KAWIN CAMPUR : GTHP2

Posted on Updated on

Artikel ini adalah lanjutan dari :

GELAP TERANG HITAM PUTIH (GTHP) 

TYPE ORANG_ORANG YANG HARUS DIHINDARI |GTHP1

Kategori pertanyaan kedua:

Mengapa orang Kristen tidak diperbolehkan menikah dengan orang non Kristen.

Jawabannya sederhana, karena melanggar Undang-Undang Perkawinan Nomor 1 Tahun 1974, yang  secara eksplisit menyatakan bahwa sebuah perkawinan baru dikatakan sah bila telah dilakukan menurut hukum masing-masing agama/kepercayaan. 🙂 🙂 🙂

Jadi sebelum disahkan oleh negara, Lembaga Perkawinan akan meminta  Surat Pemberkatan dari lembaga agama yang dianut oleh kedua calon suami istri sebagai salah satu syarat untuk membuat Akta Perkawinan. Bila tidak ada pengesahan dari lembaga agama, maka tidak akan ada Akta Perkawinan, artinya perkawinan itu tidak sah, sama saja dengan kawin lari, tidak legal secara hukum.  Kecuali lewat jalan pintas seperti banyak dilakukan masyarakat,  salah satu pihak bersedia mengorbankan keyakinannya dan mengakui sebagai pemeluk agama calon pasangan hanya untuk mendapatkan surat pemberkatan tersebut. Tapi pilihan ini lebih tidak bagus, karena orang tersebut bisa dikategorikan sebagai orang yang tidak beriman.

Hukum ini  tidak hanya berlaku dalam agama Kristen, tetapi dalam agama apapun yang diakui di Indonesia,  dan tidak diperkenankan Kawin Silang alias Kawin Campur alias Perkawinan Beda Agama.

Aku mau cerita…

Hampir bisa dipastikan bahwa setiap orang mendambakan perkawinan yang berbahagia.  Dan pada umumnya setiap orang mempunyai keinginan seperti apa calon pasangannya kelak, misalnya harus cantik atau ganteng, biar dipandangi sajapun sudah puas… atau harus banyak uang, supaya tidak pusing memikirkan kelangsungan dapur ngebul sehari-hari… harus baik… harus pintar .. dan sebagainya,   tetapi  seringkali bila cinta sudah melekat, maka persyaratan-persyaratan itu buyar atau menjadi tertutupi oleh rasa berbunga-bunga, dan yang paling mengkhawatirkan adalah IMAN  yang sering dikorbankan. IMAN menjadi tidak penting bagi dua anak manusia yang dimabuk asmara. 

Aku  sangat setuju dengan adat Jawa dalam memilih jodoh atau pasangan hidup dimana  harus melihat dan mempertimbangkan 3B, Bibit, Bebet, Bobot.

  • Arti bibit adalah rupa (harafiah: asal-usul, keturunana)
  • Arti bebet adalah keluarga, lingkungan, dengan siapa teman2nya
  • Arti bobot adalah nilai pribadi/ diri yang bersangkutan. termasuk disini kepribadian, pendidikan dan kepintarannya, pekerjaan juga nilai pribadi seperti gaya hidup dan IMAN. bobot juga berhubungan dengan tingkat pendapatannya.

Sungguh sebuah formula yang bagus, bila yang diutamakan bukanlah cuma kekayaannya saja (sekarang zaman matre!), mengingat bahwa kekayaan sering membutakan mata jasmani. 

Dari segi rohani, Tuhan bilang, bahwa dalam hal mencari pasangan, haruslah mencari pasangan yang sepadan. Dalam hal ini, Tuhan punya ide untuk menciptakan mbak Hawa. Dalam rencanaNya yang besar, Dia membuat Hawa itu sepadan untuk dipasangkan dengan Adam. Tujuannya untuk menolong Adam.

Menurut kamus bahasa Indonesia, kata  sepadan mempunyai arti:

  1. n ekuivalen, proporsional, sama, sebanding, sederajat, seimbang, sejajar, sekelas, selevel (cak), sepasang, setakar, setara, setimbal, setimbang, setingkat, setolok, seukur;
  2. a cocok, selaras, serasi;

Jadi, mengapa harus memilih pasangan yang sepadan?  Karena,  bila  tidak sepadan, Hawa tidak akan mampu menjadi penolong Adam. Jadi, tidak benar bahwa   wanita itu  diciptakan sebagai makhluk lemah, tapi sebaliknya wanita  diciptakan dengan kemampuan-kemampuan  khusus yang ditujukan untuk membantu pria mewujudkan cita-citanya, sebagai yaitu  kepala keluarga yang sukses. Sehingga timbullah pribahasa : Selalu ada wanita handal dibelakang setiap pria yang sukses.

Supaya keduanya bisa bekerjasama untuk mencapai cita-cita sebagai rumah tangga yang harmonis dan bahagia, tidak salah lagi, keduanya harus mempunyai landasan dan tujuan yang sama. Landasannya Iman , tujuannya Keluarga sukses  yang harmonis  dan berbahagia. Dan dalam Iman kekristenan,  telah diatur sedemikian rupa berbagai macam hak dan kewajiban serta  hukum-hukum yang harus dijalankan oleh suami maupun istri di dalam sebuah perkawinan.

Nah, karena landasan seseorang  adalah IMAN yang merupakan DASAR dari SEGALA SESUATU yang diharapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak dilihat.  Maka iman bisa dibilang sebagai sesuatu yang dipegang teguh dan tidak bisa diganggu gugat. Bilaternyata  gampang  diganggu gugat dan diutak atik, itu namanya bukan iman, tapi plin plan.  Dan dalam perkawinan tidak berlaku kata “plin plan” maupun “abstain” , karena di dalam perkawinan ada begitu banyak keputusan yang harus dibuat, terutama setelah mempunyai keturunan, kerjasama keduanya mutlak diperlukan.

Dan adalah penting bagi iman dan kesatuan Kristen adalah pengakuan bahwa hanya ada “satu Tuhan”. Bahwa hanya ada “satu Tuhan” artinya karya penebusan Kristus itu sempurna dan memadai, dan tidak diperlukan penebus atau pengantara yang lain untuk memberikan keselamatan yang lengkap kepada orang percaya (1Tim 2:5-6; Ibr 9:15).  “Satu Tuhan” juga berarti bahwa mengakui adanya kekuasaan yang setara atau lebih tinggi selain Allah, yang dinyatakan dalam Kristus.  Tidak mungkin ada ketuhanan Kristus atau “kesatuan Roh” (ayat Ef 4:3) terlepas dari pengakuan bahwa Tuhan Yesus adalah kekuasaan tertinggi bagi setiap orang percaya dan bahwa kekuasaan Kristus itu disampaikan melalui Firman yang tertulis.

Aku ingat sewaktu berumur belasan, aku sering bilang sama nenekku, “amah… (nenek dalam bahasa hokkian)… amah tiap hari sembahyang sana-sini, dewanya banyak sekali, mana bisa dikabulkan doanya? nanti dewanya tidak kerja samua, karena Dewa A pikir …hmmm.. kayaknya sudah ditangani Dewa C, trus Dewa B mikir Dewa A yang seharusnya menolong dsb dsb… akhirnya…ga ada satu dewapun bekerja, karena saling berpikir itu bukan tugasnya…hahahha…. maka meranalah yang menunggu jawaban doa yang tak kunjung tiba. Biasanya amah marah sambil tertawa dan bilang,” shi shua kong ua (bicara sembarangan)”… hahahaha

Jadi… adalah benar dua orang yang terikat perkawinan harus berada dibawah aturan satu Tuhan.

Demikian penjelasan singkat saja. Semoga diberkati 🙂

Iklan

One thought on “KAWIN CAMPUR : GTHP2

    […] pria yang sukses20 Langkah Perubahan Karir yang SuksesRE: GELAP TERANG HITAM PUTIH – Q.2. Mengapa tidak boleh kawin campur .wooslider .slider-container,.slider-container .slide { height: 292px!important } .wooslider […]

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s