KITA SEMUA BUTUH TEMAN

Posted on Updated on

 

Foto di atas diambil dari salah satu scene  film The Legend. Dibintangi oleh Will Smith, film ini menceritakan tentang sebuah kota yang kehilangan semua penduduknya, kecuali Will dan anjingnya.  Gambaran yang sangat menakutkan, hidup  sendirian di belantara beton-beton bangunan.

Booming jaringan sosial seperti Facebook, Twitter dll serta kemudahan akses komunikasi adalah indikator  bahwa manusia membutuhkan teman alias tidak bisa sendirian.

Sabda Tuhan yang berbunyi,  bahwa tidak baik manusia itu hidup seorang diri saja,  membuat  Tuhan menciptakan Hawa untuk menemani Adam.  Itulah yang menjadi asal muasal komunitas, mulai dari yang terkecil yaitu pasangan hidup, keluarga, sahabat maupun teman-teman dimanapun kita beraktivitas. Teman sekolah, teman bisnis, teman bermain atau hanya kenalan biasa saja. Di dalam komunitas apapun kita melibatkan diri, kita menjalin hubungan dengan orang lain.

Tetapi hubungan antara manusia sering tidak berlangsung lama. Beberapa berakhir dengan  kesedihan, sakit hati dan kekecewaan. Apapun bentuk hubungannya tidak akan luput dari ancaman keretakan dan kehancuran.   Keegoisan manusialah yang sering kali memicu perpecahan. Adu domba, ketidakjujuran,  dengki dan iri, pengkhiatanan merupakan sebagian kecil dari penyebab keretakan.

Dalam berhubungan, ada baiknya kita memahami latar belakang dan karakter seseorang sebelum terlibat terlalu akrab. Gaya dan cara pandang yang berbeda secara otomatis membuat definisi yang berbeda tentang arti sebuah hubungan atau teman.  Sebagian rela  memberikan segalanya untuk temannya, ada yang hanya untuk menambah koneksi, ada yang melihat dari segi kekayaan, ada yang hanya ingin bersenang-senang, tetapi aku yakin semua orang menginginkan paling tidak satu teman sejati.

Kahlil Gibran berkata, “tidak ada yang namanya teman sejati, yang ada hanya kepentingan”.

Kalau kita mau jujur menelaah jenis hubungan yang kita miliki di komunitas manapun, memang hanya ada satu dasar, yaitu dasar kepentingan yang sama, keinginan yang sama, cita-cita yang sama. Hal itulah yang membuat 2 orang atau lebih tetap berjalan bersama.

Hubungan yang terjalin lama dan akrab tidak menjamin pertemanan itu akan langgeng di masa depan, karena manusia berubah.

Bila kita ingin meningkatkan kualitas  diri kita sendiri dalam area pertemanan, mungkin ada beberapa hal yang patut direnungkan. Aku mengutip 3 hal yang bisa kita kembangkan dalam diri kita, antara lain:

  • Motivasi : Ketulusan dalam berhubungan, apakah ada agenda yang tersembunyi?  atau memanipulasi orang lain supaya tujuan kita tercapai. (Roma 12:9 Hendaklah Kasih itu jangan pura-pura).
  • Image : Apakah kita secara sadar memberikan kesan-kesan yang berbeda tentang diri kita dengan kenyataan? (Matius 23:28 Demikian jugalah kamu, disebelah luar kamu tampaknya benar dimata orang, tetapi disebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan)
  • Perkataan : Berbicara secara disiplin, yang dinyatakan adalah kebenaran. (Mat 5:37 Jika ya, hendaklah kamu katakan ya, jika tidak hendaklah kamu katakan tidak. Apa yang lebih daripada itu berasal dari si jahat).
Dengan memiliki sikap-sikap seperti di atas, kita  setidaknya menempatkan diri dan menawarkan diri sebagai seorang teman yang baik bagi orang yang membutuhkan kita.
Selain itu, aku percaya bahwa Tuhan menempatkan orang-orang tertentu sebagai teman sejati bagi kita, bahkan bisa lebih dari satu. Ciri-cirinya adalah orang yang muncul di saat kita benar-benar membutuhkan topangan. Orang itu  bisa ditemukan di setiap episode kehidupan kita, pada masa kanak-kanak,  remaja, dewasa,  menikah, tua dll.  Cobalah mengenang kembali dan ingat-ingat siapa saja yang pernah muncul sebagai sahabat sejati pada  saat kita mengalami masa-masa sulit dan memerlukan dukungan mental.
Ingatlah bahwa selalu ada sosok sahabat sejati bagi semua orang, yaitu Yesus Kristus.  Dia setia. Walaupun  seisi dunia tidak mempedulikan kita, menganiaya dan membuang kita, hanya Dialah yang selalu setia menopang kita dan menampung air mata kita.
Mari kita belajar seperti Dia.  Menjadi seorang sahabat sejati bagi teman-teman kita,  walaupun terkadang disakiti, difitnah, dihina dan dianiaya, belajarlah senantiasa memiliki kasih yang murni.
Kamu mungkin akan melupakan orang yang tertawa denganmu, tetapi tidak mungkin melupakan orang yang pernah menangis denganmu”.- Khalil Gibran

BE BLESSED ♥
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s