ADAKAH ORANG-ORANG YANG TERLUPAKAN DISEKITAR KITA? 10-12-2011

Posted on Updated on

Hari itu untuk kesekian kalinya saya ikut dalam kegiatan Aksi Natal yang diselenggarakan oleh Yayasan Sentuhan Kasih Bangsa (YSKB). Bila tahun-tahun sebelumnya, dalam aksi Natal skala besar  kami  membagikan sembako kepada lebih kurang 5000 Pasukan Kuning, kemudian tahun berikutnya ke 4000 tukang becak, kali ini  YSKB memilih sasaran yang berbeda.

Sebelum saya melanjutkan, saya akan menceritakan sedikit tentang YSKB. Ada perbedaan yang menarik dari YSKB dibandingkan dengan organisasi-organisasi sosial lainnya. Bila secara umum, organisasi-organisasi sosial cenderung menangani masyarakat yang tidak mampu atau non produktif, misalnya anak yatim piatu, manula, ataupun korban bencana alam. YSKB mempunyai pandangan yang berbeda dimana mereka merintis bidang-bidang atau lahan baru yang mengundang decak kagum, sebut saja kunjungan rutin ke Liponsos, YSKB boleh dibilang sebagai pioner yang turun tangan langsung ke lapangan untuk membantu membenahi keadaan disana, mulai dari membersihkan toilet, mengecat ulang, menghibur, mengajak berkomunikasi dan mendengaran keluh kesah dan mendoakan penghuni disana. Boleh dibilang, YSKB lebih mengutamakan interaksi nyata dengan masyarakat yang dikunjungi, bukan hanya sekedar memberikan bantuan, menitipkan bingkisan, tetapi memberikan suatu pemenuhan terhadap kebutuhan jiwa mereka. Nah, demikian juga yang terjadi kali ini, di hari Sabtu yang cerah tanggal 10 Desember 2011, bertempat di Graha Samudra, Bumimoro, Kompleks AL, Surabaya, dimana sebanyak 1500 orang veteran (mantan pejuang kemerdekaan RI) dikumpulkan. Benar, kali ini YSKB berbagi kasih dengan para veteran yang rata-rata lanjut usia.

Bapak Lianggono selaku ketua YSKB menjelaskan bahwa acara ini adalah sebagai apresiasi atau penghargaan atas keberadaan mereka, dimana mereka telah berjuang membela dan mempertahankan negara, demi sebuah kemerdekaan sehingga generasi kita boleh menikmati kemerdekaan seperti sekarang ini, dan kita mau menyampaikan bahwa keberadaan mereka tidak terlupakan.

Jika anda bertanya, apakah para manula tersebut susah diatur dan loyo? jawabanku adalah tidak, dan sekali kali tidak. Yang saya lihat malah kebalikannya, mereka sangat rapi dan teratur, dan yang saya catat secara khusus adalah semangat yang memancar dari bahasa tubuh mereka, ternyata jiwa pejuang masih menyala di dalam sanubari mereka. Mereka antusias menanggapi acara ini, mereka menikmati nyanyian dan drama yang dipersembahkan oleh anggota Gereja Mawar Sharon, merespon acara lucky draw dengan semangat, menikmati makan siang bersama, dan pulang dengan wajah sumringwah, tidak kelihatan tanda-tanda kecapekan, dan bahkan mereka mengharapkan acara seperti ini lagi dengan skala yang lebih besar. Wow! Puji Tuhan, saya terharu dan terhibur melihatnya.

Melihat keadaan tersebut, secara sadar saya mulai mengerti dari dalam hati nurani  dan menyetujui  apa yang dikatakan Pak Lianggono. Saya bertanya pada diriku sendiri mengapa selama ini kita yang diajarkan tentang sejarah perjuangan bangsa, tidak sekalipun pernah melirik kepada kaum veteran untuk berbagi, padahal tanpa jasa mereka, belum tentu kita hidup merdeka seperti sekarang ini.

Dan dari kesaksian mata saya dan percakapan-percakapan kecil  serta wawancara langsung dengan beberapa diantra mereka (eh, patut dicatat, mereka sudah duduk rapi di dalam ruangan sejak sekitar pukul 8.30 wib, padahal acara dijadwalkan untuk dimulai pukul 10.00wib),  saya mencatat beberapa nilai yang harus kita tanamkan dalam diri kita, antara lain:

1. bekerja tanpa pamrih, rela berkorban nyawa.

2. tidak kenal rasa takut

3. ketaatan, kedisiplinan dan tanggung jawab

4. kesetiaan

5. kemenangan hanyalah diperoleh melalui perjuangan

6. menghargai  hidup kita dengan mengingat warisan dari mereka, yaitu kemerdekaan.

Nah, siapa bilang aksi sosial adalah pekerjaan yang sia-sia? siapa bilang aksi sosial hanya membuat tubuh lelah? siapa bilang aksi sosial hanya menghambur-hamburkan uang demi orang-orang yang tidak penting?  Tahukah anda bahwa dalam setiap aksi sosial selalu mengandung nilai didalamnya, nilai yang tidak bisa dibeli dengan uang. Bila anda belum juga yakin, mengapa tidak mencoba  melihat dari dekat, bergabunglah dengan badan-badan sosial yang sungguh-sungguh melayani masyarakat, yang sungguh-sungguh melayani dengan tepat sasaran, yang sungguh-sungguh melayani dengan hati.. sejauh ini saya merekomendasikan YSKB sebagai badan sosial yang kredibel, dalam beberapa tahun terakhir, mereka telah melayani banyak melayani masyarakat yang membutuhkan, antara lain kunjungan rutin ke LIPONSOS,  memberikan pengobatan gratis, kunjungan ke rumah sakit-rumah sakit,  partisipasi dalam acara Surabaya Sehat, membantu para korban bencana alam, membantu memberdayakan warga miskin, program sekolah gratis  dan lain lain. Bila berminat bergabung ataupun memberikan donasi,  silakan klik disini untuk mempelajari mengenai latar belakang, visi dan misi dari YSKB.

Wah..sungguh saya diberkati luar biasa. Maju terus YSKB, Tuhan Allah berserta  dalam perjalanan melayani dan memberkati bangsa-bangsa. Amin.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s