jika kita telanjur berbuat kejahatan, segeralah datang kepadaNya, bertobat dan minta ampun, jangan terpenjara dan mati dalam penyesalan seperti yang dilakukan Yudas Iskariot. Godaan 30 keping perak telah menjerumuskannya pada pertumpahan darah. Marilah kita bersama-sama saling menguatkan supaya mampu bertahan hidup di jalan yang benar untuk menghargai dan menghormati pengorbanan yang telah dilakukanNya untuk kita. Di sisi lain si Jahat tidak akan pernah tinggal diam menyaksikan kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah. (Kisah Para Rasul 13:10 .. “Hai anak Iblis,  engkau penuh dengan rupa-rupa tipu muslihat dan kejahatan, engkau musuh segala kebenaran, tidakkah engkau akan berhenti membelokkan Jalan Tuhan yang lurus itu..). Tidak ada hal yang lebih membanggakan hatiNya seperti ketika Dia melihat kita menang dari godaan si jahat.

Banyak orang benar jatuh karena godaan dan tipu muslihat..

Suatu saat ketika kita sadar, pemandangan indah itu sudah menghilang, 

meninggalkan kita begitu saja tanpa disisakan apa-apa..
Janganlah hidup kita berakhir dengan tangan hampa dan hati hampa
Hidup bersama Tuhan, cukuplah,
Berdiri kokoh dan bertahanlah…
 
 

Semoga memberkati.

==============================================================================

Renungan    : Minggu ke 2. Januari 2014

Tema           : bertahan dalam godaan karena kesulitan hidup

Ayat Utama : Mazmur 86:11-12

 
 
 
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s