3 TANTANGAN DARI MASA LALU

Posted on Updated on

Berbeda dengan sinetron tanah air yang “kurang mendidik”, film serial Korea sering  menyajikan hal-hal positif dan mendidik  dari budaya mereka.  Selain  sopan santun terhadap orang yang lebih tua, semangat juang yang kuat, ternyata….  ada hal yang sama juga dengan disini, yaitu penilaian masyarakat terhadap  masa lalu seseorang sangat diperhitungkan meskipun negara tersebut sangat modern.

Salah satu film Korea yang saya tonton adalah mengenai olah raga. Ceritanya … ada seorang eksekutif organisasi olahraga terbesar di kota Seoul yang kemudian dipecat karena menolak menjalankan  perintah boss-nya untuk melakukan kecurangan, dia kemudian  dikambing-hitamkan dengan cara menyebarkan berita bohong di media massa melalui konferensi pers bahwa sang eksekutif dipecat karena memerintahkan atletnya melakukan doping.

Disisi lain, ada seorang anak muda jalanan,  seorang pencopet, dia punya bakat alami berkelahi yang sangat baik. Nasib mempertemukan mereka dan setelah melalui berbagai peristiwa , mereka  kemudian sepakat untuk bangkit bersama, sang eksekutif bertindak sebagai agennya, dan sang pemuda dilatih secara intensif untuk menjadi seorang petinju profesional. Jalan menuju kesana juga tidak mudah, karena semua klub olahraga menolak sang eksekutif tersebutyang disebabkan oleh  kasus doping tersebut,  Namun, akhirnya mereka menemukan satu tempat yang akhirnya bersedia menerima mereka.

Setelah perjuangan keras, akhirnya mereka sampai pada satu posisi yang layak untuk maju dalam pertandingan olahraga pro. Tetapi lagi-lagi mereka dihadang oleh sang mantan boss dengan cara memonopoli pasar olahraga tersebut dan mereka dilarang untuk ikut pertandingan kecuali dengan lisensi dari organisasi tersebut. Tidak patah arang, mereka berusaha lagi untuk berdiri, dan membentuk liga pertanding, dan kali ini pukulan telak dilancarkan oleh sang mantan boss, yaitu memberitakan tentang masa lalu kedua orang tersebut.Hasilnya? semua sponsor membatalkan kerjasama dan mereka benar-benar buntu kali ini…

Dari cerita diatas, hal yang menarik adalah kedua orang tersebut adalah keinginan mereka untuk memulai hidup baru, namun masyarakat tidak memberikan kesempatan.

Masa lalu, terkadang menjadi momok dalam kehidupan kita, terlebih apabila masa lalu tersebut kelam dan kusam. Masa lalu yang kelam, apapun itu, sering menjadikan orang tidak percaya diri untuk melangkah.  Sering kali masa lalu itu mengintai bahkan mengancam, dan walaupun berhasil diatasi, ada  satu tantangan lagi yang harus dihadapi, yaitu penilaian masyarakat.

Perihall masa lalu,  saya menemukan ada 3  tantangan yang  diberikan dalam kehidupan  kita:

  1. BAGAIMANA MENGATASI MASA LALU?

Masa lalu yang kelam dalam kehidupan seseorang, tidak peduli kesalahannya sebesar apa, seringkali kembali menghantui, seringkali membuat tidak percaya diri, sering kali membuat kaki berat melangkah, seringkali membuat hidup jauh lebih gagal dari sebelumnya  bila usaha-usaha yang dilakukan untuk keluar dari masa lalu selalu terbentur dan seolah-olah memberikan jalan buntu.

Untuk memulai hidup yang lebih baik, tidak ada cara lain selain meninggalkan masa lalu dan tidak memikulnya lagi menuju masa depan. Sebab bertahan dalam luka, sakit hati, kepahitan dan kekecewaan adalah beban yang sangat berat. Mengapa? Karena hal-hal tersebut membuat fokus ke masa depan menjadi buram. Bahkan seringkali mempengaruhi sikap dan tingkah laku dan mood kita, yang akibatnya mempengaruhi hubungan kita dengan orang lain, dengan pekerjaan, dan lain-lain. Sikap tersebut jelas mengunci kaki kita untuk melangkah keluar dari bayang-bayang masa lalu tersebut.

Tapi…. Kabar baiknya adalah, bahwa setiap orang layak untuk hidup bahagia, kehidupan seseorang tidak melulu merupakan pengulangan-pengulangan dari masa lalunya, setiap orang bisa melangkah keluar asal mau melepaskan beban itu.

Ada beberapa cara yang lazim dipakai untuk bangkit dari masa lalu, antara lain:

  • Membicarakannya. Bicaralah dengan orang-orang terdekat, bicarakan dengan seekspresif mungkin, keluarkan semua perasaan yang ada, baik  sakit hati, takut, kecewa, expresikan dengan menangis, berteriak atau apapun.  Setelah itu lupakan semuanya, bebaskan pikiran selamanya dari hal-hal tersebut, mungkin sulit tapi itu merupakan  satu-satunya pilihan untuk bangkit.


  • Menuliskannya. Menulis merupakan salah satu cara menumpahkan perasaan, makanya terkadang kita bisa menebak suasana hati seseorang dari status yang dituliskannya pada profile facebook, twitter, atau media social lainnya.  Jurnal juga relatif  lebih aman, karena hanya kita yang tahu. Pada waktu menulis, tumpahkan semua apa adanya, tidak perlu dikarang dan dirangkai dengan kalimat-kalimat yang indah.


  • Meminta maaf. Saya dulu berpendapat apabila kita meminta maaf, maka berarti pihak kita yang bersalah. Ternyata tidak begitu, meminta maaf tidak berarti kita salah, atau apa yang terjadi pada diri kita tidak penting, ataupun berarti kita menyetujui tindakan orang yang akan kita minta maaf.  Secara sederhana, meminta maaf berarti kita sudah membuat pilihan untuk melupakannya, tidak ada lagi sakit hati ataupun keinginan membalasnya, sehingga masa lalu tersebut tidak akan lagi mempengarahui hidup kita.


  • Berobat ke ahli kejiwaan. Bila masa lalu terlalu berat dipikul sehingga mengakibatkan stress berat atau depresi,  sebaiknya segera menghubungi konsultan kejiwaan untuk menjalani terapi. Konsultan mungkin merupakan pilihan yang lebih baik bila ingin privacy, dimana kita bisa menceritakan apapun secara terbuka daripada kepada orang yang dikenal.  Dan juga mereka lebih bisa memberikan arahan yang tepat untuk membantu kita melewati masalah.


  • Tambahan: Sebagai manusia normal yang juga mempunyai masa lalu, saya disembuhkan dengan cara Kristiani, dengan cara  Pelepasan  dilanjutkan dengan doa-doa intensif mengenai pengampunan dan pelayakan diri oleh Kasih Kristus menjadi kunci utama. *)lihat di ad.3


2. BAGAIMANA MERESPONI PENDAPAT NEGATIF DARI MASYARAKAT?

Saya pernah diperhadapkan dengan pertanyaan ini dalam salah satu interview  di  gereja. Beliau bertanya, “Juely, kamu kan mempunyai latar belakang, dan dalam pandangan masyarakat disini, ada kemungkinan meskipun belum pernah terjadi,  bahwa orang-orang  akan membicarakanmu bahwa kamu tidak layak bertugas di atas panggung, reaksimu bagaimana?” 

Jawabanku sederhana, aku bilang : … I don’t care!

Intinya apa yang dibicarakan orang mengenai masa laluku bukan merupakan masalah bagiku. Itu adalah masalah mereka, sebab aku sudah lepas dari masalah itu. Sebab Tuhan sudah menyembuhkan dan memulihkan aku melalui proses yang sangat panjang, Sebab aku sekarang layak. FirmanTuhan berkata, “jangan takut bila diaibkan manusia, atau dinista oleh mereka”. (Yesaya 51:7B)

Ada satu pepatah yang bagus, mungkin artinya kurang lebih seperti. “anjing menggonggong, khafilah berlalu”, oleh Steve Maraboli, seorang penulis buku, bunyinya “If people refuse to look at you in a new light and they can only see you for what you were, only see you for the mistakes you’ve made, if they don’t realize that you are not your mistakes, then they have to go.”

3. BAGAIMANA SEHARUSNYA KITA BEREAKSI THP MASA LALU ORANG LAIN?

Ada 2 versi manusia, yaitu yang baik  dan yang jahat, bahkan sejak anak-anak kita sudah disuguhi dengan tokoh dari 2 karakter tersebut. Ada Paman Gober VS Gerombalan Siberat, ada Batman VS Joker, ada Tom VS Jerry, atau di film-film yang menggambarkan sosok pahlawan (orang) baik yang menumpas kejahatan.

Hampir semua cerita dalam film menggambarkan kejahatan harus ditumpas melalui kekerasan, kalu perlu pelakunya dibunuh, kita gemas melihat peran orang jahat tersebut, sehingga merasa ingin ikut memukul, menendang, dan menghancurkan tokoh tersebut.  Nah, apakah reaksi-reaksi tersebut adalah reaksi yang benar? Apalagi terhadap orang yang sudah bertobat dan berusaha hidup dengan baik?

Penilaian masyarakat secara umum juga sering menjebak kita dengan persepsi yang salah.  Beberapa tahun yang lalu, saya ikut serta dalam acara kunjungan ke Rutan (Penjara) dalam salah satu aksi perayaan Natal. Nah, diantara bidang-bidang pelayanan masyarakat yang dibuka pada saat itu al: ke rumah sakit, panti jompo, panti asuhan, mal, perkantoran, hotel, kerja bakti maupun anak jalanan, kunjungan ke rutan(penjara) menempati urutan “hampir tidak ada peserta”. Mengapa? Mengapa orang-orang takut? Bukankah seharusnya orang-orang terpenjara seperti mereka yang seharunya diberikan motivasi dan harapan, supaya setelah keluar dari sana mereka mempunyai harapan baru untuk hidup lebih baik?

Saya ingin mengajak anda merenungkan dari  sudut pandang Kristiani, yaitu sosok Yesus Kristus yang dilahirkan untuk menebus dosa manusia (Yohanes 3:16). Terbukti dalam perjalanan hidupnya yang tertulis dalam Alkitab:

  • Dia mengatakan, “dosamu diampuni”  kepada orang lumpuh, sehingga orang tersebut kembali berjalan.  Bukankah hal tersebut mewakili bahwa mengampuni orang yang bersalah, mampu memberikan harapan kepada orang tersebut untuk bangkit? Bukankan pengampunan merupakan hal pertama yang harus dilakukan?


  • Dia menyembuhkan orang sakit  jiwa. Bukankah kita semua manusia sama, jiwa kita yang emosional rapuh tanpa Tuhan? bahwa kita perlu penyembuh untuk jiwa kita supaya tenang? Seperti orang sakit yang perlu dokter, orang yang punya masa lalu perlu kita untuk mensupport mereka secara mental, supaya mereka tenang dan bisa focus untuk meraih masa depan.


  • Dia menerima orang berdosa, bergaul dengan orang berdosa, dan menyetarakan diri dengan mereka. Bukankah kita semua juga orang berdosa? Apakah yang membedakan kita sehingga kita tidak mau menerima orang lain karena masa lalunya?

Hal-hal inilah yang ditawarkan Yesus kepada kita semua, manusia yang notabene pendosa, Dia menawarkan pengampunan, pemulihan, melayaniNya dan tercatat dalam Kerajaan Surga. Kita semua menginginkan hal tersebut. Dan apakah yang membuat kita menghalangi orang lain untuk mendapatkan hal yang sama  dengan sikap kita yang salah?  KITA SEMUA DILAHIRKAN SAMA.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s