DESTRUCTIVE LOVE

Posted on Updated on

Semangat cinta mulai terasa kental beberapa hari belakangan ini. Warna Pink, bunga rose,  permen dan coklat mendominasi toko-toko souvenir. Gathering-gathering dan event-event special mulai dipersiapkan untuk digelar di hari “keramat” yang jatuh pada tanggal 14 Februari 2012 ini.

Cinta. Siapakah yang tidak suka? Cinta memberikan perasaan bahagia sehingga wajah tampak lebih berseri-seri, yang wanita kelihatan semakin cantik, yang pria juga kelihatan semakin ganteng.  Cinta membuat seseorang yang dilandanya rela berbuat apapun demi orang yang dicintainya. Cinta mungkin saja merupakan perasaan paling kuno, yang paling primitif yang ada dalam diri manusia. Cinta sudah ada sebelum perasaan yang lain muncul, karena cinta adalah milik Allah. Dengan cintalah Allah menciptakan dunia beserta isinya, dengan cintalah Allah mempersatukan Adam dan Hawa.

Tetapi ada satu cinta yang sering tidak disadari, ada cinta yang menghancurkan. Whitney Houston, seorang penyanyi yang memiliki bakat luar biasa, ditemukan meninggal, 12 Februari 2012 yang lalu,  di sebuah bak mandi dalam kamar hotel, diduga akibat obat terlarang.  Dari pemberitaan dunia selebriti, dapat diambil satu kesimpulan bahwa Whitney terjerumus dalam dunia obat-obatan terlarang sejak menikah dengan Bobby Brown. Meskipun tidak dapat dibuktikan secara langsung, saya berpendapat karena cintanya kepada Bobby-lah yang memang pecandu,  sehingga Whitney memilih jatuh dalam cengkraman setan tersebut. Mungkin karena ada masalah yang sukar dalam rumah tangga, mungkin juga awalnya hanya untuk bersenang-senang bersama,  kita tidak tahu alasan yang sebenarnya.

Seringkali dengan alasan cinta pula, orangtua memaksakan kehendak kepada anaknya.  Contohnya bila anaknya laki-laki  kebetulan berbakat di dunia kecantikan, maka orang tuanya cenderung akan membelokkan itu, dan memaksakan bidang-bidang lain yang tidak disukai anaknya yang menurut orang tuanya lebih menjanjikan (menghasilkan uang). Anak tersebut walaupun mungkin bisa menguasai bidang tersebut, tetapi tidak akan maksimal seperti apabila dia benar-benar berkarya di dunia kecantikan.

Demi cinta kepada teman-teman, remaja sering mengabaikan apa yang lebih penting, misalnya pelajaran sekolah.  Karena bagi remaja, mereka belum mengerti bahwa teman-teman yang baik adalah teman-teman yang mau memberikan support untuk pekerjaannya, teman-teman yang membantu mengarahkannya ke tujuan yang baik. Remaja cenderung cinta dan setia  kepada teman-temannya yang FUN sehingga rasa itu  malah membuat prestasinya mundur.

Karena terlalu cinta kepada isterinya, seorang suami mengurung isterinya dalam rumah, tidak boleh bergaul dengan siapapun. Istrinya itu kalo bukan menjadi orang bego, mungkin saja bisa menjadi gila karena tidak ada interaksi fisik dengan orang lain.

So, menjelang Hari Valentine, mari kita renungkan, cinta seperti apakah yang kita berikan kepada orang-orang yang kita sayangi. Apakah cinta kita membangun, atau malah menghancurkan  dimana membuat orang yang kita cintai tidak bahagia, tidak berkembang, tetapi malah berujung pada tindakan-tindakan negatif?

Happy Valentine Day!!!

xoxoxo

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s