ORANG LAIN LEBIH BAHAGIA?

Posted on Updated on

Adalah suatu kenyataan bahwa manusia sulit mengenal kata “puas” dalam hidupnya. Terutama sekarang ini, era munculnya motivator-motivator unggulan, yang sebagian besar memberikan inspirasi untuk menghasilkan uang, lebih dan lebih lagi. Lihat saja buku-buku dengan judul “cara cepat menjadi kaya” dan sejenisnya sangat laris di pasaran. Tiap orang seakan berlomba mencapai puncak tertinggi keberhasilan.

Tidak ada hentinya, tidak ada puasnya. Membandingkan hidup dengan orang lain menjadi motor untuk berusaha lebih baik lagi. Rumput tetangga selalu lebih hijau bagi sebagian orang. Mereka melupakan kata “bahagia” yang sejati.  Mereka menganggap memiliki lebih banyak berarti lebih bahagia, menguasai lebih banyak berarti lebih bahagia, mengetahui lebih banyak berarti lebih bahagia. Kapan dan dimana  titik hentinya kalau yang mau dicapai selalu kata “lebih”?

Tidak ada salahnya mengejar cita-cita bahkan itu baik sejauh dilakukan secara sehat dan tidak melupakan aspek hidup lainnya.  Tetapi untuk mengejar kebahagiaan, kita harus tahu apa yang menjadi tujuan hidup kita yang sebenarnya, sebab setiap manusia dilahirkan dengan porsinya sendiri-sendiri. Bertanyalah ke dalam diri sendiri, hal apakah yang benar-benar membuatmu bahagia, bila menjadi sangat kaya adalah jawabannya, silakan lanjutkan perjuangan.

Berapa orang yang telah menjadi lelah dalam perjalanan hidupnya, bekerja dari pagi sampai malam, sehingga tanpa sadar usianya menua, dan dia tidak memiliki apapun selain hartanya.  Dan ada juga orang yang memiliki segalanya namun tidak memiliki uang secara mandiri. Contohnya seorang wanita karir, yang pergi pagi pulang petang, jabatan tinggi, dan bersosialisasi, namun tidak memiliki yang namanya sahabat, atau pasangan, yang siap berbagi keluh kesah, berbagi canda tawa dengannya. Dia melihat seorang ibu rumah tangga, yang selalu dikelilingi oleh anak-anaknya, dan seorang suami yang setia, dia  melakukan kodrat hidupnya sebagai wanita, dan dia ingin kehidupan seperti itu. Di sisi lain, ibu rumah tangga itu  yang hidupnya tenang tenteram, tidak perlu mengkhawatirkan terlambat ke kantor atau gaji dipotong, namun merasa jenuh sebagai ibu rumah tangga, dan  menginginkan  hidup sebagai wanita karir yang mandiri. Ah… manusia memang tidak pernah merasa puas.

Aku, secara pribadi berani menyatakan bahwa  bahagia adalah titik dimana kita merasa  bersyukur  dan puas dengan apapun yang dimiliki dalam hidup kita, dan mendapat keseimbangan dalam kehidupan jasmani dan rohani (spiritual).

Kepuasan bisa digapai dengan menempatkan prioritas-prioritas  yang tepat  dan seimbang, sehingga kita bisa menikmati segalanya secara maksimal dalam kehidupan sehari-hari, luar dan dalam, tubuh dan jiwa,

Keseimbangan didalam pribadi (secara jiwa/roh), contohnya :

  • Iman percaya pada Tuhan
  • Kesehatan
  • Hikmat dan pengetahuan.

Keseimbangan secara fisik, contohnya:

  • Keluarga
  • Karir
  • Pelayanan
  • Komunitas
  • Hobby.

Yang terpenting dari keseimbangan itu hadirnya Tuhan di dalam kita. Tanpa Dia, jiwa seseorang itu  kosong. Jiwa yang kosong adalah jiwa yang tidak bahagia.

Kekayaan, Kesuksesan, Ketenaran, Kecantikan, Kepintaran atau hal yang terhebatpun tidak akan sanggup mengisi kekosongan hati seseorang. Rasa tidak puas akan selalu mendorongnya untuk mencari dan mencari  sesuatu yang bisa mengisi kekosongan tersebut.

Sorang filsuf bernama Pascal berkata, “Di dalam diri setiap manusia ada ruang kosong  yang dibuat Tuhan dan hanya DIa sajalah yang bisa mengisinya“.


Kondisi jiwa yang kosong, tidak dapat sepenuhnya menikmati apa yang dimilikinya, contohnya:

  • orang yang kaya yang memiliki segalanya namun tidak dapat menikmati kekayaannya.
  • orang terkenal dan selalu dikerumuni massa namun merasa kesepian.
  • orang cantik yang tidak puas dengan kecantikannya
  • orang yang mempunyai pasangan hidup yang baik, namun tidak bisa menghargai pasangannya.

Aku percaya bahwa sebagai  ciptaanNya yang mendapat tempat utama dihatiNya, yang dianggap sebagai biji mataNya, Roh Allah hanya akan mendiami ruang kosong dalam jiwa kita bila kita terbuka untukNya, mengundangNya dan mengizinkanNya untuk berdiam disana.

Puas dalam Tuhan membuat kita merasa bahagia, membuat kita merasa cantik, membuat kita merasa sehat dan membuat kita merasa kaya. bersyukurlah. Perasaan yang baik membuat kita bahagia.

Orang yang berbahagia tidak akan mengalami kesusahan yang berkepanjangan, walaupun hidupnya sederhana, tidak cantik dan tidak pintar, namun selalu mengerjakan segala sesuatu dengan  penuh arti. Bahagia bukanlah emosi sejenak, bukan dinilai dari seberapa keras kita tertawa, tetapi kebahagian sejati adalah kebahagian yang terpancar dari dalam keluar, dan kamu pasti mengenalinya.

Undanglah Dia ke dalam hidup anda dan berbahagialah, kawan !!!


♥Tuhan memberkati♥

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s