BERSIH BERSIH HATI

Posted on Updated on

HANYA TUHAN YANG BISA MEMBERSIHKAN KOTORAN DI HATI KITA DENGAN SEMPURNA…

Menjaga hati adalah sebuah kalimat sederhana yang sangat dalam maknanya.  Karena,  hati  adalah pusat  eksistensi dari diri seseorang yang mengekspresikan kehidupan, pembawaan dan tingkah laku seseorang. Menjaga hati, meskipun terdengar sederhana bukanlah  mudah untuk dilakukan. Hanya orang-orang yang benar-benar sadar akan arti kehidupannya yang bisa berusaha menjaganya dengan baik.  Hanya orang-orang yang sadar bahwa hidup bukan semata-mata adalah miliknya sendiri, namun merupakan hidup yang penuh tanggung jawab terhadap Tuhan dan sesama manusia, akan berjuang untuk menjaga hatinya dengan baik.

Perihal hati, aku akan menceritakan sedikit pengalaman hidupku. Dari kecil hingga dewasa, aku memiliki kehidupan yang sangat baik dan jauh dari  masalah.  Dengan pembawaan yang supel, aku gampang berteman dan selalu  diterima dengan baik dimanapun. Aku menjadi anak kesayangan, cucu kesayangan, murid kesayangan, karyawan kesayangan, keponakan kesayangan, teman kesayangan, bahkan nenek-kakek dari teman-teman satu sekolah sangat menyayangi aku. Saat itu,  Hati-ku belum diuji.

Bertahun-tahun kemudian, datanglah ujian-ujian itu. Aku memasuki tahun-tahun  dimana saya  mengalami perlakuan yang jauh berbeda dengan sebelumnya. Aku mengalami tekanan yang luar biasa. Berbagai macam sumpah serapah, caci maki, penghinaan, cercaan, yang tidak pernah aku dengar sebelumnya, tiba-tiba datang menghiasi hari-hariku. Aku bingung,  karena hal-hal baik dalam hidupku seolah-olah sirna tanpa jejak.

Aku tidak berani mengadu kepada siapapun, bahkan kepada orang tuaku. Tuhan? aku belum mengenalNya pada saat itu. Jadi, yang bisa aku lakukan adalah menghabiskan malam dengan menangis di pojokan kamar mandi.  Aku benar-banar tidak tahu bagaimana bereaksi dengan benar terhadap tekanan itu, aku merasa malang. Dan pada saat-saat konflik berlangsung, aku hanya bisa terdiam, membisu. Dan aku mengira aku SABAR.

Ternyata, aku  keliru!   Aku bukan sedang bersabar! Sama sekali bukan. Tetapi aku tidak tahu cara melawan. Lambat laun, tekanan-tekanan dan konflik-konflik yang terjadi sangat sering itu  mulai membentuk sifat yang baru dalam diriku.  Yang semula hanya merasa  bingung dan hanya bisa menangis, lama kelamaan tersimpan dan tertumpuk dan berubah menjadi marah, kecewa, sakit hati, kepahitan, ketakutan, kegelisahan dan kekhawatiran. Akibatnya, setelah hati  penuh dengan sampah-sampah itu, ia-pun meledak  dan hancurlah  kehidupanku. Aku kembali ke titik nol. Seolah-olah berubah menjadi orang lain, aku hadir dengan pribadi yang lesu, kusam, tidak percaya diri bahkan tidak sanggup untuk mengangkat kepala dan  menatap orang yang berada didepanku.  Orang yang hatinya kotor, tidak akan mampu berbuat hal yang benar dan hidupnya kacau.

Hidup dengan membawa beban berat dalam hati, membuatku sulit melangkah. Aku tidak tahu masa depanku akan menjadi seperti apa. Semua tampak buram. Tetapi, memang benar apa yang dikatakan orang-orang. Bahwa Tuhan mengasihi kita dalam keadaan apapun, dan Dia tidak pernah meninggalkan kita. Kita hanya perlu datang kepadaNya. Waktu itu, aku seolah mengalami titik terang ketika  diajak mengenal Tuhan. Aku mengalami pelepasan, dan mulai  membaca firman Tuhan, memuji  dan berdoa. Dan pembersihan dalam hatiku pun dimulai melalui penghiburanNya.

Melalui setiap doa yang kupanjatkan, curahan hati yang penuh kesedihan, hatiku dibasuhNya. Segala jenis kotoran dan sampah dalam hatiku, sakit, marah, kecewa, takut, benci.. semuanya dibersihkanNya. Tentu pasti ada kotoran membandel, sehingga total aku membutuhkan waktu 4 tahun lamanya, untuk  bersih tuntas dan menjadi pribadi yang baru.  Sejak saat itu, perubahan yang baru mulai tampak, kepribadiaanku mulai tampak.   Dari hari ke hari bersama Tuhan, wajahku makin memancarkan sinar, orang-orang berkata, aku  berubah menjadi semakin cantik, tetapi aku tahu bahwa itu terjadi karena Tuhan telah membersihkan dan menempati hatiku, dan Dia bekerja didalamku.

Kekhawatiran, Kepahitan, Kebencian, Hati yang luka, Kemarahan, Tamak, Iri hati adalah sebagian dari sampah yang tidak bolek disimpan, apalagi ditumpuk.  Akibatnya sangat berbahaya, karena kepribadian kita bisa berubah sesuai sifat-sifat sampah itu.

Aku  mencatat beberapa perilaku dan  kepribadian  yang timbul dari orang yang memupuk sampah dihatinya, antara lain

  • Bersikap semaunya, tidak stabil, banyak keluh kesah,  keras hati dan tidak mau terima masukan dari orang lain.  Seperti saluran air yang mampet di bak cuci, air yang mengalir dari atas tidak akan mampu masuk ke saluran karena buntu, ujung-ujungnya banjir dan mengkibatkan area sekitarnya menjadi basah semua. Orang yang demikian sering mengakibatkan kerugian bagi orang-orang disekitarnya.
  • Menjadi mati rasa karena terbiasa mematikan perasaan  untuk menghindari rasa sakit,  sehingga  hidup bagaikan robot, tawar, tiada berwarna, tiada kemauan dan motivasi untuk melakukan apapun.
  • Selalu sulit berhasil dalam hal apapun. Karena disaat pikiran merencanakan sesuatu yang positif,  secara otomotis emosi negatif dalam hati menentangnya, sehingga sulit fokus kepada tujuan.
  • Minder, tidak percaya diri.
  • Suka mencari perhatian dengan cara yang berlebihan, misalnya berbicara dan tertawa keras-keras, mengalami euphoria dan histeria, kebahagiaan semu.

ADAKAH CARA AMPUH UNTUK MEMBERSIHKAN SAMPAH HATI?

Jawabannya ada.  Dan satu-satunya cara paling jitu adalah bekerjasama dengan  Tuhan. Kita melakukan bagian kita, dan mengizinkan Dia melakukan bagianNya untuk kita  (Mazmur 51: 17-21).

Bagian yang  perlu  kita lakukan: mengaku dosa dengan hati yang penuh penyesalan (hati yang patah, hancur dan  remuk).

Maka, Dia akan membersihkan dan memperbaharui kita dengan Roh yang teguh.

Bonusnya, kita mendapat PenyertaanNya, sukacita, dan kerelaan mengajarkan kebenaran Tuhan supaya orang-orang berbalik padaNya

BAGAIMANA CARA MENJAGA HATI SUPAYA SENANTIASA BERSIH?

(Roma 12:14-20) :

  • bersukacita,  bersabar dan  Tekun berdoa!
  • Berkatilah yang menganiaya kamu, jangan mengutuk!
  • Berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Bertenggang rasa dengan sesama.
  • Hindar iri hati, keangkuhan dan keseombongan.
  • Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang!
  • Usahakan selalu berdamai dengan semua orang
  • Jangan membalas dendam, karena itu adalah Hak Allah.

PERCAYALAH!!!  Resep diatas itu MANJUR.  Meskipun masih  jatuh bangun dalam perjalanan menuju kesempurnaan, aku  yakin bila Tuhan ada dalam hidup kita, kita akan mengalami penyertaanNya.

Terima kasih Tuhan.. kuizinkan Engkau membersihkan hatiku setiap hari, dan membiarkan Engkau menorehkan nada-nada indah diatasnya. Amin.

♥ Puji Tuhan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s