REKOMENDASI KEPADA TUHAN

Sampingan Posted on Updated on

156673-425x243-Handing-over-letter-of-recommendation

Sebuah renungan arti Natal

Akhir tahun  kita biasa melihat orang-orang berbagi rezeki dimana-mana. Tidak berbeda dengan kami yang tergabung sebagai sularelawan di Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB) dimana YSKB memiliki kegiatan rutin yang dinamakan Aksi Natal.  Sejak tahun  2007, YSKB telah banyak melakukan aksi sosial massal yang melibatkan ribuan massa,  antara lain Aksi Natal di Liponsos, Aksi Natal di Rutan, Aksi Natal dengan 5000 Pasukan Kuning (Tukang sampah), Aksi Natal dengan 4500 Tukang Becak, Aksi Natal dengan 1500 Veteran perang pra kemerdekaan RI. Dan di tahun 2012 ini, Aksi Natal tersebut jatuh  ke kalangan pekerja seks komersial, sebutan itu kami ganti dengan istilah WH (Wanita Harapan) yang bermukim di lokalisasi-lokalisasi di Surabaya.

Program ini  merupakan bentuk kerjasama dengan Dinas Sosial dan Pemerintah Kota Surabaya, dimana Pemkot merencanakan untuk membersihkan Kota Surabaya  dari lokalisasi pada tahun 2013. Jadi, bila lokalisasi ditutup, apa yang akan terjadi dengan kurang lebih 2600 WH yang terdaftar di Suabaya? Untuk membantu mengatasi hal itulah, maka YSKB merancangkan serangkaian pelatihan dan kelas motivasi sebagai bekal bagi para WH untuk alih profesi dan menjalani kehidupan baru.

Dalam sesi pelatihan yang terakhir,  seorang WH  tiba-tiba menghampiriku untuk meminta nomor telepon pribadiku. Katanya, mau memberi kabar bila dia sukses nanti.  Iseng-iseng aku bertanya tentang hal-hal yang didapatnya selama pelatihan. Dia bercerita dengan semangat, terlihat kegembiraan yang tulus terpancar diwajahnya.   “Telah berulang kali diadakan pelatihan sejenis ini, namun hati saya tidak tergerak, bahkan saya bersumpah bahwa lokalisasi boleh  ditutup 3 tahun lagi, berulang-ulang”, paparnya. Matanya mulai tergenang ketika dia melanjutkan,“saya benar-benar salut sama orang Kristen, kalian tidak menghakimi tapi  mendoakan dari hati, sampai hatiku tidak tahan”. Dia bilang karena itu, dia memutuskan keluar dari lokalisasi dan mau hidup baru, Dia ingin pulang kampung dan  mencari tempat untuk memulai usaha cafe tenda bersama kedua anaknya yang remaja.

when-you-speak-from-your-heart-and-say-the-words-your-soul-has-only-dared-to-whisper-thats-when-miracles-happen-20110304-1280x1024

Aku begitu terpana bagaimana wanita yang tidak berpendidikan, tidak berpengharapan akan masa depannya, tiba-tiba bisa diubahkan hanya melalui 1 doa. Terpana karena bahkan dia  menjadi bisa merencanakan masa depannya walaupun masih berupa rencana jangka pendek.  Sejak pulang dari sana, kalimat yang diucapkannya  “mendoakan dari hati, sampai hatiku tidak tahan” bagaikan running text yang diberi stabilo dan berjalan mondar mandir di dalam kepalaku. Aku bertanya apa maksudnya Tuhan? Apa sih yang didoakan oleh pendoa itu untuknya?

Kalimat itu sangat sederhana, bahkan anak kecilpun tau artinya. Tapi aku tidak dapat melihat “maksud sebenarnya” ada dimana, dan apa cara praktikal untuk melakukannya.  Selama ini aku banyak melihat muzizat dan orang bertobat  ketika didoakan, tapi belum pernah mendengarkan kalimat ini langsung dari orang yang diubahkan. Hal ini semacam memberikan siraman air dingin untuk membuatku sadar, tentang hal lain yang  dituntut Tuhan dari kita. Selama ini aku mengira, kita hanya perlu mengajak dan mendoakan, sisanya Tuhan yang bekerja, dan dengan keyakinan Tuhan akan jawab ya. Ternyata dalam hal meminta-pun, Tuhan ingin kita berbuat lebih.

2 malam aku bertanya dan meminta hikmat, dan Tuhan memberikan jawabannya, pendoa itu menyampaikan jeritan jiwa  wanita  itu kepada Tuhan.

Ibaratnya ketika mau menolong seseorang yang pantas mendapatkan pekerjaan tertentu, kita  berusaha  merekomendasikannya kepada seorang boss. Karena  betul-betul ingin menolongnya, kita mengupayakan yang terbaik, merekomendasikan dengan sungguh-sungguh menerangkan keadaan orang itu dengan harapan yang kuat bahwa dia akan diterima.

Bandingkanlah dengan menolongnya melalui  secarik MEMO pendek.” Boss, tolong terima dia bekerja, dia butuh pekerjaan”.  Kita merasa tugas kita menolong telah selesai, biar Boss memutuskan. Kita kurang berusaha demi orang itu. Mana yang menurutmu lebih meyakinkan? Mana yang mempunyai kemungkinan akan diterima?

Jeritan jiwa yang berisikan keputusaan, ketakutan, rasa tidak layak,  masalah-masalah yang tidak henti-hentinya menerpa, semuanya ditumpahkannya dalam doa. Pendoa itu berhasil  merekomendasikan wanita ini kepada Tuhan untuk diubahkan.  Tolehan Tuhan terhadap doa itu membuat hati wanita itu tidak tahan. Temboknya runtuh, pertahanannya jebol. Lapisan batu-batuan yang membungkus hatinya telah rontok. Dia sadar dia harus berubah.

Mungkin selama ini yang kita lakukan hanyalah memberikan MEMO kepada Tuhan. Kita memohon belas kasihan dan pengampunan buat orang-orang yang kita doakan dengan sekedarnya. Mungkin karena kepercayaan dan iman kita yang besar, sehingga membuat kita kurang berusaha menggali apa yang ada didalam dasar hati seseorang. Kita kurang menggali sehingga jeritan itu tidak terdengar. Kita menganggap …toh Tuhan tau segalanya.

Memang untuk kasus-kasus tertentu, sebuah MEMO akan cukup menolong. Tapi, disini kita berbicara tentang orang-orang yang tau Tuhan, tapi tidak pernah sembahyang lagi.  Kita berbicara tentang orang-orang yang tersesat dan terjebak demikian dalam lumpur dosa.  Mungkin mereka sudah demikian putus asa karena doa mereka tidak pernah bisa menembus langit-langit rumah. Mungkin Tuhan lepas tangan karena sudah berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus kali mengirimkan utusan untuk mendoakan orang itu tetapi  hatinya tidak pernah berubah.

Sebagai orang Kristen, sudah terlalu banyak kita diberkati. Kita diberi kemampuan untuk bertahan melawan badai, kita diberi kemampuan mengucap syukur, kita diberkati luar biasa. Aku ingin katakan bahwa setiap orang yang mempunyai kelebihan karena kasih anugrah Tuhan, Tuhan menuntut untuk membagikannya kepada yang lainnya.

Kita bisa memberkati orang lain dengan keberadaan (dengan uang, tenaga maupun pengetahuan) dan semua milik kita, tapi sering kali itu hanyalah seperti memercikkan air kepada orang yang dahaga. Orang itu mungkin segar sebentar, mampu tersenyum sebentar, sembuh sebentar.  Membawa jeritan jiwa seperti menghantarkan orang itu langsung ke sumber airnya, supaya ia bisa minum sepuasnya ketika dia diubahkan.

Inilah salah satu cara untuk mempersembahkan hal yang paling berharga untukNya, hal yang Dia bahkan rela membayarnya dengan darah dan nyawaNya. Bukan emas, mur dan kemenyan, tapi jiwa-jiwa yang tersesat.

Selamat menyambut Hari Natal, Tuhan memberkati 🙂

Ayat:

Yakobus 5:20 … ketahuilah, bahwa barangsiapa membuat orang berdosa berbalik dari jalannya yang sesat, ia akan menyelamatkan  jiwa orang itu dari maut dan menutupi banyak dosa.

Yesaya 43:4 …Oleh karena engkau berharga di mata-Ku dan mulia,   dan Aku ini mengasihi  engkau, maka Aku memberikan manusia sebagai gantimu, dan bangsa-bangsa sebagai ganti nyawamu

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s