PROMISES ARE MADE TO BREAK?

Posted on Updated on

Apakah arti sebuah janji? Pernahkah kamu dikecewakan karena seseorang mengingkari janjinya padamu? Dan sebaliknya, apakah kamu pernah berjanji tetapi tak mampu memenuhinya?

Sebuah janji yang telah diucapkan sama saja berarti memberikan harapan. Besar kecil nilainya tidak menjadi masalah.  Mulai dari berjanji akan menelpon, akan berkunjung pada waktu tertentu, akan membelikan hadiah, akan segera membayar hutang, akan selalu menolong dan melindungi,  akan selalu setia, akan mencintai seumur hidup dan lain lain, dan lain lain.  Yang pasti, orang yang dijanjikan sesuatu akan senang dan mempunyai harapan bahwa janji itu akan digenapi.  Tidak masalah apakah bentuknya berupa perbuatan atau materi, sebuah janji tetap adalah janji, yang merupakan ikatan, komitmen, bahwa hal itu PASTI akan dipenuhi pada suatu saat  di masa yang akan datang. Padahal, masa depan tidak dapat dipastikan, dunia berubah, situasi berubah, gaya hidup berubah, manusia berubah… jadi, apa yang bisa memastikan bahwa seseorang akan selalu menepati janjinya?

Janji tinggal janji. Janji pada masa kini semakin murah nilainya. Tanpa rasa tanggungjawab, siapapun bisa dengan seenaknya mengucapkan okay, ya, pasti, aku janji. Memang terkadang terlalu gampang bagi kita untuk mengucapkan sebuah janji tanpa berpikir panjang. Sehingga apabila janji itu tidak dilakukan, maka akan  berefek  buruk, memicu perselisihan, pertengkaran bahkan permusuhan.  Harus dicatat bahwa, integritas kita dipertaruhkan ketika kita mengucapkan sebuah janji, dan memerlukan komitmen yang tinggi untuk dapat merealisasikannya. Bagaimana bila tidak dapat dilakukan pada saatnya?  Bila itu terjadi, segera beritahukan kepada yang bersangkutan dan  meminta-maaflah. Jelaskanlah alasannya, jangan malah bersembunyi atau bahkan kabur dari orang diberikan janji tersebut.

Bagaimana dengan korban janji palsu? Sering kita membaca berita atau mendengar cerita bahwa seorang wanita ditinggalkan kekasihnya dalam keadaan berbadan dua. Dan ketika ditanya mengapa itu terjadi? Jawabannya sangat sederhana, bahwa ia telah dijanjikan akan dinikahi. Sangat konyol, bukan?  Wanita memang cenderung mudah terjatuh dalam bujuk rayu dan janji-janji palsu dari seorang pria.

Hal yang sama terjadi kepada orang yang memberikan pinjaman, ketika ia didatangi seorang teman yang mengaku sedang kepepet dan membutuhkan sejumlah dana untuk dipakai dalam jangka waktu yang pendek, dan dijanjikan akan mengembalikannya segera, orang itu tergerak hatinya dan meminjamkannya. Dan ketika ditagih, orang itu seperti tidak ada niat untuk mengembalikannya. Padahal dana itu diperlukan untuk menutupi biaya yang penting, misalnya untuk pendaftaran sekolah anak. Nah, kalau sudah begitu, apa yang harus dilakukan? Penyesalan memang selalu datang terlambat.

Kata-kata atau janji-janji memang sulit dipegang. Sulit untuk dibuktikan dan sulit untuk dituntut karena  tidak mempunyai kekuatan hukum. Mungkin karena itulah, nilai sebuah janji yang seharusnya dijunjung tinggi, menjadi sebuah kata yang diucapkan “asbun” (asal bunyi tanpa bisa dipertanggungjawabkan).  Dalam berbagai kasus, terbukti bahwa begitu mudah orang melarikan diri dari janjinya, dan begitu banyak orang yang kecewa, sakit hati bahkan dendam, karena merasa dibohongi.

Kalau begitu, apakah kita tidak usah mempercayai ucapan jani-janji lagi? Seperti apakah orang yang kita bisa percayai? Mungkin sebaiknya janji dibuat tertulis, hitam diatas putih, seperti  dalam bentuk perjanjian kerja dan sejenisnya. Diberi materai dan mempunyai kekuatan hukum. Sehingga apabila yang bersangkutan mangkir, masih bisa dituntut. Tapi bukankah aneh, bila sebuah janji akan menelpon misalnya, dibuat secara tertulis?

Suatu hari aku menemukan sebuah puisi indah tentang janji, tapi..janji yang disebutkan disana adalah janji Tuhan. Karena indah, aku edit dalam bentuk gambar seperti  dibawah ini:

gpd' promise

Apa yang dikatakan puisi tersebut mutlak benar. Aku belajar dari berbagai sumber mengenai janji-janji Allah, bahwa sebagai orang yang terpanggil dan ditebus dengan darah Yesus,  kita telah dikaruniakan berkat untuk menerima janjiNya.  Aku mencatat beberapa ayat-ayat yang aku yakini sangat berguna untuk membantu kita dalam pergumulan hidup sehari-hari, menenangkan sekaligus menguatkan, dan luarbiasa berkuasa :

Ayat-ayat diatas hanyalah sebagian kecil dari janji-janji Allah. Masih banyak janji-janji lainnya yang tidak muat untuk dimasukkan dalam artikel pendek seperti ini. So,  mari kita belajar lebih dalam lagi untuk  mengetahui lebih banyak memahami isi Firman Tuhan  Alkitab. Dan, bila hari ini kamu sedang merasa kecewa karena seseorang yang kamu percayai telah mengingkari janjinya, ingatlah bahwa kamu punya Tuhan yang tidak pernah ingkar janji, kamu hanya perlu datang dan berseru kepadaNya.  Semoga tulisan ini memberkati kita semua. Amin♥.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s