FANATIK | GTHP-3

Posted on Updated on

Artikel ini adalah lanjutan dari

1.  GELAP TERANG HITAM PUTIH 

2. ORANG-ORANG YANG HARUS DIHINDARI | GTHP-1

3. KAWIN CAMPUR | GTHP-2 

Kategori pertanyaan ketiga: Mengapa orang Kristen fanatik.

Suatu hari dalam perjalanan pulang ke rumah, tiba-tiba dari kaca spion,  aku melihat semburat warna hijau yang semakin membesar dan mendekat kearahku. Hatiku mulai merasa was-was… peringatan tidak enak yang seolah-0lah ancaman ada didepan mata.  Benar saja, ternyata hijau  itu adalah sekelompok fans fanatik salah satu tim sepakbola di Jawa Timur,  bonek!!! … yang reputasinya sangat negatif, sedang melaju dengan motor-motor yang  menderu-deru dengan knalpot yang sudah dimodifikasikan sehingga menghasilkan bunyi yang memekakkan gendang telinga,  mereka berteriak-teriak sampil mengacung-ngacungkan tangan, mengibar-ngibarkan bendera dan … benar-benar membuat resah.

Di satu kesempatan, aku membaca sebuah artikel tentang seorang pria yang hobi mengoleksi mobil kuno, dan mempunyai ratusan mobil kuno yang bermerek “mercedez benz” karena  tergila-gila pada jenis mobil kuno tersebut, dan itu memuaskan batinnya. Jelas  fanatik  jenis ini tidak menimbulkan keresahan masyarakat, kecuali mungkin dari keluarganya  protes karena uang dihamburkan untuk hobi yang tidak menguntungkan.

Menurut kamus Bahasa Indonesia fanatik artinya teramat kuat kepercayaan (keyakinan) thd ajaran (politik, agama, dsb). Bisa juga diartikan sebagai keranjingan, radikal, ekstrim, tergila-gila..

Meresponi pertanyaan dari   kelompok pembaca Kawin Campur  yang mengatakan bahwa orang Kristen itu fanatik. Terus terang,  secara pribadi aku tidak berkeberatan dicap fanatik dalam hal keimanan. Mengapa?  karena aku menikmati hari-hari dalam kehidupan kekristenan yang kurasakan memberi damai didalam hati. Pengalaman dengan “pribadi Kristus” membuatku menjadi manusia yang jauh lebih baik. Bahagia dan damai sejahtera mengisi hari-hariku. Bukankah sesuatu yang membuatmu bahagia akan membuatmu keranjingan? Ingatkah ketika kamu tergila-gila pada seseorang,  maka kamu akan mati-matian mengejarnya, dan mati-matian mempertahankannya ketika dia berhasil kamu miliki.

Dengan dasar Yesus Kristus sebagai Raja Damai, aku berani berkata bahwa seseorang yang mengaku dirinya Kristen haruslah fanatik. Sebab tidak ada alasan apapun yang bisa dipakai untuk mengingkarinya bila seseorang itu pernah merasakan kasih yang diberikan olehNya. Oang itu tidak akan berpaling, meskipun hidup kadang-kadang tidak mudah. Dia akan tetap teguh dan percaya, bahkan dia takut ditinggalkan oleh “pribadi” tersebut.

Dan dengan dasar Damai itulah, ajaran kekristenan yang murni tidak mengobarkan permusuhan, pertikaian, maupun peperangan. Coba pikir, bagaimana sebuah ajaran yang berbunyi , ” Janganlah kamu melawan orang yang berbuat jahat  kepadamu, melainkan siapapun yang menampar pipi kananmu, berilah juga kepadanya pipi kirimu.( matius 5:39) bisa menimbulkan perkara?

Yesus Kristus berkata, “Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu,   dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu (Yohanes 14:27)”.

See? apakah sekarang kamu sudah melihatnya dari sudut pandangku? Bila hari ini kamu menyebut dirimu Kristen, tetapi  belum pernah merasakan kasih, damai dan sukacita daripadaNya, izinkan aku memberi saran, segeralah mendekatkan diri dan memohon kepadaNya sampai Ia menghadapkan wajahNya kepadamu dan memberikanmu damai sejahtera (Bilangan 6:26). Saat kamu melakukannya, tanggalkan semua logika yang kamu miliki, kepintaran-kepintaranmu, karena hal ini jauh melebihi segala akal. Ambil keputusan hanya untuk menjumpaiNya dan merasakan hadiratNya. Aku berani menjamin, pada saat kamu merasakan dan menerimanya, saat itu juga kamu akan menjadi seorang fanatik.

Semoga diberkati 🙂

Iklan

3 thoughts on “FANATIK | GTHP-3

    Antok Wijaya Djokosetio said:
    Juli 6, 2012 pukul 5:48 pm

    Nice artikel … GBU

    Suka

      Juely responded:
      Agustus 12, 2012 pukul 9:21 pm

      Thanks, Antok!
      GBU too ^^

      Suka

    hermankristanto said:
    Juli 6, 2012 pukul 11:10 am

    Iya bagus, memang menurut hemat saya fanatik itu bagaikan dua sisi mata uang, harus balance, tidak boleh juga terlalu fanatik entar egonya yang menonjol dan ndak boleh juga kita ngak fanatik, pokoknya yang penting intinya kita ngak bolejh berlebih, semisal contoh: air minum bagus buat kita kalau kita minumnya berlebih dan terlalu banyak kita bisa sakit perut bahkan mabuk tuh………

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s