AKU BUKAN GENERASI MONYET

Posted on

Memasuki tahun 2013, banyak orang yang was-was karena beberapa kepercayaan tradisional, ditambah lagi dengan angka 13 selama ini dipercaya sebagai angka sial.

Namun, melalui hamba-hamba yang dipercayaiNya, Tuhan telah meletakkan VISI yang luar biasa di tahun 2013 untuk umatNya. Dengan VISI “Maturity and Multiplication” yang artinya “Kedewasaan dan Pelipatgandaan” untuk gereja kami, akupun banyak mendengar banyak visi yang serupa dari teman-teman dan saudara-saudara dari gereja-gereja lain, semuanya serentak mengumandangkan tentang pelipatgandaan.

Nah, VISI yang demikian harus diperjuangkan supaya terjadi dalam hidup kita, khususnya di tahun ini. Selain bersepakat dengan Tuhan supaya apa yang disediakanNya untuk kita di tahun 2013 dapat diraih, kita harus mulai giat memoles karakter kita menjadi karakter yang Dia inginkan,  yang sesuai dengan rencanaNya atas hidup kita.

25356-1920x1200

Mister  Darwin, sang ilmuwan pencetus teori evolusi manusia pastilah  seorang atheis,  atau mungkin sel-sel kelabu  didalam kepalanya terlalu aktif melebihi komputer generasi i7 zaman ini,  sampai-sampai beliau  berkesimpulan dan   mengkategorikan kaumnya (manusia) sebagai turunan monyet (binatang).

Aku beruntung  masih dalam keadaan cukup sehat, cerdas dan sadar untuk tidak menerima teori tersebut sebagai jati diriku.  Karena diriku sebagai keturunan monyet atau salah satu dari  generasi monyet sungguh bukan gambaran Allah. Aku sepenuhnya sadar diriku diciptakan  Tuhan secara khusus.  Semoga kalian setuju dengan pendapatku (yang bukan seorang ilmuwan) haha..

Apakah kamu sadar bahwa sejak zaman purbakala, manusia telah berjerih payah mencari Tuhan. Coba ingat-ingat pelajaran sejarah  sekolah dasar, disana diajari tentang berbagai aliran kepercayaan yang bertujuan menyembah sesuatu yang dianggap berkuasa,  contohnya  animisme, humanisme, politeisme dan lain lain. Apapun namanya, manusia itu dalam alam bawah sadarnya menyadari ada satu kekuatan  supranatural yang mereka butuhkan untuk mengisi kekosongan dalam hatinya,  sebagai sumber pencarian jati diri dan sumber kekuatan yang memberkati hidupnya. 

Aku pernah membaca tentang kepercayaan Mesir kuno yang mempercayai bahwa Sungai Nil mempunyai roh yang hobi ngambek, yang kalau tidak disembah, maka akan terjadi banjir sehingga panen gagal, dan rakyat akan mengalami kelaparan. Atau Dewa Zeus yang dikatakan sangat besar kekuatannya sehingga apabila ia menggerakkan kepalanya maka bumi akan bergetar (mungkinkah karena Dewa Zeus sedang hobi tertawa terbahal-bahak sehingga banyak terjadi gempa bumi dan tsunami dimana2 pada akhir zaman ini?).   Roh nenek moyang-pun dipercayai bisa mendatangkan berkah bagi keturunannya.  Pohon-pohon, gunung-gunung, binatang-binatang, sebut saja apa yang terlintas dipikiran tentang sesuatu yang kuat, pasti sebagian besar pernah disembah. Manusia sebenarnya sadar akan kebutuhan spiritual yang supranatural didalam hidupnya,  tapi banyak sekali yang tersesat dan salah kaprah.

Pertanyaannya sekarang, mengapa manusia melakukan itu? Setelah semua dewa-dewa, pohon keramat, gunung keramat, binatang-binatang buas tidak dapat mengisi kekosongan dan memenuhi kebutuhannya. Ide kreatifitaspun mengalir, sehingga dibentuklah sesuatu yang dianggap menyerupai Tuhan untuk disembah. Lihatlah, bahan-bahan terbaik, dan hasil pekerjaan tangan terbaik dicari-cari untuk mewujudkan kerinduan manusia akan Tuhan. Itu adalah bukti kedua bahwa manusia sadar bahwa Tuhan itu layak diberikan yang terbaik.

Jawaban yang aku peroleh sebagai seorang Nasrani adalah bahwa Tuhan menciptakan kita dan memberikan anugerah yang dinamakan nurani. Tujuannya adalah agar kita menyadari keberadaanNya, agar kita mengingat bahwa dia ADA.  Karena kesadaran itulah,  berkembang pencarian-pencarian akan ketuhanan.   Jelas hal itu tidak diberikan kepada si monyet, kalaupun monyet dibuat mirip dengan manusia, mungkin itu hanyalah bagian dari warna warni dunia.

Untuk kita, Tuhan seakan-akan sengaja  memasang satu memory chip dalam hati kita, bahwa dalam denah hati kita mempunyai satu ruang kosong, yang didesain khusus sebagai kediamanNya, dan hanya untuk Dia,  sehingga tidak ada hal apapun yang bisa membuat seorang manusia utuh kecuali dengan menyadari Dia ada, mengundang Dia dan hidup bersama Dia. Disinilah manusia sering  salah kaprah. Adanya  ingatan dan dorongan akan sosok yang berkuasa membuat manusia membabi buta dalam pencariannya, apalagi ketika dalam keadaan putus asa. Yang parahnya,  sering salah menandai sehingga mengtuhankan hal-hal yang tidak seharusnya. Jadinya, sekarang ini banyak orang berbakti kepada orang sakti,  dukun pintar, atau makhluk supranatural yang bisa memberikannya jawaban instan.

Dorongan dari nurani yang lebih rendah tingkatannya adalah agar kita selalu berbuat baik, misalnya ketika kita merencanakan sesuatu yang merugikan di dalam kepala kita, hati nurani akan menggedor kesadaran kita untuk tidak melakukannya. Namun, kenyataannya bahwa zaman sekarang banyak didapati orang-orang yang nuraninya telah mati dalam perjalanan mengarungi hidupnya, sehingga orang-orang itu tidak tahu lagi apa yang harus dicarinya dalam hidup. Orang-orang seperti ini akan terhanyut dalam kehidupan yang sering berakhir dalam penyesalan.

Waktu kecil, amah (oma) sering tiba-tiba memanggilku,” li…li….lai…amah lai kong ko su ho lu thia“. Artinya,” li.. li… (panggilan nama kecilku)..kesinilah…amah mau bercerita untukmu”.

Oma suka bercerita tentang dewa-dewi, surga, dan neraka. Misalnya tentang 7 tingkatan neraka yang sangat menyeramkan, tempat hukuman abadi bagi orang-orang yang sudah meninggal, contohnya orang yang suka berbohong lidahnya akan dipotong, yang suka mencuri tangannya dipotong, ada yang dibakar, ada yang digoreng  dll.

Sehingga, sejak kecil aku sangat takut untuk berbohong maupun mencuri, karena takut masuk neraka dan dihukum. Sejajar dengan cerita-cerita oma, disekolah aku menghafal 10 Hukum Taurat, dan efeknya sama, bikin aku takut setengah mati untuk berbuat kesalahan, takut masuk neraka.

Waktu itu aku hanya tahu Tuhan melalui cerita, tapi belum menyadari keberadaanNya dalam hidupku. Aku hanya TAKUT berbuat salah.

20 tahun kemudian, ketika aku hidupku seolah-olah diterjunkan dari air sungai terjun yang paling tinggi, ketika aku gelagapan, tidak  dapat berenang, capai karena tangan mengayuh-ngayuh, kaki menendang-nendang sedangkan tidak ada satu halpun yang dapat kujadikan pegangan, aku lelah dan hampir menyerah, eh..mendadak Tuhan hadir. Ya, Dia ada dan Dia hadir, meskipun awalnya ragu untuk berpegang padaNya, namun Dia disana, menyertai dan menghibur, mengobati dan memulihkan. Melalui penyertaanNya, aku mengenal pribadi yang ke 2 yaitu Yesus Kristus. Dari situlah titik balik kehidupanku dimulai, terutama dalam hal spiritual. Perkembangan itu membawaku mengenal pribadi ke-3 Allah, yaitu Roh Kudus. Dan melalui belajar,  aku tahu bahwa Roh Kudus-lah yang  akan membantu kita  dalam menjalani kehidupan, baik melewati godaan, rintangan, bahkan ketika kita tidak dapat berkata-kata sangking pahitnya kehidupan yang kita alami, Roh itu bahkan membantu kita berdoa kepada Bapa di Sorga.

Selain itu, Roh itu membantu kita untuk mengaktifkan dan mengeksekusi keinginan Tuhan di dalam hidup kita yaitu saling mengasihi, bersukacita, hidup dalam damai sejahtera, penuh kesabaran, murah hati, baik hati , setia, lemah lembut dan mampu menguasai diri. Hal tersebut dinamakan Buah Roh.

buah roh

Aku tiba-tiba ingin menambahkan perihal Roh nenek moyang.  Perlu diketahui bahwa bukan roh mereka yang memberkati keturunannya, tapi memang ada janji Tuhan yang berbunyi: Hidup orang benar, anak cucunya tidak akan meminta-minta, dengan kata lain… ga usah ngemis bokkk.  Jika ada yang merasa bahwa hidupnya bahagia karena roh nenak moyangnya, mungkin itu adalah karena nenek moyangnya pernah hidup sebagai orang benar.

Dan alam memang mempunyai kekuatan yang bisa memberikan kebaikan tapi bisa juga menghancurkan. Bila bencana terjadi, bukan karena roh alam mengamuk, tapi hal itu sebagian besar diakibatkan karena tindakan manusia yang tidak bertanggung jawab dan tidak menjaga alam. Bukankah manusia diciptakan Tuhan untuk MENGUASAI Bumi?  Kalau kita dihibahkan satu kuasa atau jabatan, itu sama artinya kita harus bertanggung jawab sepenuhnya atas wewewang itu, bukan sewenang-wenang.

Zaman modern yang berteriak-teriak  perihal kebebasan berekspresi memberikan warna yang lain lagi, dan sayangnya banyak yang tidak berekspresi secara positif malah kebablasan sampai memory manusia tentang jati dirinya terhapus. Banyak kejadian “rem blong”  dimana manusia menjadi semena-mena terhadap yang lain, bahkan kepada yang layak dihormati, kegiatan anarkis dengan topeng memperjuangkan keadilan, hidup tidak bertanggung jawab, saling menyakiti. Manusia tidak lagi berpikir dan mengaktifkan nurani, tapi insting. Bila itu yang terjadi pada diri kita, maka aku rasa si  mister Darwin ini mungkin benar adanya. Kita adalah keturunan monyet yang menggunakan insting, bukan feeling (hati nurani).

Banyak hal sederhana yang kita bisa lihat sehari-hari, salah satu hal yang paling MENGUJI EMOSI adalah ketika melihat ada yang membuang sampah dari jendela kaca mobilnya. Aku membayangkan bagaimana orang itu bertanggung jawab atas kehidupannya, alih-alih kepada masyarakat, lingkungan dan alam sekitarnya. Kewajiban sekecil itupun tidak mampu dia lakukan.

So, dalam keadaan sadar, aktifkanlah dan rasakanlah kehadiran Tuhan dihidupmu, undang Dia untuk bersamamu mengarungi sungai kehidupan.  Maka kamu akan merasa tenang dan aman, dan undang juga pribadi Yesus Kristus beserta Roh Kudus. Asah hati nuranimu, dan biarkan Roh Kudus bekerja dalam hidupmu dengan cara hidup kudus dan cinta akan Tuhan. Jika kita mampu mengaktifkan semua hal itu, kita akan hidup bahagia. Meskipun begitu, jangan pernah teledor karena selalu ada pencuri  yang mengintai.  Musuh-musuh inilah yang suka mencuri melalui  berbagai kejadian dan konflik yang menyebabkan  luka, sakit hati, kekecewaan,  dan lain-lain.  Mereka sungguh terlatih  untuk mencuri dan merampas  sekalipun mereka tidak dapat memilikinya.

Dengan adanya Roh Kudus  kita dimampukan

untuk  menghindari hal-hal yang negatif,

hal-hal yang jahat dan merusak atau apapun yang bisa dinamakan dosa.

Bukan karena kita TAKUT  masuk neraka,

tetapi

karena kita menyadari keberadaanNya dalam diri kita

dan kita MENGASIHINYA.

Monyet tidak mempunyai perasaan, tidak mempunyai nurani tapi hanya insting, ia bisa diajarkan untuk berkelakuan mirip manusia, namun sekali binatang, tetaplah binatang, mereka mengandalkan panca indra dan kelebihannya yang lain untuk bertahan hidup. Mereka bukan mengandalkan kasih karunia Tuhan, dimana dasarnya adalah kasih. Kalau ada kasih maka tidak akan ada hukum rimba yang  tanpa tata krama, hanya kebuasan semata-mata yang berkuasa.

Haleluya. Tuhan beserta kita. Sukses 2013~ Sudah saatnya kita dewasa dan mengalami multiplikasi berkat-berkat dari Tuhan.

Semoga diberkati 🙂

Iklan

2 thoughts on “AKU BUKAN GENERASI MONYET

    Sandi Kaladia said:
    November 22, 2013 pukul 1:04 pm

    MANDALAJATI NISKALA
    Seorang Filsuf Sunda Abad 21
    Menjelaskan Dalam Buku
    SANG PEMBAHARU DUNIA
    DI ABAD 21,
    Mengenai
    HAKEKAT DIRI

    Salah seorang peneliti Sunda yang sedang menulis buku
    “SANG PEMBAHARU DUNIA DI ABAD 21,
    bertanya kepada Mandalajati Niskala:
    “Apa yang anda ketahui satu saja RAHASIA PENTING mengenai apa DIRI itu? Darimana dan mau kemana?
    Jawaban Mandalajati Niskala:
    “Saya katakan dengan sesungguhnya bahwa pertanyaan ini satu-satunya pertanyaan yang sangat penting dibanding dari ratusan pertanyaan yang anda lontarkan kepada saya selama anda menyusun buku ini.
    Memang pertanyaan ini sepertinya bukan pertanyaan yang istimewa karena kata “DIRI” bukan kata asing dan sering diucapkan, terlebih kita beranggapan diri dimiliki oleh setiap manusia, sehingga mudah dijawab terutama oleh para akhli.
    Kesimpulan para Akhli yang berstandar akademis mengatakan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA.
    Pernyataan semacam ini hingga abad 21 tidak berubah dan tak ada yang sanggup menyangkalnya. Para Akademis Dunia Barat maupun Dunia Timur banyak mengeluarkan teori dan argumentasi bahwa diri adalah unsure dalam dari tubuh manusia. Argumentasi dan teori mereka bertebaran dalam ribuan buku tebal. Kesimpulan akademis telah melahirkan argumentasi Rasional yaitu argumentasi yang muncul berdasarkan “Nilai Rasio” atau nilai rata-rata pemahaman Dunia Pendidikan.
    Saya yakin Andapun sama punya jawaban rasional seperti di atas.
    Tentu anda akan kaget jika mendengar jawaban saya yang kebalikan dari teori mereka.
    Sebelum saya menjawab pertanyaan anda, saya ingin mengajak siapapun untuk menjadi cerdas dan itu dapat dilakukan dengan mudah dan sederhana.
    Coba kita mulai belajar melacak dengan memunculkan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kata DIRI, JIWA dan BADAN, agar kita dapat memahami apa DIRI itu sebenarnya. Beberapa contoh pertanyaan saya susun seperti hal dibawah ini:
    1)Apa bedanya antara MEMBERSIHKAN BADAN, MEMBERSIHKAN JIWA dan MEMBERSIHKAN DIRI?
    2)Apa bedanya KEKUATAN BADAN, KEKUATAN JIWA dan KEKUATAN DIRI?
    3)Kenapa ada istilah KESADARAN JIWA dan KESADARAN DIRI sedangkan istilah KESADARAN BADAN tidak ada?
    4)Kenapa ada istilah SEORANG DIRI tetapi tidak ada istilah SEORANG BADAN dan SEORANG JIWA?
    5)Kenapa ada istilah DIRI PRIBADI sedangkan istilah BADAN PRIBADI tidak ada, demikian pula istilah JIWA PRIBADI menjadi rancu?
    6)Kenapa ada istilah KETETAPAN DIRI dan KETETAPAN JIWA tetapi tidak ada istilah KETETAPAN BADAN?
    7)Kenapa ada istilah BERAT BADAN tetapi tidak ada istilah BERAT JIWA dan BERAT DIRI?
    8)Kenapa ada istilah BELA DIRI sedangkan istilah BELA JIWA dan BELA BADAN tidak ada?
    9)Kenapa ada istilah TAHU DIRI tetapi tidak ada istilah TAHU BADAN dan TAHU JIWA?
    10)Kenapa ada istilah JATI DIRI sedangkan istilah JATI BADAN dan JATI JIWA tidak ada?
    11)Apa bedanya antara kata BER~BADAN, BER~JIWA dan BER~DIRI?
    12)Kenapa ada istilah BER~DIRI DENGAN SEN~DIRI~NYA tetapi tidak ada istilah BER~BADAN DENGAN SE~BADAN~NYA dan BER~JIWA DENGAN SE~JIWA~NYA?
    13)Kenapa ada istilah ANGGOTA BADAN tetapi tidak ada istilah ANGGOTA JIWA dan ANGGOTA DIRI?
    Beribu pertanyaan seperti diatas bisa anda munculkan kemudian anda renungkan. Saya jamin anda akan menjadi faham dan cerdas dengan sendirinya, apalagi jika anda hubungkan dengan kata yang lainnya seperti; SUKMA, RAGA, HATI, PERASAAN, dsb.
    Kembali kepada pemahaman Akhli Filsafat, Ahli Budaya, Akhli Spiritual, Akhli Agama, Para Ulama, Para Kyai dan masyarakat umum BAHWA DIRI ADALAH UNSUR DALAM DARI TUBUH MANUSIA. Mulculnya pemahaman para akhli seperti ini dapat saya maklumi karena mereka semuah adalah kaum akademis yang menggunakan standar kebenaran akademis.
    Saya berani mengetasnamakan Sunda, bahwa pemikiran di atas adalah SALAH.
    Dalam Filsafat Sunda yang saya gali, saya temukan kesimpulan yang berbeda dengan pemahaman umum dalam dunia ilmu pengetahuan.
    Setelah saya konfirmasi dengan cara tenggelam dalam “ALAM DIRI”, menemukan kesimpulan BAHWA DIRI ADALAH UNSUR LUAR DARI TUBUH MANUSIA. Pendapat saya yang bertentangan 180 Derajat ini, tentu menjadi sebuah resiko yang sangat berat karena harus bertubrukan dengan Pendapat Para Akhli di tataran akademik.
    Saya katakan dengan sadar ‘Demi Alloh. Demi Alloh. Demi Alloh’ saya bersaksi bahwa diri adalah UNSUR LUAR dari tubuh manusia yang masuk menyeruak, kemudian bersemayam di alam bawah sadar. ‘DIRI ADALAH ENERGI GAIB YANG TIDAK BISA TERPISAHKAN DENGAN SANG MAHA TUNGGAL’. ‘DIRI MENYERUAK KE TIAP TUBUH MANUSIA UNTUK DIKENALI SIAPA DIA SEBENARNYA’. ‘KETAHUILAH JIKA DIRI TELAH DIKENALI MAKA DIRI ITU DISERAHTERIKAN KEPADA KITA DAN HILANGLAH APA YANG DINAMAKAN ALAM BAWAH SADAR PADA SETIAP DIRI MANUSIA’.
    Perbedaan pandangan antara saya dengan seluruh para akhli di permukaan Bumi tentu akan dipandang SANGAT EKSTRIM. Ini sangat beresiko, karena akan menghancurkan teori ilmu pengetahuan mengenai KEBERADAAN DIRI.
    Aneh sekali bahwa yang lebih memahami mengenai diri adalah Dazal, namun sengaja diselewengkan oleh Dazal agar manusia sesat, kemudian Dazal menebarkan kesesatan tersebut pada dunia pendidikan dan ilmu pengetahuan ‘DI UFUK BARAT’ maupun ‘DI UFUK TIMUR’.
    Sebenarnya sampai saat ini DAZAL SANGAT MEMAHAMI bahwa DIRI adalah unsur luar yang masuk menyeruak pada seluruh tubuh manusia. DIRI merupakan ENERGI KEMANUNGGALAN DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Oleh karena pemahaman tersebut DAZAL MENJADI SANGAT MUDAH MENGAKSES ILMU PENGETAHUAN. Salah satu ilmu yang Dia pahami secara fasih adalah Sastra Jendra Hayu Ningrat Pangruwating Diyu. Ilmu ini dibongkar dan dipraktekan hingga dia menjadi SAKTI. Dengan kesaktiannya itu Dia menjadi manusia “Abadi” dan mampu melakukan apapun yang dia kehendaki dari dulu hingga kini. Dia merancang tafsir-tafsir ilmu dan menyusupkannya pada dunia pendidikan agar manusia tersesat. Dia tidak menginginkan manusia mamahami rahasia ini. Dazal dengan sangat hebatnya menyusun berbagai cerita kebohongan yang disusupkan pada Dunia Ilmu Pengetahuan, bahwa cerita Dazal yang paling hebat agar dapat bersembunyi dengan tenang, yaitu MENGHEMBUSKAN ISU bahwa Dazal akan muncul di akhir jaman, PADAHAL DIA TELAH EKSIS MENCENGKRAM DAN MERUSAK MANUSIA BERATUS-RATUS TAHUN LAMANYA HINGGA KINI.
    Ketahuilah bahwa Dazal bukan akan datang tapi Dazal akan berakhir, karena manusia saat ini ke depan akan banyak yang memahami bahwa DIRI merupakan unsur luar dari tubuh manusia YANG DATANG MERUPAKAN SIBGHOTALLOH DARI TUHAN SANG MAHA TUNGGAL. Sang Maha Tunggal keberadaannya lebih dekat dari pada urat leher siapapun, karena Sang Maha Tunggal MELIPUT SELURUH JAGAT RAYA dan kita semua berada TENGGELAM “Berenang-renang” DALAM LIPUTANNYA.
    Inilah Filsafat Sunda yang sangat menakjubkan.
    Perlu saya sampaikan agar kita memahami bahwa Sunda tidak bertubrukan dengan Islam, saya temukan beberapa Firman Allohurabbul’alamin dalam Al Qur’an yang bisa dijadikan pijakan untuk bertafakur, mudah-mudahan semua menjadi faham bahwa DIRI adalah “UNSUR KETUHANAN” yang masuk ke dalam tubuh manusia untuk dikenali dan diserah~terimakan dari Sang Maha Tunggal sebagai JATI DIRI, sbb:
    1)Bila hamba-hambaku bertanya tentang aku katakan aku lebih dekat (Al Baqarah 2:186)
    2)Lebih dekat aku daripada urat leher (Al Qaf 50:16)
    3)Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda kami disegenap penjuru dan pada nafasmu sendiri (Fushshilat 41:53)
    4)Dzat Allah meliputi segala sesuatu (Fushshilat 41:54)
    5)Dia (Allah) Bersamamu dimanapun kamu berada (Al Hadid 57:4)
    6)Kami telah mengutus seorang utusan dalam nafasmu (AT-TAUBAH 9:128)
    7)Di dalam nafasmu apakah engkau tidak memperhatikan (Adzdzaariyaat 51:21)
    8)Tuhan menempatkan DIRI antara manusia dengan qolbunya (Al Anfaal 8:24)
    9)Aku menciptakan manusia dengan cara yang sempurna (At Tin 95:4)
    Jawaban mengenai APA DIRI ITU. DARIMANA & MAU KEMANA (Sangkan Paraning Dumadi), akan saya jelaskan secara rinci dan tuntas pada sebuah buku.

    Di masa kini ke depan Sunda akan melahirkan Para Filsuf Handal yang siap menghancurkan kesalahan cara berpikir & manipulasi ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh Para Filsuf Dunia.
    MARI KITA MEMBUAT KARYA FILSAFAT AGAR KITA MENJADI SEORANG FILSUF, YANG BERTANGGUNG JAWAB MENGHADIRKAN KEMBALI KEBENARAN ILMU SANG MAHA PENCIPTA, sebagai mana yang dilakukan oleh Filsuf Sunda Mandalajati Niskala, yang sebagian hipotesisnya sbb:

    1) Menurut para akhli di seluruh Dunia bahwa GRAVITASI BUMI EFEK DARI ROTASI BUMI.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala SALAH BESAR, bahwa Gravitasi Bumi TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN ROTASI BUMI. Sekalipun bumi berhenti berputar Gravitasi Bumi tetap ada.

    2) Bahkan kesalahan lainnya yaitu semua akhli sepakat bahwa panas di bagian Inti Matahari mencapai 15 Juta Derajat Celcius.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala panas Inti Matahari SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN”.
    Beliau menambahkan:“KALAU TIDAK PERCAYA SILAKAN BUKTIKAN SENDIRI”.

    3) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala sangat logis menjelaskan kepada banyak pihak bahwa MATAHARI ADALAH GUMPALAN BOLA AIR RAKSASA YANG BERADA PADA RUANG HAMPA BERTEKANAN MINUS, SEHINGGA DI BAGIAN SELURUH SISI BOLA AIR RAKSASA TERSEBUT IKATAN H2O PUTUS MENJADI GAS HIDROGEN DAN GAS OKSIGEN, YANG SERTA MERTA AKAN TERBAKAR DISAAT TERJADI PEMUTUSAN IKATAN TERSEBUT. Suhu kulit Matahari menjadi sangat panas karena Oksigen dan Hidrogen terbakar, tapi suhu Inti Matahari TETAP SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN.

    4) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala menegaskan: “CATAT YA SEMUA BINTANG TERBUAT DARI AIR DAN SUHU PANAS INTI BINTANG SEDINGIN AIR PEGUNUNGAN. TITIK”.

    5) Menurut para akhli diseluruh Dunia bahwa Gravitasi ditimbulkan oleh adanya massa pada suatu Zat.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala: “GAYA GRAVITASI BUKAN DITIMBULKAN OLEH ADANYA MASSA PADA SEBUAH ZAT ATAU BENDA”.
    Mandalajati Niskala menambahkan: “Silahkan pada mikir & jangan terlalu doyan mengkonmsumsi buku2 Barat.

    6) Filsuf Sunda Mandalajati Niskala membuat pertanyaan di bawah ini yang cukup menantang bagi orang-orang yang mau berpikir:
    a) BAGAIMANA TERJADINYA GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    b) BAGAIMANA MENGHILANGKAN GAYA GRAVITASI DI PLANET BUMI?
    c) BAGAIMANA MEMBUAT GAYA GRAVITASI DI PLANET LAIN YG TIDAK MEMILIKI GAYA GRAVITASI?

    7) Menurut para akhli diseluruh Dunia bahwa Matahari memiliki Gaya Gravitasi yang sangat besar.
    Menurut Filsuf Sunda Mandalajati Niskala Matahari tidak memiliki Gaya Gravitasi tapi memiliki GAYA ANTI GRAVITASI.

    8) Pernyataan yang paling menarik dari Filsuf Sunda Mandalajati Niskala yaitu:
    “SEMUA ORANG TERMASUK PARA AKHLI DI SELURUH DUNIA TIDAK ADA YANG TAHU JUMLAH BINTANG & JUMLAH GALAKSI DI JAGAT RAYA, MAKA AKU BERI TAHU, SBB:
    a) Jumlah Bintang di Alam Semesta adalah 1.000.000.000.000.000.000.000.000.000
    b) Jumlah Galaksi di Alam Semesta adalah 80.000.000.000.000
    c) Jumlah Bintang di setiap Galaksi adalah sekitar 13.000.000.000.000

    9) Dll produk Filsafat seluruh cabang ilmu dari Filsuf Sunda Mandalajati Niskala YANG SIAP MENCENGANGKAN DUNIA seperti Wahyu Cakra Ningrat, Trisula Weda, Sangkan Paraning Dumadi, Manunggaling Diri, Sastra Jendra, Filsafat Ilmu Pengetahuan & Jagat Raya, dll.

    Selamat berfilsafat
    @Sandi Kaladia

    Suka

    MENOLONG KALAJENGKING « said:
    Februari 3, 2013 pukul 6:34 pm

    […] Sang  guru tersenyum dan menjawab,”Sebab… menyengat adalah naluri-nya, sedangkan menolong adalah nurani-ku.” (nurani : baca Aku Bukan Generasi Monyet). […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s