MERDEKA !!!

Posted on

Layaknya hari besar lainnya, hari kemerdekaan merupakan satu hari yang tidak luput dari perayaan.  Upacara bendera di sekolah-sekolah dan di kantor-kantor instansi pemerintahan selalu menyelipkan satu renungan akan perjuangan kaum pahlawan untuk berjuang dan menebus kemerdekaan negara ini dengan darah dan nyawa mereka. Satu hal yang harus kita ingat adalah, apa tujuan yang melandasi para pahlawan perang untuk masa depan negara tercinta ini.

Pada suatu kesempatan dalam rangka merayakan Hari Natal, kami (tim Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa) mengadakan perayaan Natal bersama para Veteran perang kemerdekaan RI. Jumlah yang hadir cukup mengesankan, 3000 orang. Semuanya berusia tua dan lanjut, dengan rambut memutih. Dari perbincangan dengan beberapa dari mereka, kutemukan satu hal, sorot mata yang sarat dengan semangat juang. Mereka malah berkata, bila suatu saat negara dalam keadaan genting, mereka tidak akan menghiraukan usia, untuk maju ke garis depan sebagai pembela negara.

Cita-cita mereka murni, berjuang untuk memerdekakan bangsa dari tangan penjajah, supaya bangsa tidak lagi terbelenggu oleh perbudakan, supaya bangsa bisa menentukan arah dan tujuan sebagai bangsa yang merdeka. Namun, kenyataannya di hari ini termasuk sangat mengecewakan. Mereka getir melihat generasi penerus yang masih diperbudak, antara lain oleh korupsi dan penggunaan obat-obatan terlarang. Penyesalan terlihat dari sudut mata yang tergenang ketika hal tersebut dikemukakan.

Bukankah kita sebagai pengikut Kristus, sering mengalami hal yang sama? Pada detik kita mengaku dan menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat, sebagai Raja dan Tuhan kita, pada saat itulah Roh kita dimerdekakan. Kita dimerdekakan dari perbudakan dosa, dengan harga tebusan yang sangat mahal ( Yohanes 8:36 … jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kaupun benar-benar merdeka).

Tetapi, aku ingin mengajak untuk merenungkan kembali arti kemerdekaan kita, dalam hal penebusan yang telah Kristus lakukan, apa yang menjadi tujuannNya memerdekakan kita? Apa saja yang telah kita lakukan setelah ditebus? apakah kita melanjutkan estafet kasih Kristus untuk berjuang melawan dosa dan mengabarkan Kabar Baik? Ataukah kita tenang-tenang saja melewati hidup tanpa menghiraukan kejadian disekitar kita?

Sebagai produk tebusan Kristus, kita diharapkan untuk menjalani kehidupan bukan dengan melakukan apa yang kita ingin lakukan, tetapi apa yang seharusnya kita lakukan.  Antara lain disebutkan, kita ditebus untuk melayaniNya, kita ditebus untuk hidup bukan untuk  menyelubungi kejahatatan-kejahatan dengan kedok rohani ( 1 Petrus 2:16 … Hiduplah sbagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka).

Sebagai seorang warga negara, seberapa jauh kita melakukan kebenaran akan hal-hal yang harus dilakukan? Sudahah kita mematuhi peraturan pemerintah? Sudahkan kita membayar pajak dengan benar? Apakah kita harus diawasi dan ditinjau  secara periodikal untuk melakukan hal tersebut dengan benar? Bukankah itu sama dengan “perbudakan’?

Sebagai pengguna jalan raya, apakah kita mematuhi marka-marka di jalan raya?  Apakah kita akan melakukan peraturan itu hanya ketika  melihat  ada polisi? Perlukah kita diawasi untuk melakukan hal yang benar?

Sebagai Pejabat Pemerintah, apakah perlu KPK yang mengawasi setiap saat sehingga tidak memungkinkan untuk korupsi?

Sebagai profesional, apakah kita perlu diawasi atasan, supaya kita melakukan pekerjaan kita dengan baik dan tepat waktu? Berapa banyak jam kantor yang dihabiskan untuk telpon, BBM, FB-an  untuk urusan diluar  keperluan kantor? Jika mau lakukan itu, lakukan pada saat jam istirahat. Jangan melakukan pada saat jam kerja.

Sebagai seorang suami/ istri, apakah tanpa sepengetahuan pasangan, dan secara sembunyi-sembunyi berhubungan dengan wanita/pria lain? Seberapakah karibkah hubungan tersebut sehingga perlu disembunyikan?

Begitu banyak hal-hal  yang tidak benar untuk kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Jangankan sebut-sebut  “kesalahan besar” seperti perselingkuhan, mabuk-mabukan minuman keras maupun obat terlarang.  Banyak sekali hal-hal kecil yang kita lakukan tanpa menyadari bahwa itu adalah kesalahan.  Instropeksi diri dan melakukan saat teduh setiap hari, perbaharui Roh secara terus menerus dalam diri kita, dekatkan diri pada Tuhan.

Jangan nyatakan sebagai orang merdeka sebelum kita benar-benar melepaskan diri dari “perbudakan” mata polisi, mata atasan, mata KPK, dan mata-mata yang lain. Hanya satu mata yang harus kita takuti dan gentar, dan satu kasih yang membuat  kita tidak akan mampu berbuat hal-hal yang menyakitiNya, yaitu mata dan kasih Kristus. Bila belum sanggup melakukannya, status kita akan tetap sebagai “budak” dosa.

MERDEKA!!!

Semoga diberkati 🙂

Bacaan Alkitab:

  • 1 Petrus 2:16, Hiduplah sebagai orang merdeka dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakankemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan  mereka, …
  • Yohanes 8:36, Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.
  • 2 Korintus 3:17, Sebab Allah adalah Roh  dan di mana ada Roh Allah, di situ ada kemerdekaan.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s