PAKAI DULU TOPENGMU

Posted on Updated on

…Tapi buka dulu topengmu…buka dulu topengmu …Biar kulihat warnamu …kan kulihat warnamu … begitulah PeterPan menyanyikan lagu ciptaannya berjudul TOPENG…

Topeng biasanya diidentikkan dengan kepalsuan, kepalsuan yang cenderung berkonotasi negatif.  Negatif dalam arti merugikan orang lain/ mengambil keuntungan dari orang lain dengan jalan yang tidak terpuji. Salah satu contoh ekstrim adalah kisah klasik yang menggambarkan seorang gadis  desa yang merantau ke kota untuk mencari pekerjaan. Ketika tiba di kota tujuan, dia bertemu dengan seorang pria yang kelihatan baik dan mau membantunya mencarikan pekerjaan. Alih-alih pekerjaan yang halal, dirinya malah dijual ke mucikari untuk dijadikan wanita panggilan. Gadis itu tertipu oleh topeng kebaikan semu dari si pria, sang serigala berbulu domba.

Namun,  topeng tidak semata-mata berbicara tentang kepalsuan. Karena ternyata ada juga topeng yang dipakai untuk  tujuan kebaikan. Misalnya, topeng yang dipakai para superhero – Superman, Batman, Spiderman dll – meskipun mereka adalah tokoh cerita karangan manusia yang belum pernah kita jumpai secara nyata – tetapi peran mereka adalah menjadi  pahlawan pembela kebenaran untuk menyelamatkan dunia, pembela keadilan, dan penolong yang selalu muncul pada saat-saat krisis – mereka rela babak belur tanpa ingin diketahui jati dirinya. Orang yang memang dari dalamnya baik, ingin berbuat baik  dan menampilkan dirinya sebagai orang yang membawa kebaikan.

Dalam kehidupan nyata-pun, ada sosok orang bertopeng yang  sering kita jumpai di pesta-pesta ulang tahun anak-anak, atau di karnaval. Orang ini mengenakan riasan atau topeng wajah berdasar warna putih, hidung bundar berwarna merah, bibir merah dengan senyum yang lebar, perut gendut, lucu dan ceroboh, dan sering mengundang gelak tawa dari orang-orang yang menontonnya. Tetapi para penonton tidak pernah tau, bagaimana keadaan sang pelakon di balik riasannya yang ceria. Penonton tidak merasakan  penderitaan fisiknya yang terbungkus didalam kostum tersebut.

Letih karena kepanasan dan  kostum yang berat. Bahkan mungkin ia adalah orang yang hidupnya susah dan penuh dengan masalah. Siapa yang tahu? Tetapi aku percaya, bahwa seorang badut  tidak mungkin bisa membuat orang tertawa terpingkal-pingkal dengan lakonnya, bila ia tidak menyukai pekerjaannya atau bila ia melakukannya tanpa perasaan dari dalam hati untuk membuat orang tertawa. Aku rasa, seorang badut yang sukses adalah badut yang memiliki panggilan jiwa – dia bahagia ketika berhasil membuat orang lain tertawa.

Nah, bagaimana kita menerapkan prinsip topeng dalam kehidupan kita sehari-hari? Tentunya dalam hal ini aku tidak bermaksud menerapkan ilmu “serigala berbulu domba”.  Karena itu bukan tujuan hidup kita. Orang yang tujuan hidupnya adalah mencelakakan orang lain pasti telah melenceng jauh dari konsep awal Tuhan. Sebagai manusia yang tahu jati dirinya sebagai ciptaaan Tuhan, yang diciptakan untuk menghadirkan berkat dalam kehidupan dan dalam masyarakat, terutama kepada orang-orang yang berada di sekeliling kita (baca : Menjadi Diri Sendiri VS Imej),    dalam hal ini bisa menerapkan topeng sebagai imej jangka pendek yang bisa dikenakan sewaktu-waktu dimana diperlukan – sekali lagi,  untuk tujuan positif dan menghasilkan sesuatu yang baik.

Banyak orang  yang mempunyai sikap dan gaya bicara yang sangat kasar, suka menyinggung dan menyakiti perasaan orang lain. Sengaja atau tidak, ketika orang tersebut ditegur, ia membela diri dengan mengatakan bahwa itulah aslinya, bahwa ia tidak perlu berpura-pura untuk berkata manis. Lucu, karena dengan pernyataan itu, ia meng-klaim dirinya sebagai orang yang mempunyai sikap buruk, suka berkata kasar dan menyinggung, tetapi berharap bisa diterima orang lain.

Rambut sama hitam, hati orang siapa yang tahu? Bunyi pepatah ini cukup jelas melukiskan tentang kedalaman hati seseorang yang sulit diketahui orang lain. Tidak salah. Tetapi sikap yang kita tunjukkan juga bisa mewakili watak kita, karakter kita, kepribadian kita. Bila seseorang meng-klaim dirinya baik, lalu kenapa ia harus mengenakan topeng yang dingin dan tampak jahat? Meskipun ia tidak memerlukan orang lain meng-klaim dirinya sebagai orang baik, ia tidak sadar, ia menutup jalannya sendiri untuk menghadirkan berkat dimanapun ia berada. Orang-orang yang berada disekitarnya selalu merasa sakit hati dengan kehadirannya. Apa manfaatnya?

Tujuan hidup kita adalah memberikan kontribusi yang positif terhadap kehidupan dan orang-orang yang ada disekitar kita. Bagaimana mengajari orang lain bersikap baik bila kita kelihatan seperti preman? Bagaimana bisa menolong orang susah bila kita juga kelihatan susah? Orang tersebut mungkin akan berpikir bahwa kita sendiripun   tidak  mampu melepaskan diri dari masalah,   bagaimana ia bisa  mempercayaimu untuk membantunya keluar dari masalah?

Contoh lain misalnya dari  sisi kelemahan manusia terutama wanita yang  suka menggosipkan dan mempergunjingkan orang lain. Meski sering diakui bahwa mereka tidak bermaksud demikian, lebih baik secara jujur bertanya  pada diri sendiri apakah memang dalam hati tidak ada kedengkian? Menggosipkan orang lain itu tidak memberkati, malah mendatangkan celaka dalam kehidupan orang yang digosipkan, dimana gosip itu  belum tentu benar 100%. Seorang wanita yang mengaku sebagai wanita terhormat dan  berharga, terutama yang sudah menikah,  tidak akan mengenakan topeng sebagai wanita penggoda  yang memancing hasrat lawan jenis untuk mendekati bahkan berimajinasi fantasi dengan  dirinya. Tetapi bila itu dilakukannya, baik dengan alasan apapun, hati-hatilah bahwa itu mewakili apa yang ada dalam dirimu, bahwa ia sebenarnya memang wanita penggoda, yang suka memancing respon lawan jenis  selain suaminya. Seorang  pria yang mencintai isterinya, tidak akan berlaku kasar padanya. Jika ternyata ia sering berlaku kasar, dan kemudian bolak balik minta maaf dan mengatakan bahwa ia tidak bermaksud demikian, hati-hatilah…ia mungkin tidak pernah mencintai wanita itu apalagi  menganggapnya berharga.

Ingatlah, apapun yang kita tampilkan di permukaan, topeng apapun yang kita kenakan, minimal mewakili apa yang ada didalam diri kita, di dalam hati kita, baik secara langsung atau tidak langsung. Bila  hati kita baik, kenapa tidak memilih topeng kebaikan untuk dikenakan? Daripada mendatangkan celaka dalam kehidupan orang lain, bukankah lebih baik kita memakai topeng badut yang membuat  orang lain tertawa?

Yang manakah  pilihanmu?  🙂

Salam Damai Sejahtera …

Iklan

3 thoughts on “PAKAI DULU TOPENGMU

    santi said:
    November 27, 2012 pukul 9:12 am

    Thanks ciiii, pagi2 dah dpt supplement tambahan buat hati. Hehhehee keep writing ci, don’t stop inspiring others

    Suka

    endy said:
    November 27, 2012 pukul 3:27 am

    pilih sip ato snap… 🙂

    Suka

    Juely responded:
    November 27, 2012 pukul 1:54 am

    =

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s