PUBER KEDUA

Posted on Updated on

Belakangan ini aku sering medapati perubahan-perubahan drastis pada teman-teman sebaya saya, terutama dalam hal penampilan. Mereka, baik pria maupun wanita,  secara tiba-tiba berubah lebih cantik, lebih terawat, dan lebih mencuri perhatian. Wah, saya senang dengan fenomena itu karena saya termasuk orang yang suka melihat penampilan “bagus” :). Tetapi tidak semua perubahan itu sesuai dengan kepribadian sehingga ada yang tampil agak norak dan berlebihan. Sebenarnya apa yang terjadi? Ternyata ubukah yang dinamakan Puber Kedua, dan sayapun tergelitik untuk mencari tahu lebih jauh lagi mengenai hal itu, tidak heran, karena saya juga termasuk dalam golongan usia tersebut ;p

Puber adalah salah satu topik yang lucu dan menarik.  Semua orang akan mengalami 2 fase puber dalam hidupnya. Fase pertama, dari usia kanak-kanak menuju dewasa, dikenal dengan sebutan Puber pertama yang ditandai dengan perubahan fisik (perubahan suara, pertumbuhan rambut pada area-area tersembunyi, perubahan bentuk tubuh),  pencarian jati diri dan ingin mencoba hal-hal baru, memberontak dll. Sedangkan Puber kedua, fase dewas menuju usia tua, terjadi pada usia sekitar 40-45th, dengan gejala yang hampir sama, yaitu berupa pengulangan dari puber pertama dalam hal tingkah laku yang bahkan lebih berlebihan daripada remaja.

Dari beberapa artikel yang pernah saya baca,  ada beberapa contoh kasus yang menarik seputar Puber Kedua:

Contoh 1:

Ny K sudah menikah 11 tahun. Dia merasa suami tidak pernah memerhatikannya, tidak menghargai apa yang dilakukannya. Dia sadar karena dulu dia tidak pernah memperhatikan kebutuhan suaminya, dia tidak bisa memasak ataupun menolong suaminya pada saat dirumah. Tetapi sekarang dia  sudah belajar dan bisa memasak makanan kesukaan suaminya, menyiapkan pakaian suami, membuatkan kopi, namun suami tidak pernah mengucapkan terima kasih atau memuji perubahannya.

Ny K berusaha mencari perhatian dari suaminya dengan merubah penampilannya supaya lebih menarik, merubah model rambut, pakaian baru,  tetapi tidak mendapatkan respon yang diharapkan. Pada saat dia ingin dipeluk, dia mencoba mendahuui memeluk suaminya, namun yang didapatkan adalah penolakan dengan alasan panas.

Ny K menyatakan bahwa dia bukan menginginkan seks lebih. Dia hanya ingin sesekali dipuji, dihargai, dipeluk, dan dielus.

KASUS 2

Tn. L heran kenapa istrinya jatuh cinta lagi. Padahal mereka sudah menikah hampir 12 tahun. Tn L  menemukan Facebook-istrinya dengan lelaki berusia beberapa tahun dibawahnya, yang adalah adik kelas saat SMA dan menemukan indikasi  bahwa istrinya sudah melakukan hubungan intim dengan laki-laki tersebut.

Dari sisi Ny L, dia mengakui bahwa dia sering Facebook-kan dengan bekas adik kelas.  Awalnya pria tersebut mengungkap cerita-cerita lucu saat SMA sampai akhirnya mengatakan kagum dan tertarik kecantikan dan kepandaiannya.

Pria tersbut sebenarnya dia sudah menikah dan punya istri cantik dengan satu anak, tetapi dalam Facebook sering mengirimi Ny L puisi yang menyatakan kekaguman dan rayuan. Ny L mengaku nahwa mereka tidak pernah ketemu muka karena menyadari hubungan mereka tidak tertuju pada sesuatu yang serius.

Namun, akhirnya karena perhatian yang diberikan pria tersebut,  Ny L mulai curhat mengenai hubungannya yang kurang mesra dengan suami.  Ny.L merasa ada seseorang yang memperlakukannya dengan cara berbeda dengan apa yang dilakukan suami dan dia merasa benar-benar tersanjung.

KESIMPULAN:

Pada kasus 1, kebutuhan Ny K menunjukkan besarnya energi psikologis yang mendorong kebutuhan interaksi psikoseksual yang penuh romantisisme untuk membuat dia merasa benar-benar dihargai keberadaannya secara utuh. Ny K mengalami krisis emosional. Dia memerlukan kenyamanan psikologis dari psangannya seperti yang ditemukan oleh Ny. L di kasus2.  Ny L,  yang dasarnya sudah lama mendambakan perlakuan manis dari suami sehingga saat akhirnya berada dalam masa puber kedua,  kebutuhan yang seyogianya dipenuhi pihak suami, ternyata diperoleh dari kehadiran adik kelas. Sanjungan, penghargaan, dan dukungan emosional berlanjut menstimulasi imajinasi erotis serta romantisisme psikoseksual.

Nah, dari contoh kasus diatas, Puber Kedua ternyata beresiko tinggi terhadap Perselingkuhan, seperti yang terjadi pada Ny. L,  pada kaum pria juga tidak berbeda, selain bernampilan maksimal, mereka cenderung mencari rasa aman akan superioritasnya, sehingga mereka cenderung mengencani wanita yang jauh lebih muda untuk membuktikannya.

Bila resikonya begitu mengerikan, bagaimana cara menghindarinya? Puber jelas tidak dapat dihindari, tetapi efek-efek yang mungkin terjadi bisa dihindari semaksimal mungkin,  mungkin dengan kebersamaan yang lebih sering, komunikasi yang lebih intens, saling memperhatikan akan mampu meredam efek-efek negatif tersebut.

Saya juga mencatat bahwa semakin rapuh kejiwaan seseorang, maka semakin “antik” orang tersebut pada saat mengalami Puber kedua. Untuk itu, selain lingkungan yang mendukung, saya kira campur tangan kerohanian yang mampu menangani masalah kejiwaan tersebut.

Saya sendiri mencoba membuat daftar (check list), apakah saya sedang mengalami puber kedua (hahahahaha..), mungkin anda bisa mencobanya:

  1. Apakah penampilan saya berubah drastis?
  2. Apakah saya memakai pakaian yang tidak pantas saya pakai, contohnya pakaian untuk gadis remaja yang terkesan girlie atau rok super mini?
  3. Apakah make-up semakin berlebihan, contohnya bedak setebal tembok Cina?
  4. Apakah semakin mencari perhatian, contohnya yang sering terjadi, update status atau ganti profile picture di  Facebook atau di BBM dalam intensitas yang sangat sering, pernah saya temukan pada pada hari2 sedang menganggur, salah satu kontak list-ku, selalu berada di TOP recent updates setiap kali saya membukanya. contoh kedua, apakah lebih sering mencari perhatian dari lawan jenis?
  5. Apakah emosi mulai tidak stabil, merasa tidak aman, merasa tersaingi oleh sesama jenis, takut tidak dicintai, takut menua, takut kematian dan lain lain. (point ini hmmmmm…. jangan-jangan…. hehehehe)

dan lain-lain…yang mungkin bisa anda tambahkan.

Semoga menghibur dan bermanfaat.



Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s