CARI UANG

Posted on Updated on

Uang. Semua orang suka dengan uang karena ia merupakan salah satu alat penting untuk menjalankan hidup,  dimulai dari memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari sampai memenuhi  keinginan-keinginan diluar kebutuhan.  Jadi jelas bahwa setiap orang pasti mempunyai motivasi untuk mencari uang, secukupnya, sebanyak-banyaknya.

Setiap hari kita  berusaha sekuat tenaga, kadang  sampai jungkir balik untuk menghasilkan uang. Bermacam-macam profesi kita jalani – Kuli angkut, tukang becak, tukang bangunan, mereka menguras tenaga dan keringat demi dapur mengebul. Pekerjaan yang tidak menjanjikan kekayaan, namun cukuplah untuk melangsungkan hidup dan halal.  Para dokter, ahli botani, apoteker, mereka bekerja dengan kepandaian dan ilmu yang mereka miliki, tanpa perlu tenaga seperti hercules untuk melakukannya. Pengemis, mucikari atau  PSK yang  mungkin karena keputusasan dan tidak lagi menemukan jalan keluar untuk melangsungkan kehidupan. Para Ekonom,  Para Pebisnis dan lain lainnya. Semua jenis pekerjaan tersebut dijalankan untuk mencari uang dimulai  dengan motivasi yang paling sederhana, yaitu untuk memenuhi “kebutuhan” hidup, sampai pada kerakusan/keserakahan/ketamakan karena ingin uang yang lebih, lebih dan lebih, untuk memenuhi “keinginan” hidupnya.  Tidak ada benar salah dalam hal ini, sebab setiap orang berhak menentukan apa yang diingininya.

Kesempatan mendapatkan uang yang banyak dengan cara mudah sudah sering datang untuk menjebak kita, apalagi bila kesempatan tersebut dibungkus secara eksklusif dan memperlihatkan sisi yang wah, sering membuat kita lupa untuk berpikir panjang Lain cerita bila kita diajak untuk melakukan tindakan kriminal seperti merampok, mungkin kita akan berpikir-panjang berkali-kali sebelum memutuskannya. Nah, sehubungan dengan itu, ada satu perusahaan eksklusif yang belakangan ini sedang booming. Mereka menjual sebuah produk sarana promosi melalui internet.   Sebenarnya produk ini bukan produk baru, karena aku sudah didekati seseorang untuk menjualnya dipenghujung tahun 2011 – awal 2012. Dijelaskan orang itu, bahwa produk tersebut sangat bagus dan terkenal di Amerika. Fungsinya untuk mempromosikan perusahaan kita atau apapun yang kita ingin promosikan, dengan cara yang mudah. Ia menjelaskan bahwa kita hanya memerlukan daftar alamat email-email,  kemudian kita mengupload gambar/video perusahaan kita, dan secara otomatis gambar/video tersebut akan terkirim ke semua alamat email yang ada di dalam daftar kita.  Mudah, tetapi… harganya? MAHAL!  (*Dalam hati aku meresponi, kalau untuk keperluan promosi serupa, bisa kok di-upload melalui YOUTUBE, FaceBook, Twitter bahkan di Status BBM dan kemudian di broadcast. Mudah dan FREE. Dan setahuku juga, kita tidak bisa mengirim email ke banyakkkk alamat email sekaligus, karena bisa dikategorikan sebagai spam dan akan selalu muncul peringatan-peringatan dari provider akun email).

Bagian yang menarik ada disini, yaitu iming-iming kompensasi pendapatannya yang sangat AHA! (baca: besar)  Diakuinya bahwa bulan pertama dia mendapatkan bonus 30 jutaan, bulan kedua 50jutaan …. terlalu menggiurkan!!! Tetapi, karena aku adalah type orang tidak percaya begitu saja dengan motto “UANG GAMPANG”, aku menolak.  Dan jelaslah bahwa produk itu dijual dengan sangat mahal, karena komisinya besar dengan sistem berantai!  Aku lalu menganggapnya sebagai salah satu permainan yang akhirnya akan hilang dan meninggalkan korban-korban yang berjatuhan. Karena produk ini bahkan tidak nyata, tidak bisa dipegang dan dilihat misalnya seperti sebotol shampoo. Kita tidak mempunyai apa-pun  selain account yang didapatkan melalui pembelian.  Bukankah sudah sangat sering  kita melihat/mendengar/membaca bahwa banyak orang yang rugi akibat skema yang serupa. Dan semuanya mengandalkan 1 jurus saja, yaitu menghasilkan uang banyak dalam waktu singkat yang sering membutakan mata dan pikiran sehingga tidak mampu melihat dan berpikir dengan jernih dan logis.

Rasa penasaran mulai  mengusikku ketika belakangan ini  mulai muncul teman-teman se-gereja yang aktif mengundang untuk datang ke acara mereka,  sehingga akupun berusaha mencari tahu.  Dari hasil searching di internet dengan kata-kata  “complaints about XX” …  BAM…!!!  Muncullah 6,6jutaan komplain  dari seluruh dunia dan rata-rata komplain tersebut mengkategorikan produk tersebut sebagai  #scam #defective product  #Rip off.  Dari searching tersebut aku menemukan satu artikel menarik yang membahas cukup lengkap perihal perusahaan dan produk tersebut yang ditulis oleh Jake Bohall, seorang praktisi customer alert.  Salah satu pertanyaan yang dibuatnya untuk ditanyakan kepada diri kita adalah “what would Jesus do?” akhirnya membuatku merenungkan cerita ini.

Disini, bukan tujuanku untuk  membahas tentang produk tersebut.  Tapi untuk membagikan perspektif supaya teman-teman meningkatkan “awareness”, berhati-hati dan selektif ketika ditawarkan untuk menjual produk apapun. Sering aku menemukan banyak penjual zaman sekarang yang  bahkan tidak memiliki pengetahuan tentang produk yang mereka jual. Pokoknya asal jual saja dan menghasilkan uang. Mereka tidak peduli after sales-nya dan dampak yang akan dialami pembeli. Bisa jadi, penjual mungkin tidak mengetahui pengetahuan produk secara mendetail atau bisa jadi tidak memberitahukannya kepada calon pembeli, (mengingat sifat pembeli di negara kita lebih berbasis kepada kepercayaan kepada orang yang menawarkan tanpa mempelajari detail-detailnya).

Tuhan Yesus mengatakan hal serupa untuk orang-orang yang mempunyai motivasi yang salah di Yohanes 6:26… Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, BUKAN karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan ROTI itu dan kamu kenyang.”. Ayat ini dikisahkan terjadi setelah muzizat 5 roti dan 2 ikan, dimana Yesus melanjutkan perjalanan dan ribuan orang masih mengikutinya. Tetapi Yesus tidak berhenti untuk bercakap-cakap dengan mereka, Ia tidak mempedulikan orang-orang tersebut dan naik ke atas gunung untuk mengobrol bersama murid-muridNya.  Mereka ditinggalkan. WHY? Karena yang mereka kejar bukan pengetahuan mengenai pribadi dan ajaran Yesus, mereka HANYA mau roti (bahasa modern: berkat, harta, uang).

So, tidak ada salahnya bila kita merenungkan apa yang telah kita lakukan selama ini dalam hal mencari uang.  Apakah kita melakukan kecurangan atau penipuan terselubung akibat keserakahan kita? contohnya seperti yang disinyalir di media massa tentang penjual gorengan yang menggoreng dengan menggunakan plastik? penjual bakso dan soto ayam padahal daging yang digunakan bukan ayam? Pembuat makanan dengan memakai pewarna tekstil? Tanyakan juga apakah kita cukup mencintai usaha kita sehingga kita mau memberikan yang terbaik untuk para customer kita.  Jika memang kita melakukan kecurangan-kecurangan seperti penipuan dalam usaha., bukankah kita sama dengan pencuri atau penipu – nedanya hanya dikedoknya saja.

Jadi,  mari kita kembali bertanya ke kedalaman  hati, dan  ingatlah bahwa motivasi yang salah dalam mencari uang  akan membuat segalanya menjadi salah, dimulai dari kehilangan teman-teman atau customer yang merasa tertipu sampai berurusan dengan pihak yang berwajib.

Semoga memberkati.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s