HAL SEPELE YANG MENGANCAM

Posted on Updated on

Beberapa hari yang lalu, ketika saya menyalakan komputer, di layar monitor tiba-tiba muncul pesan error “CPU Fan is not working, press F1 to resume”, yang artinya saya harus menekan F1 karena kipas CPU tidak jalan.

Karena kesibukan sehingga saya tidak terlalu menanggapi msaalah itu dan kubiarkanlah selama beberapa hari, dan mengoperasikan dengan “resume” tips tersebut.

Selang beberapa hari kemudian, tepatnya kemarin, iseng-iseng saya mengintip ke dalam CPU melalui lubang2 angin yang pada casing CPU tersebut dengan senter, saya ingin tahu apakah benar fan-nya tidak berfungsi atau apakah ada sistem error. Dan setelah saya intip, ternyata  benar, fan-nya yang menempel di mother board tidak jalan alias mati. Karena CPU saya terpasang 2 buah Fan, sehingga komputer tersebut tidak mengalami kendala berat kendati salah satu fan tidak jalan.

Karena penasaran, saya mencoba mengusut, apa penyebab fan tersebut mati. Saya mengingat-ngingat, mungkin ada kabel yang lepas karena beberapa hari sebelumnya saya membuka CPU tersebut untuk membersihkan debu di bagian-bagian dalamnya, yang memang saya lakukan secara berkala.

Jadi untuk menjawab rasa penasaranku, saya pun segera mengambil peralatan obeng dan kawan kawannya, dan mulai bekerja layaknya teknisi kawakan. 

Apa yang saya temukan? semua board, chips, kabel2 masih terpasang dengan baik. Lalu saya mulai menyelidiki dimana keberadaan sumber masalahnya.  Saya coba menyalakan sistem, dan mempergunakan obeng untuk mendorong bilah2 fan  supaya berputar, dan karena dorongan tenaga bantuan dari obeng itu, fan itu  berjalan, putar satu kali…ada kotoran jatuh, putar beberapa kali, kotoran yang lebih besar lagi jatuh,  sampai akhirnya tidak ada lagi yang jatuh dan fan tiba-tiba telah berfungsi normal.

Saya melihat kotoran2 hitam itu, dan saya amati,  ternyata kotoran tersebut adalah debu-debu yang menggumpal dan tersangkut dibagian dalam fan tersebut. Dan saya tidak melihatnya sewaktu membersihkan debu, karena letaknya tersembunyi. Singkat cerita, fan tersebut akhirnya berfungsi secara normal kembali, dan demikian juga komputer saya.

Kejadian ini membawa saya ke sebuah renungan. Dulu, orang tua saya termasuk sangat ketat dalam memantau pergaulan anak-anaknya terutama pada usia remaja. Dulu, saya tidak mengerti, mengapa ibu saya melarang saya bergaul dengan beberapa teman tertentu, saya tidak mengerti karena saya menganggap teman-teman tersebut adalah orang-orang baik, dan saya sangat sedih karenanya dan menganggap orang tua saya sombong.

Seringkali karena kita tidak mengerti dan kurangnya pengetahuan, kita terjebak dalam suatu pemikiran yang salah, sama seperti waktu kecil, kita hanya tahu makan, tidur, sekolah, main, kita sama sekali belum mengerti apa-apa tentang dunia.

Nah, setelah dewasa, saya baru tahu, ternyata beberapa dari teman-teman tersebut, ada yang orangtuanya penjudi, ada yang pemabuk, ada yang suka berhutang, dan ada yang mempunyai penyakit menular (hepatitis). Ternyata orangtua saya bukan sombong, tetapi ingin memproteksi  saya dari kemungkinan terpengaruh kebiasaan-kebiasaan buruk dari keluarga teman-teman tersebut.  Gampangnya,  seperti kata orang, pas apes, berada ditempat dan waktu yang salah sehingga ikut-ikutan tertimpa masalah, misalnya pas orang tuanya berjudi dan ada polisi datang, kita ikut-ikutannya ditangkap. Atau tertular penyakit menular, gara-gara kongsi makanan (penyakit hepatitis dapat menular melalui air liur,  menggunakan sendok makan yang sama dengan penderita tanpa dicuci dahulu dapat membuat seseorang yang tidak mempunyai antibodi tertular).

Di dalam Kitab Amsal disebutkan bahwa, pergaulan yang buruk merusak kebiasaan yang baik.  It is ancient wisdom, kuno tetapi benar adanya. Seperti Fan CPU diatas yang tidak bisa berfungsi gara-gara ada debu nyangkut, meskipun debu-debu kecil dan kelihatan sepele, tapi debu tersebut bisa menggumpal dan menjadi penyebab masalah.  Bila gumpalan debu tersebut tidak disingkirkan, Fan tersebut akan tetap macet, akibatnya komputer menjadi gampang panas, dan kemudian tidak bisa bekerja maksimal, kecepatan menurun dan kemungkinan karena terlalu panas, data-data akan hilang bahkan komputer tersebut akan mati.

Dalam era sosial yang tinggi seperti sekarang ini, memilih komunitas yang benar adalah salah satu hal penting yang harus kita lakukan.  Yang lebih penting lagi adalah  mengetahui letak kelemahan kita, sehingga kita bisa menemukan komunitas yang tepat.

Contohnya,  bila kita sering berkumpul dengan orang-orang yang suka berbicara tidak sopan, lambat laun pola berbicara kita akan beradaptasi dengan mereka, sedikit banyaknya kita mulai mentolerirnya bahkan melakukannya. Kita akan sedikit demi sedikit berbicara tidak sopan.

Saya punya seorang keponakan yang menderita autis dan speech delay. Sejak berumur 2-3 tahun, ibunya membawanya ke therapist untuk diberikan terapi berbicara. Ketika saya berjumpa dan berkomunikasi dengannya beberapa tahun kemudian, bahasa yang digunakannya adalah bahasa Indonesia yang baik dan sempurna, lengkap dengan susunan kalimat yang formal dan sempurna, mengapa anak kecil autis seperti dia mampu berkata-kata dengan gaya seperti itu?  karena dia diajarkan demikian selama ini, secara rutin sehingga menjadi kebiasaan, dan untungnya adalah, hal ini adalah pengaruh yang baik.

Pengaruh yang baik ataupun yang buruk tidak secara otomatis merubah tingkah laku seseorang. Tapi percayalah, bahwa yang buruk selalu kelihatan lebih menarik dan mengiurkan, yang buruk lebih gampang mempengaruhi daripada yang baik., seperti warna warni yang menodai warna putih. Bagaikan karat yang melapukkan besi, pengaruh lingkungan lambat laun akan mengubah kehidupan kita dalam segala aspek, karena satu titik kita terserang, bila tidak segera dihentikan maka akan menjalar kemana-mana.

Kelakukan yang buruk, walaupun hanya sekali dilakukan oleh orang yang baik, akan selamanya melekat pada citranya, sulit sekali menghapusnya. Semua perbuatan baik yang dilakukan sebelumnya seakan-akan tidak mempunyai arti, bagaikan kemarau dihapus oleh hujan sehari, bagaikan orang yang diet karbohidrat tetapi tergoda dengan makanan tinggi lemak, bagaikan setitik nila memerahkan sebelanga susu, semua usaha menjadi sia-sia.

So, kawan-kawan, jadilah kuat dalam karakter dan jangan  membiarkan pengaruh buruk menempel dalam kehidupan kita. Jauhilah, karena pengaruh buruk lambat laun akan merusak kepribadian kita, merusak kebiasaan,  merusak potensi kita, sehingga kita kehilangan nilai dan kemampuan untuk berfungsi secara maksimal, seperti debu yang pelan-pelan menggumpal dan menghambat kerja Fan CPU tersebut diatas, kita juga akan “mati” bila tidak segera membersihkan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan pribadi kita.

Nah, apa yang harus kita lakukan apabila sudah telanjur terpengaruh dengan hal-hal yang tidak baik, misalnya pikiran-pikiran negatif, kebiasaan2 baru yang tidak sehat. Segeralah sadar, begitu sadar, segeralah berlutut, berdoa  dan membiarkan diriNya membongkar  kita dari dalam, Dia akan menunjukkan kepada kita area-area yang perlu dibersihkan sehingga kita akan melanjutkan dengan membersihkan diri sendiri nanti,  seperti Fan tadi, diberikan dorongan sedikit sehingga dapat berputar pelan, kemudian kotoran-kotoran berjatuhan sendiri.

Sayang sekali dalam kenyataan hidup, yang sering terjadi adalah ketika kita dalam permasalahan, kita tidak rela melepaskannya meskipun tahu jalan keluarnya ada dimana.

Dalam pergaulan saya, saya juga mempunyai satu komunitas yang terdiri dari oran-orang yang antik.  Tidak masalah, karena saya  merasa mempunyai karakter yang kuat dan tidak akan berpengaruh, seperti fan yang menghembuskan debu, saya akan aman.  Tetapi lambat laun, ada juga kebiasaan yang berhasil menempel, dan karakter saya tergerus. Perlahan-lahan emosi negatif mulai menghinggapi diriku, damai sejahtera tercuri, dan  hidup tidak lagi seindah biasanya, saya menjadi gampang terpancing emosi.

Saya emosi ketika melihat salah satu yang saya sayangi bertingkah :tidak seharusnya”. Saya menegur, tapi kemudian malah disakiti, amat teramat sakit. Tuhan bilang, Juely..bersihkan hatimu, mari bersama denganKu, lepaskan pengampunan. Saya jawab, iya, Tuhan, ampuni aku yang bandel ini, akan saya lakukan. Tetapi setiap kali saya ingin melakukannya, langkah kaki saya terhenti, mogok, lidah saya terkunci, bisu.  Saya tetap tidak mampu melakukannya. Ayolahh, Tuhan…saya mau, tapi tidak mampu, bagaimana ini?  gengsi dan harga diri masih besar untuk mendatangi dan meminta maaf, padahal saya tidak melakukan hal yang salah. Meskipun begitu, tetap saya mengizinkanNya membasuh diriku dengan kasihNya, sampai 6 bulan kemudian, saya mampu melakukannya. Ajaib! seketika itu juga, saya merasa ringannnnn … lapisan gelap diwajahku langsung disibakkan,..sukacita dan damai sejahterapun kembali, semangat mulai berpacu lagi, ringannn..tanpa beban..kotoran sudah hilang…dan saya berputar dengan lancar kembali.

Ayo,kawan,   bila kita tau ada pengaruh buruk dalam diri kita yang mengubah kebiasaan-kebiasaan yang baik, segeralah analisa diri, jangan membiarkannya bertumbuh dan berkembang sampai akhirnya merusak diri kita secara total.

Semoga anda diberkati 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s