JOMBLO? KENAPA TIDAK?

Posted on Updated on

Cinderella…. menikah dan hidup bahagia selama-lamanya….

Putri Salju…. menikah dan hidup bahagia selama-lamanya….

Beauty and The Beast…. menikah dan hidup bahagia selama-lamanya….

    

Ingatkah kamu akan tokoh-tokoh dongeng yang kusebutkan diatas?  Semua tokoh tersebut berakhir dengan hidup bahagia sampai selama-lamanya, bahagia selamanya dengan Pangeran yang hadir dalam kehidupan mereka. Itulah cerita-cerita yang kita konsumsi sewaktu kanak-kanak.  Mungkin sebab itulah di alam bawah sadar kita telah tertanam satu ide bahwa menikah artinya sama dengan hidup bahagia, sebelum  kita belajar dan mengetahui proses yang harus dihadapi dua orang yang terikat dalam satu perjanjian nikah. 

Remaja pada usianya sangat galau dan tidak stabil dalam masa pencarian jati diri mereka.  Mereka seolah-olah  ingin melarikan diri dari kehidupannya. Ingin lepas bebas. Ingin mencoba hal-hal baru yang sebelumnya dibatasi. Bagi yang kesepian, mereka menginginkan seorang pasangan dan segera mempunyai kehidupan yang baru, yang jauh dari aturan-aturan yang dibuat orang tua mereka. Bagi yang sudah dewasa dan putus asa, seringkali membuat keputusan yang salah untuk segera menikahi orang yang pertama muncul dalam kehidupannya. Apalagi wanita dengan banyak kekhawatiran. Khawatir di cap sebagai perawan tua, khawatir telanjur tua sebelum menemukan pasangan hidup, khawatir hidup sendirian dan lain lain.

Perlu diketahui bahwa banyak seluk beluk pernikahan yang tidak muncul ke permukaan. Aku menulis ini bukan untuk menakut-nakuti kamu. Tetapi ada baiknya cek dan ricek ke dalam diri sendiri sebelum memutuskan untuk menikah.

Janganlah menikah apabila:

  • BELUM MENGENAL JATI DIRI. Umumnya terdiri dari golongan usia muda, remaja, dan orang-orang yang hidupnya belum pulih dari kekecewaan, sakit hati dan kekhawatiran. Golongan ini tidak tahu tujuan hidupnya. Dan akan sering menimbulkan konflik dengan orang-orang disekitarnya. Bila tidak, dia kemungkinan besar akan mengalami kemerosotan secara mental ketika menghadapi tekanan dalam biduk rumah tangga. Akibatnya tambah stress, bahkan depresi. (Baca: Bersih Bersih Hati)
  • KESEPIAN...ini yang paling bahaya.  Ada pepatah mengatakan, ” fall in love when you are ready, not when you are lonely”.  Orang yang kesepian secara terburu-buru cenderung  akan “menyikat” apa saja yang tersedia dihadapannya.
  • TERPAKSA KARENA DIJODOHKAN… Hal ini sering terjadi dalam kultur  timur, orang tua yang mencarikan jodoh buat anaknya, dengan segala pertimbangan bahwa kedua orang yang dijodohkan tersebut seimbang, sepadan dan cocok *menurut nilai orang tua. Sebenarnya perjodohan bukan hal yang haram. Menurutku, perjodohanpun bisa dengan catatan tidak ngebut menikah, tapi mengenal satu sama lain secara bertahap terlebih dahulu.  Dimulai dari level sebagai teman,  mengenal visi hidup, dan visi pernikahan calon tersebut. Apabila tidak cocok, ngga harus diterima kok.
  • TERPAKSA KARENA USIA.  Sering disebut “usia panik”, biasanya berumur 30 tahun keatas untuk wanita. Berhati-hatilah dalam stage ini, jangan sampai asal comot.    DANGER!!!!
  • ALASAN EKONOMI. Banyak cerita tentang keluarga yang tidak bahagia karena jenis pernikahan seperti ini. Baik yang kita ketahui dari pernikahan antar golongan orang-orang dengan status sosial yang tinggi. Ada juga yang tidak seimbang, salah satunya terlalu miskin, yang lainnya sangat kaya.Kebanyakan dari pernikahan semacam ini, TIDAK BAHAGIA. Jangan menjadikan uang atau kekayaan sebagai sebab pernikahan.

Soooo… para jomblo, jangan khawatirkan kalau belum bertemu pasangan hidup. Selagi  punya kesempatan,  LIVE the LIFE THE FULLEST, maksimalkanlah setiap detik dari hidup kita, hiduplah dengan penuh semangat, penuh gairah, dan  penuh harapan.  Belajar lebih giat, bekerja lebih keras dan perluas koneksi.  Jodoh akan datang pada waktu yang Tuhan tentukan. Saat itu kita akan tahu.  Jadi,  jangan membebani diri dengan masalah yang belum tentu bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Jangan mencari pasangan secara membabi-buta, sehingga melalaikan  hal-hal yang lebih memerlukan perhatian kita pada saat ini. Salah menikah tidak dapat diubah, selain penderitaan seumur hidup, jalan lain hanyalah kehancuran.

catatan

♥ Single itu bukan dosa!

♥ Pergunakanlah waktu sebaik-baiknya, live the life the fullest, karena waktu tidak berjalan mundur.

♥ Boleh menikah asal dengan orang yang tepat, seiman, sepadan dan setujuan :). G♥♥d Luck!

♥ Be Blessed ♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s