Biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.

Desember 2018

Seperti biasa, untuk “Christmas Gathering” tim PAW Timur, tahun inipun ada beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Konsep masih pengen yang sederhana tapi bikin hepi. Sesuatu yang baru namun tidak boros biaya. Souvenir apa yang meninggalkan kesan dan pesan yang bisa tersimpan dihati?
Lalu ditengah2 mempersiapkan nomor2 undian untuk tukar kado, berupa stiker untuk ditempelkan dikado dan nomor undian untuk diacak, tiba2 saja terlintas ayat “biarlah Rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan”.
Ayat ini memunculkan ide korek api dengan desain kemasan baru, yang tercetak rapi lengkap dengan nama acara, serta ayat Firman Tuhan dibaliknya.
Rencananya adalah memasukkan nomor undian acak ke dalam kotak korek tersebut. Dan ternyata saya menemukan banyak sekali batang korek api yang rusak ketika dibuka, dengan jumlah sekitar lebih dari 1/3 dari total korek yang tidak bisa dipakai.

Jadi, saya sortir dengan alasan :

1. Isinya kepenuhan sehingga agak sulit menutup kotaknya kalau nomor undian sudah dimasukkan.
2. Ya sortir aja, toh ga ada gunanya korek rusak.
.
Dari batang2 korek tersebut, ada 4 kategori yang saya temukan, yang meskipun ga kebetulan, ternyata mewakili kondisi kita dalam pelayanan di PAW khususnya.

Sebelum kita masuk ke 4 kategori tersebut, demikian hikmat yang saya dapatkan soal arti sekotak korek api yaitu :

1. Media gesekan untuk menyalakan korek, menandakan hubungan dengan Tuhan.
2. Pentol korek menandakan “Passion”, Roh siap menyala dan terbakar.
3. Batang korek menandakan situasi kita, melingkupi karakter, skill, kualitas serta keadaan kehidupan sehari2.
.

Nah, ke 4 kategori batang korek adalah sbb :

1. Batang korek yang lurus, bersih dan rapi dengan pentol yang besar. Menandakan kepribadian dan kehidupannya sangat baik, dengan skill terasah. Passion yan besar diwakilkan oleh pentol yang besar. Orang seperti ini, bila benar2 memberi diri untuk dipakai Tuhan, maka dampaknya akan besar dan memberkati.

2. Batang korek patah setengah, pentol besar. Menandakan meskipun ada pergumulan besar dalam hidupnya, namun passionnya masih besar. Pelayanannya masih sangat memberi dampak jika mau dipakai Tuhan, meskipun durasinya lebih pendek dari yang batangnya utuh dan rapi.

3. Batang utuh dan bagus tapi tidak ada pentolnya. Menandakan meskipun orang ini punya karakter yang baik, skill yang bagus, kehidupan aman nyaman tak ada masalah, namun percuma karena tidak punya passion. Pelayanannya mungkin menyenangkan, tapi tidak membawa dampak.

4. Pentol saja. Nah, yang ini adalah orang yang punya semangat, meskipun kehidupannya penuh masalah. Tapi, pentol itu masih siap menyala kapanpun. Contoh orang seperti ini saya sering temukan diranjang ajal, ketika mereka sdh tak mampu berbuat apapun secara fisik, tapi semangatnya berkobar2 menceritakan tentang Tuhan.

Semua pentol akan aktif dan berdampak, asal mau “berhubungan” dengan media penggeseknya* . *Ingat untuk menjaga selalu hubungan dengan Tuhan.

Selalu ingat, seterbatas apapun kemampuan kita, asal passionnya besar, pasti akan membawa pelayanan yang berdampak.
.
Sekarang bagian ayatnya:

Roma 12:11 Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”

Roh yang menyala-nyala ternyata merupakan ungkapan dari suatu keinginan yang kuat, membara, sungguh-sungguh . Disebut juga sebagai semangat yang berkobar-kobar, antusiasme atau PASSION.

Meskipun ayat ini berlaku dalam semua aspek kehidupan kita, izinkan saya memakainya dalam konteks pelayanan di PAW. Mari kita semua memiliki passion tersebut untuk menyenangkan hati Tuhan, melakukan kehendak Tuhan dan memuliakan namanya. Kejarlah rencana Tuhan dan jangan biarkan passion kita kendor.
.
Tuhan Yesus memberkati 🙏🏻🔥.

Iklan