Orang Jahat dan Orang Baik, TAKDIRKAH?

Posted on Updated on

Suatu hari, salah seorang temanku menulis begini: “For a chaos to end & order begin, one need a villain & a hero, as Chimera to Bellerophon, as Kraken to Perseus, as evil to good, as Devil to God”. Tidak salah memang. Dunia, apapun area-nya selalu terdiri dari 2 sisi. Begitupun dengan manusia ada yang baik dan ada yang jahat. Sebenarnya siapakah orang baik dan orang jahat itu?

Umumnya orang-orang mengatakan bahwa  suratan takdirlah yang menentukan seseorang itu menjadi baik atau jahat. Tetapi aku pikir lebih dari itu, bahwa menjadi baik atau jahat sepenuhnya tergantung keputusan pribadi. Setiap orang bebas memilih dimana tempatnya  berpijak. Tidak bisa dibilang takdir karena setiap manusia dilahirkan dalam kondisi yang sama, yaitu bayi dengan segala ketidakberdayaan. Kondisi yang sangat bergantung kepada lingkungan supaya bisa hidup. Dan ketergantungannya tersebut akan secara perlahan membentuk karakternya. Itulah yang disebut takdir.  Mengapa?  Karena seseorang tidak bisa memilih untuk dilahirkan dimana, sebagai anak dari keluarga siapa.

Orang yang tumbuh menjadi jahat, sering tidak melihat pilihan lain selain menjahati orang lain. Ada satu kebutuhan untuk memuaskan jiwanya yang didapatkannya dari sana.  Mungkin dia tidak suka melihat orang lain senang. Karena dia tidak pernah merasakannya,  dia akan berusaha untuk  merusaknya melalui cara-cara yang diketahuinya.  Mungkin dia tidak mampu menerima kebaikan orang lain karena pernah disakiti orang lain dengan topeng kebaikan. Jika hati nuraninya belum mati, ia akan sanggup bertobat. Namun ada pula orang yang secara terang-terangan menyatakan bahwa mereka bukan orang baik dan tidak menjalani hidup di jalan yang baik, tetapi tidak mau berusaha memperbaiki diri.

Menjadi orang baik juga merupakan pilihan. Sebuah anugerah besar bila seseorang hidup dalam kelimpahan kasih sayang dari lingkungan disekitarnya Latar belakang keluarga dan lingkungan yang baik, cenderung membentuk seseorang menjadi orang baik. Namun, orang baik dengan latar belakang penuh kebaikan, biasanya sering tidak waspada dengan kejahatan yang mengintainya. Dan bila suatu hari dia ditimpa masalah buruk yang tidak pernah dialami sebelumnya, ada kemungkinan dia tidak akan tahan dan jatuh. Jika ia tidak bisa mensyukuri kehidupannya yang sebelumnya, kemungkinan dia akan kecewa terhadap hidupnya, dan  berbalik menjadi jahat. Tidak ada kepastian bahwa seseorang yang berasal dari lingkungan yang baik akan tetap menjadi orang baik.

Kesimpulanku, orang baik adalah orang jahat yang bertobat menjadi orang baik. Karena mereka telah mengalami begitu banyak peristiwa, dan sudah sampai pada kesimpulan dimanakah dia akan berpijak. Mentalnya sudah cukup kuat, sehingga tidak akan gampang jatuh ketika mendapati dirinya dijahati. Dan karena… dia telah dewasa, tahu dan mengerti mana yang baik dan benar, mana yang jahat dan salah dan ia membuat pilihannya. Bagaimana denganmu?

Semoga diberkati 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s