ADA APA DI HARI SABAT?

Posted on Updated on

Mungkin masih banyak diantara umat Kristiani yang masih mempertanyakan soal hari Sabat. Apakah arti hari Sabat?  Apakah hari Minggu artinya adalah hari Sabat? Apakah Hari Sabat kita harus ke gereja? Apakah Hari Minggu tidak boleh bekerja? dan sebagainya. Nah, kebetulan sebelum masuk liburan panjang Agustus ini, salah satu gembala senior digerejaku, Ps Phlip Mantofa mengupas tentang Sabat. Topik yang menarik sekali karena mengandung banyak pengetahuan yang mungkin belum dimengerti oleh umat Kristiani yang awam seperti kamu dan aku. Terinspirasi olehnya, aku mencoba “menerjemahkan” apa yang telah disampaikan oleh beliau sebaik mungkin, tentunya terjemahan ini adalah berdasarkan pengertian dan hikmat yang kuperoleh selama menyimak kotbah tersebut.   Kiranya tulisan ini membawa berkat  buat teman-teman pembaca sekalian.

Hari Minggu dikenal identik sebagai hari Sabat bagi sebagian umat Kristiani di dunia. Meskipun sebenarnya Sabat itu tidak harus jatuh di Hari Minggu, atau di Hari Jumat seperti yang berlaku di negara-negara Timur Tengah. Sabat tidak bicara soal nama hari, tetapi jelas merupakan hari beristirahat,  melepaskan semua beban pekerjaan dan masalah hidup sehari-sehari yang berlangsung selama 6 hari sebelumnya.  Hari Sabat itu jatuh pada hari ke  7 setelah aktivitas rutin yang dilakukan  6 hari sebelumnya.

Mengapa harus libur setelah 6 hari beraktivitas secara berkesinambungan?  Alkitab menyebutkan bahwa Tuhan menciptakan langit,bumi dan segala isinya termasuk kita selama 6 hari bekerja, dan hari ketujuh Tuhan berhenti bekerja.  (Kejadian 2:2... Ketika Allah pada hari ketujuh menyelesaikan pekerjaan yang dibuatNya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan tang telah dbuatnya itu).

Sabat tidak diciptakan karena Tuhan kelelahan. Tetapi Tuhan menciptakan sebuah siklus untuk kita, ada masa bekerja, ada masa perhentian. Siklus ini tidak lain adalah supaya kita lebih maksimal dan berkualtias dalam menghasilkan karya dimanapun kita ditempatkan.  Itulah yang dinamakan berkat cuma-cuma.  God works best when we rest. Contohnya dalam lomba lari maraton, selalu ada tempat perhentian  untuk  istirahat sejenak, minum,  mengatur nafas, dan melemaskan kembali  otot-otot yang cape. Setelah itu dilakukan, akan ada energi yang baru untuk melanjutkan marathon sampai ke titik finish. Bila waktu perhentian digunakan dengan maksimal dan sebaik mungkin, posisi juara mungkin sudah menanti didepan. Nah,  Sabat (waktu perhentian)  itulah yang Tuhan inginkan untuk kita pergunakan bersamaNya dan  minum dari sungaiNya.

Dalam hal ini, hari Sabat dibuat supaya kita diberkati. Sebabnya jelas, karena hari sabat adalah hari yang diberkati,  (Keluaran 20: 8-11…   Sebab enam hari lamanya Tuhan menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya Tuhan memberkati hari Sabat dan menguduskannya).

Bila disimpulkan secara terperinci, Sabat berbicara tentang kualitas istirahat lahir dan batin dalam keseluruhan hidup kita:

  • Secara Pikiran

    Sangat penting untuk mengistirahatkan pikiran dari masalah yang menimpa. Contohnya: Orang yang baru kehilangan pekerjaan dan setiap hari  tidak bisa melepaskan pikirannya dari nasib yang menimpanya dan akhirnya stress. Ia seharusnya  harus berdiam diri  sejenak dan berserah kepada Tuhan, nanti pasti akan ada berkat berupa hikmat dan petunjuk untuk hal yang harus ia lakukan selanjutnya. Bila ia tidak berhenti berpikir, persoalan akan semakin ruwet.  Orang stress mana bisa menemukan jalan keluar dari masalahnya.

  • Secara fisik

    Tubuh kita tidak diciptakan untuk diforsir 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Tuhan telah menciptakan siklus dalam tubuh kita supaya semua organ berfungsi maksimal. Harus ada waktu kerja dan waktu istirahat.  Dalam 24 jam sehari, terjadi siklus regenerasi sel  organ-organ tubuh kita.  Tidur juga harus cukup, karena akan mempengaruhi mood, daya pikir, imunitas tubuh terhadap penyakit, termasuk juga penampilan yang segar (Mazmur 127:2 Tuhan memberkati pada waktu kita tidur).  Contoh kasus:  Di Jepang banyak ditemukan “karoshi”, yaitu  mati kelelahan akibat mereka gila bekerja. Mereka punya budaya bekerja keras yang sangat over, bahkan tanpa dibayarpun mereka akan rela melakukannya. Tetapi hal tersebut tidak membuat mereka bertambah sejahtera, kaya raya-pun tidak, malah mati kelelahan.

  • Secara Roh

    Carilah wajah Tuhan. Jangan lupa Saat Teduh untuk charging the inner soul – tujuannya untuk menguatkan Roh kita. Dalam Saat Teduh diperlukan ketenangan, pikiran yang tenang, tubuh yang rilex. Saat bertemu Tuhan, jiwa kita ditenangkan, roh kita dikuatkan,  dan disanalah damai sejahtera berada.   (Mazmur 23:1 Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang).

Dalam Imamat 25 disebutkan bahwa tanah yang ditanamipun memerlukan waktu jeda sebelum ditanam kembali. (Imamat 25:3-4 … Enam tahun lamanya engkau harus menaburi ladangmu, dan enam tahun lamanya engkau harus merantingi kebun anggurmu dan mengumpulkan hasil tanah itu, tetapi pada tahun yang ketujuh haruslah ada bagi tanah itu suatu sabat, masa perhentian penuh, suatu sabat bagi Tuhan). Aturan ini dibuat supaya tanah tersebut tetap bisa menghasilkan panen yang berkualitas baik. Aku jadi ingat, dulu semasa aku masih remaja, papaku mempunyai pertambakan udang.  Panen udang rata-rata 6 bulan sekali. Setelah panen,  kolam (yang dibuat langsung di tanah yang dilubangi, bukan kolam plastik) harus dinetralkan kembali selama sebulan sebelum dipakai untuk memelihara udang lagi.  It sounds make sense to me now 🙂

Masa perhentian (Sabat) yang kita lakukan tidak akan membuat kita menjadi miskin dan kekurangan makan. Jangan khawatir sebab ada janji berkat Tuhan (Imamat 25:20-21Maka Aku akan memerintahkan berkat-Ku kepadamu dalam tahun yang keenam, supaya diberinya hasil untuk 3 tahun).  Mungkin pengusaha salon bisa dijadikan contoh. Salon biasanya tetap buka pada hari Minggu dan  kemudian libur di hari Senin.  Sepertinya sinkron dengan yang dimaksudkan tentang berkat berlipat,  karena hari Minggu adalah hari rame-ramenya pengunjung salon, yang menandakan penghasilan berkali-kali lipat daripada hari biasa. Dan seandainya pengusaha salon mengambil hari  Senin  sebagai sabat-nya, maka hal itu tidaklah menjadi masalah.

Jadi, bagaimana caranya kita menjalankan hari Sabat yang berkualitas? Di dalam kitab Yesaya 58:13 disebutkan tentang aktivitas  di hari Sabat, antara lain:

  • To Worship:

Tidak melakukan  urusanmu, artinya tidak mengurusi hal-hal yang berbau pekerjaan. Bebaskan diri dari pekerjaan. Sembahlah Tuhan. Bila waktunya ibadah di Gereja, fokuslah pada Tuhan, pada penyembahan, pada FirmanNya. Jangan memikirkan  hal-hal lain selain diriNya,  apalagi BBM-an bergosip sepanjang ibadah.. hayoooo… kena ga??

  • To Love (Relationship):

Tidak menjalankan acaramu, artinya tidak menjalankan  acara (hobi) sendirian. Sabat adalah saatnya mendekatkan hubungan dengan keluarga dan menikmati waktu yang berkualitas bersama (antara suami-istri, orangtua-anak), sebab sepanjang 6 hari, masing-masing anggota keluarga telah  sibuk dengan urusan sendiri-sendiri.  Terutama buat suami-istri, pergunakanlah untuk berbagi saat-saat yang berharga untuk berdua supaya hubungan tetap harmonis.

  • To Communicate :

Jangan berkata omong kosong, artinya berkomunikasilah  dengan sehat antara sesama anggota keluarga maupun sahabat. Jangan bergossip yang tidak penting, jangan membicarakan hal yang berat-berat dan bikin stress, jangan bertengkar, jangan bicara tentang masalah pekerjaan. Pokoknya nikmatilah saat-saat yang santai dengan senda gurau dan canda tawa yang sehat.

Jadi, pergunakanlah hari Sabat sebaik-baiknya karena :

1,  It brings commanded blesssingsyaitu berkat yang diperintahkan Tuhan.  Contohnya kita bisa lihat pada kejadian-kejadian muzizat yang Yesus lakukan. Ia melakukanNya pada hari Sabat.  Sehingga,  orang Yahudi/ Farisi yang tidak mengerti maksud dan tujuan Tuhan akan hari Sabat, mencela dan menghakimiNya.  Mereka salah, karena justru di hari Sabat-lah, Tuhan suka memerintahkan muzizat turun atas hidup kita, saat dimana kita mengistirahatkan beban tubuh dan pikiran, dan berserah penuh pada Tuhan.

2. Ada Hidden Treasure (berkat tersembunyi). Sebagian besar berkat, disimpan Tuhan utk dicurahkan pada hari sabat.  Dimana ada kerukunan/ keakuran/rekonsiliasi. Contohnya ketika kita mengampuni, kita membebaskan diri kita dari beban amarah, maka Tuhan akan memberkati kita dengan damai sejahtera yang luar biasa indah.

yesaya 58_14

Selain itu, kita akan sangat menikmati hidup dalam berkat Tuhan karena Dia akan membuat keinginan hati kita tercapai, mengalami promosi dalam karir, mendapati potensi yang terbangun, dan warisan pusaka yang memberi kita makan, karena itulah yang dikatakanNya (Yesaya 58:14 maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut Tuhanlah yang mengatakannya).  Inginkah kamu mengalaminya?

Haleluya. Tuhan Maha Besar!

Semoga diberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s