I’VE MADE A CHOICE, WHAT’s NEXT?…

Posted on Updated on

Walaupun katanya kita sebagai makhluk  yang bernama manusia adalah makhluk yang mempunyai akal budi, pikiran dan kehendak bebas, namun mau tidak mau, selama kita hidup di dalam tatanan masyarakat sosial,  kita secara otomatis terikat di bawah “peraturan-peraturan” yang dibuat untuk mengatur tata cara dan tingkah laku dalam berinteraksi di lingkungan tersebut.

Asal muasal  dari kelakuan, kebiasaan dan sifat seseorang sebagian besar adalah hasil dari interaksi lingkungan dimana dia terlibat.  Orang tua adalah lingkungan pertama yang mengatur hidup kita, mereka adalah penguasa yang tidak terbantahkan. Kita diajarkan dan diharuskan untuk bersikap sesuai dengan norma yang dianut keluarga. Kita diajarkan mengenai kewajiban-kewajiban, misalnya  mandi sebelum makan, membantu pekerjaan rumah, sopan santun kepada orang yang lebih tua dll.

Ketika memasuki usia sekolah, penguasa kita bertambah lagi..yaitu para guru-guru disekolah yang mengontrol kita dengan peraturan-peraturan dan tata tertib  sekolah. Kita diharuskan berpakaian bersih dan rapi, lengkap dengan sabuk, kaos kaki dan sepatu, sepatunya harus berwarna hitam lagi.. Kita diharuskan harus tiba disekolah sebelum jam pelajaran dimulai, harus mengerjakan PR dll.

Keharusan-keharusan yang kita lakukan berulang-ulang dalam jangka waktu tertentu akan membentuk satu kebiasaan, bahkan kemungkinan menjadi sifat. Demikianlah hal tersebut  terus berlangsung, dan sampai urusan kita di dunia ini selesai meninggalkan dunia,  kita akan selalu terikat  peraturan.

Orang tua mulai memberikan kelonggaran ketika kita beranjak dewasa. Dan setelah kita hidup mandiri, punya pekerjaan dan penghasilan tetap, peran  orang tua  sudah sangat jauh berkurang. Saatnya bebas dan menentukan pilihan dan mewujudkan keinginan-keinginan yang terpendam.  Kita merasa bebas, bangga dan merasa berkuasa melakukan apa saja untuk diri kita sendiri.  Perasaan ingin menikmati kebebasan secara seutuhnya  itulah yang  terkadang menjerumuskan kita ke pilihan yang salah. Pilihan yang salah atau keliru bisa terjadi karena tidak berpikir panjang.

KITA MELUPAKAN YANG NAMANYA KOMITMEN dan KONSEKWENSI.

Sebelum menentukan pilihan, pikirkanlah kesanggupan untuk setia berkomitmen  dan sadarilah bahwa ada konsekwensi dalam setiap tindakan kita terhadap pilihan tersebut. Contohnya:

  • Orang yang memilih untuk menjadi juara lari marathon, harus berkomitmen untuk melakukan latihan rutin setiap hari, mengkonsumsi makanan bergizi dan suplemen-suplemen untuk memperkuat otot, meningkatkan tenaga  dan daya  tahan tubuh. Apa yang akan terjadi bila dia tidak melakukan seperti yang seharusnya?  konsekwensinya adalah  hasilnyamenjadi tidak maksimal, dan yang terburuk adalah gagal meraih juara.
  • Orang yang memilih untuk hidup terhormat dalam masyarakat, dia harus berkomitmen berperilaku sopan sesuai aturan masyarakat setempat.  Pepatah mengatakan, DIMANA BUMI DIINJAK, DISITU LANGIT DIJUNJUNG, artinya dimanapun kita berada, haruslah menghormati dan menghargai aturan budaya setempat.   Salah bersikap pada waktu dan tempat yang salah akan sangat merugikan.  Contohnya berpakaian yang pantas, coba bayangkan apabila ada ketua RT yang  hadir dalam rapat pengurus dengan berpakaian minim, apa kira-kira yang akan terjadi?  Apalagi di daerah atau negara yang sangat ketat dalam memberlakukan undang-undang berpakaian, seperti di negara-negara tertentu di Timur Tengah, sangat tidak bijak untuk tidak mentaatinya, konsekwensinya terlalu besar untuk ditanggung, hukumannya terlalu berat.
  • Pasangan yang telah memilih untuk menikah, harus berkomitmen untuk menjalankan kehidupan bersama dalam suka dan duka. Saling menghormati, mengasihi, dan mendukung satu sama lain. Selesaikan konflik. Bila tidak, ujung-ujungnya adalah perceraian. Namun dalam hal ini, komitmen yang dibutuhkan adalah dari kedua belah pihak. Menyandang status “janda” atau “duda”, mempunyai beban mental yang lebih berat, karena kacamata masyarakat seolah-olah lebih tertuju dan terfokus untuk menemukan kesalahan-kesalahan yang diperbuat mereka.
  • Orang yang telah memilih agamanya. Jelas setiap agama mempunyai peraturan-peraturan tersendiri, baik yang tertulis maupun secara harfiah diterjemahkan dari ayat-ayat Kitab suci.

Bila memilih agama Kristen sebagai panutan, kita harus berkomitmen menjalani hidup makin lama makin sempurna seperti Yesus, dan menjauhi seluruh laranganNya.        Bila memilih agama   Islam  sebagai panutan,  komitmennya  tidak  memakan makanan haram, contohnya Babi. 

Intinya, dari 5 agama yang diakui Indonesia, keseluruhannya mempunyai kemiripan, yaitu dilarang melakukan kejahatan, seperti mencuri, menipu, membunuh, memperkosa, mabuk-mabukan, bunuh diri dan sebagainya.

Anehnya, banyak orang yang telah memilih agamanya, namun tidak komitmen dalam menjalankannya karena dalam kehidupan sehari-hari, perbuatan dan tingkah lakunya tidak mencerminkan sikap yang mewakili ajaran dari agamanya tersebut. Konsekwensinya apa?  coba tebak sendiri. 🙂

Satu lagi yang keanehan dalam perilaku manusia yaitu , kita tidak sadar untuk berkomitmen dalam pilihan kita,  dan  apabila hal buruk terjadi, kita cenderung mencari kambing hitam, mencari “dukungan” untuk membenarkan kita, ataupun membuat   1001 alasan yang bisa ditemukan untuk “membersihkan” diri dari situasi tersebut.

    

Nah, sekarang, yukkk …kita  sama-sama renungkan kembali pilihan-pilihan yang pernah kita buat dalam hidup.  Berapakah diantaranya yang kita sungguh-sungguh berkomitmen? Berapakah yang hasilnya diluar harapan?  Mengapa terjadi? Mungkin dari sana kita akan lebih bijak dalam memilih di masa yang akan datang, memilih yang kita yakin  untuk mau  mentaati dan melakukan semua keharusan (peraturan) yang ada didalamnya, dan bersedia menanggung segala konsekwensinya, karena PILIHAN APAPUN YANG KITA BUAT BEREFEK TERHADAP KITA  MAUPUN ORANG-ORANG DI SEKITAR KITA, TERUTAMA KELUARGA KITA.

♥ Be Blessed ♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s