SUDAH TERLAMBAT?

Posted on Updated on

Kehidupan menyimpan sejuta misteri. Kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi dalam sedetik ke depan.   Segala hal yang keliatan baik-baik saja,  tiba-tiba bisa berubah tanpa kita sadari sebelumnya. Disaat kita sibuk mengejar- seakan-akan berlomba dengan waktu –  apa yang menjadi ukuran dunia sekarang yaitu kekayaan, ketenaran dan kekuasaan, tiba-tiba  kita tersadar dengan kepala serasa digodam dengan palu, bahwa  masalah telah ada disana sini, tiba-tiba muncul konflik yang sulit dicarikan jalan damainya, tiba-tiba persahabatan berakhir, tiba-tiba pernikahan berada di ambang perceraian, tiba-tiba  hutang sudah menggunung, tiba-tiba anak kecanduan narkoba, tiba-tiba terdeteksi penyakit mematikan… Terlalu banyak tiba-tiba bila kita tidak waspada.  Disaat kita menyadarinya,  dunia serasa runtuh! Pertanyaan apa yang telah kuperbuat selama ini tidak akan terjawab selain menyalahkan diri sendiri atau orang lain atau meyalahkan keadaan. 

Ketika “tiba-tiba” tersebut muncul, putus asa dan penyesalan sering mengambil bagian pda satu titik. Kita menolak kejadian “tiba-tiba” tersebut. Pertanyaan-pertanyaan muncul silih berganti, mengapa saya?  Mengapa tidak waspada sejak awal? Mengapa tidak peka dengan keadaan? Mengapa tidak diberitahu sebelumnya? Mengapa hidup ini tidak adil?…  dan sejuta mengapa yang lain ikut  mengiringi ratapan kita.

Waktu aku kanak-kanak, salah satu hobbyku  adalah mendengarkan cerita dari orang-orang yang sudah tua, baik itu kakek nenekku sendiri maupun kakek nenek dari teman-temanku. Orang yang sudah tua, senang menceritakan masa lalu ketika  mereka masih berjaya. Mereka bercerita dengan hati berbunga-bunga dan merasa senang didengarkan. Akan tetapi saat mereka bercerita, masa-masa kejayaan mereka sudah berlalu, sekarang mereka adalah  oang tua yang lemah,  sudah uzur, dan rata-rata sudah tidak  produktif. Mungkin pada masa lalu mereka berhasil dalam pengejaran tersebut, berhasil kaya, berhasil tenar dan berkuasa, tapi jangan lupakan satu hal bahwa  setiap orang akan menua, dan kemampuan secara otomatis akan mengalami degradasi

Apa yang bisa dilakukan dengan kekayaan, bila untuk menikmatinya saja sudah tidak bisa selain memperpanjang umur dengan mesin dan obat-obatan?   Apa yang bisa dilakukan ketenaran bila disaat itu sudah kehilangan orang-orang yang dicintai? Apa yang bisa dilakukan kekuasaan bila kekuasaan itu sudah menjadi incaran dan setiap hari hidup dalam ketidaktenangan?  

Jadi, apa artinya hidup? Kita lelah dengan kehidupan, seolah-olah tidak berarti. Satu pencapaian dibayar dengan satu harga yang lainnya. Siapakah yang patut disalahkan? Menurut kita, kita memaksimalkan potensi yang ada pada diri kita, jadi bukan kita yang berada di posisi bersalah. Jadi apa dong? Salahkan Tuhan? Tepat!!! Karena Tuhan tidak pernah protes bila disalahkan. Mungkin karena itulah kita sering  menyalahkan DIa ketika kita berada dalam masalah. Sungguh tidak adil, bukan? sementara  kita tidak mengingatNya ketika berada dalam kesuksesan.

Kita bisa saja mencari kambing hitam dan menyalahkan Tuhan sebagai  penyebab kekacauan ini. Lalu siapakah yang kita anggap bisa menyelesaikan masalah? Insting pertama akan membuat kita berupaya keras mengandalkan segala daya dan  kekuatan yang ada untuk merubah segalanya kembali seperti semula. Kita mempertaruhkan apa yang ada demi mendapatkan kembali yang sudah hilang, kita  mencoba sampai ke ujung tanduk, dan bila tidak berhasil? Watak kita akan berubah, karena kecewa dan pahit, kita  menjadi dingin, penuh kemarahan dan kebencian. Kita marah pada Tuhan.

Setelah semua daya habis dan tidak ada hasil, sudah terlambatkah bagi kita untuk memperbaikinya? Tidak ada cara lain lagi.  Pada titik inilah kita harus membuat keputusan bahwa tidak ada yang bisa menolong kita selain Tuhan. Karena tidak ada kata terlambat bagi orang yang mau datang kepadaNya. Syaratnya cuma satu, yaitu PERCAYA.

Percayalah dan berjalanlah sesuai kehendakNya, jadilah orang yang  mau ditolong dari segala permasalahanmu, seberat apapun itu, Tuhan mampu membalikkannya semudah membalikkan telapak tangan. Jangan Ragu, Jangan bimbang. Pilih Tuhan untuk hidup dalam damai sejahtera dalam keadaan apapun. 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s