DIET VS STAMINA SEHAT

Posted on Updated on

healthy body mind soul

MAKANAN VS FISIK

Memang apa yang dimaksudkan dengan diet dalam masyarakat Indonesia cenderung  diartikan dengan tidak makan dalam  upaya untuk menurunkan berat badan. Padahal, turun berat badan hanyalah salah satu tujuannya. Lebih dari itu, diet juga dilakukan untuk alasan  kesehatan. Intinya,   definisi Diet yang sebenarnya adalah mengatur jumlah asupan makanan tertentu yang dikonsumsi oleh seseorang sesuai dengan kebutuhan tubuhnya.

Untuk menentukan jenis diet yang tepat, kita harus tahu kebutuhan dan sistem metabolisme tubuh kita sendiri, termasuk energi yang dibutuhkan dalam melakukan aktivitas sehari-harinya. Semakin tinggi aktivitas, semakin banyak makanan yang  dibutuhkan. Contohnya orang yang bekerja keras secara fisik seperti atlit, tukang bangunan, kuli angkut, tukang becak, petani dan sebagainya, porsi makanan mereka lebih atau bahkan 2x lipat lebih  banyak daripada orang lain.  Jika tidak, tenaganya tidak akan mencukupi untuk melakukan pekerjaanya dengan baik. Orang-orang yang menderita penyakit tertentu seperti diabetes, juga harus diet dengan mengatur menu makan dengan jenis makanan yang tidak banyak mengandung gula yang tinggi. Kesimpulannya, untuk mendapatkan tubuh yang sehat dan kuat, kita harus DIET (mengatur makanan sesuai kebutuhan) sehingga stamina dan ketahanan tubuh kuat  terhadap serangan virus penyakit. Diet sehat juga membantu menekan aktifnya penyakit degeneratif (bersifat keturunan) misalnya diabetes, asam urat, darah tinggi dll. Karena makanan merupakan faktor terpenting bagi ketahanan fisik kita, maka sebaiknya kita bijaksana dalam memilih dan mengkonsumsi makanan.

MAKANAN VS ROH

Meskipun makanan mempunyai andil kuat untuk kekuatan dan kesehatan fisik, ia tidak bisa berfungsi sama untuk mengenyangkan jiwa dan roh yang lapar. Roh yang lapar hanya dapat dikenyangkan dengan makanan Roh, dan menunya simple dan tidak beragam, hanya ada 1 macam makanan dan 1 macam minuman saja, yaitu Roti Hidup dan Air Hidup,  sehingga tidak sulit untuk memilih-milih. Kita hanya perlu mencarinya dan menemukannya melalui persekutuan dengan Tuhan lewat doa dan FirmanNya.

Roti Hidup sebagaimana dikatakan dalam Alkitab, adalah Firman Tuhan atau Kristus itu sendiri.   Yesus sendiri berkata bahwa,”Akulah Roti Hidup, dan barangsiapa datang kepadaKu, ia tidak akan lapar lagi, dan barang siapa percaya kepadaKu, ia tidak akan haus lagi (Yohanes 6:35). Pernahkah kamu rasakan dalam hidupmu, ada saat-saat jiwamu terasa kering dan hampa? Coba bandingkan dengan saat bersekutu dengan Tuhan dan efek setelahnya,  jiwa dan roh kita terasa penuh, bukan? Kita merasa seperti memiliki segalanya. Pengalaman seperti itu  membuktikan bahwa pernyataan Dia terbukti benar. Pernyataan yang jelas memberitahu bahwa untuk tidak lupa datang kepadaNya setiap waktu. Ditambahkan pula dengan pernyataan , “tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus   untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air  di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal ( Yohanes 4:14). Air yang mengalir menandakan tidak terputus, berkesinambungan, terus menerus, berulang ulang, dengan cara itulah kita harus minum. Air itu tidak bisa dibeli dengan uang, tetapi hanya dengan persekutuan denganNya. Perlu usaha untuk mencari dan mendatangi.  Seperti kita menimba air disumur, kita harus menurunkan timbanya sampai ke air, dan menariknya keatas. Untuk  menimba di sumber air hidup, kita harus merendahkan hati sampai bertemu denganNya, setelah itu barulah kita dapat mengangkat harkat dan martabat hidup kita sebagai manusia yang seutuhnya.

MANFAAT DIET MAKANAN ROH

Dari sumber air yang hidup, kita bisa menjadi ranting pokok anggur yang berbuah lebat, kita bisa menjadi terang dunia, kita bisa menjadi pintu masuk kehadiratNya bagi orang-orang yang lapar dan dahaga,  kita bisa memimpin dan menggembalakan dan lain-lain. Tetapi harus diingat, untuk menjadi seperti itu  kita harus berdiet dengan larangan  mengkonsumsi kebencian, dukacita, kekhawatiran, emosi yang tidak stabil/kemarahan, kejahatan, ketamakan, dusta, bersikap kasar, dan menuruti hawa nafsu. Bila tidak, maka Roti dan Air hidup itu tidak akan berfungsi dalam hidup kita.

Jelas bahwa stamina roh yang prima akan menghindarkan kita dari pengaruh-pangaruh dunia yang tidak baik. Apalagi sebagai orang yang sudah melayani, adalah super wajib untuk semakin meningkatkan hubungan dengan Tuhan, karena setiap kali kita melayani, ibarat  masuk ke medan perang yang penuh dengan virus dosa antara lain yang berada di top-lists berupa kesombongan dan ketamakan.

Dalam kehidupan sehari-haripun diluar pelayananpun tidak kalah penting. Jangan pernah lalai. Aturlah jadwal supaya tetap tertata sehingga doa tetap menjadi prioritas. Kita semua tahu, bahwa seringkali dalam kelelahan fisik ataupun saat dalam kenyamanan, doa menjadi tidak sepenting ketika kita dalam masalah berat. Dalam kelelahan fisik, tidak jarang stamina roh yang ikut kendor. Ketika itu terjadi, unsur-unsur negatif  yang tidak kita inginkan akan sangat mudah menyerang dan mengalahkan kita.  Seperti virus yang tidak terlihat, pengaruh burukpun sifatnya kasat mata. Kita tidak akan tahu perubahan dalam diri sampai ditegur Tuhan nantinya.

CONTOH KASUS:

Sepertinya aku punya pengalaman pribadi dengan yang satu ini, dimana suatu hari saya tersadar ketika Tuhan memperlihatkan “cermin” diriku. Kejadiannya di awal tahun 2013. Siang itu aku sedang makan siang dengan seorang teman. Dan tiba-tiba ada beberapa orang yang lewat melintasi meja kami, dan seketika itu juga pikiranku bekerja dengan amat negatif terhadap orang-orang  yang bahkan tidak aku kenal itu. Ketika pikiran itu aktif dan aku hendak berkata sesuatu, aku menatap temanku yang duduk dihadapanku. Saat itulah “cermin” itu muncul. Terkejut  dan tidak habis berpikir kenapa aku bisa berubah menjadi seperti dia.  Segera setelah dirumah, aku mengambil saat teduh dan sungguh- sungguh minta ampun sama Tuhan. Segera kutemukan sumber masalahnya kenapa aku “terkontaminasi” sampai seperti  itu. Prosesnya ternyata terjadi sebulan sebelumnya,  ketika menemani temanku itu yang sedang butuh dukungan. Saat itu  teman dekatnya terbaring di ICU selama 20 hari. Aku mendampinginya selama 20 hari, berusaha mengatur waktu sebaik mungkin antara urusan rumah, pekerjaan, pelayanan dan dia. Temanku ini adalah orangnya sangat negative terhadap siapapun yang belum dia kenal, dan obsesif, posesif  terhadap orang yang dia anggap teman. Dalam keadaan normal (kurang lebih 8-10) bulan sejak kami mulai berteman, aku tdak terpengaruh apa-apa. Mungkin karena pertemuan dan komunikasi kami tidak terlalu intens, dan karena stamina rohani masih kuat, sehingga peringatan untuk “berjaga-jaga” masih sangat ALERT. Tetapi didalam 20 hari itu, ada saat dimana fisikku ikut2an down karena kelelahan,  jam doaku yang sudah pindah ke RS. Doa-doa yang kupanjatkan bersifat permohonan untuk kesembuhan si sakit… minta dan minta terus.  Bukan doa menyembah memuji kebaikan Tuhan sebagai sumber kekuatan. Selain itu, selama 20 hari itu, aku menjadi “tong sampah” tempat temanku curhat tentang segala pemikirannya (yang negatif) dan masih diteruskan setelah si sakit keluar dari RS itu. Selama itu aku berusaha mematahkan semua perkataanya dan berusaha menasihati hanya karena aku ingin dia mengambil sikap yang benar daripada mengutuki setiap wanita yang datang menjenguk dan membantu si sakit. Tetapi dalam keadaan lelah tubuh jiwa, roh, kita cenderung  lupa menjaga diri. Sistem peringatan melemah sampa akhirnya virusnya nyantol tanpa disadari. Untung saja aku disadarkan sebelum terlambat.  Ingatlah bahwa setiap celah yang kita buka, sekecil apapun itu akan memancing hal-hal yang tidak diinginkan hadir dalam kehidupan kita. Ingatlah juga bahwa untuk pulih dan bersih kembali membutuhkan waktu yang lebih lama daripada waktu yang dibutuhkan untuk tertular.

KESIMPULAN :

Begitulah…

Jangan pernah anggap remeh dengan siapa kita bergaul sekalipun kita merasa kuat dan tidak terpengaruh. Ingatlah selalu bahwa DIET makanan Roh itu merupakan yang terpenting untuk mendapatkan STAMINA yang membantu kita berhadapan dengan kehidupan yang jahat dan menjalaninya  dengan penuh Damai Sejahtera.

Aku berharap tulisan ini memberkati pembaca, terutama yang sudah pelayanan. Terkadang kita merasa cukup kuat untuk menghadapi semua kejadian disekeliling kita baik atau buruknya. Seperti virus flu yang menyerang tubuh secara sembunyi-sembunyi dan berinkubasi dalam tubuh,  kita baru tahu bahwa kita terserang flu setelah gejala seperti bersin-bersin mulai muncul (sepengetahuanku virus flu – yang dulu, membutuhkan masa inkubasi selama 2 minggu dalam tubuh sebelum menjadi flu beneran). Masih mending kalau ketahuan begitu gejalanya muncul karena pengobatannya lebih mudah. Seperti flu itulah, kita baru akan tahu kita terserang setelah muncul tanda-tanda yang kelihatan. Renungkanlah apakah ada kebiasaan kita yang kita anggap sepele telah mengubah kita sedikit demi sedikit sehingga “menu larangan” mulai ditoleransi.

Tuhan memberkati.

Surabaya, 06 Januari 2014

Catatan:
  • pembaca dipersilakan memberitahu bila ada kesalahan dalam konteks, karena aku juga sedang dalam tahap belajar. (by comment, or by email ke juely28@gmail.com)
  • Tulisan ini merupakan Kompilasi Saat Teduh Minggu pertama Januari 2014 (1-5 Januari 2014)
  • Tema       :  Makanan Roh
  • Ayat Bacaan :

Roti Hidup  :  Yohanes 6 (Hilite 6:53) 
Air Hidup    :  Yohanes 4 (Hilite 4:11 dan 4:14) -– Yeremia 17:13 – Mazmur 36:9
Buah-buah Roh :  Galatia 6:22

 
Iklan

One thought on “DIET VS STAMINA SEHAT

    ANTI SLIP (BERTAHAN DALAM KEBENARAN) | Juelyjulie' Blogs said:
    Januari 16, 2014 pukul 1:05 am

    […] RSS ← DIET VS STAMINA SEHAT […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s